
Paginya Zikri kembali bekerja. Pagi itu dia bawa Moli kucing yang ia pelihara.
Sebelum bekerja seperti biasa ia selalu melaksanakan apel pagi. Yang lucu adalah si Moli diam disamping sang komandan, seperti polisi yang membawa anjing pelacak, tapi ini diganti dengan kucing.
Ternyata ada orang yang mengambil foto tersebut, dan memperlihatkan gambarnya ke Zikri.
"Ni lihat Pak,tadi saya ambil foto bapak lagi memimpin apel pagi." Ucap salah satu karyawan
"Wah lucu juga ya, boleh dikirim ke handphone saya?" Jawab Zikri
"Boleh Pak, minta nomornya."
Lalu Zikri menyebutkan satu persatu nomor nya.
"Udah masuk ya Pak fotonya?"
"Iya udah, terima kasih."
"Iya Pak."
Iseng-iseng Zikri memposting foto nya ke status WhatsApp. Seperti biasa selalu Isma yang pertama kali mengomentari nya.
"Pak komandan biasanya kan kalau keamanan bawanya anjing pelacak, kalau ini malah kucing yang gemoy." Ucap Isma meledek
"Iya, gak apa-apa aku kan komandan baik… jadi kalau bawa kucing auranya gak seram." Jawab Zikri membalas ledekan Isma.
"Iya deh, kok bisa ya kucing baru bisa gitu, nempel terus sama pak komandan." Ucap Isma lagi
"Kakak kan orang baik, jadi hewan tau kalau sama orang baik." Ucap Zikri sambil tertawa
"Iya deh, Kakak paling baik. Sekarang sudah mulai kerja kak?" tanya Isma
"Ia ini baru selesai apel pagi, sekarang mau mulai kerja." Jawab Zikri
"Oh iya kalau gitu, hati-hati kerjanya kak."
"Siap Is."
Zikri coba menghampiri Pak Budi. Ia coba menanyakan alasan tidak masuk kemarin.
"Maaf Pak Budi, kenapa Pak Budi kemarin tidak masuk?" Tanya Zikri
"Oh kemarin ya, lagi ada perlu." Jawab Pak Budi culas
"Harusnya kalau bapak ada kepentingan, beritahu saya Pak, jadi saya bisa mengatur pengganti bapak untuk bekerja." Jelas Zikri
"Oh gitu ya!" Jawab Pak Budi sambil meninggalkan Zikri
Dalam hati Zikri sangat jengkel dengan sikap Pak Budi yang seenaknya, dan sama sekali tidak menghargai nya. Tapi ia mencoba untuk tetap sabar menghadapi nya.
Zikri kembali melakukan pekerjaan nya.
Zikri meminta bantuan Pak Budi untuk melakukan patroli ke sekitar area kantor.
"Pak boleh bantu saya, biar cepat selesai kita patroli berpencar saya ke arah sini dan pak Budi ke arah sana." Ucap Zikri
Pak Budi tidak berucap,ia hanya menganggukkan kepalanya sembari memasang wajah tidak suka.
Zikri tidak menghiraukannya, ia tetap bekerja.
Zikri lihat dari kejauhan, Pak Budi masih belum melaksanakan tugas yang diberikannya. Pak Budi masih duduk di bangkunya.
Zikri hanya menggelengkan kepalanya.
Beberapa menit kemudian Zikri telah selesai melakukan patroli area. Setibanya di pos jaga, Pak Budi masih tetap duduk sambil terus memainkan handphone nya.
__ADS_1
Zikri mencoba menegur nya.
"Pak Budi, sudah dilaksanakan apa belum yang tadi saya tugaskan?" Tanya Zikri
Ia hanya menggelengkan kepalanya, sambil terus memainkan handphone nya.
"Pak saya lagi ngomong sama bapak, bisa disimpan dulu handphone nya?" Jelas Zikri agak naik nada suaranya
Pak Budi pun menyimpan handphonenya,lalu berdiri dan pergi melaksanakan patroli.
Zikri mengusap-usap dadanya sambil berkata:
"Sabar... sabar..."
Baru kali ini Zikri menggunakan nada agak tinggi dengan rekannya.
Jam istirahat tiba, Zikri duduk di depan pos sambil minum segelas kopi. Hari itu cuaca sangat panas. Si Moli kucing nya pun tertidur di bangku sebelah nya.
Pak Budi entah kemana, ia sama sekali tidak pernah mau berkomunikasi apalagi ngobrol dengan Zikri.
