Kembali Ke Surga Mu

Kembali Ke Surga Mu
Tidak masuk lagi tanpa keterangan


__ADS_3

Seperti biasa pagi hari Zikri sudah mulai bersiap-siap beraktifitas. Setiap hari ia selalu bangun pagi, memasak nasi, mencuci dan lain sebagainya.


Jam 7 ia sudah siap berangkat. Sebelum bekerja ia selalu menyempatkan sarapan terlebih dahulu. Pagi itu Zikri masih bertugas dengan Pak Arief.


"Selamat pagi, Ndan." Sapa Pak Arief


Ternyata Pak Arief sudah datang lebih awal ke tempat kerja.


"Pagi Pak Arief, bagaimana sehat?" Tanya Zikri


"Alhamdulillah Pak, bapak sendiri bagaimana, sehat?" Tanya Pak Arief


"Alhamdulillah Pak."


Lalu mereka masuk ke pos jaga, menanyakan situasi dan kondisi sebelumnya.


"Gimana Pak semuanya aman?" Tanya Zikri pada Pak Ilham dan Pak Yanto


"Siap semua aman, Ndan." Jawabnya


"Alhamdulillah kalau semuanya aman."


"Laporan nya sudah saya tulis Pak." Jelas Pak Ilham


"Oke, siap Pak." Jawab Pak Arief


"Kalau gitu kami permisi dulu Pak."


"Iya silahkan Pak."


Zikri dan Pak Setya memulai pekerjaannya. Zikri pun terlihat nyaman bekerja dengan Pak Setya.


Tugas demi tugas mereka kerjakan.


Disela jam kerja handphone Zikri berdering. Ia lihat istrinya menelepon. Zikri langsung menerima nya.


"Assalamualaikum Pak."


"Waalaikumsalam Bu, ada apa?" Tanya Zikri


"Bapak lagi sibuk tidak?" Tanya istrinya


"Gak terlalu sibuk juga, memang kenapa Bu?" tanya Zikri lagi.


"Begini Pak, kemarin Arul mencoba melamar kerja via online ternyata sekarang ada panggilan dari kantor tersebut kebetulan kantor itu juga berada di kota Bandung, mungkin besok Arul akan pergi ke Bandung." Jelas istrinya


"Oh seperti itu kalau begitu Arul naik travel ke alamat bapak, biar nanti Bapak kirim alamat lengkapnya." Ucap Zikri


"Iya Pak kalau begitu nanti aku bicarakan ke Arul." Jawab Istrinya


"Iya Bu nanti kabari lagi Bapak jam berapa Arul akan berangkat." Ucap Zikri

__ADS_1


"Iya Pak nanti Ibu telepon lagi, Ibu tutup dulu teleponnya ya, Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam." jawab Zikri


Lalu Zikri menutup teleponnya. Iya ketik alamat lengkap tempat tinggalnya sekarang melalui pesan whatsapp. Setelah terkirim Zikri kembali bekerja.


Perut Zikri sudah mulai keroncongan, setelah melihat jam ternyata sudah waktunya jam istirahat. Zikri segera ke kantin membawa nasi box untuknya dan untuk Pak Arief.


Zikri memang baik pada setiap orang.


"Pak Setya ayo kita makan dulu… ini saya sudah bawakan nasi box buat bapak." Ucap Zikri


"ya ampun Pak kok repot-repot banget bawain nasi box buat saya… biar nanti saya saja yang bawa." Jawab Pak Arief


"Nggak apa-apa lah pak kan namanya juga sekalian."


"Terima kasih banyak ya Pak." Ucap Pak Arief lagi


"Iya Pak sama-sama, ayo sini makan dulu kerjaannya simpan saja dulu nanti diteruskan lagi."


Lalu Pak Arief pun makan bersama dengan Zikri.


Tidak lama handphone Zikri berdering lagi. Ternyata istrinya kembali menelponnya.


"Assalamualaikum Pak."


"Waalaikumsalam Bu bagaimana?" Tanya Zikri


"Tadi ibu sudah berbicara dengan Arul katanya Arul akan berangkat nanti sekitar pukul 02.00 siang." Jelas istrinya


"Sudah Pak kata travelnya berangkatnya nanti jam 02.00, Ibu juga sudah berikan alamatnya." Jelas istrinya lagi


"Apakah berkas-berkas buat lamarannya sudah lengkap Bu?"


