Kembali Ke Surga Mu

Kembali Ke Surga Mu
Rezeki dari Pak tua


__ADS_3

Beberapa hari telah dilalui Zikri di tempat kerja yang sekarang. Kini ia bertugas siang... dari jam dua siang sampai jam sepuluh malam. Saat itu masih pertengahan bulan. Zikri lihat dompetnya, sudah tidak ada uang.


"Masih sepuluh hari lagi ke gajian, uang tinggal dua puluh ribu." Ucap Zikri


Hal yang sangat mustahil, jika uang segitu bisa dipakai sampai sepuluh hari. Rasa gelisah ada dalam hatinya. Tapi dia tak pernah mau meminjam pada orang lain.


Zikri beraktifitas seperti biasa. Ia tetap semangat melakukan aktifitasnya. Namun rasa lapar tetap tak bisa ia tutupi. Walaupun ia tahan, tetap saja rasa lapar itu datang kembali. Ia ambil gelas, lalu ia minum air putih. Rasa lapar masih ada. Akhirnya ia pun pergi ke warung nasi.


"Bu... Nasi dibungkus sama tempe." Ucap Zikri


"Gak sama telor atau goreng ayam Pak..?" Tanya Ibu penjual nasi.


"Ngga Bu, tempe saja." Jawabnya


"Iya Baik Pak."


Ibu penjual nasi pun mulai membungkus nasi dan tempe pesanan Zikri.


"Ini... Pak..."


Lalu Zikri mengambilnya.


"Berapa Bu...?" Tanya Zikri


"Lima ribu aja Pak."


Zikri memberikan uang lima ribu.


Ia kembali ke kontrakan, dan bersiap pergi bekerja.


Sesampainya di rumah, ia langsung membuka dan makan sebungkus nasi yang dibawanya. Badannya gemetaran, mungkin karena lapar.


Sebungkus nasi akhirnya bisa mengenyangkan perut nya. Dan ia pun siap bertugas.


"Alhamdulillah... makan udah, sekarang tinggal siap-siap berangkat kerja." Ucap Zikri


Lalu ia pakai seragam dan sepatunya. Zikri mulai berjalan menuju tempat kerjanya.Saat itu waktu masih menunjukkan pukul setengah dua siang.


Akhirnya Zikri sampai ditempat kerjanya. Dari kejauhan supervisor nya terus memperhatikan karyawan yang mulai berdatangan, berganti shift.


"Alhamdulillah... selamat... belum jam dua sudah tiba disini." Ucap Zikri


Lalu ia menggantikan teman yang sebelumnya bertugas.

__ADS_1


Setelah temannya pulang, Zikir mulai bertugas.


Zikri mulai membaca buku laporan kerja.


Cuaca saat itu sangat terik. Keringat Zikri pun bercucuran, ditambah ia langsung ke parkiran menyambut dan memarkirkan kendaraan yang datang.


Sesekali ia masuk ke dalam pos untuk minum air putih.


"Huhh .. panas sekali cuaca hari ini." Ucap Zikri sambil terus mengelap keringatnya.


Ia kembali melihat keadaan diluar.


Waktu terus berjalan. Zikri melihat waktu sudah jam empat sore. Sang supervisor keluar dari kantor dengan tas ditangannya. Lalu ia masuk kedalam mobil.


Zikri langsung mendekati, dan memparkirkannya


dengan sangat sopan. Namun tetap tak ada senyum sedikit pun dari bibir sang supervisor.


"Gak apa-apa Zik... sabar..." Dalam hati Zikri.


Lalu mobil supervisor pun meninggalkan tempat itu.


"Haduh.... Rasanya lega." Ucap Zikri


Zikri pun kembali ke pos jaga. Dan ia bisa duduk santai disana.


Satu mobil datang ke area parkir. Zikri dengan sigap dan cepat menghampiri pelanggan.


"Selamat siang Pak... Selamat datang.." Ucap Zikri sambil membungkukkan badannya.


"Mari silahkan masuk Pak..." Zikri membuka pintu mobil.


"Ini tolong parkirkan mobil saya." Ucap pelanggan sambil memberikan kunci pada Zikri.


"Baik Pak..." Jawab Zikri


Zikri sudah selesai memparkirkannya, lalu ia berdiri didepan pintu masuk toko


Selang beberapa lama, pelanggan itu pun kembali dengan membawa beberapa kantong belanjaan ditangannya.


"Sudah selesai Pak...?" Tanya Zikri


"Sudah..." Jawabnya

__ADS_1


"Ini kunci mobilnya Pak, mari saya bawakan belanjaannya." Ucap Zikri


"Oh iya.... Terimakasih."


Pelanggan itu sudah agak tua... tapi ya memang terlihat orang kaya raya.


Zikri masukkan satu persatu barang belanjaan nya ke dalam mobil. Setelah selesai, pelanggan itu memberikan uang seratus ribu. Saat itu Zikri menolak.


"Gak usah Pak.... saya ikhlas." Ucap Zikri


"Gak apa-apa, ambil saja...." Jawab pelanggan itu.


"Gak usah Pak..."


"Ayo ambil, gak apa-apa. Saya melihat kamu seperti melihat anak saya sendiri. Mohon diterima ya Nak." Ucapnya


Akhirnya Zikri pun menerimanya.


"Jazzakallah khairon khasiron... Terimakasih banyak ya Pak. Semoga Allah melindungi rezeki bapak." Ucap Zikri


"Aamiin... Saya permisi ya...?"


"Iya Pak.. hati-hati dijalan. Sekali lagi terimakasih." Ucap Zikri


"Iya sama-sama."


Zikri kembali ke pos jaga. Hatinya merasa senang. Ternyata masih ada orang yang baik.


Ia buka dompet nya...


"Uang tinggal lima belas ribu. Alhamdulillah hari ini ada rezeki, bisa buat nambahin biaya makan." Ucap Zikri


Saat itu Zikri belum shalat ashar. Waktu sudah menunjukkan jam setengah lima. Zikri bergegas ke mushola, lalu ia laksanakan shalat.


Selesai shalat tak lupa ia panjatkan doa.


Zikri lihat kembali jam, sudah menunjukkan pukul lima kurang sepuluh menit. Ia kembali ke pos jaga.


Ia duduk disana. Ia ambil satu bungkus kopi, lalu ia seduh. Dengan sabar ia bekerja, berjaga dan berpatroli.


Hingga tujuh jam harus ia lalui bekerja menjaga keamanan sendirian.


Ia bertugas hingga jam sepuluh malam.

__ADS_1


__ADS_2