
Hari ini adalah interview pertama Arul. Pagi-pagi sekali dia sudah bangun. Dia sangat bersemangat menjalani interview kali ini. Dia berharap bisa diterima di perusahaan itu.
"Tumben jam segini kamu udah bangun Rul?" tanya ayahnya
"Iya dong Pak, Arul kan mau pagi-pagi berangkat."
Saat itu waktu masih menunjukkan jam 03.30 pagi.
Zikri pergi untuk mencuci beras dan memasak nasi. Pukul 04.30 pagi suara adzan Subuh pun berkumandang. Zikri dan Arul bergegas mengambil air wudhu dan melaksanakan salat subuh.
Nasi sudah matang tinggal mereka membeli lauk untuk makannya.
"Ibu Asih jam segini udah buka kan Pak?"
"Sudah, biasanya Bu Asih buka dari mulai subuh." jawab Zikri
"Ya udah biar Arul saja yang beli makanannya Pak."
"ya udah, ini uangnya." ucap Zikri sambil memberikan uang 10.000
Arul pun dengan semangat pergi membeli lauk ke warung Ibu Asih.
"Assalamualaikum Bu."
"Waalaikumsalam, eh nak Arul tumben pagi-pagi udah ke sini?" tanya Bu Asih
"Iya Bu." jawab Arul sambil tersenyum
"Mau beli apa?"
"Apa ya?" ucap Arul sambil melihat-lihat makanan di sana
"Telur aja dua Bu, sama mendoan tempe."
"Oke siap, Ibu bungkus dulu ya."
Tak selang beberapa lama, Bu Asih pun memberikan makanannya.
"Ini nak Arul makanannya."
"Oh iya jadi berapa Bu?"
"Jadi 10.000."
"Baik Bu ini uangnya."
"Terima kasih ya nak Arul."
"Iya Bu sama-sama,saya pamit, Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam."
Arul pun bergegas kembali ke kontrakan.
Arul dan ayahnya sarapan bersama dengan lauk seadanya.
Setelah selesai sarapan mereka pun berangkat.
Mereka mulai langkahkan kaki mereka.
"Bismillah ya nak, semoga semuanya lancar."
"Iya Pak, Aamiin."
Kebetulan perusahaan tempat interview Arul tidak terlalu jauh dari tempat kerja ayahnya.
"Bapak kerja duluan ya, kamu bisa kan pergi sendiri?" ucap ayahnya sambil masuk ke gerbang tempat kerjanya
__ADS_1
"Iya Pak, Arul bisa sendiri kok, Arul pamit ya Pak." ucapnya sambil mencium tangan ayahnya
"Iya nak hati-hati ya."
"Assalamualaikum Pak."
"Waalaikumsalam."
Arul melanjutkan langkahnya kembali.Dengan semangat ia menuju tempat interview.
Setelah beberapa menit, akhirnya Arul sampai di perusahaan tempat ia interview.
Hatinya dag dig dug bercampur bahagia. Ia gerakan terus tangannya yang saat itu terasa dingin. Ternyata di sana tidak hanya ia sendiri, ternyata banyak sekali orang yang sama akan melakukan interview.
Akhirnya semua pelamar diarahkan menuju ruangan.
Di sana mereka melakukan tes, mulai dari test penglihatan,tes bahasa Inggris, tes matematika dan lain sebagainya.
Semua menunggu hasil dari tes tersebut. Dan satu persatu orang yang berhasil masuk dari test tersebut akan disebutkan oleh petugas di sana. Arul terus menunggu, berharap namanya akan masuk dalam daftar tersebut.
Ia terus-menerus *******-***** tangannya. sesekali ia pun menarik nafas panjang. Dalam hatinya terus berdoa.
Akhirnya di urutan 39 namanya terpanggil.
"Alhamdulillah ya Allah." ucap syukur Arul sambil mengusap wajah dengan kedua tangannya
Kemudian Arul bergabung dengan pelamar yang lain yang lulus test. Arul kembali duduk di ruangan.
Satu persatu diwawancara oleh petugas di sana. Arul kembali menunggu lagi gilirannya.
Detik demi detik, menit demi menit, terus ia sabar menunggu. Sampai di menit 45 akhirnya dipanggillah nama Arul oleh petugas.
Arul segera berdiri dari duduknya kemudian melangkah ke depan dan duduk di depan petugas yang mewawancarai nya.
