Kembali Ke Surga Mu

Kembali Ke Surga Mu
Hari pertama di tempat baru


__ADS_3

Matahari sudah mulai menampakan sinar nya. Orang-orang sudah mulai berlalu lalang melakukan kegiatan masing-masing.


Hari itu hari pertama Zikri bekerja di tempat yang baru. Ia terlihat sangat bersemangat.


Jam 7 pagi ia sudah rapi dengan seragam nya.


Lalu ia pakai juga sepatu nya. Zikri terlihat sangat gagah dengan seragam itu.


Lalu ia langkahkan kakinya menuju tempat kerja yang tak jauh dari tempat tinggal nya sekarang. Hanya dalam 5 menit ia sudah sampai di gerbang kantor.


Di sana sudah banyak yang menunggu nya. Kantor tempat ia bekerja sekarang memang jauh lebih besar daripada yang kemarin. Bukan hanya satu security yang bekerja disana, tapi ada 6 security termasuk Zikri.


Begitu melihat Zikri datang, ke lima anggota langsung berbaris.


"Selamat pagi!" Ucap Zikri


"Selamat pagi Pak." Jawab mereka


"Perkenalkan, nama saya Zikri."


"Iya Pak."


"Saya mulai hari ini ditugaskan disini." Ucap Zikri


Terlihat kharisma Zikri sebagai komandan.


"Mari kita apel pagi terlebih dahulu, semoga pekerjaan kita lancar dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan." Ajak Zikri pada semua anggota.


Pada apel pertama itu, Zikri juga berkenalan dengan semua anggota.


Ada Budi,Setya,Ilham, Arief dan Yanto.


Selesai apel pagi, Zikri masuk ke ruang pos jaga. Dia mulai membagi-bagi tugas anggotanya.


Disana Zikri mulai membuat buku agenda kegiatan dan laporan.


Zikri tak pernah merasa ia sebagai komandan. Ia selalu rendah hati dan ngobrol bersama anggota nya.


Tapi ada satu orang yang terlihat berbeda sikapnya pada Zikri. Ia tak pernah menunjukkan rasa suka pada Zikri dari awal bekerja. Ia adalah Budi. Jika ditugaskan sesuatu, ia tak pernah mau melakukannya. Zikri merasa bingung, kenapa Budi bersikap seperti itu kepadanya.


Zikri coba menanyakan hal itu pada Pak Arif.


"Pak maaf saya boleh ngobrol sebentar?" Ucap Zikri pelan


"Iya boleh Pak, kenapa?"


"Bapak perhatikan gak bagaimana sikap Pak Budi pada saya?" tanya Zikri


"Iya Pak, saya sering perhatikan."


"Kok dia seperti yang tidak suka ya saya ada di sini."


"Sudah Pak, gak apa-apa cuekin saja." Ucap Pak Arief


"Saya tugaskan sesuatu pun dia tidak pernah kerjakan." Jelas Zikri


"Nanti saya cari tahu Pak, apa penyebabnya." Ucap Pak Arief


"Iya makasih ya Pak."


Kemudian Pak Arief kembali ke pos jaga nya.


Ketika Zikri duduk diwaktu jam istirahat, ia melihat seekor anak kucing datang menghampiri nya.

__ADS_1


"Anak kucing, kamu lapar ya!" Ucap Zikri sambil mengelus kepala kucing


Zikri sangat menyayangi hewan, apalagi kucing.


Anak kucing itu terlihat kelaparan. Ia terus bersuara.


"Kamu lapar ya, nanti aku kasih makan ya."


Zikri membuka box nasi yang diberi dari kantor. Lalu ia makan, sesekali ia beri nasi dan tulang untuk kucing itu.


"Sekarang makan ini dulu ya kucing, nanti aku beli makanan buat kamu." Ucap Zikri lagi


Selesai istirahat, kucing itu masih tetap diam di sana. Hingga mendekati waktu pulang, kucing itu masih diam di sana.


Selesai tugas hari itu, Zikri sudah bisa pulang jam 4 sore. Zikri pamit pada temannya.


"Saya sudah bagi-bagi tugasnya ya." Ucap Zikri


"Iya Pak."


"Jangan lupa tulis laporan nya kalau hendak ganti shift." Jelas Zikri


"Iya Pak."


"Kalau ada apa-apa, hubungi saya." Jelas Zikri lagi


"Iya Pak."


