
Hari demi hari Zikri terus menjalani pekerjaannya sebagai security. Hingga sudah satu bulan ia bertahan ditempat itu.
Ketika ia sedang menikmati pekerjaannya di tempat itu, tiba-tiba atasannya memberikan surat tugas untuk Zikri.
Isi suratnya, Zikri dipindah tugaskan ke tempat yang lain.
Tempatnya masih dalam satu kota, tetapi kalau diperhitungkan dari tempat yang sekarang, jaraknya sangat jauh.
Zikri kembali berpikir, ia harus pindah kontrakan lagi. Baru saja ia satu bulan kerja disana, sekarang sudah harus nyari tempat tinggal baru lagi.
Belum lagi biaya nya.
Zikri juga belum membayar uang yang ia pinjam dari Isma.
"Haduh, gimana ini...." Ucap Zikri sambil menghitung gaji pertamanya.
"Ini buat bayar ke Isma, ini buat dikirim ke anak istri, ini buat kontrakan, sisanya ini buat makan. Cukup apa ngga, uang segini hidup di kota." Ucap Zikri lagi
Tapi Zikri adalah orang yang mendahulukan membayar hutang.
Ia ambil handphonenya, lalu ia telpon adiknya, Isma.
"Assalamualaikum Is..."
"Waalikumsalam kak."
"Gimana sehat?" Tanya Zikri
"Alhamdulillah... Kakak gimana, sehat?" Tanya Isma
"Alhamdulillah kakak sehat Is. Oh iya kakak mau minta nomor rekening kamu. Kakak mau bayar uang yang kakak pinjam kemarin."
"Emang sudah ada kak?"
"Ada Is."
"Kakak pakai buat kebutuhan kakak aja dulu. Ke Isma kan bisa kapan aja." Ucap Isma
"Ada kok Is... Nanti kirim nomor rekeningnya ya."
"Iya Kak."
"Ya udah nanti disambung lagi ya Is. Ini Kakak mau beresin barang, kakak mau cari kontrakan baru lagi." Ucap Zikri
"Kok cari kontrakan lagi kak?" Isma kebingungan.
"Iya Is... Kakak ditugaskan ditempat lain, jadi kakak harus cari kontrakan yang deket sama tempat kerja, soalnya kan kakak gak punya kendaraan." Jelas Zikri.
"Oh iya Kak... Ya udah, kakak lanjutkan beres-beresnya. Sehat terus ya kak?"
"Iya... Aamiin Is. Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam Kak."
Isma menutup telponnya.
Tak lama ada Pak Abi datang ke kontrakan Zikri.
Ternyata Pak Abi pun sudah mendengar kalau Zikri akan pindah tugas.
"Assalamualaikum..." Ucap Pak Abi
"Waalaikumsalam." Jawab Zikri dari dalam kontrakan.
"Ekh... Pak Abi, mari masuk Pak. Ini saya beres-beres."
__ADS_1
Pak Abi pun masuk ke kontrakan Zikri.
"Memang benar ya Pak, mau pindah tugas..?" Tanya Pak Abi
"Iya Pak betul, suratnya sudah ada disini Pak." Jawab Zikri
"Bapak masih tugas di Bogor kan?" Tanya Pak Abi lagi.
"Iya Pak... masih di kota ini, cuma beda tempat aja. Tapi kalo dari kontrakan yang sekarang ke tempat kerja yang baru, jaraknya jauh Pak, kalau gak punya kendaraan kan repot." Jawab Zikri
"Baru juga kerja bareng ya Pak... Ehh sekarang malah dipindah salah satu."
"Iya Pak, ya gimana lagi, kita kan cuma pekerja jadi harus nurut." Ucap Zikri
"Iya Pak... yang penting kita semua sehat ya."
"Iya Pak... Aamiin."
Akhirnya saat itu Pak Abi membantu membereskan barang-barang Zikir.
"Saya malah ngerepotin Pak Abi, ya...?"
"Nggak Pak, namanya sama temen harus saling membantu." Jawab Pak Abi
"Terimakasih banyak Pak."
"Kalau sudah ditempat baru, jangan lupa main kesini ya Pak." Pak Abi terlihat kehilangan.
"Iya Pak... Insyaallah nanti kalau ada libur, saya main Pak."
Satu persatu pakaian Zikir kembali masuk ke tas nya.
Setelah semua barang-barang nya dipacking dengan rapih, Zikri pergi ke bank untuk mengirim uang ke istri nya dan membayar uang yang ia pinjam dari Isma.
