
Sampai lah Zikri ditempat kerjanya. Lalu ia masuk kedalam kantor dan memberikan surat pengajuan pengunduran dirinya.
"Permisi Pak..."
"Iya masuk..."
Zikri duduk.... Didepan atasannya.
"Maaf pak, saya kesini mau mengantarkan surat ini." Jelas Zikri.
"Surat apa ini...?"
"Itu surat pengunduran diri saya Pak...!"
"Kenapa.... Kamu mengundurkan diri?"
"Maaf Pak... Sepertinya saya kurang cocok bekerja di bidang marketing..."
"Oh gitu.... Baiklah, saya juga tidak bisa memaksa."
"Kalau begitu saya permisi dulu ya Pak...!!!"
"Oh iya silahkan...."
Zikri keluar dari ruangan dan meninggalkan kantor itu.
"Udah beres kak....??" Tanya Fikri.
"Udah Fik.... Sekarang kakak mau kasih berkas lamaran ini ke tempat temen kakak. Kamu pulang aja Fik...!"
"Gak apa-apa kak.... Ayo sekalian saya antar." Ucap Fikri.
"Beneran nih gak apa-apa...??"
"Iya kak... Gak apa-apa, saya juga lagi libur kok kak."
"Ya udah makasih ya Fik...!"
"Iya sama-sama kak...."
"Greung..... Ngengggggg....." Motor Fikri kembali dinyalakan.
Lalu mereka berangkat.
Tibalah mereka di satu kantor.
Kemudian Deni, teman Zikri keluar menghampiri mereka.
"Hey bro... Jadi kesini....!!"
"Iya..."
"Ayo... Masuk... Masuk...." Ajak Deni.
Mereka memasuki ruangan.
"Ini lamarannya Den..." Zikri menaruhnya diatas meja.
"Oke siap... Nanti aku langsung kasih ke atasan aku."
"Terus kalau kerja disini gimana awal-awalnya...?" Tanya Zikri.
"Jadi gini Zik, nanti kalau keterima ada pelatihan dulu. Semacam pelatihan bela diri."
"Oh gitu..."
"Siapin fisik aja... Akhh kamu kan suka banget olahraga." Ucap Deni.
"Iya... Iya..."
"Nanti aku kabari kamu lagi kalo misalnya kamu keterima ya..."
"Oke... Siap."
"Makasih ya... Den..!!!"
"Iya sama-sama...."
"Ya udah, aku permisi dulu ya..."
"Oke... Siap Zik.."
"Assalamu'alaikum...."
"Waalikumsalam....." Jawab Deni.
Zikri keluar dari ruangan.
"Gimana kak.... Udah...??" Tanya Fikri.
"Alhamdulillah udah..."
"Sekarang kemana lagi kita....?"
"Balik kanan.... Kita pulang...." Jawab Zikri.
"Siap kak...."
Fikri menyalakan sepeda motornya lagi dan mereka kembali pulang.
__ADS_1
Diperjalanan Fikri berbincang-bincang.
"Kak emangnya kakak udah yakin mau jadi security...???" Tanya Fikri.
"Yakin ga yakin sih.... Tapi ya coba aja dulu."
"Kalau security ada bagian jaga nya ya... Repot kayaknya kalau bagian jaga malam... Harus melek nih mata..." Kata Fikri.
"Asal ada kopi hitam aja... Hahaha..." Jawab Zikri.
"Kakak kerja apa aja.. yang penting halal... Nyaman... Dan bisa hidupi anak istri.
"Iya ya kak...."
"Oh iya kak, mau mampir dulu gak kak, ke Isma...??"
"Oh iya boleh...."
Lalu Fikri menghentikan kendaraan didepan rumahnya.
Lalu membuka pintu rumahnya.
"Assalamualaikum...."
"Waalikumsalam...."
"Ehh... Ko bisa barengan sama kakak...???"
"Iya tadi pagi ada Fikri lewat, lalu diajak bareng sama dia. Terus kakak dianterin ke kantor." Jawab Zikri.
"Oh jadi sekarang udah pulang dari kantor..?"
"Iya Is..."
"Jadi ngundurin dirinya kak...??" Tanya Isma.
"Iya jadi... Udah diserahin juga suratnya kekantor."
"Is ambilin minum dulu kenapa... Kasian kak Zikri capek... Malah langsung ditanya-tanya." Ucap Fikri.
"Oh iya... Lupa... Hehehe..." Ucap Isma."
"Bentar ya.... Tak ambilin minum dulu." Isma pergi kedapur.
"Ini kak minumnya.... Ini buat mas Fikri.." satu persatu minumannya ditaruh di meja.
"Iya... Makasih Is..."
"Terus gimana lagi ceritanya tadi..." Tanya Isma lagi.
"Ya gitu... Setelah ngajuin surat pengunduran diri, kakak langsung masukin lamaran ke tempat kerjanya Deni."
"Mudah-mudahan saja selalu diberi yang terbaik ya kak..."
