Kembali Ke Surga Mu

Kembali Ke Surga Mu
Perdana masuk shift malam


__ADS_3

Waktu sudah sore lagi. Ternyata sudah jam 04.00 sore. Zikri pun nih sudah pulang dari tempat kerjanya.


Sesampainya di rumah, nasi sudah siap dengan lauknya, baju-baju sudah rapi disetrika dan rumah sudah terlihat lebih beres dari sebelumnya.


"Eh, Bapak sudah pulang!" Ucap Arul pada ayahnya


"Iya Rul, ini semua kamu yang beresin?" Tanya ayahnya


"Iya Pak, soalnya dari pagi Arul nggak ada kerjaan, jadi Arul beres-beres aja."


"Alhamdulillah kalau gitu."


"Kamu udah makan belum Rul?" Tanya ayahnya


"Belum Pak, kan biar nanti barengan sama Bapak."


"Ya udah kita makan aja dulu." Ajak Zikri


"Oke Pak."


Alur bergegas membawa piring untuk makan.


Mereka pun kembali makan bersama.


"Tadi siang kamu tidur nggak Rul?" Tanya Zikri di sela-sela makannya


"Tidur kok Pak."


"Syukurlah kalau gitu, memang kalau masuk malam siangnya harus menyempatkan untuk tidur."


"Iya Pak."


Mereka pun melanjutkan makan mereka.


Selesai makan Zikri langsung pergi untuk bersih-bersih.


Arul duduk di depan TV sambil terus memainkan game di handphonenya.


"Nggak mandi Rul?" Tanya Zikri


"Sudah Pak, tadi sebelum Bapak datang, Arul sudah mandi terlebih dulu."


"Ya sudah kalau gitu."


Selesai mandi Zikri duduk di teras rumah.


Iya elus-elus kucing peliharaannya.


"Lagi ngapain Pak di sana?" Tanya Arul


"Enak aja Rul diam di luar ada angin sepoi-sepoi."


Arul pun langsung ikut keluar dan duduk di samping ayahnya.


"Lagi pada ngapain Pak?" Tanya Bu Dewi yang baru saja pulang bertugas


"Eh Bu, ini lagi nongkrong aja."


"Oh iya..."


"Baru pulang Bu?" Tanya Zikri


"Iya Pak nih baru pulang, saya permisi Pak."


"Ya silakan Bu."


Bu Dewi pun langsung pulang ke rumahnya.


Hari semakin petang, waktu sudah mendekati maghrib.


Zikri dan Arul langsung masuk ke kontrakan.


"Bapak ambil air wudhu dulu ya." Ucap Zikri

__ADS_1


"Iya Pak, Bapak duluan nanti bagian Arul."


Mereka bergiliran mengambil wudhu.


Sampai akhirnya adzan maghrib pun berkumandang.


Mereka langsung menggelarkan sajadahnya dan shalat berjamaah.


Rakaat demi rakaat mereka lakukan dengan tertib.


"Sebelum nanti berangkat kerja, kamu makan dulu Rul, biar nggak masuk angin."


"Iya Pak."


Nasi masih ada di magic com sedangkan lauknya sudah habis. Biasanya kalau sudah lewat isya makanan di Bu Asih sudah habis terjual.


Untungnya, beberapa lama setelah mereka shalat terdengar ada suara penjual bakso cuanki yang berkeliling di sekitar kontrakan.


Secara spontan Zikri langsung memanggil Tukang bakso cuanki tersebut.


"Pak.. bakso...."


"Iya.."


Penjual bakso pun langsung berhenti di depan kontrakan Zikri.


"Buatin 2 ya Pak." Ucap Zikri


"Baik Pak."


"Sebentar Pak, saya ambil mangkok dulu biar nggak lama pakai mangkok di rumah saya aja."


"Oh baik Pak."


Arul langsung membawa dua mangkok dan diberikan kepada tukang bakso tersebut.


"Ini Pak baksonya."


"Oh ya terima kasih, jadi berapa Pak?" Tanya Zikri


Zikri pun langsung memberikan uang 10.000 pada penjual bakso tersebut.


"Terima kasih Pak, saya permisi."


"Iya sama-sama Pak."


Penjual bakso pun langsung meninggalkan kontrakan Zikri dan meneruskan berjualan berkeliling lagi.


"Ini Rul baksonya, kamu makan dulu."


"Iya Pak."


"Biar kenyang baksonya, kamu pakai nasi aja." Ucap Zikri


"Iya Pak." Ucap Arul sambil tersenyum


Malam ini akan menjadi malam perdana Arul bekerja.


