Kembalikan Pengantinku

Kembalikan Pengantinku
Awal


__ADS_3

...Happy Reading...


...~•~•~•••<~•~>•••~•~•~...


Matahari dengan malu-malu muncul menerangi seluruh alam. Dedaunan menari-nari di terpa angin lembut. Hari yang cerah bagi semua orang yang melakukan aktivitas rutin mereka.


Hari cerah seharusnya membuat semua orang senang, tapi tidak bagi seorang gadis yang moodnya rusak gara-gara seorang pengganggu yang sayangnya adalah kakaknya.


"Kau sudah makan Xin?" Tanya Quon. Sejak pagi buta dia sudah menggedor pintu rumah Xinxin membuat sang pemilik terjatuh dari ranjangnya karena terkejut, tapi tak urung dia membukakan pintu saat itu.


"Hm, belum!" Jawab singkat Xinxin. Tidak kah Quon melihat sedari pagi buta dia bersama Xinxin, adakah dia makan? Tidak.


"Oh kalau begitu sama! Bagaimana kalau kita makan bersama?" Ucap Quon dengan mata penuh harap.


Xinxin menghela nafas, dimana sikap garang kakak nya kemarin, sekarang hanya ada sifat seperti anak kecil merengek pada ibunya.


"Huhhh, baiklah! Tapi makanannya belum datang, jadi harus menunggu," ucap Xinxin.


"Eh? Bukankah bisa minta ke dapur? Mereka akan membuatkannya. Lagipula sekarangkan memang jam sarapan pagi," ucap Quon. Hey apakah dia lupa siapa Xinxin?


Xinxin tertawa sumbang kemudian berkata. "Ku harap juga begitu,"


Quon pun tersadar dan diam, dia beranjak akan pergi.


"Mau kemana? Katanya mau makan bersama, tunggu sebentar lagi Chici akan sampai membawa makanan," ucap Xinxin. Entah karena apa dia juga berharap bisa makan bersama, meskipun itu hanya Quon.


"Aku akan menyuruh pelayan untuk mengambilkan makanan. Kau pikir darimana Chici mendapatkan makanan? Mencuri?" Ucap Quon.


"Hei, jangan asal bicara. Dia tidak mencuri, aku menyuruhnya membeli di pasar setiap hari untuk kami makan," ucap Xinxin marah. Sampai-sampai dia tidak terlaku sopan.


"Ah, maaf, aku terbawa suasana, tapi jangan katakan kalau Chici mencuri, dia tidak pernah, dan tak akan pernah," ucap Xinxin menyesali ketidaksopanannya.


"Tidak apa! Dan maaf, aku tidak bermaksud, hanya saja darimana kau kalian mendapatkan uang untuk membeli makanan? Setahuku, yah gitu," ucap Quon.


Xinxin pun menceritakan bagaimana dia menghasilkan koin. "Begitu!" Xinxin memgakhiri ceritanya dan saat itu pula Chici datang membawa keranjang.


"Nona ini makanannya! Makan disini atau di dalam?" Tanya Chici saat sudah di depan Xinxin dan Quon.


"Disini saja! Kau membawa banyak kan?" Biasanya Chici memang membawa banyak makanan, karena itu memang perintah dari Xinxin yang makannya berkali-kali.

__ADS_1


"Iya nona! Saya membawa banyak bahkan lebih banyak, karena saya ingat ada tuan muda Quon disini," ucap Chici.


"Bagus! Mari makan bersama," ucap Xinxin semangat. Karena kalau sudah masalah makanan dia akan maju terdepan untuk menanti makanan itu. Katanya dia selalu lapar entah kenapa, tapi yang sebenarnya karena dia terlalu banyak mengeluarkan energi alam yang masih sedikit dibanding dalam tubunnya untuk berlatih.


Chici menghidangkan semua makanan yang ada di keranjang ke atas karpet yang di gelar untuk duduk.


Setelah selesai dia berdiri kembali membiarkan Quon dan Xinxin makan tapi...


"Kemari, duduklah kita makan sama-sama," ucap Xinxin.


Chici tidak bergerak dan menggeleng, dia tidak enak dengan Quon, kalau dengan Xinxin saja tak masalah, karena sudah terbiasa, tapi kalau ada Quon? Dia rasa dia tidak bisa.


"Terimakasih nona, tapi saya berdiri saja!" Ucap Chici. Matanya gelisah dan Xinxin menyadari itu.


Xinxin menatap Quon dalam diam seakan paham, Quon pun bersuara. "Duduklah, jika Xinxin menginginkannya Chici," ucap Quon. Dia tahu dalam dua kali bertemu ini kalau Xinxin menganggap Chici bukan sebagai pelayan nya akan tetapi seperti teman.