"Atas nama Arul benar?" tanya petugas
"Iya benar Pak." Jawab Arul sambil menganggukan kepalanya dan tersenyum
"Iya Pak saya serius."
"Di sini tinggal di mana?" tanya petugas lagi
"Saya tinggal di kontrakan, kebetulan ayah saya juga bekerja di daerah sini."
"Punya kendaraan tidak?"
"Tidak Pak." jawab Arul sambil menggelengkan kepalanya
"Di sini kerjanya di pabrik dan kerjanya lumayan berat mayoritas di sini juga laki-laki, apa kamu bersedia?" tanya pewawancara meyakinkan Arul
Iya Pak, saya sudah mengetahui itu insya Allah saya akan coba belajar di sini, mudah-mudahan saya bisa." jawab Arul
"Baik kalau gitu,hasil tes tadi sudah saya lihat dan hasilnya bagus… kemudian wawancara juga ini sudah selesai dengan begitu saya tunggu besok untuk training kerja di sini."
"Jadi saya diterima Pak?" tanya Arul dengan sumringah
"Kamu training dulu selama 3 bulan, setelah 3 bulan jika kamu berhasil maka kamu akan jadi karyawan kontrak." jelas pewawancara
"Baik Pak, saya akan training sebaik mungkin."
"Oke, besok masuk jam 07.00 pagi ya, memakai seragam putih hitam, sepatu lengkap dan harus rapih, termasuk itu rambutnya dirapikan dulu ya." tambah Pak pewawancara
"Baik Pak, terimakasih."
"Kalau gitu kamu boleh pulang."
"Iya Pak, saya permisi… Assalamualaikum."
__ADS_1
"Waalaikumsalam."
Arul pun meninggalkan ruangan dengan suka cita. Akhirnya ia diterima bekerja, ya walaupun jadi seorang buruh pabrik yang penting pekerjaan nya halal dan bisa meringankan beban orang tuanya.
Arul kembali mengayunkan langkahnya. Ia sudah tak sabar ingin menyampaikan kabar baik itu pada ayahnya.
Seperti biasa Arul selalu mampir terlebih dahulu ke tempat kerja ayahnya.
Dari kejauhan ayahnya sudah melihat Arul.
"Assalamualaikum Pak." ucap Arul sambil mencium tangan ayahnya
"Waalaikumsalam, gimana Rul hasilnya?" tanya ayahnya tak sabar
"Alhamdulillah Pak… Arul lulus test, dan besok Arul sudah mulai training."
"Alhamdulillah."
"Tapi kata pewawancara tadi, rambut Arul kurang pendek masih berantakan sedangkan besok harus sudah rapi."
"Gampang itu, nanti pulang kerja Bapak antar kamu potong rambut."
"oke Pak."
"Kamu sudah makan belum Rul?" tanya ayahnya
"Belum Pak ini juga udah lapar."
"Ya udah kamu beli apa gitu di sini."
"Enggak ah Pak, Arul mau makan di rumah saja nanti beli lauknya di Bu Asih."
"Ya udah ini uangnya." ucap Zikri sambil memberikan uang
"Gak usah Pak, ini masih ada uang yang tadi Bapak kasih."
"Ya udah Arul pulang aja ya Pak."
"Ya udah sana pulang, istirahat dulu."
"iya Pak… Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Arul pun pulang ke rumah. Sebelum nya Arul membeli beberapa lauk untuk ia makan nanti.
Ia mampir ke warung Bu Asih terlebih dahulu.
"Bu, mau beli lauk." ucap Arul sambil memanggil Bu Asih
"Iya, boleh." Bu Asih menghampiri Arul
"Eh, kirain siapa ternyata nak Arul, mau beli apa?"
"itu aja Bu, capcay sama sayur kentang, 5000 an aja Bu."
"Oke siap, ngomong-ngomong nak Arul darimana kok rapih banget?" tanya Bu Asih
"Oh iya Bu, baru selesai interview."
"Oh gitu, ini sayur nya."
"Oh iya Bu, ini uangnya 10.000 ya."
"Iya, makasih ya nak."
"Iya Bu, sama-sama… saya permisi dulu, assalamualaikum."
__ADS_1
"Waalaikumsalam."
Arul pun kembali melanjutkan langkahnya untuk pulang.