Kembali Ke Surga Mu

Kembali Ke Surga Mu
Persiapan pernikahan & Ibu jatuh sakit lagi


__ADS_3

Sekarang Isma setiap hari hanya beraktifitas dirumah. Ia hanya membantu ibunya dirumah.


Keluarga Isma sudah mulai merancang rencana untuk acara pernikahan Isma.


Mulai dari memilih Wedding Organizer, percetakan undangan dan lain sebagainya.


Sore harinya ketika semua saudara-saudara akan pulang kerumahnya, tiba-tiba ibu Isma mengeluh sesak napas.


Semua panik takut terjadi seperti beberapa bulan lalu hingga masuk ICU.


Lalu Isma membawa air hangat, dan memberikannya pada ibu.


Ia usap-usap punggung dan dada ibunya.


Untunglah saat itu ibu segera membaik.


Isma sudah sangat cemas, melihat ibunya seperti itu.


"Udah enakan Bu...?" Tanya Isma


"Udah nak... Gak apa-apa kok..." Jawab ibu pelan.


"Alhamdulillah... Kalau ibu udah enakan. Sekarang ibu istirahat aja ya. Rebahan aja ya Bu...?" Ucap Isma


"Iya.... Nak."


Lalu Isma mengantarkan ibu ke kamar.


Malamnya setelah isya, ibu Isma merasa kesakitan lagi. Ayah dan Isma sudah memberi air hangat, tapi ibu tetap merasa sulit bernafas.


Akhirnya ayah Isma membawa ibu ke klinik terdekat. Akhirnya ibu dirawat disana. Tapi Alhamdulillah kali ini tak sampai Masuk ICU.


Isma cemas melihat sang ibu. Apalagi sebentar lagi hari pernikahannya.


"Ibu... Jangan banyak pikiran ya." Ucap Isma.


"Ibu gak banyak pikiran nak, justru ibu sangat bahagia sebentar lagi hari pernikahan mu." Jawab Isma.


"Ibu harus sehat ya." Ucap Isma sambil mengusap air matanya.


"Ibu gak apa-apa... Ibu pasti sehat nak." Jawab ibu


"Jangan kasih tahu kakak-kakak mu kalau ibu dirawat ya nak, kasihan mereka kan lagi kerja." Tambah ibu


Satu dua tiga hari ibu dirawat di klinik. Dan sore ini dokter sudah membolehkannya pulang.


Ibu sudah terlihat lebih segar dari sebelumnya. Wajahnya sudah tidak lagi pucat seperti kemarin.


"Gimana... Nafas ibu... Udah enak...?" Tanya ayah Isma.


"Ibu udah sembuh Pak, ayo kita pulang. Ibu gak betah di rumah sakit." Jawab ibu.


"Ya iyalah Bu... Mau sebagus apapun rumah sakit gak bakal betah." Canda ayah.

__ADS_1


Ibu lalu tersenyum.


Tiba dirumah sudah banyak saudara yang menunggu.


"Ibu istirahat aja dikamar ya, jangan terlalu banyak gerak." Ucap Isma.


Lalu Isma mengantarkan ibu ke kamar.


Kondisi ibu sekarang jadi mudah capek. Kalau udah capek suka kelihatan sakit dada dan sesak nafas. Isma mulai waswas. Ia berharap ibu akan baik saja.


Hari pernikahan Isma semakin mendekat. Semua persiapan sudah mulai dilakukan. Pernah terlintas dipikirannya, takut ibu kenapa-napa menjelang hari pernikahan nya. Mulai saat itu, Isma benar-benar menjaganya.


Undangan sudah beres, tinggal waktu dibagikan saja.


Seminggu lagi acara Isma akan di gelar. Campur aduk lah perasaan Isma.


"Is, undangan sudah siap....?" Tanya ayahnya.


"Sudah Pak, tinggal dibagikan besok." Jawab Isma.


"Bismillah... Ya nak." Sambung ibu.


"Iya... Bu... Doain Isma ya Pak... Bu..." Ucap Isma.


"Tanpa kamu minta, ibu dan bapak selalu mendoakan kamu ya Is." Jawab ibu.


Isma tersenyum sambil menatap wajah ibunya.


Hari semakin mendekati pernikahan. Keluarga besar Isma sudah mulai berdatangan. Mereka berkumpul bersama untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Semua kakak Isma mulai mengambil cuti dari tempat kerjanya masing-masing. Paman, bibi, keponakan, sepupu... Semua sudah ramai disana.


Waktu tinggal dua hari lagi. Isma berpesan jangan menyalakan sound sistem. Cukup nanti saja pas waktu-waktu pentingnya. Isma takut suara dari sound sistem bisa menggangu ke jantung ibunya.


