Kembali Ke Surga Mu

Kembali Ke Surga Mu
Baju semata wayang


__ADS_3

"Gimana training hari ini Rul?" tanya ayahnya ketika pulang dari tempat kerja


"Menurut Arul si asik-asik aja ya cuma ada capeknya sedikit." jawab Arul sambil tersenyum


"Apalagi nanti kalau sudah kerja beneran pasti terasa capeknya." ucap ayahnya lagi


"Enggak apa-apa yang penting kan dapat gaji." jawab Arul sambil tertawa


"Dasar anak-anak otaknya cuma uang." jawab Zikri sambil tertawa


"Bapak udah makan belum?" tanya Arul


"Tadi kalau waktu istirahat di kantor udah, kalau sekarang ya belum."


"Ah Bapak bercanda terus…"


"Ya udah kamu beli dulu sana Rul ke Bu Asih."


"Oke Pak."


"Oh ya Rul besok kamu pakai seragam apa?" tanya ayahnya


"Masih pakai seragam putih hitam Pak."


"Oh iya." jawabnya


Ketika Arul membeli lauk ke warung Bu Asih, Zikri langsung membawa seragam Arul yang tergantung di tembok lalu ia bawa ke kamar mandi, lalu ia cuci baju anaknya itu.


Zikri takut kalau seragam anaknya kotor sedangkan besok masih harus memakai pakaian itu. Ia sikat bajunya dengan bersih, lalu ia jemur di halaman rumah.


Setibanya Arul dari warung Bu Asih, ia sudah melihat seragamnya berada di tambang jemuran depan rumah.


"Kok itu seragam dijemur…?" tanya Arul dalam hati


Arul pun mendekati jemuran dan memegang seragamnya.


"Seragamnya basah, Bapak nyuciin seragam Arul?" tanya Arul lagi dalam hati


"Pak...!"


"Iya Rul, ada apa kok teriak-teriak dari luar?"


"Bapak nyuci seragam Arul?"


"Iya kamu kan sekarang setiap hari pakai seragam itu, sedangkan kamu kan cuma punya satu seragamnya."


"Ya ampun Pak, nggak usah biarin aja yang nyuci."


"Nggak apa-apa,tadi sekalian Bapak bersih-bersih jadi sekalian Bapak cuci, nanti juga kering kok sekarang kan cuacanya juga panas banget."


"Ya udah terima kasih ya Pak."


"Iya sama-sama ya udah kita makan… bapak lapar nih."


Arul pun bergegas ke dapur untuk membawa piring dan nasi.


Mereka duduk berdua di lantai, di depan TV sambil makan bersama.


"Makan yang banyak ya Rul biar kamu sehat." Ucap Zikri pada anaknya


"iya Pak."

__ADS_1


"Maafkan Bapak ya Rul, belum bisa beliin baju seragam buat kamu jadi kamu belum punya seragam ganti ."


"Iya nggak apa-apa Pak, lagian nanti juga kalau udah 3 bulan Arul juga pasti dikasih seragam dari sana."


Mereka pun melanjutkan makan mereka.


"Alhamdulillah kenyang ya Rul, walaupun makan seadanya mudah-mudahan berkah ya Rul buat kita."


"Aamiin."


Waktu terus berjalan tidak terasa hari sudah mulai gelap. Matahari mulai digantikan oleh bulan. Waktunya dan ayahnya untuk beristirahat dan mengumpulkan lagi energi untuk kegiatan esok hari.


Zikri dan Arul berdampingan tidur di satu kasur yang tipis di depan televisi. Sebelum tidur tak lupa Arul selalu menghidupkan alarm di hp-nya dia berharap supaya ia tidak kesiangan. Dia selalu pasang alarm jam 04.00 pagi.


iya lihat wajah ayahnya yang sedang tertidur pulas. Sangat terlihat banyak beban di wajahnya tapi ayahnya selalu berusaha untuk tidak memperlihatkan semua itu.


"Sehat terus ya Pak." ucap Arul dalam hati


Arul segera memejamkan matanya dan berharap ia akan segera tertidur pulas.


Jam 04.00 pagi alarm berbunyi.


Arul langsung membuka matanya dan bergegas bangun. Ternyata ayahnya sudah duluan bangun bahkan ayahnya sudah memasak nasi.


