
"Pak Zikri anda ditugaskan di Bogor, nanti alamat nya akan kami berikan." Ucap komandan Darto.
"Siap Pak...!" Ucap Zikri.
"Semua mulai tugas hari Senin ya..." Jelas Pak Darto.
"Siap pak...!!" Ucap semua.
Zikri mulai berpikir... Kalau dia tugas diluar kota berarti dia harus ngontrak dan lain sebagainya.
Pulang pelatihan, Zikri langsung bercerita pada istrinya.
"Bu.... Alhamdulillah bapak lulus pelatihan. Tapi bapak ditugaskan diluar kota."
"Ditugaskan dimana Pak...??"
"Di daerah Bogor katanya Bu..."
"Mulai kerja nya kapan Pak...??"
"Masuk kerja hari Senin Bu... Jadi bapak cuma punya waktu Sabtu sama Minggu buat siap-siap."
"Gimana... Ibu ngizinin...??" Tanya Zikri.
"Kalau ibu gak ngizinin.... Berarti pelatihan bapak kemarin sia-sia dong...!!" Jawab istrinya.
"Jadi ibu ngizinin...??"
"Iya... Pak..."
"Tapi bapak masih bingung... Gimana buat pergi kesana sama biaya nanti disana sebelum gajian..." Ucap Zikri.
"Iya Pak... Mana ibu uang tinggal sedikit... Itupun buat sehari-hari sama uang jajan anak-anak."
"Apa bapak pinjem dulu aja ya ke Isma...??" Tanya Zikri pada istrinya.
"Tapi malu Pak... Kita selalu ngerepotin dia." Jawab istrinya.
"Gak apa-apa... Bapak coba aja dulu ya..."
"Ya kalo ibu... Terserah gimana bapak aja."
Zikri langsung membuka handphone nya.
"Assalamualaikum... Is..!!"
"Waalikumsalam kak... Gimana sehat...??"
"Alhamdulillah Is..."
"Gimana pelatihan kakak...??"
"Justru itu kakak telpon kamu Is..."
"Memangnya kenapa kak...??" Tanya Isma.
"Kakak ditugaskan diluar kota Is. Kakak ditugaskan di daerah Bogor."
"Alhamdulillah kalau kakak udah diterima, terus kapan kakak berangkat...?" Tanya Isma lagi.
"Rencananya... Besok kakak berangkat. Tapi Is... Kira-kira kamu punya uang gak... Kakak mau pinjam dulu... Nanti kalau kakak gajian, kakak ganti." Jawab Zikri.
"Ada sih kak sedikit simpanan... Gak apa-apa kakak pakai aja dulu."
"Alhamdulillah... Makasih banyak Is, nanti kakak kerumah kamu ya..!"
"Iya.. kak..."
Zikri lalu menutup telponnya.
"Alhamdulillah Bu... Kata Isma dia punya uang simpanan... Dan katanya boleh dipinjam." Ucap Zikri pada istrinya.
"Alhamdulillah...."
"Ya udah bapak ke rumah Isma dulu ya Bu..."
"Iya... Pak...!!" Jawab istrinya.
Saat itu Zikri sangat bersemangat. Ia bereskan semua keperluannya sendiri.
Sebelum ke rumah Isma, Zikri pergi ke rumah bapaknya terlebih dulu.
"Assalamualaikum...."
__ADS_1
"Waalikumsalam..... Ekh kamu Zik..!"
"Iya Pak... Gini Pak besok insyaallah saya akan berangkat ke Bogor." Ucap Zikri.
"Ke Bogor....??" Tanya bapaknya.
"Iya Pak... Zikri lulus pelatihan dan Zikri ditugaskan di daerah Bogor."
"Alhamdulillah... Kalau kamu lulus. Berarti disana kamu akan ngontrak..?" Tanya bapaknya.
"Iya... Pak..."
"Mudah-mudahan ini kerjaan yang terbaik buat kamu ya Zik, mudah-mudahan kamu betah kerja di sana."
"Oh iya Pak... Zikri mau ke rumah Isma dulu."
"Oh iya.. ya udah sana nanti keburu malem...!"
"Iya... Pak. Assalamualaikum....!!"
"Waalaikumsalam...." Jawab bapaknya.
Zikri kembali berjalan menuju rumah Isma, adiknya.
Dengan langkah cepat dan semangat ia terus berjalan. Sampai tiba di depan rumah Isma.
Zikri mendekat ke pintu.
"Assalamualaikum.... Is...!!"
"Waalikumsalam...." Jawab Isma dari dalam rumah.
Isma mendekat ke pintu lalu membukanya.
"Trekkk.....!!!"
"Ekh Kakak.... Ayo masuk kak...!!"
"Fikri kemana Is...??" Tanya Zikri.
"Ada kak... Tadi lagi dibelakang... Lihat tanaman."
Zikri menemui Fikri di belakang rumah.
"Assalamualaikum Fik..."
"Ngapain disini Fik...??"
"Biasa kak lihat tanaman sama ikan...!!" Jawab Fikri.
