
Dengan tekun setiap hari Arul menjalani masa training. Tak terasa sudah tiga Minggu ia bekerja disana. Ia sudah terlihat lebih menguasai mesin yang ia pegang. Hari ini hari pertama Arul menerima gaji. Kebetulan di pabrik tersebut menerima upah nya tiga Minggu sekali.
Arul sudah menerima slip gaji. Tinggal nunggu uangnya masuk ke rekening. Walaupun gaji nya tak seberapa, tapi Arul bersyukur sudah bisa mencari uang sendiri.
Sedangkan Ayahnya baru gajian satu minggu lagi.
Seperti biasa Arul bangun pagi-pagi… ia semangat bekerja.
"Rul sudah bangun?" tanya ayahnya
"Sudah Pak." Jawabnya
"Oh ya Pak, ini slip gaji Arul." Ucap Arul sambil memperlihatkan secarik kertas.
"Wah, sudah mau gajian saja." Ledek Ayahnya
"Sudah di cek belum, biasanya langsung masuk ke rekening." Jelas Ayahnya
Bangun tidur Arul pun langsung mencoba mengecek rekening nya.
"Eh iya Pak, gaji Arul sudah masuk." ucapnya kegirangan
Ayahnya pun tersenyum melihat tingkah anaknya yang baru pertama kali menerima gaji.
"Hari ini Arul traktir ya Pak, Bapak mau dibelikan apa?" tanya Arul
"Bapak gak mau apa-apa… kamu tabung saja uangnya Rul."
"Pokoknya hari ini Arul traktir."
Ayahnya pergi untuk memasak nasi. Arul pun langsung menyapu dan mengepel lantai.
Setelah selesai, Arul langsung pergi ke warung Bu Asih.
Kali ini ia ingin membelikan ayahnya ayam goreng. Karena setiap hari dia dan ayahnya hanya makan seadanya. Ia berpikir sekali-kali ingin ayahnya makan enak.
"Assalamualaikum..." ucap Arul
"Waalaikumsalam, nak Arul."
"Bu, saya mau beli ayam goreng dua ya, lengkap sama sambal tahu dan tempe."
"Oke siap, ngomong-ngomong ini tumben nak Arul beli ayam goreng, biasanya ibu tawarin gak mau."
"Iya Bu." Jawab Arul sambil tersenyum malu
"Sebentar ya Nak, ibu bungkus dulu."
Arul pun menunggu.
Di Rumah Zikri mencari Arul.
"Arul kemana ya… tumben keluar rumah gak bilang-bilang." Ucap ayahnya dalam hati.
Tak selang lama Arul pun datang. Dari kejauhan sudah terlihat ia tersenyum sambil membawa makanan dikantong plastik.
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam, kamu dari mana Rul… Bapak dari tadi nyariin kamu?"
"Arul habis beli lauk Pak, tadi selesai mengepel langsung aja Arul pergi ke warung."
"Oh gitu… ya udah kamu sana mandi dulu."
"Iya Pak."
Arul pun bergegas mandi.
__ADS_1
Tak terasa waktu sudah jam 06.00 pagi. Zikri membawa dua piring untuk mereka makan. Ketika dibuka kantong plastik itu Zikri merasa heran karena Arul membeli goreng ayam,tahu, tempe lengkap dengan sambal dan lalapan.
"Ya ampun nih anak bener-bener, dari tadi ngomong mau traktir." ucap Zikri dalam hati
Lalu Zikri memanggil Arul untuk makan bersama.
"Arul ayo sarapan dulu...!" ajak ayahnya
"Iya Pak sebentar." jawab Arul sambil mengancingkan baju seragamnya
"Tumben beli ayam goreng Rul?"
"Nggak apa-apa Pak… sekali-kali boleh dong kalau ada rezeki lebih." jawab harus sampai tersenyum
"Iya deh."
Mereka pun sarapan bersama.
Pukul 06.30 mereka berangkat kerja. Seperti biasa mereka berjalan kaki bersama.
Selang beberapa hari adalah hari libur Arul. Walaupun libur cuma satu hari, Arul menyempatkan untuk pulang ke rumah menemui ibunya.
Iya siapkan uang 20.000-an untuk saudara-saudaranya yang masih kecil.
Kepulangan pertamanya sengaja ia tidak memberitahu ibunya. Arul ingin memberikan surprise kepada ibunya kalau dirinya pulang.
Setelah pulang kerja Arul dan ayahnya langsung bersiap-siap untuk pulang.
