Kembali Ke Surga Mu

Kembali Ke Surga Mu
Surat peringatan untuk Isma


__ADS_3

Pagi hari nya Isma berangkat kerja. Setelah sampai, ia langsung masuk ke ke ruangannya.


"Tok..tok..tok..." Suara pintu diketuk.


"Is kata Pak Pram kamu disuruh ke ruangannya." Kata salah satu temannya.


"Oh iya...."


Lalu Isma pergi ke ruangan Pak Pram. Pak Pram adalah kepala personalia diperusahaan itu.


"Permisi Pak...." Isma sambil mengetuk pintu.


"Iya... Silahkan masuk."


"Silahkan duduk."


"Dengan saudari Isma ya...?" Tanya Pak Pram


"Iya Pak..." Jawab Isma


"Disini saya dapat laporan, kamu tidak masuk selama tiga hari berturut-turut tanpa keterangan, kenapa...?"


"Maaf sebelumnya Pak. Saya sudah minta izin ke atasan saya. Cuma saat itu beliau tidak mengizinkan saya." Jawab Isma


"Memang ada urusan apa, sampai kamu nekad pulang tanpa izin?" Tanya Pak Pram lagi.


"Ibu saya sakit Pak, ia dilarikan ke rumah sakit, dan sekarang ada di ICU."


"Saya turut prihatin, kalau memang hal itu benar adanya." Kata Pak Pram


"Untuk apa saya bohong mengenai sakit ibu saya, Pak. Tapi saya juga tidak bisa memaksa Bapak untuk percaya sama saya." Jawab Isma.


"Baik... Saya percaya sama kamu. Tapi maaf saya harus tetap melaksanakan tugas saya. Saya harus memberi kamu surat peringatan...!!"


"Baik... Pak... Silahkan. Saya akan terima itu..." Jawab Isma.


Akhirnya Isma diberi surat peringatan ke-1 oleh perusahaan.


"Isma, silahkan kembali bekerja....."


"Baik Pak... Permisi."


Kemudian Isma keluar dari ruangan personalia.


Isma kembali bekerja, tapi pikirannya terus ke ibunya.


Di jam istirahat Isma menelpon ayahnya.


"Assalamualaikum... Pak, Gimana ibu sekarang...?" Tanya Isma.


"Waalikumsalam.... Alhamdulillah nak, keadaan ibu sudah semakin membaik. Kata dokter kalau terus membaik seperti ini, lusa sudah boleh pulang." Jawab ayah.


"Alhamdulillah.... Isma senang Pak dengarnya. Mudah-mudahan ibu terus membaik ya."


"Iya.. aamiin nak. Kamu masih kerja?" Tanya ayahnya.


"Iya... Pak, Isma lagi istirahat nih."


"Oh iya... Jaga diri baik-baik ya Is...."


"Iya Pak." Jawab Isma.


Isma tak menceritakan kepada siapapun, kalau hari ini dia mendapatkan surat peringatan dari perusahaan.

__ADS_1


Pulang kerja Isma membeli makanan. Sesampainya di mess langsung ia makan makanan yang ia beli. Disana ia makan bersama teman sekamarnya.


"Kring.... kring... kring.." telpon Isma berdering.


"Assalamualaikum Fik...."


"Waalikumsalam..." Jawab Fikri.


"Iya.. kenapa, ada apa...?" Tanya Isma.


"Engga... Mau nanya kabar aja. Kamu gak apa-apa kan?" Tanya Fikri.


"Engga.... Aku baik-baik aja. Cuma tadi aku kena surat peringatan di kantor, gara-gara kemarin pulang gak ada izin dari perusahaan." Jelas Isma.


"Ya udah gak apa-apa, cuma Surat Peringatan 1 kan...?" Tanya Fikri.


"Iya... Cuma Surat Peringatan 1."


"Ya udah... Jaga kesehatan ya. Kalau ada apa-apa kabari aku." Jelas Fikri.


"Iya..."


Semakin hari Fikri semakin sering menelepon dan menanyakan kabar Isma. Hubungan mereka semakin dekat, Tapi statusnya hanya teman.


Paginya Isma mendapat kabar kalau ibunya hari ini sudah bisa pulang. Betapa girangnya Isma. Rasanya ia tak sabar ingin segera libur kerja dan pulang menemui ibunya. Tapi hari libur masih seminggu ke depan.


Langsung saja Isma menelpon ibunya.


"Ibu... Gimana... Ibu sudah sehat...??" Tanya Isma.


"Iya... Ibu sudah sehat nak.... Ini ibu sudah mau pulang." Jawab ibu.


"Alhamdulillah Bu... Isma senang mendengarnya. Ibu jangan sakit-sakit lagi ya. Pokoknya harus jaga kesehatan. Dan jangan berdagang lagi. Ibu dirumah aja ya." Jelas Isma.


