Kembali Ke Surga Mu

Kembali Ke Surga Mu
Pulang kerja


__ADS_3

Zikri tidur sudah larut malam. Dan sekarang jam 03.00 pagi sudah terbangun lagi.


Ia langsung memasak nasi untuk nya sarapan dan untuk makan Arul yang sudah kerja malam.


Kemudian ia menyapu dan mengepel.


Waktu sholat subuh tiba, Zikri shalat terlebih dahulu.


Tak lupa ia pun pergi ke warung untuk membeli lauk.


"Permisi Bu.."


"Iya.."


"Pak Zikri, tumben nak Arul nya ke mana?" Tanya Bu Asih


"Arul nya sekarang sudah mulai masuk shift Bu, sekarang masuk malam." Jawab Zikri


"Oh begitu, sekarang Bapak mau makan sama apa?" Tanya Bu Asih lagi


"Sama apa ya Bu, pepes ikan aja deh."


"Boleh, berapa pepes ikannya?"


"Dua Bu."


"Boleh, sama apa lagi Pak?"


"Sama beli sambalnya deh 5.000."


"Ya tunggu sebentar ya Ibu bungkus dulu."


Zikri pun menunggu makanannya dibungkus.


"Ini Pak makanannya." Bu Asih memberikan makanan yang telah ia bungkus


"Oh iya Bu, jadi berapa semuanya?" Tanya Zikri


"Jadi 15.000 aja Pak, nggak apa-apa sambalnya itu ngasih."


"Wah kalau gitu terima kasih banyak Bu."


"Iya sama-sama Pak."


"Ini uangnya Bu 15.000 ya."


Bu Asih pun menerima uang tersebut.


"Kalau begitu saya permisi dulu ya Bu."


"Iya Pak silahkan."


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam." Jawab Bu Asih


Zikri pun langsung kembali ke kontrakan.


Lalu ia mandi dan setelah itu ia sarapan.


Waktu sudah menunjukkan jam 06.30.


Zikri sudah siap berangkat ke tempat kerja.


Ia pakai sepatunya lalu ia kunci pintu kontrakannya.


Dan ia pun langsung berangkat kerja.


Sebelum masuk ke gerbang Zikri terdiam terlebih dahulu, ternyata di sana ada Pak Ilham yang baru saja datang.


Dan ternyata apa Ilham membonceng Arul di motornya.


"Kok bisa barengan Pak?" Tanya Zikri pada Pak Ilham


"Iya Pak, kebetulan tadi Arul lagi berjalan terus saya ada di belakangnya, ya sudah sekalian saja saya ajak." Jelas Pak Ilham

__ADS_1


"Kalau begitu terima kasih banyak Pak." Ucap Zikri


"Iya sama-sama Pak."


Saat itu Arul terlihat sangat capek.


"Gimana Rul, baik-baik aja?" Tanya ayahnya


"Baik-baik aja kok Pak, cuma agak sedikit ngantuk." Jawab Arul


"Ya sudah sekarang kamu pulang, ini kuncinya, nasi sama makanan sudah Bapak sediain kamu tinggal makan aja." Jelas Zikri pada Arul


"Iya Pak, kalau gitu Arul pulang ya."


"Ya... istirahat ya."


Arul pun langsung melangkahkan kakinya menuju ke kontrakannya.


Sementara Zikri dan Pak Ilham langsung masuk ke gerbang menuju ke pos jaga.


Memulai pekerjaan mereka.


Arul telah sampai di depan pintu kontrakan. Ia langsung mengambil kunci dan membuka pintunya.


"Alhamdulillah sampai juga di rumah." Ucap Arul dalam hatinya


Ia langsung membuka sepatunya dan langsung duduk di depan pintu.


Dia bawa segelas air minum. Lalu ia buka tutup makanan di sana. Ada satu pepes ikan yang disediakan oleh ayahnya.


Karena perut Arul yang sangat lapar, dan kamu ganti pakaian dan bersih-bersih baru langsung mengambil nasi dan pepes ikan tersebut.


Ia makan dengan lahap. Ini pertama kalinya ia pulang kerja malam dan sarapan sendiri di kontrakan.


Selesai makan harus langsung mencuci piring bekas makannya itu.


Matanya sudah tidak kuat, Arul sangat mengantuk saat itu.


Ia senderkan badan, lalu ia nyalakan televisi dan akhirnya tertidur pulas.


