Kembali Ke Surga Mu

Kembali Ke Surga Mu
Hari pertama kerja di tempat baru


__ADS_3

"tetttettt.... tetetttt."


Suara alarm Zikri berbunyi.


Ternyata sudah pagi lagi. Zikri ambil handphone, ia lihat jam di handphonenya. Waktu sudah menunjukan pukul empat pagi.


Zikri bergegas bangun dari tempat tidurnya.


Ia buka pintu rumahnya. Suasana di luar sudah ramai, ada yang pergi ke pasar, dan lain sebagainya.


Hari ini adalah hari pertama Zikri masuk kerja di tempat kerja nya yang baru.


Selesai shalat, Zikri pergi bersiap-siap. Dengan rapih dan semangat ia pergi bekerja. Seperti biasa Zikri selalu datang ke tempat kerja lebih awal.


Tiba di toko, ia langsung menemui supervisor disana. Zikri menanyakan tentang tugas-tugas nya disana.


"Selamat pagi Pak." Ucap Zikri usai mengetok pintu.


"Pagi... Silahkan masuk." Ucap supervisor


"Sebelumnya saya mau memperkenalkan diri terlebih dahulu Pak. Nama saya Zikri. Saya adalah security baru disini." Ucap Zikri dengan tegas tapi tetap sopan.


"Oh iya..."


"Maaf Pak, saya mau menanyakan mengenai tugas-tugas saya disini."


"Baik... Saya akan menunjukkan tugas-tugas security disini. Mari ikut saya...!" Jelas supervisor.


Zikri pun mengikuti langkah sang supervisor.


Satu persatu Zikri memahami tugas-tugasnya di sana. Ia sangat memperhatikan apa yang dijelaskan oleh supervisor nya.


"Sampai disini Anda paham...?" Tanya sang supervisor


"Paham Pak...!"


"Kalau sudah paham, silahkan bertugas mulai saat ini." Jelas sang supervisor.


Memang dari awal bertemu, Zikri merasa kalau supervisor nya itu sangat jutek. Tapi Zikri tak pernah ambil pusing, yang penting ia bekerja dengan baik.


Zikri buka gerbang toko yang sangat megah itu. Ia juga buka pintu tokonya. Semua karyawan mulai sibuk membereskan barang-barang.


Zikri kembali ke pos jaga.Ia berjaga, menyambut pelanggan yang datang bahkan memarkirkan kendaraan.


Dari kejauhan supervisor terus memperhatikan Zikri. Zikri tahu akan hal itu,tapi dia tak menghiraukan nya. Zikri berpikir kalau saat itu sang supervisor sedang memperhatikan kerjanya.


Tak perlu waktu lama buat Zikri kenal dan akrab dengan orang-orang disekitarnya.Termasuk dengan para karyawan di toko itu.


Ditempat itu juga sama seperti di tempat kemarin, ada tiga security yang bertugas secara bergiliran menjadi tiga shift. Kebetulan saat pertama masuk, Zikri mendapatkan tugas pagi.


Setelah tujuh jam kerja, akhirnya tiba waktu Zikri pulang. Ada satu security yang datang untuk bergantian tugas dengannya. Setelah itu, Zikri pamit pulang. Diperjalanan menuju pulang, ia melihat tukang nasi di dekat tempat kerjanya. Mampir lah ia, untuk membungkus satu nasi dan lauk nya. Ia lihat dompetnya, uang nya semakin menipis. Zikri pun berpikir harus lebih menghemat lagi. Gajian masih satu bulan lagi.

__ADS_1


"Bu... Nasi satu sama tempe, dibungkus." Ucap Zikri pada ibu penjual nasi.


"Siap Pak... gak sama telur?" Tanya ibu penjual nasi


"Nggak Bu,.sama tempe saja." Jawab Zikri


"Oke... Baik Pak."


"Berapa Bu..?"


"Tujuh ribu aja Pak."


"Ini uang nya Bu." Zikri memberi uang sepuluh ribu.


"Ini kembaliannya Pak, terimakasih."


"Iya sama-sama Bu."


Zikri lalu melanjutkan langkahnya.


Sampai dirumah, Zikri langsung mengambil piring dan sendok. Ia buka nasi bungkus nya. Lalu ia makan dengan lahap.


"Bismillahirrahmanirrahim...." Ucap Zikri


Siap demi suap ia makan makanan nya. Hingga akhirnya tak ada lagi nasi yang tersisa.