Lalu ia pun menelpon istrinya.
"Waalaikumsalam Pak."
"Bapak sudah transfer uang ke rekening ibu. Mudah-mudahan cukup ya Bu buat satu bulan ke depan." Ucap Zikri
"Oh iya Pak terimakasih, nanti ibu cek." Ucap istrinya
"Bapak sekarang mau pindah kontrakan Bu, soalnya bapa dipindah tugaskan oleh atasan." Jelas Zikri
"Bapak pindah kerja kemana?" Tanya Istrinya
"Masih di daerah Bogor, cuma kan bapak nyari kontrakan yang deket sama tempat kerja."
"Oh iya Pak... terus Bapak kapan pindahannya?" Tanya istrinya lagi.
"Sekarang bapak mau cari dulu kontrakan nya, baru kalau sudah bapak bawa barang-barangnya." Jelas Zikri
"Oh iya, hati-hati ya Pak."
"Iya Bu... Nanti bapak kabari lagi ya."
"Iya Pak."
"Assalamualaikum Bu."
"Waalaikumsalam."
Zikri juga mengirimkan pesan pada Isma, kalau dia sudah mengembalikan uang yang ia pinjam dari adiknya itu.
Setelah itu Zikri mulai melangkahkan kakinya, ke tempat kerja baru.
__ADS_1
Tempat nya agak jauh dari tempat kerjanya sekarang.
Setelah survei, ternyata tempat kerjanya adalah sebuah toko pakaian ternama.
"Oh ini ya tempat kerja yang sekarang." Ucap Zikri sambil memegang selembar kertas yang berisikan alamat.
Lalu ia cari-cari kontrakan didekat toko itu.
Akhirnya Ia pun menemukan kontrakan. Walaupun harganya agak tinggi dari kontrakan nya yang kemarin, karena yang sekarang letaknya dipusat kota.
"Biaya kontrakan nya lebih tinggi, berkurang lagi deh biaya buat makan." Ucap Zikri dalam hati
Setelah ia mendapatkan kontrakan, ia kembali ke kontrakan lama dan ia bawa semua barang-barang nya.
Zikri pun berpamitan pada pemilik kontrakan. Lalu ia menemui Pak Ahmad yang sedang bertugas, dan berpamitan.
"Pak maaf bila selama saya kerja bareng sama Bapak, saya punya banyak salah."
"Iya Pak... gak apa-apa. Maafin saya juga. Semoga betah ditempat baru ya Pak. Sehat selalu." Ucap Pak Ahmad
Tak selang lama, Pak Abi pun datang menemui Zikri lagi.
"Pak mau berangkat sekarang?" Tanya Pak Abi
"Iya Pak. Saya pamit. Mohon maaf atas semua kesalahan saya." Ucap Zikri pada Pak Abi
"Bapak gak punya salah. Pak Zikri orang baik. Insyaallah dikelilingi orang-orang baik juga." Ucap Pak Abi
"Aamiin Pak. Kalau gitu saya pamit ya, Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam." Jawab Pak Ahmad dan Pak Abi
Akhirnya Zikri pergi menuju kontrakan baru, tempat kerja yang baru.
Beberapa menit perjalanan, akhirnya Zikri sampai ketempat tinggalnya yang baru.
Ia masuk lalu ia bereskan semua barang-barang nya.
"Alhamdulillah, akhirnya beres juga." Zikri terlihat kelelahan
Sampai-sampai Zikri lupa kalau dia dari pagi belum makan.
Badannya gemetaran, perutnya pun keroncongan.
Ia pergi keluar untuk mencari penjual nasi.
"Assalamualaikum... Bu beli nasi nya satu sama tempe dan telur." Ucap Zikri
"Baik Pak... mau dibungkus apa makan disini?" Tanya Ibu penjual nasi.
"Makan disini aja Bu." Jawab Zikri
"Ini Pak... nasi sama lauk nya, ini air minum hangat nya." Ucap Ibu penjual nasi.
"Terimakasih Bu."
Disana Zikri terlihat lahap. Ia dari pagi belum sempat makan karena sibuk dengan pindah kontrakan.
"Jadi berapa Bu..?" Tanya Zikri
"Sepuluh ribu aja Pak." Jawab Ibu penjual nasi
"Ini Bu uangnya."
"Iya terima kasih."
__ADS_1
Zikri kembali ke kontrakan nya.