
Paginya Arul bersiap-siap ke tempat interview. Pagi-pagi sekali dia sudah mau berangkat. Karena belum tahu daerah sekitar sana akhirnya Zikri ayahnya mengantarkannya terlebih dahulu.
Sebelum Zikri masuk kerja iya mengantarkan alur terlebih dahulu.
Karena lokasi interview lumayan jauh maka Zikri meminjam motor Pak Arief terlebih dahulu.
"Nggak apa-apa Pak… kalau perlu pakai aja motornya." ucap Pak Arief pada Zikri
"Iya pak terima kasih banyak."
Beberapa menit akhirnya sampai di tempat interview Arul. Ia ambil gambar tempat Arul interview dan mengirimkannya ke Isma.
Tak lama Isma pun membalas pesan Zikri.
"Arul sudah sampai di sana kak?" tanya Isma
"Iya ini baru dianterin ke tempat interviewnya." jawab Zikri
"Perusahaan apa itu?" tanya Isma
"Kakak kurang tahu kelihatannya seperti perusahaan baru."
Arul segera masuk ke ruangan perusahaan itu.
"Arul masuk dulu ya pak."
"Iya."
Zikri kembali menyalakan motornya dan ia bergegas ke tempat kerja.
"Ini kunci motornya Pak, terima kasih ya." ucap Zikri pada Pak Arief
Zikri dan Pak Arief mulai bekerja.
"Iya sama-sama, Pak."
Arul memulai interviewnya, tahap demi tahap ia lewati. Hingga jam 10.00 Arul melakukan interview. karena ia tidak mau merepotkan ayahnya, setelah beres interview Arul memesan ojek untuk kembali pulang.
Beberapa menit akhirnya Arul sampai di tempat kerja ayahnya. Sebelum pulang ke kontrakan ya mampir dulu melihat ayahnya kerja.
"Assalamualaikum Pak." ucap Arul
"Waalaikumsalam kok sudah pulang lagi?" tanya ayahnya
"Iya Pak hari ini cuman interview biasa,nanti besok baru dites mengoperasikan komputer katanya." jelas Arul
"Itu perusahaan apa sih Rul?" tanya Pak Arief
"Saya juga kurang tahu Pak, cuman kayaknya di bidang keuangan deh." jawab Arul
Arul duduk di depan pos jaga. Dari kejauhan terlihat ada tukang batagor sedang mendorong gerobaknya. Lalu Arul pergi ke depan untuk membelinya.
"Pak batagor ya?" tanya Arul
"Iya ini batagor."
Arul pun mendekati penjual batagor.
"Beli 3 ya Pak dibungkus aja!"
"Oh iya baik, tunggu sebentar ya saya bungkuskan dulu."
__ADS_1
Sambil menunggu, Arul duduk terlebih dahulu di trotoar jalan.
"Ini batagornya 3 bungkus ya?"
"Iya Pak… jadi berapa semuanya? tanya Arul
"Semuanya jadi 15.000."
"Ini uangnya ya pak."
Arul kembali ke tempat ayahnya.
"Ini Pak batagor." ucap Arul pada ayah dan Pak Arief
"Wah repot-repot… bapak sampai dibeliin juga." ucapan Arief
"Enggak apa-apa Pak,sekalian."
Mereka bertiga menikmati batagor yang dibeli oleh Arul.
Ketika Arul memakan batagor di depan pos jaga, Zikri seperti biasa mengambil fotonya dan mengirimkannya kepada Isma bibinya.
Isma pun berkomentar.
"Lagi makan apa tuh bagi dong!"
"Makan siomay ya?" tanya Isma lagi
"Bukan… itu Arul lagi makan batagor." jawab Zikri
"Interviewnya udah selesai kak?" tanya Isma lagi
"Sudah, tadi jam 10.00 sudah pulang lagi."
"Belum ada hasilnya, besoknya katanya tes kemampuan komputer." jelas Isma
"Oh iya, mudah-mudahan lancar ya kak."
"Iya Aamiin."
Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 12.00 siang. Waktu istirahat Zikri sudah tiba. Arul mengambil tasnya dan ia pamit untuk pulang ke kontrakan.