"Loh kok Bapak udah bangun duluan?" tanya Arul


"Iya."


"Bapak juga sudah menanak nasi."


"Sudah Rul."


"Arul kira Arul yang duluan bangun… ternyata Bapak lebih dulu."


Seperti biasa, selesai shalat subuh Arul selalu pergi ke warung Bu Asih untuk membeli lauk.


Arul berjalan ke depan gang rumahnya, sudah banyak orang yang membeli makanan disana.


"Assalamualaikum Bu."


"Waalikumsalam, nak Arul mau beli apa?" tanya Bu Asih


"Seperti biasa Bu." jawab Arul sambil tersenyum


"Balado telur nya 2 Bu, sama mie goreng nya 5000."


"Siap, tunggu sebentar ya."


Tak lama menunggu, Bu Asih pun memberikan makanan pesanan Arul.


"Ini nak."


"Oh iya Bu, terimakasih jadi berapa Bu?" tanya Arul


"Semua jadi 11.000."


Disana Arul hanya memegang uang 10.000.


"Sebentar Bu, ini tolong dipegang dulu uang yang 10.000 nya, Arul cari disaku dulu yang 1000 nya." Ucap Arul sambil memasukan tangannya ke saku celananya


"Ya udah gak apa-apa Nak, kalau gak ada gak usah." jawab Bu Asih

__ADS_1


"Tadi ada kok Bu." ucap Arul sambil terus mencari uang seribu di saku celananya


"Oh ini ada Bu, ketemu."


"Ya ampun Nak, padahal gak apa-apa."


"Ini Bu uangnya." Arul memberikan uang seribu


"Ya udah, terimakasih ya Nak." Bu Asih sangat kagum dengan sifat Arul.


"Saya permisi ya Bu, Assalamualaikum."


"Iya, Waalikumsalam."


Arul pun kembali pulang ke rumah, sambil membawa kantung kresek berisi makanan.


"Ini Pak, lauknya sudah datang."


"Iya, ayo kita sarapan dulu." jawab ayahnya sambil membawa dua piring ditangannya.


Mereka pun makan bersama.


Waktu sudah menunjukkan jam 06.30 pagi. Sudah waktunya mereka berangkat kerja.


Ketika berjalan di perjalanan menuju ke tempat kerja Arul dan Zikri perbincang-bincang.


"Semoga saja ke depannya kita punya rezeki lebih ya Rul,mudah-mudahan kita bisa beli sepeda motor biar kita berangkat atau pulang kerja bisa naik kendaraan, kalau kita mau mudik juga lebih hemat kalau punya kendaraan."


"Iya Amin Pak… mudah-mudahan Allah mengabulkan harapan-harapan kita."


Zikri merasa kasihan kepada Arul karena Arul lebih jauh berjalan kaki ke tempat kerja dibanding dirinya.


"Bapak duluan ya Rul… kamu hati-hati di jalan."


"Iya Pak, Bapak juga hati-hati kerjanya." Jawa bareng sambil mencium tangan ayahnya


"Arul pamit ya Pak… Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam…"


Zikri pun berhenti sejenak dan melihat anaknya yang sedang terus berjalan menuju tempat kerjanya. Zikri ambil gambar anaknya itu lalu ia kirim ke Isma dan istrinya.


"Arul baru berangkat Pak?" tanya istrinya dipesan WhatsApp


"Iya Bu kebetulan tempat kerjanya nggak terlalu jauh dari tempat kerja Bapak."


Tak lama Isma pun mengirim pesan kepada Zikri.


"Itu Arul berangkat sendiri kak?" tanya Isma di WhatsApp


Zikri pun lalu membalas pesan dari adiknya itu.


"Iya is dia berjalan sendiri kebetulan tempat kerjanya nggak jauh dari tempat kerja kakak."


"Oh gitu ya… ya udah pada hati-hati kerjanya ya."


"Iya is."


Setelah Zikri membalas pesan-pesan itu,Zikri kembali memasukkan handphonenya ke saku celananya. Iya pun langsung masuk gerbang dan menuju pos jaga. Ia langsung menghampiri temannya yang bekerja sebelumnya.


Seperti biasa Zikri selalu menanyakan keadaan selama rekannya bekerja.

__ADS_1


Kebetulan pagi itu Zikri bertugas dengan Pak Ilham.


__ADS_2