Suap demi suap akhirnya mereka habiskan bakso cuanki tersebut.


Dan waktu sudah menunjukkan jam 07.00 malam. Sedangkan Arul harus sudah berangkat dari rumah jam 09.00 malam, karena posisi rumah ke tempat kerja yang agak jauh.


Setelah makan mata Arul justru malah terlihat mengantuk.


"Ya sudah kamu tidurkan saja beberapa menit biar segar, nanti Bapak bangunkan." Ucap Zikri pada anaknya itu


"Arul pun menutup matanya terlebih dahulu, sampai beberapa menit akhirnya ia terlelap tidur."


Zikri duduk di samping Arul sambil menonton televisi.


Setelah jam 08.00 malam, Zikri membangunkan Arul.


"Bangun Rul sudah jam 08.00, sudah waktunya kamu bersiap-siap untuk bekerja."

__ADS_1


"Iya Pak." Ucap Arul sambil matanya masih tertutup


Ia terlihat begitu mengantuk.


"Ayo semangat, ini pengalaman pertama kamu." Ucap Zikri lagi


"Iya Pak." Arul langsung bangun dari tidurnya


"Kok aneh ya Pak, biasanya jam segini Arul belum ngantuk, tapi kalau mau dibawa kerja kok bawaannya ngantuk banget."


"Iya itu namanya godaan." Jelas ayahnya


"Ya udah Arul bersih-bersih dulu ya, mau cuci muka dulu biar Arul seger." Ucapan sambil menuju ke kamar mandi


Terasa waktu sudah jam 09.00 lagi, Arul sudah siap dengan seragamnya, tinggal berangkat menuju tempat kerja.


Karena Zikri merasa khawatir anaknya berjalan sendirian, maka Zikri temani dan antarkan dia ke tempat kerjanya.


"Arul berangkat dulu ya Pak."


"Ayo Bapak antar sampai tempat kerja kamu." Ucap Zikri pada anaknya


"Nggak usah Pak, Arul nggak apa-apa sendiri aja." Arul berusaha menolak


"Ayo Bapak antar, Bapak khawatir soalnya ini kan baru pertama, lagian ini kan sudah malam." Jelas Zikri pada Arul


Akhirnya Arul pun tidak bisa menolak.


Zikri menemani Arul sampai ke tempat kerjanya.


Setelah sampai di tempat kerja, Arul pun berpamitan pada ayahnya.


"Arul kerja dulu ya Pak."


"Iya hati-hati kerjanya jangan sampai tertidur, soalnya bahaya kamu kerja di depan mesin." Nasehat ayahnya pada Arul


"Iya Pak."


Arul pun langsung mencium tangan ayahnya.


Dan ia langsung masuk ke dalam pabrik.


Setelah itu Zikri kembali pulang berjalan sendirian. Karena sebelum ke kontrakannya ia melewati tempat kerjanya maka Zikri mampir terlebih dahulu ke pos jaga.


Di sana ada pak Budi dan Pak Setya yang sedang bertugas.


"Assalamualaikum.." ucap Zikri


"Waalaikumsalam... eh, Pak Zikri dari mana?" Tanya Pak Setya


"Habis nganterin anak Pak, bagian tugas malam." Jawab Zikri


"Oh iya."


"Gimana Pak aman semuanya?" Tanya Zikri lagi


"Alhamdulillah Pak semua aman terkendali." Jawab Pak Setya


"Alhamdulillah kalau gitu, saya permisi ya Pak."


"Iya Pak, silakan besok kan Bapak tugas pagi." Ucapan Setya lagi


Akhirnya Zikri pun pulang ke kontrakan.


Kali ini Zikri tidur sendirian di kontrakan.


Tak bisa dibohongin kalau hatinya terus mengkhawatirkan Arul.


Malam itu Zikri tidak bisa langsung terlelap tidur seperti biasa. Ia sudah menonton televisi tapi tak kunjung juga tidur.


Ia sudah merebahkan badannya ke kiri, merebahkan ke kanan tetap saja belum bisa tidur.


Ia masih merasa khawatir kalau anaknya akan merasa ngantuk dan ketiduran di tempat kerja.

__ADS_1


Hingga jam 12.00 malam, mata Zikri masih belum bisa terlelap. Ia ambil handphonenya lalu ia gerak-gerakan ke atas ke bawah terus melihat-lihat video dan lain sebagainya, sampai akhirnya ia pun bisa tertidur.


__ADS_2