Kembali Ke Surga Mu

Kembali Ke Surga Mu
Menunggu panggilan


__ADS_3

Hari sudah berganti hari lagi. Hari ini adalah hari ke empat Arul tinggal bersama ayahnya.


Pagi ini Arul tidak pergi kemana-mana. Ia berharap besok sudah ada panggilan kerja. Sedangkan Zikri (ayahnya) pagi-pagi sekali sudah bersiap-siap berangkat kerja.


Dari dini hari ia sudah memasak nasi dan mencuci baju.


Jadi ia pergi bekerja sudah tersedia nasi di termos nasi, tinggal membeli lauknya saja. Kata Zikri itu di lakukan untuk menghemat pengeluaran.


"Sudah jam setengah tujuh, Bapak berangkat kerja dulu ya Rul, nasi sudah tersedia, nanti kamu tinggal beli saja lauknya di Bu Asih ya Rul." Ucap Zikri sambil memakai sepatu kerja nya.


"Iya Pak." Jawab Arul yang sedang memberi makan kucing


Zikri pun berangkat kerja. Hari ini ia kembali bertugas dengan Pak Ilham.


Ternyata Pak Ilham sudah duluan berada di tempat kerja. Hari ini over shift dengan Pak Budi dan Pak Yanto yang sudah bertugas malam.


Seperti biasa Pak Budi auranya itu aura aura jutek. Tapi Zikri tidak menghiraukan sikap Pak Budi itu.


Setelah Pak Yanto menjelaskan keadaan kepada Zikri dan Pak Ilham, Pak Budi dan Pak Yanto pun pulang.


"Masih saja sikapnya seperti itu ya Pak." ucap Pak Ilham pada Zikri


"Iya Pak nggak apa-apa lah biarin aja." jawab Zikri


"Udah, kita mulai saja pekerjaan kita hari ini ya, bismillahirrahmanirrahim semoga semuanya lancar, semuanya aman, tidak ada hal-hal yang buruk." ucap Zikri pada Pak Ilham


"Iya Aamiin Pak."


Mereka pun memulai pekerjaan mereka dengan semangat.


Di kontrakan Arul merasa bosan, tidak ada hal yang ia lakukan, dia hanya menonton TV dan memainkan handphone.


Iya lihat waktu sudah menunjukkan jam 08.00. saat itu perutnya sudah mulai terasa lapar dan memang dari pagi dia belum memakan apapun.


Lalu ia ambil uang dari saku celananya yang tadi pagi dikasih oleh ayahnya.


"Aku beli makanan ke Bu Asih ah buat makan." ucap Arul sambil memegang uang 10.000


Akhirnya dia kunci pintu kontrakan lalu ia pergi ke warung Bu Asih.


Arul tahu kalau ayahnya tidak memiliki banyak uang, apalagi sekarang ayahnya harus hidup berdua dengannya dan menambah biaya hidup ayahnya di perantauan.


Untung saja Arul adalah anak yang pengertian.


"Assalamualaikum Bu." ucap Arul sambil masuk ke warung nasi Bu Asih


"Waalaikumsalam… eh nak Arul mau beli lauk ya?" tanya Bu Asih


"Iya Bu saya mau beli nasi mau makan."


"Ayo mau sama apa aja?" tanya Bu Asih lagi


"Sama sayur tahu sama tempe aja deh Bu."


"Iya boleh."


"Sayurnya 5.000 sama tempe nya 5.000 ya Bu."


"Iya siap."


Bu Asih pun membungkus pesanan Arul.


"Ini nak pesanannya, semuanya jadi 10.000."

__ADS_1


"Oh iya terima kasih Bu." Ucap Arul sambil memberikan uang 10.000


"Saya permisi Bu Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam." jawab Bu Asih


Arul pun membawa dua bungkus makanan tadi ke kontrakan.


Iya bawa dua piring lalu membuka bungkusan-bungkusan makanan tadi dan menaruhnya ke wadah.


Dia bawa satu centong nasi dan lauk seperlunya. Ia berpikir lauknya lumayan banyak jadi bisa buat makan ayahnya nanti pulang kerja.


suap demi suap terus dia makan, sampai nasi di piringnya habis.


"Alhamdulillah." ucap Arul


Lalu Ia pergi ke dapur untuk mencuci piring yang telah ia gunakan.


