
Keesokan harinya...
Pagi ini begitu cerah. Sinar matahari sudah masuk disela-sela jendela. Zikri sudah terbangun dari tidurnya dari dua jam yang lalu. Tak lupa ia selalu semangat menjalani rutinitasnya.
Badannya sudah terlihat lebih segar. Ia buka jendela sambil menarik nafasnya.
"Alhamdulillah....Ya Allah masih di beri nafas dan nikmat sehat." Ucapnya
Ia berjalan keluar kamar. Lalu duduk didepan kontrakan nya.
"Treng... Treng...." Suara handphone nya berbunyi.
Ia lihat lalu menjawab telponnya. Panggilan dari Isma.
"Assalamualaikum..." Ucap Zikri
"Waalaikumsalam... Gimana kak, hari ini... sudah enakan...?" Tanya Isma
"Alhamdulilah Is.... kakak sehat kok."
"Alhamdulillah Kalau kakak sehat, kalau ada apa-apa kakak cerita ya sama Isma. Siapa tahu Isma bisa bantu." Jelas Isma
"Iya Is... kemarin kakak gak makan, gak cerita ke kakak mu kan Is...?" Tanya Zikri
"Nggak kak... Bapak juga gak tahu." Jawab Isma
"Makasih ya Is."
"Iya sama-sama. Oh iya, sekarang kakak kerja jam berapa..?" Tanya Isma lagi
"Kakak nanti masuk kerja malem Is..."
"Oh iya... Ya udah hati-hati ya kak."
"Iya Is..."
"Isma tutup dulu telponnya ya kak... nanti Isma telpon lagi."
"Iya Is..."
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam." Jawab Zikri
Isma merasa kasian dengan kondisi kakak pertamanya itu.
Setelah menutup telponnya, Isma menangis. Ia begitu sakit membayangkan kakak nya selama dua hari tidak makan.
"Is.. kamu kenapa..?" Tanya Fikri, suaminya
"Rasanya sakit banget hati ini mas... kalau inget kemarin kak Zikri." Jawab Isma
"Dia bela-belain sampai gak makan." Tambah Isma lagi
"Iya... insyaallah kak Zikri akan baik-baik saja. Itu perjuangannya yang sangat besar, apalagi dia sampai gak mau anak istri nya tahu kalau dia benar-benar sedang dalam kesulitan." Jawab Fikri
__ADS_1
"Semoga dia selalu diberi kesehatan." Ucap Isma
"Aamiin..." Jawab Fikri
Selang beberapa waktu Zikri menerima telpon dari istrinya.
"Assalamualaikum... Pak?"
"Waalaikumsalam Bu... lagi pada ngapain...?" Tanya Zikri
"Ini anak-anak lagi sarapan, sebentar lagi mau berangkat sekolah." Jawab istrinya
"Bapak....!!" Teriak Ezra anak bungsunya memanggil ayahnya.
"Iya nak..."
"Kapan pulang Pak..?" Tanya anaknya lagi
"Insyaallah kalau bapak gajian, bapak pulang." Jawab Zikri
"Asiiikk... Bapak mau pulang…!" Ezra kegirangan
"Oh iya Pak... lusa Arul mau ujian. Doain Arul ya Pak... semoga lulus ujian." Ucap anak Sulungnya.
"Iya... Aamiin. Bapak selalu doain... biar Arul dan Ezra jadi anak yang pintar dan sukses ya." Jawab Zikri
"Iya Pak... Aamiin." Jawab kedua anaknya
"Pak udah dulu ya... Arul sama Ezra berangkat sekolah dulu."
"Iya Pak... Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam."
Zikri menutup telponnya.
Hatinya sangat rindu dengan keluarga kecilnya. Tapi apa daya... keadaan belum memungkinkan dirinya pulang. Zikri hanya bisa bersabar.
Waktu terus berjalan, sampai Zikri lupa pagi ini dia belum membeli sarapan.
Ia pun pergi ke warung.
"Permisi Bu..."
"Iya Pak.. mau beli apa?"
"Biasa Bu... nasi dibungkus, pakai gepuk tempe deh!"
"Telur atau dagingnya mau Pak?" Tanya Ibu Kokom, penjual nasi.
"Ngga Bu... itu aja."
"Salut sama bapak ini... makan selalu seadanya, gak pernah mewah." Ucap Bu Kokom.
"Akh ibu... bisa aja. Jadi berapa Bu...?" Tanya Zikri
__ADS_1
"Tujuh ribu aja Pak."
"Oh iya... ini uangnya Bu."
"Iya makasih ya Pak."
"Saya permisi Bu... Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam." Jawab Bu Kokom
Zikri kembali ke kontrakan nya. Sebelum makan, Zikri mencuci terlebih dahulu pakaian nya, karena kemarin ia belum sempat mencuci. Setelah beres baru lah ia memakan nasi bungkus yang telah ia beli.
Waktu tak terasa sudah mulai gelap. Sebentar lagi Zikri akan pergi bekerja.Ia sudah mempersiapkan semua keperluan nya.
"Siap-siap bergadang lagi." Ucap Zikri
Tugas malam adalah pekerjaan yang cukup membuat Zikir malas... malas berangkat karena memang waktunya malam hari. Tapi ia tetap semangat demi anak dan istrinya. Ia tetap menahan dinginnya angin malam dan melawan rasa kantuk di matanya.
Semoga semua bisa menghargai setiap tetesan keringat dari seorang ayah.
Jam demi jam Zikri lalui. Saatnya dia patroli mengelilingi area toko. Zikri ambil senter lalu ia berjalan melangkah menyusuri ruangan demi ruangan.
Senter ditangannya ia nyala kan dan ia arahkan ke semua penjuru. Tak ada rasa takut sedikitpun dalam dirinya. Karena rasa takut telah kalah dengan besar tanggung jawabnya atas keamanan di tempat itu.
"Alhamdulilah... semua aman." Ucap Zikri
Ia pun kembali berjalan...
Tiba ia di depan mushola. Saat itu ia lihat jam sudah jam setengah empat pagi. Dia duduk di teras mushola, sambil menunggu waktu Subuh tiba.
Setelah adzan berkumandang, ia segera mengambil air wudhu. Ia gelar kan sajadahnya. Lalu ia dirikan sholat. Hingga akhir raka'at...
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu..." Zikri menengok ke arah kanan dan kiri.
Ia buka kan tangannya. Dan semua doa-doa pun keluar dari mulutnya.
Selesai shalat, Zikri kembali bergegas ke pos jaga. Ia tulis buku laporan jaga dia malam tadi. Sambil menunggu waktu pulang, ia pun duduk santai di dalam pos.
"Rasanya enak jaga malam disini, gak ketemu Supervisor kalau jaga malam." Ucap Zikri dalam hati
Jam enam teman sesama security Zikri pun datang. Ia segera bertugas menggantikan Zikri.
Semua laporannya sudah Zikri tulis dalam buku.
"Alhamdulillah... semua aman." Ucap Zikri
"Alhamdulillah..."
"Kalau gitu saya permisi pulang' dulu." Ucap Zikri
"Siap Pak...!"
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam."
__ADS_1
Zikri pun akhirnya telah melaksanakan tugasnya malam itu. Ia segera pulang karena matanya sudah benar-benar mengantuk.