
Sudah lebih dari setengah bulan Zikri bekerja di tempat yang baru ini. Suka duka sudah ia rasakan.
"Kriuk...kriuk..." Suara perut Zikri keroncongan
Perutnya sudah terasa lapar lagi. Zikri buka dompetnya, sisa uang tinggal beberapa lembar. Gajian masih satu minggu lagi.
"Udah lapar nih perut." Ucapnya
"Uang tinggal segini, apa cukup...?" Ucapnya lagi
Lalu Zikri pergi ke warung nasi. Seperti biasa dia selalu makan ala kadarnya saja.
"Bu biasa ya... Nasi sama sayur tahu." Ucap Zikri
"Iya Pak.... daging nya enggak..?" Tanya ibu penjual nasi
'Nggak Bu....sama sayur tahu aja."
"Oke Pak... saya bungkus dulu ya."
"Iya Bu… Jadi berapa...?" Tanya Zikri
"Enam ribu aja Pak."
"Oh iya, terimakasih ya Bu."
"Iya.... sama-sama Pak."
Lalu Zikri kembali ke kontrakan sambil membawa satu bungkus nasi ditangannya.
Sesampainya disana, ia langsung melahap nasi yang ia bawa.
"Alhamdulillah...." Ucapnya
Setiap hari Zikri terus beraktifitas seperti itu.
Hingga satu hari, uangnya pun habis.Dan gajian masih beberapa hari lagi. Saat itu ia tak menelpon keluarga nya karena ia tak bisa membeli pulsa.
Badan Zikri lemas dan gemetaran. Saat itu adalah hari libur Zikri.
Ia menahan lapar selama dua hari.Saat Zikri terdiam menahan lapar nya, tiba-tiba Isma menelpon Zikri.
"Udah beberapa hari ini gak tanya kabar Kak Zikri. Lagi apa dia ya.... Dari kemarin kok tiba-tiba ingat terus." Ucap Isma pada suaminya.
"Ya udah kamu coba telpon aja Is..." Ucap Fikri suami Isma
Isma mengambil handphone nya. Lalu ia coba menghubungi kakak nya. Satu kali coba ia panggil, tak ada jawaban.
"Mungkin kakak lagi kerja ya...?" Tanya Isma
Lalu ia coba satu kali lagi. Akhirnya teleponnya diangkat oleh Zikri.
Dengan riang Isma menelpon kakak nya.
"Assalamualaikum kak...!"
"Waalaikumsalam." Jawab Zikri pelan
__ADS_1
"Kok pelan banget kak suaranya, kayak yang lemes." Ucap Isma
"Masa...??" Ucap Zikri
"Kakak lagi sakit ya..?" Tanya Isma
"Ngga..." Jawab Zikri
"Kakak kenapa... kalau sakit ke dokter ya kak."
"Ngga apa-apa kok." Zikri coba terus menutupi.
Lalu Isma pun bertanya lagi pada Zikri.
"Kakak udah makan belum..?"
Zikri langsung terdiam, seakan berpikir lama untuk menjawab pertanyaan Isma.
"Kakak belum makan ya...??" Tanya Isma lagi
"Kak....??"
Zikri masih terdiam tak menjawab. Isma semakin khawatir.
"Kakak denger Isma kan..?"
"Iya Is..." Jawabnya
"Kakak belum makan ya..?"
"Kenapa kakak belum makan...?" Tanya Isma
"Uang kakak sudah habis bulan ini Is... kemarin kakak harus bayar uang bangunan sekolah Arul." Jawab Zikri
"Sekarang kakak belum makan dari kapan..?" Tanya Isma khawatir
"Sudah dua hari kakak gak makan Is."
"Astaghfirullah...." Isma kaget sekaget kagetnya.
Hati Isma serasa teriris mendengar kata-kata itu.
"Kakak dua hari gak makan, kenapa gak cerita ke Isma." Ucap Isma sambil menangis.
"Kakak gak mau ngerepotin siapa-siapa Is." Jawab Zikri
"Kalau kakak gak sehat, terus gimana caranya kakak cari uang...?" Tanya Isma
"Sekarang Isma minta nomor rekening kakak. Isma transfer ya kak.. nanti langsung kakak ambil uangnya.. langsung belikan makanan." Ucap Isma
"Tapi Is..."
"Gak ada tapi-tapi an... Kakak harus terima." Jelas Isma.
"Jangan bilang ini ke kakak ipar kamu ya Is, kakak gak mau nanti dia banyak pikiran." Ucap Zikri
"Iya... Isma gak akan cerita ke siapapun."
__ADS_1
Lalu Isma mengirimkan sejumlah uang, tidak banyak tapi insyaallah cukup untuk beberapa hari kedepan sampai Zikri gajian.
Isma menelpon lagi Zikri.
"Kak... Isma sudah mengirim uang. Gak banyak tapi insyaallah cukup."
"Iya makasih ya Is. Nanti kakak bayarnya kalau kakak sudah gajian ya."
"Ngga kak.. Isma ikhlas. Gak usah dibayar. Yang penting kakak sehat disana biar kakak bisa cari nafkah." Jelas Isma
Disana Zikri menangis.
"Kakak kenapa menangis...?" Tanya Isma
"Maaf ya Is... kakak bukan kakak yang berguna. Kakak hanya merepotkan kalian." Ucap Zikri
"Jangan ngomong gitu kak. Kita kan saudara, sudah menjadi kewajiban untuk saling tolong menolong jika salah satu ada yang membutuhkan." Jelas Isma.
"Ya udah sekarang kakak ambil uangnya ya, langsung kakak beli makanan." Ucap Isma lagi
"Iya Is... Kakak ambil sekarang ya."
"Iya... ya udah Isma tutup telponnya dulu ya. Kakak yang sehat disana. Kalau ada apa-apa, cerita sama Isma."
"Iya Is..."
Lalu Zikri menutup telponnya. Dengan badan yang lemas dan gemetaran ia pergi ke ATM, ia bawa sejumlah uang yang dikirim Isma.
Ia langsung pergi ke warung nasi. Lalu ia beli makanan disana.
"Bu... nasi sama sayur ya." Ucap Zikri
"Iya Pak... mau dibungkus..?"
"Dimakan disini aja Bu..." Zikri sudah lemas
"Bapak... lagi gak enak badan ya..?" Tanya Ibu penjual nasi
"Iya Bu.. lagi kurang enak badan." Jawab Zikri
"Ini Pak... Nasi sama sayur nya. Ini air hangatnya."
Lalu Zikri mulai memasukkan suap demi suap makanan nya. Ia terlihat sangat lapar. Dan ibu penjual nasi pun terus memperhatikan Zikri.
"Bu... jadi berapa...?" Tanya Zikri
"Tujuh ribu Pak."
"Ini uangnya Bu."
"Oh iya terimakasih."
"Iya sama-sama."
Lalu Zikri meninggalkan warung nasi, dan kembali ke kontrakan nya.
Sesampainya di kontrakan, Zikri kembali merebahkan tubuhnya. Badannya masih agak lemas. Lalu ia pun tertidur.
__ADS_1