Karena merasa bosan, tidak ada kegiatan di kontrakan akhirnya Arul pergi ke tempat ayahnya bekerja.


"Assalamualaikum Pak." ucap Arul sambil duduk di depan pos jaga


"Waalaikumsalam kok malah ke sini Rul?" tanya ayahnya


"Iya Pak, di rumah bosan nggak ada temen." jawab Arul


"Kamu udah makan belum Rul?"


"Udah Pak… tadi Arul udah beli ke Bu Asih."


Sambil duduk, Arul bermain game di handphone nya. Setelah beberapa menit ternyata ada pesan masuk ke handphonenya.


Arul segera membukanya dan ternyata itu pesan panggilan pekerjaan. Arul terlihat sumringah.


"Ada apa Rul?" tanya ayahnya


"Arul dapat panggilan kerja Pak."


"Oh ya alhamdulillah kalau begitu."


"Besok Arul disuruh datang untuk interview… Pak."


"Alhamdulillah kalau begitu, semoga saja ada rezekinya ya Rul "


"Iya, Aamiin."


Arul sudah tidak sabar ingin segera besok.


"Ya udah kalau gitu Arul kembali lagi ke kontrakan aja ya Pak." ucap Arul masih terlihat sumringah


"Ya udah kamu di sana aja kan bisa nonton TV biar kamu nggak jenuh."


"Ya udah Arul pamit ya Pak."


"Iya."


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Arul pun kembali ke kontrakan.


"Kok Arul cuma sebentar Pak di sininya?" tanya Pak Ilham

__ADS_1


"Iya Pak, baru juga beberapa menit di sini dia dapat pesan katanya dapat panggilan dia langsung sumringah, eh malah minta balik lagi ke kontrakan padahal tadi katanya di kontrakan dia bosan." ucap Zikri menjelaskan


"Alhamdulillah kalau begitu Pak, berarti Arul terbilang cepat dapat panggilan, biasanya kan untuk menunggu panggilan memerlukan beberapa minggu bahkan berbulan-bulan."


"Iya Pak, Alhamdulillah mudah-mudahan saja ada rezekinya."


"Iya Aamiin."


Zikri dan Pak Ilham pun kembali bekerja.


Setelah sampai di kontrakan Arul mulai mempersiapkan pakaiannya yang akan dipakai besok, dia menyetrika pakaian hitam putihnya dan menyiapkan berkas-berkasnya.


Sungguh Arul sangat bersemangat.


Tak lupa ia menelpon pada ibunya memberitahu kabar bahwa dia sudah mendapat panggilan kerja di tempat yang lain.


"Assalamualaikum Ibu, lagi ngapain di sana?" tanya Arul pada ibunya


"Ibu biasa aja habis cuci piring di rumah, kamu lagi ngapain Rul?" tanya ibunya balik


"Arul baru aja pulang dari tempat kerja bapak abis main aja di sana."


"Oh iya Bu Arul baru saja dapat panggilan kerja." tambah Arul


"Alhamdulillah kalau gitu panggilan kerja di mana?"


"Panggilan kerja nya di pabrik Bu, gak apa-apa yang penting halal."


"Iya gak apa-apa kan buat pengalaman juga, mudah-mudahan ada rezekinya ya, dimudahkan semuanya." Ucap ibu nya


"Iya Bu, Aamiin."


"Ya udah kalau gitu Arul mau nyetrika baju buat besok ya Bu."


"Iya, ya udah ibu matiin dulu telponnya ya… Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Waktu sudah sore, terlihat dari kejauhan Zikri sedang berjalan menuju kontrakan.


"Assalamualaikum." Ucap Zikri


"Waalaikumsalam Pak." Jawab Arul


Lalu Zikri buka sepatu nya.


"Capek ya Pak?" tanya Arul


"Ya lumayan lah, namanya kerja pasti capek." jawab Ayahnya


"Ya udah Bapak makan dulu aja." Ucap Arul lagi


"Bapak bersih-bersih dulu aja, baru nanti makan."


Dan Zikri masuk ke dalam rumah.


Setelah bersih-bersih Zikri membuka tutup saji mungilnya.


Ia lihat ada sayur dan tempe yang tersaji disana.


Ternyata itu makanan yang dibeli Arul tadi pagi.


Dan mereka makan bersama.

__ADS_1


__ADS_2