"Iya nak... Ibu mulai hari ini gak jualan lagi, biar bapak aja yang jualan." Jawab ibu.


"Gak apa-apa nak... Yang penting kamu jaga kesehatan disana."


"Iya.. Bu.. pasti..." Jawab Isma.


"Ya udah Isma berangkat kerja dulu ya Bu... Assalamualaikum...."


"Iya... Waalikumsalam...."


Lalu Isma menutup telponnya.


Ditempat kerja Isma terlihat ceria. Temannya pun sampai heran kenapa Isma hari ini sangat ceria.


"Kamu kelihatan senang sekali Is..?" Tanya salah seorang teman.


"Iya.. Alhamdulillah ibu hari ini pulang dari rumah sakit." Jawab Isma.


"Alhamdulillah..... Aku ikut senang ya Is..!"


"Makasih ya..."


Tak lupa di jam istirahat ia mengirimkan pesan ke Fikri bahwa ibunya hari ini sudah pulang dari rumah sakit.


Seminggu kemudian...


Isma mulai siap-siap untuk pulang. Tak lama ibu mess memanggil Isma.


"Isma... Ada seorang laki-laki didepan yang menunggu, katanya temanmu. Namanya Fikri." Jelas ibu mess.

__ADS_1


"Iya Bu..." Jawab Isma.


Dengan serentaknya teman-teman Isma dikamar bilang "cieeee..... Ada yang jemput sekarang...!!"


Isma hanya tersenyum kepada teman-temannya.


Lalu Isma menemui Fikri.


Ternyata Fikri saat itu juga mau pulang kerumahnya.


"Hai.. Fik... Udah lama nunggu..??"


"Belum... Baru kok ke sininya. Sekalian mampir mau pulang, kali-kali aja ada yang mau bareng." Ucap Fikri.


"Hhhhmmmm... Tau aja ya orang mau pulang. Apa modus nih..." Ledek Isma.


"Beneran ini mau pulang...?" Tanya Fikri.


"Iya... Ini aku udah bawa tas. Aku pamit ke ibu mess dulu ya."


"Ya udah... Ayo.." ajak Fikri.


Mereka berdua berangkat bersama. Mereka semakin akrab. Kadang mereka saling ledek.


Diperjalanan Fikri kembali bertanya pada Isma.


"Is... Gimana sudah bisa nerima aku di hidup kamu, belum...??" Tanya Fikri.


"Insyaallah... Kita coba ya..." Jawab Isma.


"Alhamdulillah.... Semoga ini awal yang baik buat kita ya Is." Fikri terlihat senang.


Empat jam perjalanan, akhirnya mereka sampai.


Akhirnya Isma bisa bertemu dengan keluarganya. Disana ibu.. bapak dan kakak-kakak Isma sudah menunggu. Semua merasa heran Isma bisa pulang dengan Fikri lagi. Ibu Isma memberi kode pada Isma. Dan Isma hanya tersenyum.


Dalam hati ibu Isma pasti mengerti, bahwa Fikri adalah laki-laki yang sedang dekat dengannya. Dan memang Isma belum pernah membawa teman laki-laki kerumah.


"Fikri... Bareng sama Isma..??" Tanya ayah Isma.


" Iya... Pak, kebetulan tadi Fikri mampir ke tempat Isma dulu. Ternyata Isma mau pulang juga kesini... Jadi ya barengan aja Pak..." Jawab Fikri.


"Iya terima kasih ya nak..."


"Sama-sama Pak... Kalau gitu Fikri pamit pulang kerumah Fikri dulu ya Pak.... Bu.. Kak..."


"Iya..." Jawab ayah.


Isma lalu menghampiri ibunya. Menanyakan gimana keadaannya.


Hari itu ibunya terlihat lebih segar.


"Makan dulu sana Is... Sudah ada makanan kesukaan mu." Ucap ibu.


"Ya udah... Kita makan sama-sama aja semuanya." Ajak Isma


Lalu semua makan bersama, dengan gembira.


"Kok bisa sih ibu langsung kena serangan jantung, padahal ibu kan ga ada riwayat penyakit jantung..??" Tanya Isma.


"Ibu punya penyakit hypertensi. Dan ibu tak pernah kontrol itu. Jadi kalau udah parah bisa komplikasi ke jantung sama diabetes." Jawab Zikri kakak pertama Isma.


"Oh gitu... Sekarang ibu ga boleh cape. Diam dirumah... Istirahat..." Tegas Isma.

__ADS_1


"Iya nak.... Ibu gak pernah kemana-mana. Sekarang ibu diam dirumah. Hanya saja ibu kasihan, bapakmu ga ada temennya di toko." Jawab ibu.


"Ga apa-apalah Bu..." Jawab ayah Isma.


__ADS_2