Kembali Ke Surga Mu

Kembali Ke Surga Mu
Masih menunggu gajian


__ADS_3

"Sini Pak, kita makan dulu, kebetulan tadi Arul beli goreng ayam." Ucap seorang anak yang ingin membahagiakan ayahnya


"Wah tanggal muda nih." Ledek sang ayah


"Iya dong Pak, sekali-kali kan boleh memanjakan lidah." Jawab Arul


"Iya Rul, asal jangan keseringan nanti gak bisa nabung." Tambah ayahnya


Mereka terlihat sangat menikmati makanan sore itu.


"Rul, kamu gak beli baju putih dulu?" Tanya Zikri


"Gampang Pak, nanti saja." Jawabnya


Zikir merasa kasihan melihat anaknya memakai baju itu saja untuk bekerja. Cuci kering pakai.


"Nanti kalau Bapak gajian, bapak beliin ya Rul."


"Gak usah Pak, nanti Arul beli sendiri."


Setelah shalat Maghrib, Arul menelpon ibunya.


"Ibu lagi pada ngapain?"


"Lagi nonton TV sama Ezra." Jawab ibunya


"Bu, maaf bapak belum bisa kirim uang, soalnya bapak telat gajian." Ucap Zikri


"Gak apa-apa Pak, tapi kenapa bisa telat?" Tanya istrinya


"Bapak juga kurang tahu Bu."


"Terus bayar kontrakan juga belum Pak?" Tanya istrinya lagi


"Alhamdulillah sudah Bu, pakai uang Arul dulu." Jawab Zikri


"Alhamdulillah kalau gitu, sudah pada makan belum?"


"Sudah Bu, tadi sebelum Maghrib."


"Oh iya, syukur kalau gitu."


"Nanti lagi nelpon nya ya Bu, bentar lagi sudah mau isya."


"Iya Pak."


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam."


Zikri memberikan lagi handphone nya ke Arul.


Setelah itu adzan isya pun berkumandang. Mereka pun langsung mengambil air wudhu.


Selesai shalat, Zikri dan Arul pun langsung menyalakan televisi kecil mereka.


Mereka langsung duduk di depan televisi sambil bersantai.


Sambil duduk Zikri masih terus berpikir, kenapa gajian bisa terlambat. Ia berharap besok bisa gajian dan bisa mengganti uang Arul yang terpakai.


"Pak lagi mikirin apa, kok bengong?" Tanya Arul


"Nggak apa-apa Rul, cuma heran aja kok bisa gajian telat." Jawabnya pada Arul


"Sudah jangan dipikirin Pak, mungkin besok Bapak gajian."


"Aamiin... Ya udahlah Bapak tiduran aja."


"Iya, Bapak istirahat."


Zikri pun merebahkan badannya.


Tak lama handphone Zikri berbunyi, ada beberapa pesan WhatsApp yang masuk. Semua teman-temannya menanyakan tentang gajian yang telat.

__ADS_1


Zikri pun berinisiatif besok akan menanyakan kepada bagian personalia.


Setelah semua pesan whatsapp Ia balas, Zikri menyimpan handphonenya lalu memejamkan matanya dan tidur.


Ketika tidur, Arul terus memperhatikan wajah ayahnya. Lihat wajah yang sangat capek dan begitu banyak beban pikiran.


"Sehat terus ya Pak." Ucap Arul dalam hati


Arul pun merebahkan badannya di sebelah ayahnya dan ia pun tertidur hingga pagi.


"Kukuruyuk... kukuruyuk..." Suara ayam tetangga sudah berbunyi


Ternyata sudah jam 03.00 pagi.


Seperti biasa Zikri langsung bangun dari tidurnya. Ia duduk sebentar, lalu ia bergegas untuk memasak nasi.


Pagi itu kepalanya agak sedikit senut-senut. Tapi Zikri tidak menghiraukan sakit kepalanya itu.


Ia pijat-pijat kepalanya sambil duduk.


"Bapak kenapa pijat-pijat kepala, bapak sakit?" Tanya Arul yang baru bangun dari tidurnya


"Nggak apa-apa Rul cuma sedikit cenat-cenut aja." Jawab Zikri


"Bapak sudah minum air putih belum?" Tanya Arul lagi


"Belum Rul."


Arul langsung bangun, lalu ia membawa satu gelas air hangat untuk ayahnya.


"Ini Pak, minum air hangat dulu pasti nanti jadi enakan."


"Iya terima kasih Rul."


Teguk demi teguk air hangat itu pun diminum oleh Zikri.


"Alhamdulillah.." ucapnya


"Nggak apa-apa Rul, Bapak udah enakan kok Bapak juga mau salat subuh."


"Ya udah kalau Bapak ngerasa mendingan."


