Kembali Ke Surga Mu

Kembali Ke Surga Mu
Zikri kecelakaan


__ADS_3

"Treng... Trengg....!!" Suara handphone Isma berdering.


Ia langsung mengambil dan mengangkatnya telpon nya.


"Halo.... Assalamualaikum...."


"Waalikumsalam....."


"Is... Ini kakak pinjem nomer orang...!!"


"Loh emang handphone kakak kenapa...??"


"Kakak kecelakaan Is... Suami mu bisa jemput kakak gak..??"


"Kakak kecelakaan gimana...??"


"Tadi tertubruk mobil... Tapi kakak gak apa-apa, cuma lecet-lecet dikit."


"Kakak sekarang dimana...??"


"Agak jauh dari kantor sih... Deket pusat perbelanjaan. Kakak tunggu di pos Polisi ya."


"Iya.. kak kita kesana sekarang ya."


Terlihat dari kejauhan Zikri sedang duduk di satu pos polisi.


Isma dan keluarganya langsung menghampiri.


"Ya Allah... Kamu kenapa Pak... Apa yang sakit...??" Tanya istrinya.


"Gak apa-apa Bu.... Tadi ada kecelakaan kecil." Jawab Zikri.


"Kita kerumah sakit aja dulu kak...!" Tambah Isma.


"Gak apa-apa kok Is, cuma lecet-lecet dikit. Pake obat merah juga sembuh." Jawab Zikri.


"Zikri motornya dimana...?" Tanya pamannya.


"Itu ada dibelakang pos ini."


"Ya udah om yang bawa motornya kerumah."


"Iya om... Makasih banyak."


Lalu Zikri dibawa pulang kerumahnya.


Dirumah, ayahnya sudah menunggu.


"Gimana keadaannya.... Apa yang sakit?"


"Gak... Apa-apa Pak... Cuma lecet-lecet sedikit."


"Gimana ceritanya kok bisa kejadian ke tubruk mobil...??"


"Mungkin Zikri yang salah, Zikri mungkin melamun."


"Lain kali kalau lagi bawa kendaraan jangan banyak pikiran... Kan jadinya begini." Ucap ayahnya.


"Iya Pak..."


"Maaf ya sudah merepotkan kalian semua." Ucap Zikri.


Sorenya Zikri menelpon ke kantornya. Ia minta izin karena hari ini ia tak bisa absen sore.


"Assalamualaikum Pak..."


"Waalikumsalam...."


"Pak... Saya minta maaf karena sore ini saya gak bisa absen sore."


"Kenapa...?"


"Saya baru saja ngalamin kecelakaan Pak."


"Oh gitu... Dimana...???"


"Gak terlalu jauh dari area kantor Pak."


"Sekarang dimana, dirumah sakit..??"


"Gak... Pak. Saya dirumah. Alhamdulillah lukanya gak parah, cuma lecet-lecet aja Pak."


"Oh iya, kalau gitu semoga lekas sembuh."


"Iya Pak... Terima kasih."


"Pak.. ini makan dulu. Nanti makan obat pereda nyeri. Pasti nanti badan pegal-pegal." Ucap istrinya.


"Oh... Iya Bu."

__ADS_1


Setelah itu Zikri langsung beristirahat.


Dirumahnya..... Isma berbincang-bincang dengan suaminya.


"Kasian ya ka Zikri... Ada aja cobaannya. Baru juga masuk kerja, sekarang kejadian kayak gini."


"Iya..."


"Kayaknya dia ngelamun deh... Makanya jadi gak konsen bawa motornya."


"Motornya sekarang gimana Is... Udah dibawa dari bengkel...?"


"Belum mas...."


"Hhmmmm... Udah motornya tua.... Sekarang ke tubruk mobil... Kasian banget sih..!!" Tambah Isma lagi.


"Udah yang penting kan kak Zikri ga apa-apa."


"Iya sih... Mas...!"


"Kalau motor nya belum bener, kak Zikri berarti belum bisa kerja dong ya....!" Tanya Isma lagi.


"Kayaknya iya... Soalnya kan kalau pekerjaan kayak gitu harus punya motor pribadi." Jelas Fikri.


"Hhhhmmmm..."


Pagi-pagi Isma dan suaminya pergi ke rumah Zikri. Ia hendak melihat keadaan kakaknya itu.


Disana sudah ada ayah mereka.


"Assalamualaikum...."


"Waalikumsalam....." Jawab ayahnya.


"Ekh... Ayah udah ada disini...!"


"Iya Is, bapak juga baru aja datang."


"Gimana sekarang kak....?!!"


"Gak apa-apa Is.... Cuma lecet-lecet gini aja."


"Ya udah gak usah masuk kerja kak... Tunggu sembuh dulu aja."


"Yg gimana mau kerja Is, motornya aja di bengkel..."


"Emang belum selesai juga ya kak..?"


"Lah.... Kok...!!" Isma heran.


"Iya Is... Biaya perbaikannya kayaknya lumayan gede..."


"Hhhhmmm... Gitu ya kak..!!"


