Kembali Ke Surga Mu

Kembali Ke Surga Mu
Zikri kakak yang penyabar


__ADS_3

"Allahu Akbar - Allahu Akbar....." Terdengar adzan subuh berkumandang.


Kakak Isma bergegas bangun dan mengambil air wudhu.


Ia gelar sajadahnya...


"Usholli Fardo Subhi rakataini mustakbilal Ka'bah ada alillahi taala... Allahu Akbar."


Satu persatu gerakan shalat Zikri lakukan.


Pagi-pagi sekali Zikri sudah mempersiapkan semua persyaratan untuk melamar kerja.


Ia masukkan semua nya kedalam map.


"Semua udah beres, nanti tinggal berangkat." Ucap Zikri.


Zikri seorang kakak yang baik dan penyabar. Hidupnya pun sangat sederhana.


"Greengg....grengg..." Zikri memanaskan motor tua nya.


"Aku berangkat dulu ya. Doain mudah-mudahan ada rezeki." Ucap Zikri pada istrinya.


"Iya.... Aamiin."


"Berangkat ya... Assalamualaikum..."


"Waalikumsalam...."


Sebelum ketempat melamar kerja, Zikri mampir kerumah Isma terlebih dulu. Rumah Isma kebetulan terlewati oleh Zikri.


"Is... Kakak mau berangkat sekarang."


"Oh iya.... Isma doain mudah-mudahan ada rezeki kakak disana ya."


"Iya Aamiin Is..."


"Suami mu udah berangkat kerja...??" Tanya Zikri


"Udah kak, barusan aja berangkat."


"Ya udah kakak berangkat dulu ya.... Assalamualaikum..."


"Iya... Waalikumsalam... Kak..!"


Zikri menghidupkan lagi motor nya, lalu berangkatlah ia.


Sesampainya di kantor, ia menemui Santi.


"Hai... Santi temennya Isma ya...?"


"Iya.... Ini kak Zikri...?"


"Iya...."


"Gimana-gimana kak..... Udah masukin lamarannya...??"


"Udah San... tinggal tunggu gimana nanti diterima atau enggak nya." Jawab Zikri.


"Insyaallah keterima kak... Soalnya lagi butuh banget bagian marketing."


"Iya Aamiin San..."


"Emangnya kakak gak apa-apa kalau kerja bagian marketing...??"


"Gak apa-apa lah San... Dicoba aja dulu. Bener gak....???"


"Iya kan.... Santi yakin Kakak nanti bisa diterima disini."


"Aamiin... Ya udah saya pulang dulu San.."


"Iya.... Kak...!" Jawab Santi.


Besok nya suara handphone Zikri berdering.


"Assalamualaikum...."


"Waalikumsalam.... Dengan saudara Zikri...?"


"Betul Pak..."


"Besok ditunggu di kantor ya... Buat interview."


"Oh.. baik Pak..."


Paginya Zikri pergi ke kantor, ia akan melakukan interview.


Pagi-pagi sekali ia berangkat ke kantor.


"Selamat pagi...."


"Selamat pagi, saya mau interview."


"Oh iya, mohon ditunggu sebentar ya Pak..."


"Saudara Zikri... Mari masuk..!"


"Iya... Pak...!"

__ADS_1


Disana Zikri melakukan interview.


"Baik... Saya rasa Anda cukup baik... Mulai besok sudah bisa bekerja ya..."


"Oh iya Pak.... Terima kasih banyak Pak."


"Iya sama-sama.."


"Aku mampir dulu ke Isma deh..." Ucap Zikri.


Tak lama ia pergi kerumah adiknya itu.


"Assalamualaikum Is...."


"Waalikumsalam..... Kakak baru pulang interview ya...??"


"Iya nih Is...!"


"Terus...... Gimana hasilnya kak?"


"Alhamdulillah... Kakak diterima Is... Besok sudah mulai bekerja."


"Alhamdulillah kalau gitu, mudah-mudahan kakak betah disana ya...!"


"Aamiin Is... Oh iya Aisyah kemana?"


"Aisyah tadi main sama teman-teman sekolahnya."


"Ya udah kalo gitu kakak pulang dulu... Nanti kakak ipar kamu nyariin lagi."


"Ya udah... Hati-hati ya kak....!"


"Iya..."


Lalu Zikri menghidupkan lagi motor separuh tua nya.


Ia segera pulang menemui istrinya.


"Kak Zikri diterima Is..?" Tanya Fikri.


"Alhamdulillah mas.... Kak Zikri diterima... Mudah-mudahan saja ia betah ditempat kerjanya yang baru."


"Iya Aamiin..."


"Aku tuh suka kasihan lihat kak Zikri, dia benar-benar pekerjaan keras. Apapun pekerjaannya, dia selalu ambil... walaupun bayarannya tak seberapa. Hidupnya juga sangat sederhana... Bahkan sederhana sekali."


"Kita doakan... Mudah-mudahan kak Zikri selalu sehat dan diberi kemudahan." Ucap Fikri.


"Aamiin...."