Dari dapur Isma membawa dua gelas kopi.
"Nih kak... Ngopi dulu...!!" Ucap Isma.
"Waduh ngopi nih....!!!" Jawab Zikri.
"Mana pisang goreng nya... Hahaha...!!" Ucap Zikri lagi.
"Pisang nya belum mateng kak... Masih di pohon.... Hehehe....!!" Jawab Isma.
Mereka berbincang-bincang sambil ngopi bersama.
"Oh iya kak... Tadi Isma cerita... Katanya kakak udah lulus pelatihan...!?" Tanya Fikri.
"Iya Fik... Alhamdulillah. Sekarang kakak mau ditugaskan di daerah Bogor."
"Mudah-mudahan kakak betah disana ya...?!" Ucap Isma.
"Iya Aamiin..."
Isma pergi ke dalam kamarnya. Lalu ia buka dompet nya. Ia ambil uang simpanannya... Dan memasukannya ke dalam amplop.
Ia kembali keluar dan menutup pintu kamarnya.
"Ini kak..." Isma memberikan amplop itu pada Zikri.
"Uang nya cuma sedikit... Mudah-mudahan cukup buat bekal sampai kakak gajian." Ucap Isma pada Zikri.
"Oh iya gak apa-apa Is... Ini juga terimakasih banget kakak sudah dikasih pinjam." Jawab Zikri.
"Maaf ya... Kakak selalu merepotkan kamu." Tambah Zikri.
"Gak lah kak.... Sama saudara kan harus saling bantu." Jawab Fikri.
__ADS_1
Mereka melanjutkan minum kopi. Selang berapa lama, Zikri pamit pulang.
"Kakak pulang dulu ya Is....!?"
"Ya udah... Oh iya besok kakak berangkat jam berapa...??" Tanya Isma.
"Insyaallah kakak pergi pagi-pagi, soalnya kan disana harus cari-cari dulu kontrakan yang deket sama tempat kerja." Jawab Zikri.
"Oh iya kak..."
"Ya udah kakak pulang dulu ya...!!"
"Iya Kak...!!"
"Assalamualaikum....."
"Waalaikumsalam..." Jawab Isma dan Fikri.
Zikri kembali berjalan menuju rumahnya.
Ia memiliki harapan baru untuk menafkahi keluarga kecilnya.
Sampai ia didepan pintu rumahnya.
"Assalamualaikum...." Zikri membuka pintu rumahnya.
"Ekh... Pak...."
"Ini uang yang bapak pinjam dari Isma Bu..." Zikri menunjukkan amplop putih itu.
"Iya bapak pegang aja... Buat nanti kebutuhan bapak disana." Jawab istrinya.
"Ibu masih ada uang pegangan...??" Tanya Zikri.
"Masih... Pak. Insyaallah cukup...!"
"Alhamdulillah kalau gitu."
"Ya udah bapak makan dulu... Terus istirahat. Besok kan pagi-pagi bapak harus berangkat." Ucap istrinya.
"Iya Bu... Ayo kita makan sama-sama, ajak anak-anak."
Zikri makan bersama anak dan istrinya.
"Besok bapak udah gak sama kita lagi dong Bu...!!" Ucap anak bungsu nya.
"Iya... Doakan bapak ya... Mudah-mudahan bapak lancar kerjanya." Jawab Zikri.
"Iya Pak... Bapak nanti berapa bulan sekali pulang kesini...??" Tanya anak bungsunya lagi.
"Bapak belum tahu.... Gimana nanti ya nak..!!"
"Sekarang makan dulu.. biar kalian semua sehat." Tambah Zikri.
Selesai makan, Zikri dan istrinya membereskan semua keperluannya. Ia taruh dengan rapih didekat pintu rumahnya.
"Sudah semua ya Pak... Ga ada yang ketinggalan...??" Tanya istrinya.
"Insyaallah sudah Bu.... Mudah-mudahan gak ada yang terlewat."
"Ya udah... Sekarang bapak istirahat, biar besok bapak Fit." Ucap istrinya.
"Iya Bu...."
Zikri pergi ke kamar mandi, lalu ia ambil air wudhu. Ia gelar sajadah.... Lalu ia shalat.
Ia bukakan kedua tangannya.
Ia mohon selalu diberi kesehatan dan kemudahan dalam rezekinya.
Zikri memang laki-laki penyabar dan tak pernah mengeluh dengan apa yang ia alami.
Selesai shalat... Ia lihat anak dan istrinya sudah tertidur lelap. Ia pandangi satu persatu wajah anak-anaknya.
"Ya Allah mudahkanlah aku untuk membahagiakan mereka..." Ucap Zikri dalam hati.
Lalu ia rebahkan badannya... Matanya masih belum bisa terlelap. Ia terus memikirkan masa depan anak-anaknya.
Istrinya terbangun...
"Pak kok belum tidur....???"
"Iya Bu... Mata masih belum bisa merem...!!"
__ADS_1
"Jangan banyak pikiran Pak... Insyaallah ini jalan terbaik dari Allah." Jawab istrinya.
"Iya Bu..!"