Kembali Ke Surga Mu

Kembali Ke Surga Mu
Melamar kerja


__ADS_3

Tidak terasa waktu sudah pagi lagi. Rencananya hari ini Arul akan pergi ke beberapa perusahaan untuk memasukkan lamarannya. Arul masih terlihat semangat untuk mencari pekerjaan.


Pagi-pagi sekali ya sudah mempersiapkan lamaran-lamarannya.


"Mau melamar ke mana aja Rul?" tanya Zikri


"Mau nyoba yang deket-deket aja deh Pak di sekitaran sini aja dulu." jawab Arul


"Udah, Bapak fokus kerja aja, insya Allah Arul bisa kok kalau cuma deket-deket sini kan Arul bisa jalan kaki." Arul meyakinkan ayahnya


"Iya kalau gitu hati-hati aja ya."


"Siap komandan!" ucap Arul sambil tersenyum


"Ya udah kalau gitu Bapak berangkat duluan ya nanti awas jangan lupa kunci pintunya."


"Oke Pak."


Akhirnya Zikri berangkat terlebih dahulu.


"Baju sudah rapi, sepatu sudah rapi, lamaran sudah lengkap, waktunya berangkat… semangat!" ucap Arul pada dirinya sendiri


Dan Arul pun mulai melangkahkan kakinya untuk memulai mencari pekerjaan.


"Bismillahirrahmanirrahim."


Arul memulai dengan memasukkan lamaran ke satu perusahaan yang dekat dengan kontrakannya, lalu ia berjalan lagi mencoba mencari lagi perusahaan yang agak jauh dari kontrakan.


Cuaca sudah mulai panas, Arul menghentikan dulu langkah kakinya.


"Cuaca panas banget sepertinya minum es teh manis enak." ucap Arul


Walaupun melihat di depannya ada tukang minuman. Berhentilah ia sebentar lalu membeli minuman.


"Pak… es teh manisnya satu ya."


"Siap, mau diminum di sini atau dibawa?"


"Dibawa aja deh Pak."


"Ini es teh manisnya."


"Oh iya terima kasih Pak ini uangnya." ucap Zikri sambil memberikan uang 5.000


"Iya sama-sama, ucap penjual teh sambil memberikan uang kembalian 2.000 kepada Arul


Arul pun melanjutkan lagi perjalanannya.


Hari itu di tangannya tinggal satu lamaran lagi.


Tiba dia di sebuah gerbang satu perusahaan.Di sana juga ada security penjaganya.


"Ada yang bisa saya bantu?" ucap security itu


"Oh iya Pak barangkali di sini ada lowongan pekerjaan."


"Di sini lowongan selalu ada, kalau adik mau silakan titipkan lamarannya pada saya,nanti saya akan membawa langsung masuk lamaran nya ke bagian personalia." ucap security


"Oh begitu, kalau begitu saya titip lamaran ini ya Pak, maaf sudah merepotkan Bapak."

__ADS_1


"Iya nggak apa-apa, mudah-mudahan ada rezekinya ya dek."


"Iya Amin Pak… terima kasih banyak."


Lalu Arul menyerahkan lamaran itu kepada security tersebut.


"Kalau begitu saya pamit dulu ya pak."


"Memang pulangnya ke mana dek?" tanya security


"Saya tinggal di kontrakan sebelah sana Pak kebetulan Bapak saya juga security di perusahaan itu." jelas Arul


"Bapaknya security yang mana ya, siapa namanya kalau boleh tahu?"


"Zikri Pak."


"Oh Pak Zikri, beliau kan Danru ya?" tanya security lagi


"Iya betul Pak."


"Oh jadi adik ini anaknya Pak Zikri."


"Iya Pak betul, kalau begitu saya permisi dulu ya Pak."


"Oh iya."


"Assalamualaikum."


Arul kembali pulang. Seperti biasa ia selalu mengunjungi ayahnya yang sedang bekerja terlebih dahulu.


"Assalamualaikum Pak." Arul tiba di pos jaga


"Alhamdulillah baru aja selesai mudah-mudahan aja ada rezekinya,bisa cepat-cepat dapat panggilan kerja." ucap Arul penuh harap


"Iya Aamiin Pak."