Zikri terus berpikir, kenapa sikapnya tidak seperti rekannya yang lain.
Setelah jam istirahat selesai, Zikri kembali melakukan tugasnya.
Sampai akhirnya jam kerja pun selesai.
Pak Arief dan pak Yanto sudah datang untuk menggantikan kerja nya.
Pak Arief dari jauh sudah memperhatikan sikap Pak Budi terhadap Zikri.
"Semakin kesini sikap Pak Budi semakin terlihat tidak suka Pak Zikri." Ucap Pak Arief dalam hati
Lalu ia menghampiri Zikri.
"Assalamualaikum Pak!"
"Iya Pak, gimana apa semua aman?" Tanya Pak Arief
"Alhamdulilah Pak, semua lancar gak ada kendala." Jawab Zikri
"Ada tugas tambahan buat saya mungkin Pak?" Tanya Pak Arief lagi
"Gak ada Pak, seperti biasa saja."
"Siap Pak."
Lalu Zikri bersiap-siap untuk pulang.
"Pak Budi kemana Pak…?" Tanya Pak Yanto
"Mungkin sudah pulang duluan Pak." Jawab Zikri
"Lah bagaimana itu orang, komandan masih di sini main pulang aja, gak pamit sama sekali." Ucap Pak Yanto
"Sudah Pak, Gak apa-apa biarkan saja dulu." Jelas Zikri
Pak Arief kembali menggelengkan kepalanya.
"Ya sudah saya permisi pulang dulu ya Pak Yanto...Pak Arief." Ucap Zikri
"Oh iya Pak, silahkan."
"Kalau ada apa-apa beritahu saya ya Pak." Jelas Zikri
"Siap Pak!"
__ADS_1
Zikri lalu segera pulang.
Dalam pikirannya terus kepikiran tentang sikap satu rekannya yang sangat terlihat tidak menyukainya.
Sesampainya di rumah, Zikri langsung duduk.
Kepalanya saat itu terasa sakit.
"Kepala sakit, mungkin karena kecapean kali ya." Ucap Zikri dalam hati
Ia lalu pergi ke warung untuk membeli nasi dan lauknya, sekalian membeli obat sakit kepala ke apotek.
Setelah itu ia langsung makan, dan meminum obatnya.
Zikri rebahkan badannya, lalu ia ambil handphone nya. Ia segera menelpon istrinya untuk menceritakan keadaan di tempat kerja.
"Assalamualaikum Bu."
"Waalaikumsalam Pak."
"Lagi pada ngapain Bu?" Tanya Zikri
"Ini lagi pada nonton Tv Pak." Jawab istrinya
"Bapak tumben jam segini sudah rebahan?" Tanya istrinya
"Iya nih Bu, agak sedikit sakit kepala, mungkin karena kecapean." Jawab Zikri
"Bapak sudah makan?"
"Sudah Bu."
"Sudah minum obat?" Tanya istrinya lagi
"Alhamdulillah sudah Bu." Jawab Zikri
"Emang capek ya Pak di tempat kerja yang sekarang?" Tanya istrinya
"Kerjaan sama saja Bu seperti ditempat kemarin, bahkan jauh lebih enak sekarang karena bapak tidak kebagian jaga malam." Jelas Zikri
"Kok Bapak seperti yang lelah sekali, sampai sakit kepala." Istrinya heran
"Iya Bu, sepertinya ditempat kerja yang sekarang ada aja orang yang tidak suka sama bapak."
"Emng dia melakukan apa sama bapak?"
"Enggak ngelakuin apa-apa Bu, cuma sikapnya sangat tidak menyenangkan." Jawab Zikri
"Tidak menyenangkan gimana Pak?" Istrinya penasaran
"Dia sangat cuek, jutek, bahkan tidak menghargai bapak sebagai komandan disana."
"Oh seperti itu, emang dia seumuran sama bapak?" Tanya istrinya
"Kalau usia, ia jauh lebih tua dari bapak, tapi kan kalau sama atasan harusnya ada sedikit menghasilkan walaupun usianya jauh lebih muda darinya." Jelas Zikir
"Ya sudah bapak sabar saja dulu, jangan terlalu dipikirkan." Ucap istrinya
"Iya Bu."
"Sekarang bapak istirahat saja ya, biar sembuh sakit kepalanya."
"Iya Bu, kalau gitu bapak tutup dulu telpon nya ya."
"Iya Pak, Assalamualaikum."
__ADS_1
"Waalaikumsalam."
Lalu Zikri beristirahat, berharap esok kepalanya tidak sakit lagi.