Mereka berdiri di pinggir jalan untuk menunggu kendaraan. Setelah 15 menit akhirnya mobil pun datang. Zikri dan Arul langsung naik ke mobil tersebut.
"Bismillahirohmanirohim." ucap Zikri dalam hati
Lalu mobil pun mulai melaju.
Setelah 4 jam perjalanan, akhirnya sampailah mereka di depan rumahnya.
"Assalamualaikum..." ucap Arul
"Waalaikumsalam..." terdengar ibunya menjawab dari dalam sambil berjalan menuju ke pintu
"trek trek.." suara kunci dibuka
"Loh ko kalian pulang nggak bilang-bilang?" tanya ibunya Arul kebingungan
"Iya dong Bu… kan mau bikin surprise." jawab Arul sambil tersenyum
"Ya udah masuk..."
Zikri dan Arul pun masuk ke dalam rumah.
Di dalam, Ezra sangat senang melihat ayah dan kakaknya pulang.
"Ya udah ibu masak dulu ya, kalian pasti lapar." ucap ibunya sambil langsung mencari bahan makanan di dapur
Zikri dan Arul langsung membersihkan badannya dan mereka langsung salat Maghrib bersama.
Selesai salat, mereka pun makan bersama.
Paginya, Arul dan Zikri langsung mengunjungi saudara-saudaranya.
Yang pertama mereka kunjungi adalah Isma.
"Assalamualaikum..." ucap Zikri dari halaman rumah Isma
"Waalaikumsalam... Eh.. Kak Zikri, Arul, kapan datang?" tanya Isma
"Kemarin sore."
__ADS_1
"Ayo sini masuk..." Ajak Isma sambil membuka pintu rumahnya
"Isma buatin kopi yah?"
"Boleh..." jawab Zikri
"Arul kopi juga..?" tanya Isma
"Enggak Bi, Arul nggak ngopi." jawab Arul
"Ya udah Bibi buatin susu aja ya." ucap Isma Tante nya
"Iya, boleh."
Ketika Isma pergi ke dapur, Arul langsung menuju anak Isma yang sedang bermain dihalaman rumah, lalu Arul berikan uang 20.000.
anak Isma langsung berlari ke dalam sambil berkata kepada ibunya:
"Ibu… Aisyah dikasih uang sama A Arul.."
"Kok A Arul ngasih uang ke kamu?" tanya Isma
Isma pun keluar dari dapur sambil membawa segelas kopi dan segelas susu.
"Nih kopi sama susunya, ayo diminum mumpung hangat."
Di meja terlihat ada beberapa makanan lalu Zikri pun melihat satu persatu makanan dan mencobanya.
Zikri memang begitu, setiap ke rumah Isma dia tidak malu-malu. Semua makanan yang ada di toples biasanya ia buka satu persatu dan mencobanya.
"Oh iya Rul, kata Aisyah kamu ngasih uang."
"Iya Bi buat jajan."
"Oh bibi tahu,ini pasti kamu baru gajian ya?" tanya Isma ke Arul
"Iya Bi." Jawab Arul sambil tersenyum
"Alhamdulillah semoga berkah ya semakin berlimpah rezekinya." ucap Isma sambil mengelus punggung Arul
"Iya Aamiin Bi."
Mereka pun terus berbincang-bincang. Setelah beberapa jam di rumah Isma, mereka pun menemui keluarga yang lain.
"Is kakak pamit dulu ya,ini kita mau ke rumah paman dulu." ucap Zikri pada Isma
"Padahal kita makan dulu aja Kak."
"Iya nanti kalau liburnya panjang kita makan bareng." jawab Zikri sambil berjalan keluar dari rumah Isma
"Iya deh..." jawab Isma
Zikri dan Arul pun berjalan menuju rumah pamannya yang tidak jauh dari rumah Isma.
Zikri sangat dekat dengan pamannya, itu alasannya setiap pulang, Zikri pasti menyempatkan untuk menemuinya.
Zikri dan Arul disambut sangat bahagia. Zikri pun memberikan satu bungkus rokok kesukaan pamannya.
"Kalau ke sini pasti bawa rokok, padahal nggak usah bawa apa-apa." ucap pamannya
"Itu dari Arul katanya gaji pertama." jelas Zikri
"Alhamdulillah, berkah ya, semakin berlimpah rezekinya." ucap pamannya
"Aamiin."
30 menit Zikri berada di rumah pamannya setelah itu mereka kembali pulang ke rumah.
__ADS_1