
Gak terasa hari ini sudah tanggal 31. Besok sudah waktunya bayar kontrakan.
Arul sudah gembira besok adalah bulan kedua ia mendapatkan gaji.
Waktu kerja tinggal beberapa jam lagi.
Tak lama leadershift Arul datang memanggilnya.
"Arul mulai besok kamu kerja normal per-shift, jadi tidak hanya masuk pagi nanti kamu akan kebagian masuk siang dan masuk malam."
"Baik Pak… jadi besok saya masuk bagian apa?" Tanya Arul pada leadernya
"Tiga hari ke depan masih shift pagi, kemudian 3 hari selanjutnya kamu masuk malam dan 3 hari kemudian kamu masuk siang." Jawab sang leader
"Baik Pak." Jawab Arul dengan tegas
"Oke kalau gitu kamu bisa kembali bekerja."
"Baik Pak saya permisi."
Arul pun kembali bekerja.
Waktu sudah mendekati jam 02.00 siang. Arul segera bersiap-siap untuk pulang.
Arul bertanya pada teman-teman yang bersamaan training dengan dirinya kemarin.
Ternyata semua sama sudah dibagi-bagi shift nya, bahkan ada yang berbeda gedung juga.
Untung Arul masih di tempat yang sama dan shift yang sama.
Seperti biasa kalau pulang baru selalu mampir ke tempat ayahnya bekerja.
"Assalamualaikum Pak." Ucapan Arul pada ayahnya
"Waalaikumsalam." Jawab ayahnya dan Pak Setya
Kebetulan hari itu Ayahnya bekerja dengan Pak Setya.
"Mulai besok Arul sudah normal ikut shift Pak."
"Oh ya jadi ada bagian pagi, siang sama malam?" Ucap ayahnya
"Iya Pak tapi 3 hari kedepan Arul masih shift pagi."
"Oh iya nggak apa-apa yang penting jaga kesehatan biar tetap fit." Ucap Pak Setya
"Iya Pak."
Setelah beberapa menit di tempat kerja ayahnya, Arul pun pamit pulang ke kontrakan.
"Arul pulang aja ya Pak!"
"Iya istirahat aja di rumah."
"Iya Pak."
Arul pun pulang ke kontrakan.
Sebelumnya Arul mampir ke warung Bu Asih terlebih dahulu.
Ia beli beberapa lauk untuk makan.
Sesampainya di kontrakan, Arul langsung merebahkan badannya dilantai. Cuaca siang itu sangat panas.
"Meong... Meong.." Suara Moli mengeong
"Eh Moli, kamu mau keluar ya...?" Ucap Arul sambil membuka pintu kandang kucingnya
Kucing pun langsung keluar dari kandang, dan berlari kesana-kemari mengelilingi ruangan.
Arul langsung mengganti baju kerja nya dengan pakaian biasa.
Ia gantungkan bajunya dengan rapi.
"Makannya nanti aja deh nunggu Bapak pulang." Ucap Arul dalam hati
Sambil menunggu ayahnya pulang, Arul terus bermain-main dengan kucing peliharaannya.
Selang satu jam, Zikri pun pulang.
Dari kejauhan sudah terlihat ayahnya berjalan sangat gagah dengan seragamnya.
__ADS_1
"Assalamualaikum..." Ucap Zikri di depan pintu rumahnya
"Waalaikumsalam... Pak." Jawab Arul sambil menghampiri ayahnya
"Alhamdulillah.... Akhirnya hari ini selesai juga pekerjaan." Tambah Zikri lagi
"Capek ya Pak...?" Tanya Arul
"Ya lumayan lah, namanya juga kerja." Jawab ayahnya
"Ya udah kita makan dulu Pak." Ajak Arul
"Boleh, tapi Bapak mau ganti baju dulu ya."
"Iya Pak."
Zikri pun masuk ke dalam rumah untuk mengganti pakaian.
Selesai mengganti baju, Zikri langsung menghampiri Arul.
"Makan sama apa Rul?" Tanya ayahnya
"Tuh ada di tutup saji Pak, tadi Arul beli pas pulang kerja."
"Oh sudah beli, Bapak kira belum beli... Nanti Bapak ganti uangnya kalau sudah gajian ya." Ucap Zikri
"Gak usah Pak, kok diganti sih."
"Arul bawa piring dulu ya."
Arul langsung membawa piring.
