Kembali Ke Surga Mu

Kembali Ke Surga Mu
Kembali beraktivitas


__ADS_3

Sesampainya di kontrakan Zikri dan Arul membereskan barang bawaannya.


Ada beberapa bungkus makanan ringan ia bagikan ke Ibu kontrakan dan ke Ibu Dewi.


Setelah semua beres halo mereka duduk bersantai beristirahat sambil menonton televisi.


Nggak lama kemudian, istri Zikri pun menelpon.


"Assalamualaikum Pak, lagi pada ngapain?"


"Waalaikumsalam Bu ini lagi pada rebahan istirahat sambil makan keripik pisang yang dibawa tadi." Jawab Zikri


"Oh iya ya udah pada istirahat nanti besok kan kerja."


"Iya Bu."


"Ya udah ya, nanti ibu telepon lagi... Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam."


Zikri pun menutup teleponnya.


Satu demi satu keripik pisang masuk ke mulut mereka. Tanpa mereka sadari keripik satu bungkus sudah mau habis dimakan mereka berdua.


"Wah mau habis aja." Ucap Arul sambil tertawa


"Iya nih kamu yang habisin." Balas ayahnya


"Ah orang bapak yang dari tadi nggak berhenti makan." Ucap Arul lagi


"Ya udah nggak apa-apa mari kita habiskan saja."


Mereka pun tertawa.


"Kalau belum makan nasi rasanya masih lapar." Ucap Zikri


"Ya udah Pak... kita makan nasi pemberian Ibu Dewi aja… kan tadi Bapak masukin ke magic com jadi pasti hangat."


"Oh iya ya.... Lumayan jadi nggak perlu beli lauk."


Arul pun membawa dua piring ke dekat magic com.


"Ini Pak piringnya."


Mereka bagi dua nasi pemberian dari Ibu Dewi.


Mereka pun makan bersama-sama sambil menonton televisi.


"Alhamdulillah ya Rul...."


"Iya Pak Alhamdulillah kenyang."


"Ya udah sini Arul yang cuci piring nya."


Arul pun membawa piring bekas makannya dan bekas makan ayahnya untuk dicuci.


Nggak terasa waktu sudah menunjukkan jam 07.00 malam.


"Sekalian ambil air wudhu Rul bentar lagi isya." Ucap Zikri pada anaknya


"Iya Pak."


Setelah Arul berwudhu sekarang giliran Zikri yang berwudhu.


Kemudian mereka salat bersama.


Zikri terlihat sangat lelah. Setelah salat isya dia langsung merebahkan badannya. Matanya sudah mulai memerah. Ia sudah terlihat sangat ngantuk.


"Ya udah Bapak istirahat duluan sana, mata Bapak sudah merah." Ucap Arul pada ayahnya


"Iya nih Bapak sudah ngantuk… Bapak tidur duluan, kamu jangan malam-malam tidurnya ya takut besok kesiangan." Jawab Zikri sambil merebahkan badannya


"Iya Pak."


Zikri sudah tertidur. Arul malah terus mengotak ngatik handphone nya.


Sesekali ia duduk di dekat pintu sambil melihat kucing peliharaannya.


Waktu sudah menunjukkan jam 09.00 malam. Arul sudah terlihat mulai ngantuk.

__ADS_1


Ia pun merebahkan badan di samping ayahnya.


Ia geser-geser lagi layar handphone nya.


Sampai akhirnya ia pun tertidur.


***


Ayam mulai berkokok. Waktu sudah menunjukkan jam 03.00 pagi.


Zikri pun bangun dari tidurnya.


"Alhamdulillah... Sudah pagi lagi."


Ia bergegas mengambil air wudhu, lalu ia sholat tahajud.


Ia panjatkan semua doa-doanya.


Pukul 04.00 ia bergegas mencuci beras. Zikri hendak memasak nasi.


30 menit kemudian suara adzan Subuh pun berkumandang.


Zikri langsung mandi dan mengambil air wudhu untuk melaksanakan salat subuh.


Tak lupa ia membangunkan Arul untuk segera salat.


"Arul ay0 bangun sudah waktunya salat subuh."


"Iya Pak…" baru pun langsung bangun dan membereskan tempat tidur


Sementara Zikri langsung melaksanakan shalat dan Arul bergegas ke kamar mandi.


Nasi pun sudah matang.


Setelah Subuh, Arul pun bergegas ke warung Bu Asih.


"Baru beli lauk dulu ya Pak!"