"Iya... Aamiin Is..."
Ya udah minum dulu....
Matahari sudah mulai berada diatas kepala. Waktu sudah menunjukkan jam 12 siang.
"Udah siang Is.... Kakak pulang dulu ya...."
"Gak main aja disini kak...."
"Nanti main lagi kesini sama anak-anak." Jawab Zikri.
"Ya udah..."
"Aku antar ya kak....!!" Ucap Fikri.
"Ga usah... Deket ini... Kakak jalan kaki aja, lagian mau ke bapak dulu bentaran."
"Oh gitu kak... Beneran gak apa-apa??"
"Gak apa-apa... Ya udah kakak pamit dulu ya..."
"Iya kak..."
"Assalamualaikum..."
"Waalikumsalam..." Jawab Isma dan suaminya.
Sebelum kerumahnya Zikri mampir ke rumah bapak.
"Assalamualaikum... Pak..."
"Waalikumsalam..."
"Pulang dari mana...??" Tanya bapak.
"Dari rumah Isma, sekarang mau pulang mampir dulu kesini."
"Gimana... Kamu jadi melamar jadi security...???"
"Insyaallah jadi... Pak. Ni sekarang juga udah ngasih berkas lamaran. Semoga secepatnya dapat panggilan." Ucap Zikri.
"Iya... Semoga ada rezeki mu disana..!"
"Aamiin..."
__ADS_1
"Bapak lagi ngapain...??" Tanya Zikri.
"Bapak baru saja pulang dari makam ibu... Abis bersih-bersih."
"Oh... Iya... Bapak udah makan?"
"Nanti bentar lagi nak... Bapak Dzuhur dulu."
"Ya udah Zikri pulang dulu.. Zikri juga belum shalat."
Zikri segera pulang kerumahnya.
"Assalamualaikum Bu..."
"Waalikumsalam.... Udah pulang Pak...??"
"Iya..."
"Gimana... Udah ngajuin lamarannya..??"
"Udah Bu... Tinggal tunggu kabar aja."
"Tadi juga aku diantar Fikri. Aku lagi jalan kaki... Eh tiba-tiba ada dia... Jadi dianterin sampai ke tempat Deni. Ditungguin lagi sampai beres." Tambah Zikri.
"Oh.... Jadi ngerepotin dia dong pak..!!"
"Katanya gak apa-apa, dia yang maksa.. lagi libur juga katanya."
"Anak-anak belum pulang Bu...??"
"Kayaknya sebentar lagi Pak."
Anak-anaknya masih belum pulang sekolah. Anak Zikri satu duduk dikelas 3 SMK dan satu lagi duduk dikelas 3 Sekolah Dasar.
"Bapak makan aja dulu..."
"Iya sebentar lagi Bu... Bapak belum shalat. Bapak bersih-bersih dulu aja ya..."
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat..
Siang sudah berubah menjadi sore.
Zikri diam dipekarangan rumahnya. Ia menikmati keindahan di sekeliling rumahnya.
Ketika Zikri sedang bersantai di halaman rumahnya, handphone Zikri berbunyi.
"Pak... Handphone berbunyi..." Ucap istrinya sambil membawa handphone ke luar.
Lalu ia beri handphone nya pada Zikri.
"Oh... Ada pesan masuk Bu...."
Lalu Zikri membukanya.
Ternyata itu pesan dari Deni.
Dia memberitahu bahwa Zikri diterima bekerja ditempat kerjanya.
Biar lebih jelas, Zikri langsung menelponnya.
"Assalamualaikum.... Den..."
"Waalikumsalam...."
"Jadi gimana.... Ini sudah diterima.... Berarti tinggal pelatihan ya...???" Tanya Zikri.
"Iya.... Lusa mulai pelatihan. Bawa pakaian olahraga ya... Jam 8 dimulai."
"Oke... Siap."
Zikri terlihat begitu bersemangat. Ditambah lagi dia senang dengan olahraga... Dan pelatihan kerja nya seperti fisik waktu ia pelatihan olahraga.
"Alhamdulillah Bu... Akhirnya diterima juga ya Bu.."
"Iya Pak.... Alhamdulillah.."
"Mudah-mudahan Bapak nya sehat dan dimudahkan segala sesuatunya."
"Aamiin Bu...."
"Baju-baju olahraga masih ada kan Bu...?"
"Kalau gak salah masih ada... Nanti ibu cari di lemari."
"Iya Bu..."
"Aku kasih tahu bapak dulu ya Bu..."
"Iya..."
Zikri langsung memberitahu ayah dan Isma.
Mereka pun ikut senang, Zikri sudah diterima di tempat kerjanya yang baru.
Dan berharap ia akan betah kerja disana.
Paginya.... Zikri menyiapkan baju olahraga, celana training dan sepatu olahraganya. Semua sudah lengkap tinggal tunggu waktu berangkat saja.
Terlihat dari raut wajahnya, Zikri sangat antusias dan semangat dengan pekerjaan yang akan ia jalani.
__ADS_1