Ia tak mengeluh, yang terpenting baginya adalah anak dan istrinya bisa makan dan terpenuhi semua kebutuhannya.


Lalu ia bereskan kembali piring bekas makannya.


Dia pergi ke teras rumah, lalu ia ambil handphonenya.


Ia telpon anak dan istrinya.


"Assalamu'alaikum..." Ucap Zikri


"Waalaikumsalam Pak." Jawab istrinya


"Anak-anak lagi ngapain Bu?" Tanya Zikri


"Anak-anak lagi nonton tv, nih kalau bapak mau ngobrol." Ucap istrinya sambil memberikan handphone nya ke anaknya.


Anak pertama Zikri memang agak pendiam dari anak yang kedua. Handphone pun diambil oleh anak yang kedua.


"Pak, kapan pulang?" Tanya Ezra anak kedua Zikri


"Nanti ya nak... Insyaallah bapak pulang. Sekarang bapak lagi kerja dulu, jadi belum bisa pulang." Jawab Zikri


"Nanti kalau pulang bawa oleh-oleh ya?" Ucap Ezra lagi.


Dari kecil memang anak-anak Zikri tak selalu dibelikan mainan seperti anak-anak yang lain. Benar-benar kehidupannya sangat sederhana.

__ADS_1


"Iya nanti kalau bapak ada rezeki lebih, insyaallah bapak beliin ya." Jawab Zikri


"Asiiikk...!!" Ezra kegirangan


Baru dijawab begitu saja anaknya sudah bahagia.


"Pak, uang bangunan sekolah Arul katanya paling lambat bulan ini. Gimana ya?" Tanya istrinya


"Gimana ya Bu, sebagian uang sudah bapak bayarin ke Isma. Memang berapa lagi sisa uang bangunan nya Bu?" Tanya Zikri


"Sisa yang harus dibayar dua ratus ribu, Pak."


"Ya udah, nanti Bapak transfer uangnya ya Bu."


Tanpa pikir panjang Zikri langsung menjawab akan mengirim uang. Padahal didalam dompet nya uang hanya tinggal tiga ratus ribu lagi.


Zikri pergi ke ATM, lalu ia kirimkan uang untuk biaya sekolah Arul anak pertamanya yang sudah duduk di kelas 3 SMK.


Melihat isi dompet, hanya ada uang selembar, tiga ratus ribu. Zikri menarik napasnya, seraya berkata :


"Ya Allah biaya untuk makan selama satu bulan, semoga cukup."


Zikri kembali ke kontrakan nya. Ia rebahan di busa lepek nya. Ia yakin bahwa tidak akan selamanya hidup susah, selagi mau berusaha.


Saat itu waktu sudah sore. Perut Zikri sudah mulai keroncongan.


"Perut udah lapar, makan apa ya... yang bikin kenyang tapi harga gak mahal?" Tanya Zikri dalam hati.


Ia berjalan keluar menuju warung di dekat kontrakan. Disana ia melihat ada roti.


"Bu... ini berapa harganya?" Tanya Zikri sambil menunjuk ke arah tumpukan roti.


"Oh itu cuma dua ribuan Pak."


"Ya udah saya beli dua aja Bu."


"Oh iya silahkan Pak."


Zikri kembali ke kontrakan, ia buka roti nya. Lalu ia makan dengan lahap. Zikri terlihat begitu sangat lapar. Satu roti telah ia makan. Perutnya masih terasa lapar. Tapi ia tidak membuka roti satunya lagi, ia memilih untuk dimakan nanti jika ia merasa lapar lagi.


Waktu magrib tiba, Zikri dengan segera mengambil air wudhu, lalu ia laksanakan shalat.


Zikri kembali rebahan. Tak selang lama perutnya kembali keroncongan. Lalu ia ambil lagi sisa roti yang belum ia makan.


"Bismillahirrahmanirrahim..." Zikri memakan kembali rotinya.


"Ya Allah kenyangkanlah perutku, sehatkanlah badanku." Ucapnya


Satu demi satu gigitan roti ia makan, hingga roti ia makan sampai habis.


Begitu besarnya pengorbanan seorang ayah, hingga ia rela kerja keras bahkan sampai rela kelaparan, asalkan semua kebutuhan anak dan istrinya terpenuhi.

__ADS_1


Ya itulah Zikri,ia tak pernah menceritakan keluh kesah dan deritanya kepada siapapun. Ia selalu berdiri tegar, seolah semua baik-baik saja.


__ADS_2