"Sudah Pak itu sudah dipersiapkan dari jauh-jauh hari oleh Arul." Jawab istrinya


"Nanti kabari ya Bu kalau Arul sudah berangkat."


"Iya pak nanti ibu kabari, Ibu tutup dulu ya Pak Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam." Jawab Zikri


Zikri kembali menutup teleponnya.


"Telepon dari istri Pak?" Tanya Pak Arief


"Eh iya pak, kebetulan anak saya yang pertama katanya dia dapat panggilan dari perusahaan yang ia coba kirimkan lamaran via online." jelas Zikri


"Oh seperti itu Pak jadi ke sini tinggal interview saja."


"Iya Pak." jawab Zikri

__ADS_1


Tak terasa waktu istirahat pun habis, mereka harus kembali ke pekerjaannya, menjaga keamanan di sekitar kantor.


Pekerjaan demi pekerjaan hampir mereka selesaikan berdua, hingga waktu pulang sudah dekat.


"Alhamdulillah ya Pak pekerjaan sudah beres." ucap Zikri


"Iya pak ini saya mau nulis laporan juga tinggal sedikit lagi." jawab Pak Arief


Tak lama Pak Setya sudah mulai terlihat berjalan mendekati pos jaga. Tapi saat itu Pak Setya hanya berjalan seorang diri tanpa Pak Budi.


"Siang Ndan!" ucap Pak Setya pada Zikri


"Selamat siang Pak Setya gimana kabarnya?" tanya Zikri


"Alhamdulillah Pak… kabar baik."


"Ngomong-ngomong Pak Budi barengan sama Pak Setya?" tanya Zikri lagi


"Enggak Pak saya kira Pak Budi malah sudah datang duluan." jawab Pak Setya


"Pak Budi mungkin belum ke sini… mungkin sebentar lagi." ucap Pak Arief


"Iya tunggu saja dulu mungkin sebentar lagi dia datang." jelas Zikri


Pak setia sudah mencoba menelepon ke handphone Pak Budi. Tapi tak dijawab oleh Pak Budi. Dalam hati Pak setia sudah curiga apa mungkin pak Budi tidak akan masuk lagi.


Karena tidak biasanya dia tidak mengangkat telepon.


Menit demi menit mereka menunggu Pak Budi tapi tak kunjung datang. Hingga sudah satu jam mereka menunggu tidak juga datang. Dicoba menghubungi lewat handphone pun tidak diangkat.


Akhirnya Zikri berpikir mungkin Pak Budi tidak akan masuk kerja hari ini. Kemudian ia berunding dengan Pak Arif dan Pak Setya, dan Pak Arif pun mau melanjutkan kerja 8 jam ke depan bersama Pak Setya untuk menggantikan Pak Budi yang tidak masuk. Zikri sudah mulai kesal, kenapa setiap Pak Budi tidak masuk, ia tidak pernah memberi keterangan atau memberitahu terlebih dahulu. Pak Budi selalu seenaknya, tidak masuk tanpa keterangan. Di sisi lain ia juga kasihan pada Pak Arief yang harus lembur 8 jam tanpa istirahat terlebih dahulu.


"Pak Arief, biar tidak keberatan bagaimana kalau kita bagi dua jam kerjanya dengan saya." ucap Zikri


"Enggak usah Pak, nggak apa-apa biar saya saja." jawab Pak Arief


"Kita bagi dua saja Pak biar tidak berat." jelas Zikri lagi


"Pak Budi kebiasaan nih suka seenaknya kalau tidak masuk kerja nggak bilang terlebih dahulu." ucapan Pak Setya


"iya nih Pak, harusnya dikasih sanksi dulu biar dia jera." ucap Pak Arief


"Nanti besok kita tanya dulu apa kata pak Budi, kita dengar penjelasannya ia tidak masuk." Jelas Zikri


Akhirnya Pak Arief melanjutkan kerja bersama Pak Setya.


"Bapak istirahat saja dulu biar saya yang jaga." Ucap Pak Setya


"Saya rebahan sebentar boleh ya Pak, ini pinggang sudah pegel banget." ucap Pak Arief


"Iya boleh pak santai saja… ini juga terima kasih sudah mau menemani saya bekerja." jawab Pak Setya

__ADS_1


"Ya sudah saya pulang dulu ya, nanti saya ke sini lagi." ucap Zikri


"Iya siap Ndan terima kasih." ucap Pak Setya


__ADS_2