"Kayaknya kakak harus cari pekerjaan yang gak wajib punya kendaraan deh."


"Ya udah nanti cari lagi ya kak... Yang penting sekarang sehat aja dulu..."


"Iya..."


Zikri membuat grup WhatsApp. Disana beranggotakan teman-teman sekolah nya dulu.


Sampai akhirnya Zikri menanyakan lowongan pekerjaan.


Ada satu temannya yang menawarkan nya pekerjaan.


"Di tempat aku ada pekerjaan Zik..." Tapi ya lumayan berat kerjanya. Harus kuat melek mata." Ucap Deni teman Zikri.


"Emang kerja apa... Pabrik bukan..??"


"Bukan... Kerjanya jadi security."


"Oh gitu...."


Dulu... Zikri sempat punya cita-cita jadi tentara, polisi... Kayak gitu-gitu deh.


"Syarat nya apa aja Den...??"


"Nanti aku tulis dulu syarat-syaratnya, lalu aku WA ya..!"


"Iya... Siap..!!"


Paginya Deni mengabari syarat-syarat nya.


"Kayaknya aku gak cocok kerja bagian marketing. Apa coba jadi security aja ya...?" Tanya Zikri dalam hati.


Saat itu dia belum bercerita pada istrinya.


Zikri masih berpikir.... Menimbang-nimbang apa keputusan yang tepat.

__ADS_1


Akhirnya setelah beberapa hari, Zikri memberanikan untuk berbicara sama istri nya.


"Bu gimana ya.... Kalau bapak berhenti kerja...??"


"Kalau berhenti kerja, bapak mau apa?"


"Gini Loh Bu... Deni temen bapak ngajak kerja. Katanya ada lowongan kerja ditempatnya."


"Kerjanya apa Pak...??"


"Jadi security Bu..."


"Emang bapak mau jadi security...??"


"Gak apa-apa lah Bu... Apa aja yang penting halal."


"Ya.... Kalau Bapak sanggup... Silahkan."


"Kalau gitu besok bapak coba urus segala sesuatunya... Ke kantor."


"Aku cerita ke Isma sama bapak dulu ya...."


Lalu Zikri membawa handphone nya.


"Assalamualaikum Is....??"


"Waalikumsalam...."


"Kakak mau cerita nih...."


"Cerita apa kak....?" Tanya Isma.


"Gini Is... Kakak ada yang ngajak kerja."


"Kerja apa kak... Terus pekerjaan yang sekarang gimana...??" Tanya Isma lagi.


"Kerjanya jadi security. Kamu tahu kan kakak dari dulu suka banget sama yang namanya TNI, polisi... Yang kayak gitu-gitu."


"Ya... Kalau Isma gimana kakak aja... Yang penting bikin kakak nyaman. Kalau kakak suka.... Ya udah ayo jalanin."


"Iya.. Is..."


"Kakak juga udah berunding sama kakak ipar kamu." Tambah Zikri.


"Rencananya besok kakak mau cerita juga ke bapa."


"Iya kak.... Itu lebih baik."


Besoknya.... Zikri pergi kerumah ayah nya.


Disana ia menceritakan dan meminta pendapat kepada ayahnya.


"Jadi gimana menurut bapak...?" Tanya Zikri.


"Kalau bapak ya terserah kamu. Kan kamu yang mau jalanin. Kalau itu bisa membuat nyaman.... Ya ayo silahkan."


"Kan kerja itu yang penting nyaman, maka kamu akan betah." Tambah ayahnya.


"Iya Pak, kalau gitu aku mau resign dulu dari pekerjaan yang sekarang. Besok insyaallah aku urus semuanya."


"Iya nak... Mudah-mudahan semua diberi kemudahan dan diberi yang terbaik." Ucap ayah.


"Iya Pak.... Aamiin..."


Paginya.... Zikri mulai menyiapkan surat resign nya, dan surat-surat untuk melamar ke tempat pekerjaan nya yang baru.


"Udah beres Pak... Surat-surat nya??" Tanya istrinya.


"Udah Bu... Tinggal berangkat ke kantor mengajukan surat resign, terus tinggal masukin surat lamaran ke tempat yang baru."


"Oh iya Pak... Mudah-mudahan sesuai dengan yang bapak inginkan ya."


"Iya... Bu..."


"Sekarang bapak sarapan dulu."


"iya Bu..."


Zikri... Istri dan anaknya sarapan bersama.


Selesai sarapan kedua anak Zikri berjalan kaki menuju sekolah mereka masing-masing. Dan Zikri berjalan kaki menuju kantornya, karena motor yang kemarin selalu ia pakai belum sempat ia betulkan.


Ditengah perjalanan, tiba-tiba ada Fikri.


"Kak mau kemana....??"


"Ekh.... Fik.. kakak mau ke kantor nih... Mau ajuin surat resign sama mau ngelamar ke tempat yang lain."


"Ya udah aku anterin kak... Sekalian aku mau kearah sana."

__ADS_1


Akhirnya Zikri diantar oleh adik iparnya.


__ADS_2