Zikri dan Arul pun segera mengambil air wudhu, mereka pun melaksanakan salat subuh bersama.


Selesai salat, Zikri dan Arul duduk terlebih dahulu di depan televisi sambil melihat siraman rohani.


"Kalau udah santai kayak begini jadi males kerja ya Pak?" Celetuk Arul


"Gak boleh gitu Rul, kita harusnya bersyukur masih punya pekerjaan, di luar sana masih banyak orang yang berkeliling mencari kerja masih belum dapat juga." Zikri menasehati Arul


"Iya, ya Pak... Ya udah Arul mandi dulu deh."


Sementara Arul mandi, Zikri pun pergi ke warung untuk membeli lauk untuk makan.


"Pak Zikri tumben, biasanya sama nak Arul!" Ucap Bu Asih pada Zikri


"Iya Bu kebetulan arulnya masih mandi jadi saya saja yang ke sini."


"Oh begitu iya, sekarang mau makan sama apa Pak?" Tanya Bu Asih


"Apa ya, sepertinya oseng-oseng sayur itu enak Bu."


"Enak dong Pak, mau oseng sayur ini?" Tanya Bu Asih lagi


"Iya Bu oseng sayur itu 5.000 sama beli bakwannya deh 5.000." jelas Zikri


"Oke siap Pak, saya bungkus dulu ya."


"Iya Bu silahkan."


Zikri pun menunggu makanannya dibungkus.


"Ini Pak makanannya." Ucap Bu Asih sambil menyodorkan plastik makanan

__ADS_1


"Oh iya Bu terima kasih, ini uangnya 10.000 ya."


"Ya Pak, terima kasih kembali."


"Saya permisi Bu, Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam..." Jawab Bu Asih


Zikri pun kembali ke kontrakan dengan membawa makanan di tangannya.


"Kok Bapak yang pergi ke warung Bu Asih?" Tanya Arul yang sedang memakai seragam


"Nggak apa-apa Rul sekali-kali, lagian kan tadi kamu sedang mandi."


"Iya Pak."


"Ya udah Bapak mau mandi dulu, Setelah itu kita makan."


"Ya Pak."


Zikri bergegas mandi, sementara itu Arul duduk sambil terus menggeser-geser layar handphonenya.


Tak lama Zikri pun selesai mandi dan berseragam.


"Ayo kita makan Rul." Ajak ayahnya


"Ayo Pak, Arul bawa piringnya dulu ya."


Mereka seperti biasa membagi makanannya menjadi dua. Dan mereka pun sarapan bersama dengan lauk seadanya.


"Alhamdulillah sarapan udah, sekarang waktunya kita bekerja." Ucap Arul dengan semangat


Ayahnya tersenyum.


"Ayo bereskan dulu bekas makannya kemudian kita berangkat." Tambah Zikri


"Oke siap Pak."


Selesai membereskan bekas makanannya mereka langsung memakai sepatu dan siap berangkat.


Setelah sampai di gerbang tempat kerja Zikri Arul berpamitan untuk melanjutkan perjalanannya ke tempat kerjanya, tidak lupa ia mencium tangan ayahnya.


"Arul pamit ya pak, Assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam, hati-hati kerjanya ya nak."


"Iya Pak."


Arul melanjutkan langkahnya dan Zikri langsung menuju ke pos jaga.


Di pos sudah ada Pak Ilham dan Pak Setya menunggu Zikri dan Pak Budi. Sayangnya saat itu pak Budi belum datang.


Mereka langsung berunding tentang gaji yang terlambat.


"Saya juga berencana kalau misalkan hari ini slip gaji belum ada saya mau tanyakan langsung kepada bagian personalia." Jelas Zikri pada teman-temannya


"Iya saya setuju Pak, masa gajian telat." Tambah Pak Ilham


Jadi kejauhan sudah nampak Pak Budi datang.


"Lagi pada ngomongin apa?" Tanyanya agak ketus


"Kita lagi ngomongin gaji yang terlambat Pak." Jawab Pak Setya


"Oh, kenapa Bapak Komandan tidak berinisiatif menanyakan langsung ke atasannya?" Ucap Pak Budi lagi dengan ketus


"Justru itu Pak, ini kita sedang berunding bagaimana baiknya." Jelas Zikri agak sebal


"Sabar Pak." Ucap Pak Ilham pada Zikri


"Iya Pak, Ya udah kita tunggu aja dulu sampai nanti jam istirahat kalau misalkan jam istirahat belum juga ada slipnya baru saya tanyakan langsung ke bagian personalia." Jelas Zikri pada teman-temannya


"Iya Pak siap!" Jawab Pak Ilham dan Pak Setya

__ADS_1


__ADS_2