Kembali Ke Surga Mu

Kembali Ke Surga Mu
Masa Training


__ADS_3

Sore nya akhirnya Zikri pulang dari tempat kerja. Ia ingat kalau sore ini ia akan mengantar Arul untuk memotong rambut.


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam Pak."


"Kita potong rambut sekarang Rul."


"Bapak makan aja dulu, tadi Arul sudah beli lauknya kok dari Bu Asih.


"Ya udah kita makan bersama saja." Ajak Ayahnya


Akhirnya mereka makan bersama dengan lauk seadanya.


"Kalau sudah selesai makannya, kita pergi potong rambut ya."


"Iya Pak."


"Bapak gak ganti baju dulu?" tanya Arul


"Gak lah, nanti saja."


Mereka pun pergi ke tukang cukur yang lumayan agak jauh dari rumahnya. Ternyata masih ngantri, banyak yang menunggu giliran dipotong rambut.


Iseng-iseng Zikri mengambil foto keadaan salon dan mengirimkan foto itu ke Isma dan istrinya.


Tak selang lama Isma pun mengomentari foto itu.


"Wah lagi pada nyalon nih!" ucap Isma dipesan itu


"Iya nih yang besok mau training katanya harus cakep dulu." jawab Zikri sambil bercanda


"Oh Arul sudah diterima kerja?"


"Iya besok sudah mulai training."


"Alhamdulillah kalau begitu… Isma ikut senang kak."


Ketika sedang ber whatsapp-an dengan Isma istrinya pun menelpon.


"Assalamualaikum Pak."


"Waalaikumsalam Bu."


"Itu lagi pada potong rambut?" tanya istrinya


"Ini lagi nganter Arul… besok mulai training dan rambutnya harus rapi." jelas Zikri


"0h gitu ya… Alhamdulillah kalau Arul sudah diterima, ya udah lanjutin aja potong rambut nya."


"Iya Bu, Bapak tutup teleponnya dulu ya?"


"Iya Pak."


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam." jawab istrinya


Tak selang lama Arul pun kebagian untuk potong rambut, kebetulan di sana itu sangat ramai.


Dalam beberapa menit rambut Arul pun terlihat lebih rapi.


Zikri pun memberikan uang 15.000 kepada pemotong rambut itu.


Potong rambut selesai mereka kembali pulang.


"Maaf ya Pak, Arul di sini cuma menambah beban Bapak." tiba-tiba Arul berkata seperti itu


"Kok kamu ngomongnya gitu Rul?"


"Iya Pak, Arul sedih saja, Arul belum bisa bantu Bapak, belum bisa meringankan beban Bapak."

__ADS_1


"Jangan ngomong gitu Rul."


"Kamu mau beli sesuatu dulu atau tidak?" tanya Zikri kepada Arul


"Enggak Pak… kita langsung pulang aja."


Mereka terus melanjutkan langkah mereka kembali pulang ke kontrakan sederhananya.


Sesampainya di kontrakan...


"Arul bersih-bersih dulu ya Pak!"


"Iya sana kamu belum bersih-bersih nanti kalau sudah baru giliran Bapak."


Arul pun masuk ke kamar mandi terlebih dahulu.


Zikri pun duduk di teras rumah sambil melihat kucing peliharaannya yang sedang makan di dalam kandang.


"Gajian masih lama, uang tinggal sedikit lagi semoga saja cukup ya Allah." itu yang ada di pikiran Zikri saat itu


"Bapak kenapa bengong." ucap Arul yang baru keluar dari kamar mandi


"Gak, siapa yang bengong, Bapak lagi lihatin ini nih si Moli." jawab Zikri


"Oh gitu ya Pak, ya udah katanya Bapak mau mandi."


"Ya Bapak mau mandi nih, udah gerah banget."


Zikri pun masuk ke kamar mandi.


Selesai mandi Arul langsung menonton televisi.


"Nanti besok kamu pakai baju hitam putih?" tanya ayahnya


"Iya Pak kayaknya selama training pakai baju hitam putih deh."


"Kamu punya berapa bajunya Rul?" tanya ayahnya lagi


"Ya udah nanti kalau Bapak udah gajian kita beli ya."


"Iya Pak,tapi kalau nggak beli juga nggak apa-apa kok."


"Sudah malam, kamu istirahat nanti besok takutnya kesiangan."