"Nih Pak makannya juga hanya sama tempe dan tahu." Ucap Arul sambil membagi dua makanannya
"Gak apa-apa Rul, Alhamdulillah kita masih bisa makan, diluar sana masih banyak orang yang tidak punya pekerjaan, masih banyak yang kesulitan untuk makan."
"Iya Pak."
"Ayo kita makan."
Ketika mereka sedang makan, suara handphone Arul berdering.
Ia lihat ternyata ibunya menelpon.
"Ya udah angkat dulu Rul."
"Iya Pak."
Arul pun langsung mengangkat teleponnya.
"Assalamualaikum Bu.."
"Waalaikumsalam.. lagi pada ngapain?" Tanya ibunya
"Ini lagi makan Bu."
"Makan sama apa?" Tanya ibunya lagi
"Sama tempe dan tahu." Jawab Zikri
"Gak sama daging?" Ledek ibunya
"Tanggal tua Bu, menu nya seperti ini." Jawab Arul
"Iya gak apa-apa, sama apa saja yang penting nikmat." Ucap ibunya
"Ezra kemana Bu?" Tanya Zikri
"Belum pulang, masih ngaji."
"Oh iya."
"Ya udah terusin aja makannya, nanti ibu telepon lagi ya."
"Iya Bu."
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam."
Mereka pun meneruskan menghabiskan makanannya.
__ADS_1
Tak terasa waktu sudah petang lagi. Waktu sudah menunjukkan jam 06.00 petang, sudah waktunya menjalankan salat Maghrib.
Zikri dan Arul bergegas mengambil air wudhu. Kalau mereka melaksanakan shalat berjamaah.
Rakaat di rakaat mereka lakukan dengan tertib, sampai di rakaat terakhir.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.... Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh." Ucap Zikri sambil menoleh ke kanan dan ke kiri
Arul dan Zikri pun selesai salat langsung menonton televisi.
"Alhamdulillah sekarang waktunya bersantai." Ucap Zikri sambil duduk di depan televisi
"Besok kita gajian ya Pak!" Ucap Arul sambil tersenyum
"Iya Rul, insya Allah."
"Nggak sabar deh pengen cepet-cepet pagi." Ucap Arul lagi
Zikri pun tersenyum.
"Udah sekarang nonton TV aja dulu ke sini kan besok."
"Iya Pak."
Ketika sedang menonton televisi ternyata Zikri tertidur.
Arul pun tidak membangunkan ayahnya karena merasa kasihan padahal ayahnya belum shalat isya.
Zikri terlihat kelelahan sampai-sampai habis shalat Maghrib langsung tertidur.
Waktu terus berputar ternyata sekarang sudah jam 09.00 malam.
Arul langsung menyimpan handphonenya dan bergegas untuk tidur. Arul merebahkan badannya di dekat sang ayah.
***
"Kukuruyuk..... Kukuruyuk...." Suara ayam sudah berkokok
Zikri pun langsung bangun dari tidurnya.
Iya bawa handphonenya dan dilihat di sana sudah menunjukkan jam 03.00 pagi.
"Alhamdulillah sudah pagi lagi."
Zikri langsung bergegas mencuci beras untuk menanak nasi.
Tak lama Arul pun terbangun.
"Bapak udah bangun." Tanya Arul
"Iya Rul."
Arul pun bangun dari tidur dan langsung duduk sambil membawa handphonenya.
Ia periksa notifikasi di handphonenya.
"Yey Alhamdulillah Pak, gaji Arul udah masuk!" Ucap Arul sangat bahagia
"Alhamdulillah kalau gitu Rul."
"Bapak udah gajian belum?" Tanya Arul
"Belum ada notifikasi Rul, kadang gajian suka telat." Jawab Zikri
"Oh gitu ya Pak."
Dalam hati Zikri ia merasa takut kalau gajinya akan telat lagi.
Adzan subuh pun berkumandang. Zikri langsung mengambil air wudhu. Tak selang lama Arul pun mengambil air wudhu.
Mereka salat bersama lagi.
Selesai salat, Arul langsung membuka pintu rumahnya.
Ayahnya pergi mandi dan mencuci dan ia langsung pergi ke warung untuk membeli lauk.
Selesai membeli lauk Arul pun bergegas untuk mandi dan bersiap-siap bekerja.
Dan akhirnya mereka pun sarapan bersama.
Selesai sarapan mereka pun bersiap untuk berangkat kerja.
__ADS_1
Zikri pun mengunci pintu kontrakannya, dan mereka langsung melangkahkan kakinya untuk pergi bekerja.