Kembali Ke Surga Mu

Kembali Ke Surga Mu
Supervisor yang jutek


__ADS_3

Malam sudah berganti pagi lagi. Zikri harus kembali beraktifitas. Bangun dari tidurnya, Zikri merasakan sakit kepala lagi. Tapi ia tak terlalu mengkhawatirkan rasa sakit nya itu. Seperti biasa ia pagi-pagi sudah pergi mandi untuk bersiap-siap shalat subuh.


Sakit kepalanya masih terasa hingga selesai shalat subuh. Zikri pergi membeli bubur untuk sarapannya. Lalu ia makan satu butir obat penghilang rasa sakit.


Ia diam sejenak, lalu ia berangkat ketempat kerja.


Sampai ditempat kerja, Zikri langsung membuka pintu toko. Semua karyawan bersiap-siap membereskan semuanya. Lalu Zikri membuka gerbang toko tersebut.


Customer mulai berdatangan, Zikri menyambut dan memarkirkan kendaraan.


Jika orang yang diparkirkan kendaraan nya baik, selalu memberi uang saku pada Zikri. Walaupun Zikri menolak tetap saja ada yang memaksa menerima.


Tak selang lama, mobil sang supervisor datang. Zikri menyambutnya. Walaupun Zikri sudah begitu ramah padanya, tetap saja sang supervisor bersikap sangat dingin padanya.


Zikri terus berpikir, apa dirinya belum baik dan ramah sehingga sang supervisor begitu jutek dan dingin.


Zikri penasaran, ia iseng bertanya pada salah satu karyawan di toko.


"Supervisor disini emang jutek ya?" Tanya Zikri


"Ih.... bukan jutek lagi Pak.....itu mah menyeramkan, killer banget." Jawab Dewi (Salah satu karyawan)


"Killer gimana?" Tanya Zikri penasaran.


"Disini dia sudah mengeluarkan berapa orang Pak, hanya karena kesalahan yang sepele." Jelas Dewi.


"Oh gitu...?" Zikri keheranan


"Iya Pak... makanya harus bener-bener hati-hati." Ucap Dewi lagi


Zikri kembali ke tempatnya. Ia pergi menyambut lagi customer yang datang.


Sang supervisor terlihat memperhatikan semua pegawai dari kejauhan.


"Wah jangan-jangan tadi saya bertanya ke Dewi, kelihatan ya..?" Tanya Zikri dalam hati


"Tapi sepertinya tidak, soalnya responnya biasa aja." Ucap Zikri lagi


Jika sang supervisor itu pergi keluar, semua karyawan pun merasa lega. Setiap gerak gerik karyawan memang sangat diperhatikan.


Pagi kedua Zikri pun selesai. Sudah waktunya ia bertukar tugas dengan teman security nya. Saat nya Zikri pulang.Saat itu waktu masih menunjukkan pukul dua kurang lima menit. Karyawan disana sudah memberitahu Zikri kalau sang supervisor mengintruksikan harus pulang tepat waktu.

__ADS_1


"Masih kurang lima menit." Ucap Zikri


Ia belum berani keluar area jika belum pas waktu pulang.


Ketika melihat semua karyawan pagi pulang, Zikri pun ikut pulang. Cari aman saja ucap Zikri.


Sebelum ke kontrakan, Zikri mencari makanan terlebih dulu untuk ia bawa pulang. Ia keluarkan uangnya, ia pandangi.


"Uang semakin berkurang, tinggal segini lagi."


Ia kembali berjalan menuju penjual nasi.


"Bu... Nasi sama telur dibungkus." Ucap Zikri


"Boleh Pak... sama apa lagi?" Tanya ibu penjual nasi


"Sudah Bu, itu saja dulu."


"Baik, saya bungkus dulu ya."


"Berapa Bu...?" Tanya Zikri


Zikri memberikan uang nya.


"Terimakasih ya Bu..." Ucap Zikri


Sesampainya di kontrakan, Zikri langsung membuka sepatu nya. Lalu ia buka kuncinya.Cuaca saat itu sangat terik.


"Alhamdulillah.... hari ini kerja selesai." Ucap Zikri sambil duduk menyender di tembok kamar nya.


Saat itu ia merasakan sakit di kepalanya lagi. Ia lihat di atas lemari plastiknya masih ada satu obat pereda nyeri.


Ia langsung membawa piring dan makan nasi bungkus yang dibelinya. Sekepal nasi dan satu balado telur.


Dia makan dengan lahap. Selesai makan, ia langsung minum obat pereda nyeri.


Sudah beberapa kali ia merasakan sakit kepala. Tapi ia tidak memeriksakan keluhannya itu.


Zikri merebahkan badannya ke kasur.


"Sepertinya harus istirahat dulu..." Ucapnya

__ADS_1


Ia penjamkan mata nya, tapi rasa sakit kepalanya belum kunjung hilang. Lama kelamaan Zikri pun tertidur. Ia terlihat sangat kelelahan.


Beberapa menit Zikri tertidur. Tiba-tiba suara handphone nya berbunyi. Zikri pun terkejut dan terbangun dari tidurnya.


"Ehh... ternyata suara handphone."


Zikri mengambil handphone nya lalu mengangkat telpon yang masuk.


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam." Jawab istrinya


"Iya... gimana Bu..?" Tanya Zikri


"Ngga apa-apa Pak, cuma mau nanya aja, bapak lagi ngapain?"


"Oh bapak barusan tertidur. Habis makan, minum obat, ekh malah ketiduran." Jawab Zikri


"Emang bapak kenapa, kok minum obat..?" Tanya istrinya


"Gak apa-apa Bu... cuma tadi agak sakit kepala... sedikit. Sekarang sudah enakan kok." Jelas Zikri


"Bener gak apa-apa Pak, coba periksa ke dokter aja Pak."


"Gak usah lah Bu... udah sembuh kok. Mungkin karena kecapean sama kurang minum, jadinya sakit kepala." Jawab Zikri


"Ya udah kalo gak apa-apa. Jaga kesehatan ya Pak. Jangan telat makan." Ucap istrinya.


"Iya Bu... salam sama anak-anak."


"Iya nanti ibu sampaikan, anak-anak lagi pada main keluar." Jawab istrinya.


"Ya udah... Bapak tutup telponnya dulu ya Bu. Assalamualaikum..."


"Iya Pak... Waalaikumsalam."


Lalu Zikri menutup telponnya.


Zikri lihat di handphonenya sudah pukul empat sore. Dia belum shalat ashar saat itu. Alhamdulillah kepalanya sudah tidak terasa sakit. Ia pun bergegas mengambil wudhu. Lalu ia melaksanakan shalat.


Ya itulah Zikri. Ia sosok pria yang baik dan bertanggung jawab. Walaupun ia hidup serba kekurangan, tapi ia tidak pernah mengeluh. Ia terus menjalani kehidupan sederhananya. Dia rela hidup di satu kontrakan sempit, dia rela kekurangan makanan asalkan kebutuhan anak dan istrinya terpenuhi.

__ADS_1


__ADS_2