Suasana dirumah Isma sudah ramai, banyak saudara, tetangga dan teman-teman dekat Isma. Ibu Isma duduk diruang tamu untuk menjamu. Tapi makin siang, ibu Isma terlihat kelelahan.


"Ibu... Sudah siang, ibu makan dulu, terus istirahat ya. Isma mohon, ibu jangan kecapean." Ucap Isma.


"Bi... Tolong gantikan ibu menjamu tamu & saudara-saudara disini ya." Isma memanggil salah satu adik dari ibunya.


"Iya..... Is." Jawab bibi nya.


Lalu Isma menggandeng ibunya meninggalkan ruang tamu. Sungguh cemas hati Isma, melihat kondisi ibunya.


Beristirahat lah ibu Isma dikamar nya. Saat itu sama sekali tak ada suara musik atau sound sistem disana.


Hingga setelah shalat ashar acara siraman dimulai. Isma dan ayah ibunya bersiap-siap.


Baru lah suara kecapi suling dinyalakan.


Isma berdiri bersama ayah ibunya. Lalu berjalan pelan-pelan kearah tempat siraman digandeng ayah dan ibunya.


Kecemasan masih begitu terlihat di wajah Isma. Ia terus menoleh kearah ibunya. Dalam hatinya terus berdoa semoga ibunya sehat dan tak merasakan sakit lagi.


Acara siraman dimulai...

__ADS_1


Isma bersujud di kaki sang ibu. Air mata keduanya benar-benar tak terbendung.


Semua perjalanan Isma dari kecil hingga dewasa terbayang disana.


Isma mencuci kaki sang ibu dengan air tujuh bunga dan menyemprotkan wewangian ke kakinya.


Isma memeluk ibunya dengan erat dengan air mata di kedua pipinya. Isma memohon maaf atas semua kesalahannya.


"Isma kecil sudah dewasa... Sekarang kamu sudah mau menjadi seorang istri." Ucap ibu.


"Maafkan Isma Bu..."


"Ibu memaafkan semua kehilafan kamu nak, jadilah istri yang baik." Jawab ibu.


Lalu Isma beralih ke ayah nya. Hal sama dilakukan Isma. Isma langsung bersujud di kaki sang ayah. Air matanya kembali tak terbendung. Ia cuci kaki ayahnya dan menyemprotkan wewangian dikakinya.


Isma memeluk sang ayah. Sambil terus berucap "maafkan Isma ya Pak, Isma belum jadi anak yang baik, belum bisa membahagiakan bapak sama ibu."


"Hari ini bapak dan ibu sangat bahagia nak. Bapak doain supaya kamu jadi istri yang baik." Jawab ayahnya.


Setelah kedua orang tua, Isma menuju ke kakak-kakaknya.... Isma menghampiri Zikri kakak pertamanya. Disana Zikri nangis. Ia peluk Isma. Isma saat itu baru melihat kakaknya nangis sangat keras.


Ya memang Zikri kakak yang paling dekat dengan Isma. Zikri memeluk Isma seraya berkata "Maafkan kakak ya dek... Maafkan kakak..."


Lalu Isma pun memeluk kakak yang kedua dan ketiga. Mereka berpelukan sambil minta maaf satu sama lain.


Lalu Isma menghampiri paman dan bibinya. Sama mereka pun saling minta maaf satu sama lain.


Selesai acara sungkem, lalu Isma duduk di satu kursi. Satu persatu keluarga memandikan Isma. Hingga akhirnya selesai.


Isma berdiri, lalu berwudhu disana, disaksikan oleh seluruh keluarga nya.


Selesai semua, lalu Isma kembali kedalam rumah.


Isma sudah berbaju rapi, lengkap dengan kerudung di kepala nya.


Ya saat itu ia akan melakukan khataman Qur'an.


Isma duduk dikelilingi keluarga nya. Lalu ia mulai membaca basmalah.... Mulailah acara khataman.


Satu persatu ayat-ayat Al-Qur'an ia baca hingga selesai. Kemudian mereka makan bersama keluarga.


Lega rasanya hari itu acara sudah selesai. Tinggal satu lagi acara sakral nya besok.


Isma kembali menghampiri ibunya.


"Ibu... Ibu gak apa-apa...?" Tanya Isma


"Ibu gak apa-apa kok....!" Jawab ibu


"Kalau ibu merasakan sesuatu bilang ke Isma ya...?" Ucap Isma lagi.


"Ibu gak apa-apa nak, ibu sehat... Kamu tenang saja, jangan terlalu khawatir." Jelas ibu

__ADS_1


Kemudian mereka beristirahat, mempersiapkan diri untuk acara pernikahan Isma... Besok pagi.


__ADS_2