"Iya Pak,bentar lagi Arul tidur, tanggung lagi nonton sebentar lagi selesai."


"Ya udah Bapak tidur duluan ya." siap cekri sambil merebahkan badannya di kasur depan televisi.


Mereka tidur bersama di sana di sebuah kasur tipis.


Arul menengok ke arah ayahnya yang telah tertidur. Ia menatap wajah ayahnya yang sudah lelah mencari nafkah untuk keluarga.


"Kasihan Bapak, dia kelelahan." ucap Arul dalam hatinya sambil tersenyum


Arul pun merebahkan badannya dan ia pun tertidur hingga pagi hari.


"kukuruyuk… kukuruyuk…" suara ayam berkokok di pagi hari


Zikri dan Arul pun terbangun dari tidurnya. Mereka lihat waktu sudah menunjukkan jam 04.00 pagi. Mereka bergegas bangun dari tidurnya lalu mengerjakan pekerjaan rumah bersama-sama. Arul menyapu dan mengepel lantai, sedangkan ayahnya mencuci pakaian dan menyiapkan nasi untuk makan.


Pukul 06.00 pagi semua pekerjaan sudah beres tinggal Arul membeli lauk untuk teman makan.


Seperti biasa, pagi-pagi ya pergi ke warung Bu Asih langganannya.


Dengan langkah cepat yang pergi ke warung nasi Bu Asih. Di warung Bu Asih sudah banyak orang yang mengantri membeli makanan untuk sarapan.


"Assalamualaikum…" ucap Arul dari luar


"Waalaikumsalam, nak Arul mau beli apa?" tanya Bu Asih


"Beli sambal goreng kentang r5.000 sama mie gorengnya 5.000." jawab Arul

__ADS_1


"Oke boleh, ayam gorengnya nggak?" tanya Bu Asih


"Enggak Bu itu aja dulu."


"Oke ibu bungkus dulu sebentar ya."


Sambil menunggu Bu Asih membungkus makanannya baru duduk terlebih dahulu di bangku depan.


"Ini nak makanannya." ucap Bu Asih sambil memberikan bungkus makanannya


"Iya terima kasih Bu, ini uangnya 10.000 ya."


"Ya nak terima kasih."


"Sama-sama Bu, kalau permisi dulu Assalamualaikum…"


"Waalaikumsalam."


Arul pun kembali ke kontrakan untuk sarapan bersama ayahnya.


"Ini Pak makanannya sudah Arul beli."


"Ya udah kita makan sama-sama."


Arul pun langsung mengambil dua piring… untuknya dan untuk ayahnya.


Suap demi suap makanan itu mereka makan sampai nasi dalam piring habis.


"Alhamdulillah…" ucap Zikri


"Kok Bapak makannya sedikit… nggak nambah lagi Pak?" tanya Arul


"Sudah Bapak sudah kenyang." jawab Zikri


"Kamu makan yang banyak, yang kenyang kan sekarang kamu mulai belajar bekerja." tambah ayahnya lagi


"Udah Pak, Arul udah kenyang kok… nanti di sana kalau istirahat juga kan dikasih makan."


"Iya nanti kamu hati-hati ya di sana."


"Iya Pak."


"Ya udah sini piringnya biar Arul yang cuci." ucap Arul sambil membawa piring kotor bekas makan mereka


Walaupun mencuci piring terlebih dahulu sebelum berangkat kerja.


Zikri sudah mulai memakai sepatu tugasnya.


"Rul sudah siap belum?" tanya Zikri dari luar


"Sebentar lagi Pak, Arul mau bawa sepatu dulu." jawabnya dari dalam


"Ya udah Bapak tunggu di sini jangan lama-lama."


Tak selang lama Arul pun membawa sepatunya keluar dan memakainya di pintu kontrakan.


"Sudah siap Pak, ayo kita berangkat." ucap Arul semangat


Zikri pun mengunci pintu rumahnya.Dan mereka berangkat bersama menuju tempat kerja masing-masing.


Di perjalanan, ayahnya terus mengingatkan Arul.


"Hati-hati ya, perhatikan apa yang diajarkan seniormu."


"Iya Pak, Siap!" jawab Arul


"Bapak kerja duluan ya, kamu hati-hati di jalan." ucap ayahnya sambil masuk ke gerbang tempat kerjanya


"Iya Pak."


Arul pun meneruskan langkahnya menuju tempat kerja nya.

__ADS_1


__ADS_2