"Arul pamit pulang aja ya Pak." ucap Arul pada Zikri
"Enggak ikut istirahat di sini aja dulu?" tanya Zikri
"Istirahat di rumah aja lah Pak lagian udah siang." jawab Zikri
"Ya udah kamu bawa nasi box Bapak aja biar kamu makan di rumah."
"Nggak usah Pak, buat Bapak aja lagian Arul masih kenyang."
"Ya udah kalau gitu, kamu istirahat aja ya. ini kuncinya."
Arul pun menerima kunci kontrakannya.
"Pak Arul pamit dulu ya?" ucap Arul pada Pak Arief
"Oh iya nak, silakan." Jawab Pak Arief
"Assalamualaikum."
__ADS_1
"Waalaikumsalam." jawab Zikri dan Pak Arief
Arul pun pulang ke kontrakan.
Sesampainya di sana, Arul langsung memberi makan kucing kesayangannya.
Setelah itu ia langsung membersihkan badannya dan segera salat zuhur.
"Bersih-bersih udah sekarang santuy dulu boleh dong." ucap Arul sendirian
Lalu Arul menyetel televisi kecilnya dan ia tiduran di depannya. Lama kelamaan Arul pun tertidur hingga beberapa jam. Mungkin dia sangat kelelahan hingga tidur sepulas itu.
Tak lama suara adzan ashar pun berkumandang. Tak lama lagi waktu kerja Zikri segera berakhir. Zikri berharap Pak Budi akan masuk hari ini. Zikri sudah mulai melihat ke sekeliling, tapi Pak Budi belum kelihatan berada di area kerja.
Tak selang lama Pak Setya pun datang.
"Assalamualaikum!" seru Pak Setya
"Waalaikumsalam." jawab Pak Arief dan Zikri
"Pak Budi mana?" tanya Pak Arief
"Memang belum datang?" tanya Pak Setya kebingungan
"Apa dia nggak masuk lagi hari ini?" ucap Zikri
"Mudah-mudahan saja dia masuk." ucap Pak Arief
Dari kejauhan terlihat Pak Budi sedang memarkirkan motornya.
"Itu coba lihat, itu bukannya Pak Budi ya!" ucap Pak Setya sambil menunjuk ke arah Pak Budi
"Oh iya, itu Pak Budi." jawab Zikri
Pak Budi pun berjalan menuju pos jaga. Ia terlihat santai seolah-olah ia tak melakukan kesalahan.
Ia sama sekali tidak pernah menyapa Zikri.
Akhirnya Zikri lah yang menyapa Pak Budi terlebih dulu.
"Selamat siang Pak Budi, apa kabar?" tanya Zikri
Pak Budi hanya melihat Zikri dari atas ke bawah tanpa menjawab pertanyaan Zikri.
Zikri menggeleng-gelengkan kepalanya benar-benar terheran-heran dengan sikap Pak Budi.
"Pak Budi ke mana kemarin nggak masuk?" tanya Pak Setya
"Ada perlu." ucap Pak Budi dengan ketus
"Kenapa nggak ngasih informasi dulu kalau nggak masuk." tambah Pak Setya
"Kenapa Bapak nggak izin dulu sama saya walaupun saya di sini masih muda dan jauh lebih mudah dari bapak,tapi di sini saya atasan bapak baiknya kalau bapak ada perlu ataupun sakit minimal Bapak memberitahu saya." jelas Zikri
"Kalau bapak begini caranya sama saja Bapak tidak menghargai saya, dari kemarin saya diam bukan berarti saya tidak berani sama bapak, saya hanya menghormati bapak sebagai orang yang lebih tua dari saya tapi saya lihat makin ke sini Bapak semakin seenaknya." tambah Zikri lagi dengan berani
Pak Budi pun terkejut melihat Zikri yang selalu diam kini berani berkata kepadanya dengan tegas.
Pak Arief dan Pak Setya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Dari kemarin Pak Zikri sudah sabar, memang Pak Budi benar-benar kelewatan sama sekali tidak menghargainya dan apa yang dilakukan Pak Zikri benar." ucap Pak Arief dalam hati
__ADS_1
"Untuk saat ini saya tidak akan melaporkan bapak ke atasan… tapi jika nanti bapak mengulangi hal yang sama lagi, maaf saya harus laporkan bapak." tegas Zikri pada Pak Budi
Pak Budi hanya terdiam.