Kalau sudah Quon setuju, mau tak mau Chici pun duduk di samping Xinxin berhadapan dengan Quon.


Mereka pun memulai makan bersama mereka dengan hikmat, tidak ada yang bicara memang karena itu etika ketika makan.


Beberapa saat kemudian, mereka selesai makan dan tinggal membereskan sisa makanan mereka. Xinxin membantu Chici berberes dan Chici tak dapat menolak ke keras kepalaan Xinxin, dia selalu tak enak akan hal ini, apalagi saat ini ada Quon.


"Hm," Quon.


"Baiklah!" Xinxin.


...~•~•~•<•>•~•~•~...


Xinxin baru saja selesai melakukan kegiatan setiap paginya. Seperti biasa, lari pagi dan melakukan beberapa peregangan lain agar otot pada tubuhnya tetap terlatih dan tidak melemah, bahkan dia berlatih meningkatkan beberapa teknik yang telah dia kuasai, setelah itu dia mandi tentunya.


Dari timur, sinar jingga nampak mengintip dari balik gunung-gunung yang yang menjulang tinggi.


Sedangkan saat ini Xinxin baru keluar dari tempat pemandian, mengeringkan ujung rambutnya yang sedikit basah karena terkenal air.


Kemudian dia duduk di depan cermin tembaga yang tidak begitu jelas menampilkan bayangan wajahnya.


"Wajah ini semakin hari semakin cerah saat dimana energi alam terus ku kumpulkan di inti tubuhku," ucap Xinxin yang pandangannya tak lepas dari cermin tembaga itu sambil meraba wajahnya saat ini.


Beberapa telah berlalu dari saat Xinxin makan bersama dengan Quon dan Chici di halaman rumahnya.

__ADS_1


Hari ini Quon tak terlihat dipagi hari yang beberapa hari terakhir datang mengunjunginya hanya untuk mengganggunya.


"Dimana kakak? Biasanya jam segini sudah datang?" Ucap Xinxin mulai bangkit dan berjalan ke arah pintu.


Kreatttt


Pintu ditarik menghasilkan bunyi decitan peraduan ujung bawah pintu dengan lantai.


"Bagus kalau begitu! Dengan begini aku bisa melakukan hal yang tertunda!" Ucap Xinxin sedikit dengan senyuman menghiasi wajahnya yang cantik.


Berjalan melewati pintu kemudian duduk di bawah pohon seperti biasa dia lakukan ketika menunggu Chici.


Beberapa saat kemudian matahari telah menampakkan seluruh wujudnya menyinari seluruh alam semesta.


Dan begitu juga dengan Chici yang telah datang membawa sarapan pagi untuk mereka berdua.


Selesai dengan makanan mereka, Xinxin pun berkata. "Aku akan pergi keluar! Jaga rumah kita, jangan sampai ada yang masuk, bahkan kak Quon sekalipun. Katakan saja aku tidak ingin di ganggu untuk hari ini!"


Chici tak bisa tidak bertanya, dia penasaran bisakah nonanya ini pergi keluar, sedangkan dia tidak pernah keluar kediaman keluarga Fu ini sedari dia diabaikan.


"Apakah nona benar-benar serius ingin keluar? Saya akan menemani nona!" Ucap Chici.


Xinxin menggeleng. "Aku serius! Dan kau tak perlu menemaniku, kau jaga rumah saja," ucap Xinxin.


Melihat ke khawatiran masih ada di mana Chici, Xinxin dia berkata lagi. "Jangan khawatir, aku telah menghafal jalan-jalan dia wilayah kekaisaran ini, setidaknya sampai hutan setelah pasar yang sering kau sebutkan itu," ucap Xinxin meyakinkan Chici.


Chici nampak masih ragu, tapi karena dia sudah tahu kalau Xinxin telah dapat menyerap energi alam dan memiliki elemen meski dia tak tahu Xinxin memiliki elemen apa, tapi itu sudah cukup untuk menjaga dirinya, setidaknya dari orang-orang yang berniat jahat padanya saat perjalanan.


Dengan berat hati Chici menyetujui keinginan Xinxin. "Oh ya apakah semua keperluan anda sudah siap?" Tanya Chici.


Xinxin mengangguk. "Sudah! Aku hanya tinggal berangkat sekarang dan kemungkinan aku pergi selama dua hari dan selama itu juga rumah dan katakan kepada kak Quon seperti yang ku katakan sebelumnya,"


"Baik nona! Hati-hati di jalan!" Ucap Chici.


¤


¤


¤

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2