Keesokan harinya Zikri bersiap ke tempat kerja. Pakaian nya sudah rapih.


Cuaca masih pagi. Matahari baru bersinar...


"Berangkat dulu ya..." Ucap Zikri ke istrinya.


"Iya... Hati-hati..."


"Assalamualaikum...."


"Waalikumsalam..."


Zikri pergi ketempat kerja nya.


Hari pertama ia masuk kerja ditempat yang baru.


Ia bekerja di lapangan. Dia kesana-kemari dengan motornya.


Matahari mulai berada diatas kepala....


Tenggorokan nya terasa kering.


Itu perjuangan untuk menghidupi anak istri.


"Ya ampun sudah jam 12. Aku masih belum bisa ngeluarin barang satu pun."


Tak ada barang yang terjual... Maka tak ada bonus kerja.


"Aku cari mesjid dulu aja...."


Ia nyalakan kembali motor butut nya.


Hingga ia berada di satu halaman mesjid


Ia pergi ketempat wudhu


Disana Zikri mulai membasuh tangan.... Wajah hingga ke kaki nya.


"Ya Allah sungguh hidup itu tidak mudah. Untuk jadi orang yang sukses itu sangatlah sulit." Ucap Zikri dalam hatinya.


Selesai shalat Zikri kembali menghidupkan motornya. Ia kembali berkeliling menawarkan produk dari perusahaannya.


Waktu terus berjalan, kini sudah menunjukkan jam empat sore. Ia kembali ke kantornya.


"Mana laporan penjualannya..?" tanya satu atasannya.


"Maaf Pak, hari ini saya belum mengeluarkan produk."

__ADS_1


"Dalam waktu seminggu kamu harus bisa kejar target penjualan, kalau tidak... Ya maaf kamu gak bisa terus disini." Tegas atasannya.


"Kita disini kejar target.... Ada target perminggu... Perbulan.... Bahkan pertahun." Sambung atasannya lagi.


"Iya.. Pak. Kalau begitu saya permisi dulu."


Zikri bersiap untuk pulang.


***


Setibanya dirumah, Zikri langsung merebahkan badannya.


"Huffftt..... Rasanya lelah banget kerja kayaknya gini..."


"Minum dulu Pak...." Ucap istrinya.


Istrinya menyiarkan air dan makanan.


"Gimana kerjaannya Pak...?"


"Hari ini belum hasil Bu.... Gak tahu deh kedepannya. Ya mudah-mudahan saja Allah mudahkan."


"Aamiin...."


"Ya udah sekarang makan aja dulu."


"Nanti dulu Bu... Aku mau bersih-bersih dulu."


"Oh... Iya."


Istrinya merasa kasian, perjuangan suaminya bekerja sangat lah sulit. Andai aja bisa buka usaha sendiri, mending usaha sendiri aja.


Keluarga Zikri sangat sederhana... Ia pun menerapkan pada kedua anaknya.


Kedua anaknya sangat bisa mengatur uang jajan.


Sepanjang malam Zikri memikirkan bagaimana ia bisa memenuhi semua kebutuhan keluarganya.


"Ya Allah... Mudahkanlah... Jangan engkau persulit."


"Tidur Pak... Udah malam...." Ucap ibunya.


"Belum ngantuk Bu..."


"Mikirin apa sih Pak...?"


"Kerja apa ya Bu... Bapak bingung..."


"Jalanin aja dulu Pak..."


"Rasanya kerjaan sekarang terlalu berat Bu... Harus kejar target penjualan. Sedangkan meyakinkan pembeli itu sangatlah sulit."


"Ya gimana lagi Pak... Mudah-mudahan saja kedepannya ada yang lebih baik."


"Iya... Aamiin Bu."


"Sekarang bapak tidur, nanti besok kan kerja."


"Iya Bu..."


Zikri terus memikirkannya.....


Sampai akhirnya ia tertidur.


Besoknya Zikri bangun, dan berharap hari ini akan lebih baik.


Ia panaskan motor tua nya.


"Sarapan dulu Pak..."


"Iya Bu... Panasin dulu motor."


Tak lama ia membawa sebuah piring lalu ia makan.


"Mudah-mudahan saja hari ini dapat customer... Doain ya Bu..!!"


"Iya.. aamiin Pak. Ibu selalu doain.."


"Ya udah bapak berangkat dulu ya..."


"Iya Pak... Hati-hati"


"Assalamualaikum...."


"Waalikumsalam....."


Zikri berangkat bekerja.


Ia mulai absen ke kantornya, lalu ia pergi ke lapangan. Ia terus menawar-nawarkan produk nya, tapi tak kunjung ada customer yang membeli.


Ia tak putus asa... Ia kembali berkeliling menawarkan... Tapi tetap sama belum ada yang membeli nya.


Hingga akhirnya.....


"Braaaaaakkkkkkk......"


Suara motor Zikri terjatuh setelah tertabrak mobil.

__ADS_1


Zikri terjatuh dari motor nya, dan tergeletak dipinggir jalan.


__ADS_2