"Iya Rul ini uangnya." Ucap Zikri


"Nggak usah Pak… ini ada kok."


"Assalamualaikum Bu." Ucap Arul di depan warung Bu Asih


"Waalaikumsalam... Eh nak Arul kapan pulang?" Tanya Bu Asih


"Kemarin siang Bu." Jawab Arul


"Oh iya, sekarang mau beli apa?"


"Beli semur telur 2 sama kerupuk aja deh Bu." Jawab Arul lagi


"Yang lain nggak nambah lagi?" Tanya Bu Asih memastikan


"Nggak Bu terima kasih, itu saja dulu."


"Baiklah, ini nak makanannya."


Arul pun mengambilnya.


"Ini uangnya Bu."


"Oh iya terima kasih, sebentar ibu ambil kembalian nya."


Setelah Arul menerima kembalian uangnya, Arul pun kembali ke kontrakan.


Di jalan Arul bertemu dengan Ibu Dewi yang sedang membeli semangkuk bubur. Ibu Dewi adalah seorang polwan dan ia sangat baik sekali.


"Arul dari mana?" Tanya Bu Dewi


"Ini pulang beli lauk Bu... Buat teman makan." Jawab Arul sambil menundukkan kepala


"Oh iya, kalau gitu Ibu duluan ya."


"Iya Bu."


Arul kembali berjalan menuju kontrakan.


"Ini Pak lauknya."

__ADS_1


"Beli apa hari ini Rul?" Tanya sang ayah


"Beli telor sama kerupuk Pak." Ucap Arul sambil memperlihatkan isi kantong plastiknya


"Oh iya, ya udah kita makan."


"Ya Pak, Arul ambil piringnya dulu ya."


Arul pun bergegas membawa dua piring dari belakang.


Mereka bagi makanan itu untuk berdua.


Ketika sedang makan, Arul bercerita kalau tadi pagi ia bertemu dengan Bu Dewi.


"Oh ya Pak, tadi pagi waktu Arul pulang beli lauk, Arul ketemu dengan Bu Dewi."


"Oh ya, Bu Dewi beli lauk juga?"


"Enggak Pak, tadi Bu Dewi habis beli bubur."


"Oh iya."


"Bu Dewi baik sekali ya Pak?"


"Iya alhamdulillah suaminya juga baik banget."


"Sudah habisin dulu makannya Rul."


"Iya Pak."


Setelah makan Arul langsung mencuci piring bekas makan mereka.


Saat itu waktu sudah menunjukkan jam 06.30 pagi.


Mereka bergegas untuk berangkat kerja.


Pagi itu cuaca sudah cerah sekali.


"Sudah nggak ada yang ketinggalan Rul?" Tanya Zikri memastikan


"Nggak ada Pak."


"Oke, kalau begitu Bapak mau kunci pintunya."


"Kucing sudah dikasih makan kan Rul?"


"Sudah Pak."


"Oke."


Mereka pun berangkat bersama, seperti biasa mereka berjalan kaki menuju tempat kerja.


Setelah di depan gerbang tempat kerja Zikri Arul pun berpamitan.


"Arul pamit kerja ya Pak."


"Ya hati-hati kerjanya ya…"


"Ya Pak, Assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam."


Arul pun mencium tangan ayahnya, lalu melanjutkan perjalanannya menuju tempat kerja. Arul seperti biasa berjalan sendiri menuju tempat kerja ketika teman-temannya yang lain memakai kendaraan. Tapi ia tak pernah berkecil hati, Arul selalu yakin bahwa suatu saat nanti ia pun akan mempunyai kendaraan. Tibalah Arul di tempat kerja. Iya bergabung dengan teman satu shift nya di pintu gerbang. Mereka menunggu shift yang sebelumnya keluar.


"Hai semuanya...!" Ucap Arul pada teman-temannya


"Hai Rul."


Mereka pun berdiri di depan gerbang dan melakukan absensi bergiliran menggunakan sidik jari mereka.


Shift yang sebelumnya keluar, dan sekarang giliran Arul dan teman-temannya masuk bekerja.


Baru langsung bergegas menuju ke mesin yang ia pegang. Lalu ia memeriksa keadaan mesin. Dan Arul pun siap untuk bekerja.


"Bismillahirohmanirohim..." Ucapan Arul dalam hati


Arul pun langsung menyalakan mesinnya dan mulai bekerja.


Selama 8 jam kedepan ia akan menggunakan mesin tersebut.

__ADS_1


__ADS_2