"Saya pamit dulu."


Dalam hati Pak Budi, ia terus merasa tidak suka dengan Zikri.


"Sok banget jadi komandan, segala main suruh aja." Ucap Budi pada teman-temannya.


"Pak Zikri baik loh Pak Budi." Ucap Pak Arief


"Emang kenapa Pak, kok seperti yang sangat tidak suka sama Pak Zikri?" Tanya Pak Arief


"Harusnya yang jadi komandan itu saya, saya lebih senior." Jawab Pak Budi


"Mungkin memang kinerjanya bagus Pak, makanya baru beberapa bulan Pak Zikri bisa jadi komandan." Jelas Pak Arief


Pak Budi langsung pergi meninggalkan Pak Arief.


Pak Arief hanya menggelengkan kepalanya.


"Astaghfirullah... ternyata Pak Budi merasa iri, dirinya yang senior tidak jadi diangkat pangkat nya." Ucap Pak Arief dalam hati


Zikri berjalan menuju rumah. Diperjalanan ia coba menengok ke belakang. Ternyata anak kucing itu terus mengikutinya.


Zikri pun berhenti menghentikan langkahnya.


"Hai kucing lucu, kamu terus mengikuti ya?" Ucap Zikri sambil mengelus kepala kucing.


"Ya udah ayo ikut ke rumah." Ucap Zikri lagi


"Meong... meong."


Kucing itu terus mengikuti langkah Zikri.


Sesampainya di rumah. Zikri langsung duduk di teras rumah.


"Kasian kucing ini, apa aku rawat saja ya." Ucap Zikri

__ADS_1


Lalu ia foto anak kucing itu, sambil di simpan di status WhatsApp nya.


Tak lama Isma menelepon setelah melihat status WhatsApp kakak nya.


"Assalamualaikum.. Pak Komandan." Ucap Isma


"Apa sih Is.. ledekin kakak terus." Jawab Zikri


"Kak, itu kucing siapa lucu sekali." Tanya Isma


"Ini kucing tiba-tiba nyamperin kakak waktu kerja tadi."


"Oh ya, kayaknya itu kucing bagus deh." Ucap Isma


"Iya, tadi kakak pulang eh kucing nya malah ikut."


"Ya udah rawat aja kak,tapi itu harus di kasih makanan kucing." Jelas Isma


"Iya. nanti kakak beli, ini baru aja sampai ke kontrakan, baru pulang kerja."


"Ya udah istirahat dulu pak komandan." ledek Isma lagi


"Nanti ditelpon lagi ya kak, Assalamualaikum."


"Iya, Waalaikumsalam."


Zikri menutup telponnya.


Lalu Zikri masuk ke rumah untuk membersihkan badannya.


Waktu sudah mulai petang, Zikri lihat kucing itu sudah mulai lapar. Zikri masukan kucing ke dalam rumah. Lalu ia pergi ke toko hewan di depan gang.


Zikri membeli kandang kucing, beserta perlengkapan lainnya.


Setelah itu ia langsung pulang ke rumah.


Ia masukan kucing itu ke kandang, ia beri makanan dan air. Kucing itu terlihat nyaman.


"Yang betah ya kucing, makan yang banyak." Ucap Zikri


Tak lama suara handphone berbunyi. Istri Zikri menelpon.


"Assalamualaikum Pak."


"Waalaikumsalam Bu."


"Lagi ngapain Pak?" Tanya Istrinya


"Ini Bu, lagi ngasih makan kucing." Jawab Zikri sambil menunjukkan handphone ke kucing


"Waduh, itu kucing siapa Pak?" Tanya Istrinya


"Ini kucing nemu di tempat kerja Bu… kucingnya ngikutin bapak terus ya udah bapak bawa saja ke rumah." Jelas Zikri


"Bapak punya kucing Bu, mana lihat?" tanya kedua anak Zikri


Lalu ibunya menunjukkan handphone nya.


"Lucu Pak anak kucing nya, sudah dikasih nama belum?" Tanya Ezra anak kedua Zikri


"Belum, siapa namanya ya?" Tanya Zikri


"Gimana kalau namanya Moli Pak!" Ucap Arul anak pertama Zikri

__ADS_1


"Iya boleh, kita kasih nama Moli." jawab Zikri


"Bapak jadi ada temannya ya." Ucap Ezra


__ADS_2