"Bapak sekarang kerja sama siapa?" Arul kembali bertanya


"Oh pagi ini Bapak tugas sama Pak Ilham."


"kok Pak Ilham nggak ada Pak?"


"Pak Ilham lagi ngecek ke dalam." jawab Zikri


"Oh iya Pak, terakhir kan Arul memasukkan lamaran pekerjaan ke perusahaan yang seberang sana Pak, security-nya juga kenal kok sama Bapak."


"Oh ya… mungkin Bapak juga kenal, cuma mungkin nggak tahu namanya saja."


"Mudah-mudahan saja 2 sampai 3 hari ini lamaran kerja Arul ada yang nerima ya pak."


"Insya Allah Rul… kamu kan udah berusaha pasti dikasih yang terbaik."


Saat itu waktu sudah menunjukkan jam 11.00 siang. Arul pun pamit untuk pulang ke kontrakan. Tak selang lama Pak Ilham belum datang.


"Ini siapa Pak?" tanya Pak Ilham pada Zikri


"Oh kenalin Pak ini anak saya namanya Arul."


"Wah Pak Zikri sudah punya anak yang besar."

__ADS_1


"Iya Pak Alhamdulillah kebetulan sekarang ia lagi nyoba ngelamar kerja." jelas Zikri pada Pak Ilham


"Oh gitu udah ngelamar ke mana aja?" tanya Pak Ilham


"Saya coba ngelamar yang dekat-dekat sini saja Pak, biar bisa tinggal sama bapak saya di sini." jawab Arul


"kenapa nggak coba ngelamar di tempat kita aja Pak, di perusahaan ini?" ucap Pak Ilham


"Kalau ada lowongan di sini, saya udah suruh di sini tapi kan di sini lagi nggak ada lowongan." jelas Zikri


"Oh iya… mudah-mudahan cepat mendapat pekerjaan ya."


"Iya Pak… terima kasih." jawab Arul


"Ya udah kalau gitu Arul pamit pulang ke kontrakan dulu ya Pak."


"Oh iya… kuncinya masih sama kamu kan?" tanya ayahnya


"Iya Pak tadi kuncinya sama Arul, kan tadi Arul yang terakhir keluar rumah."


"Arul pamit ya… Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam." jawab Pak Ilham dan Zikri


Arul pun pulang ke rumah.


Zikri melanjutkan pekerjaannya. Tak terasa waktu sudah mendekati jam 12.00 siang. Setelah terdengar suara adzan biasanya Zikri langsung menuju ke mushola kantor. Jika sudah selesai shalat, barulah ia menuju kantin untuk membawa nasi box nya. Iya biasanya makan di pos jaga.Sambil makan, ia masih bisa bekerja.


Saat itu Pak Ilham masih menunggu di pos jaga untuk pergiliran shalat dengan Zikri.


Tak lama Zikri pun datang ke pos jaga dengan membawa dua nasi box.


"Sekarang giliran Pak Ilham untuk shalat, ini nasi box nya sudah saya bawain." ucap Zikri pada Pak Ilham


"Terima kasih Pak, repot-repot di bawain nasi box."


"Gak apa-apa Pak, kebetulan tadi di kantin masih belum banyak orang."


"Kalau gitu saya permisi shalat dulu ya Pak."


"Iya Pak, silahkan."


Pak Ilham pun pergi ke mushola. Zikri masih duduk di pos jaga.


Beberapa menit kemudian, Pak Ilham kembali ke pos jaga. Di sana ia melihat Zikri belum membuka nasi boxnya.


"Kok belum makan Pak?" tanya Pak Ilham


"Iya belum Pak, kan lebih enak kalau makannya bareng-bareng." jawab Zikri


"Ya ampun Pak, nggak apa-apa, Bapak duluan aja masa harus nungguin saya."


"Nggak papa Pak, ya udah kita makan bareng-bareng."


Akhirnya Pak Ilham dan Zikri makan bersama di pos jaga.


Ketika sedang makan Pak Ilham berkata:


"Bapak kok baik banget, padahal Bapak kan Danru di sini… dan saya bawahan bapak, tapi Bapak nggak mandang itu, Bapak malah seperti sahabat." Pak Ilham merasa bangga

__ADS_1


"Kita kan sama manusia apalah arti jabatan." jawab Zikri


__ADS_2