Di tempat kerja Ayahnya masih sibuk dengan pekerjaannya. Zikri lihat sudah pukul 12.00 siang lagi.


Sudah waktunya shalat zuhur.


"Pak mau siapa duluan yang shalat?" Tanya Pak Ilham pada Zikri


"Mau Bapak duluan juga boleh." Jawab Zikri


"Ya udah kalau gitu saya duluan ya Pak."


Pak Ilham pun beristirahat terlebih dulu. Mereka tidak bisa bersamaan meninggalkan pos jaga, karena tanggung jawab mereka begitu besar akan keamanan di sana.


Sambil menunggu Pak Ilham selesai shalat, Zikri pun menelepon Arul.


Beberapa kali Zikri menelepon tapi tak kunjung Arul angkat.


Ternyata Arul masih tertidur pulas.


Zikri mencoba lagi menelponnya. Dan kali ini Arul pun terbangun dan mengangkat telepon ayahnya.


"Iya Pak gimana?" Tanya Arul


"Kamu baru bangun Rul?" Tanya ayahnya


"Iya nih Pak." Jawa baru yang masih pakai seragam kerja


"Kamu shalat dulu, lalu makan baru boleh tidur lagi." Ucap ayahnya


"Iya Pak."


Arul pun langsung bangun dari tidurnya. Walaupun masih mengantuk tapi ia langsung pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Dan Arul pun melaksanakan shalat zuhur


***


Pak Ilham pun sudah selesai shalat zuhur. Seperti biasa kini ia meniru kebiasaan Zikri dengan membawa box nasi ke pos jaga.

__ADS_1


Saat itu Pak Ilham langsung membawa dua bok nasi dari kantin. Satu box untuknya dan satu box untuk Zikri.


"Ayo Pak giliran Bapak shalat." Ucapan Ilham sambil menghampiri Zikri


"Oh ya Pak, Bapak udah selesai?" Tanya Zikri memastikan


"Sudah Pak, oh ya ini sekalian saya bawa box nasi punya Bapak biar Bapak nggak perlu ke kantin." Jelas Pak Ilham


"Waduh jadi ngerepotin." Ucap Zikri


"Enggak kok pak nggak ada yang repot, ini kan sekalian aja tadi saya ke kantin."


"Kalau gitu terima kasih banyak Pak."


"Iya sama-sama Pak."


"Kalau gitu saya permisi mau shalat zuhur dulu."


"Iya silakan."


Zikri pun langsung bergegas ke mushola.


Selang beberapa menit Zikri pun kembali ke pos jaga.


Pak Ilham langsung memberikan box nasi milik Zikri.


"Ini Pak, nasi punya Bapak."


Zikri pun menerimanya.


"Ayo kita makan bersama Pak." Ajak Pak Ilham


"Loh kok Pak Ilham dari tadi belum makan?" Tanya Zikri


"Belum Pak, kan lebih enak makannya barengan."


"Oh ya sudah kalau gitu kita makan." Jawab Zikri


Mereka pun makan bersama.


Baru yang baru selesai shalat pun, merasa lapar. Ia lihat tidak ada makanan di rumah. Untung saja saat itu ada tukang bakso yang lewat. Langsung saja Rul memanggil tukang bakso itu.


"Pak beli..."


"Iya mas."


Tukang bakso pun langsung menghampiri Arul.


"Buatin satu porsi ya Pak."


"Oke siap."


Tukang bakso itu pun membuatkan satu porsi bakso untuk Arul.


"Baksonya mau campur?"


"Iya Pak campur saja."


"Sambalnya seberapa mas?"


"Satu sendok saja Pak."


Bakso punya Arul pun sudah siap.


"Ini mas baksonya."


Sahrul pun langsung memakan bakso tersebut. Sambil memakan bakso ataupun berbincang-bincang dengan tukang bakso tersebut. Karena mangkuk yang dipakai adalah mangkuk dari penjual bakso jadi mau tidak mau penjual bakso harus menunggu Arul selesai memakan baksonya.


"Jadi berapa Pak baksonya?" Tanya Arul


"5000 saja mas."


Arul pun langsung memberikan uang 5.000 pada penjual bakso.


Penjual bakso pun berpamitan untuk berkeliling kembali.

__ADS_1


"Alhamdulillah... Kenyang." Ucap Arul


__ADS_2