Kembalikan Pengantinku

Kembalikan Pengantinku
Teman Baru


__ADS_3

...Happy Reading...


...~••~••<>••~••~...


Seorang gadis sedang duduk di dekat jendela. Gadis itu adalah Xinxin yang sedang melamun sambil menatap luar jendela.


Helaan nafas terus terdengar di kamar yang hening itu, tapi dua perempuan lainnya yang berdiri tak jauh dari Xinxin tidak merasa terganggu dan masih berdiri dengan tegak bak patung.


Fokus Xinxin beralih kepada dua perempuan itu. "Kalian boleh beristirahat!" Ucapan Xinxin ini membuat kedua pelayan perempuan itu bingung. Tugas mereka kan memang berjaga, siap siaga di samping majikan mereka. Kalau mereka pergi untuk beristirahat bagaimana kalau Xinxin butuh sesuatu?


"Tidak perlu nona! Kami akan tetap disini, karena ini memang tugas kami!" Ucap pelayan yang sedikit gemuk.


Xinxin sedikit takjub dengan kedua pelayan ini, karena mereka tidak memandang dirinya seperti orang lain memandangnya rendah.


"Baiklah! Ngomong-ngomong siapa nama kalian?" Tanya Xinxin.


"Nama hamba Yimin nona," ucap pelayan sedikit gemuk.


"Nama hamba Annchi nona," ucap pelayan kurus tinggi.


"Namaku Fu Xinxin! Kalian tahukan aku siapa? Jadi masihkah kalian mau melayaniku?" Keduanya mengangguk langsung.


"Kenapa?" Tanya Xinxin. Dia ingin mengetes apakah dua pelayan ini tulus atau tidak.


"Yah kami merasa nona itu berbeda dari nona bangsawan lainnya. Yah meskipun nona seperti rumor itu kami tidak peduli. Nona baik pada kami itu saja sudah cukup!" Ucap Annchi.


"Benar nona! Kami hanya orang rendahan dan nona biarpun seperti rumor tetap saja seorang bangsawan," sambung Yimin.


'Kurasa mereka berbeda dari kebanyakan pelayan yang lebih sombong daripada majikan! Dan kemungkinan mereka telah merasakan sakitnya kehidupan terasingkan!' Batin Xinxin.


Diapun yakin kalau dua pelayan ini memang baik dan tulus, karena dapat di dengar dari ucapan mereka yang terlalu jujur.


"Baiklah! Karena kita sudah saling kenal, mari kita berteman! Lupakan derajat jika hanya ada kita bertiga!" Ucap Xinxin.


Dia merasa bosan tidak memiliki teman bicara. Chici tidak di perbolehkan ikut, bukan! Tidak hanya Xinxin yang tidak membawa pelayan pribadi, tapi semua nona yang datang ke istana. Memang itu adalah peraturan yang di buat oleh Kaisar Zhuting. Dia tidak ingin ada masalah nantinya, jadi semua keperluan seperti pelayan dan lainnya kecuali pakaian atau barang-barang khusus perempuan semua telah di sediakan oleh pihak istana.

__ADS_1


Perkataan Xinxin lagi-lagi membuat dua pelayan ini terkejut. Mereka tahu kalau Xinxin ini adalah nona ketiga dari kediaman Jenderal Fu yang terabaikan, tapi mereka tidak menyangka Xinxin baik, dan tidak memandang derajat.


"Kalian maukan jadi temanku?" Tanya Xinxin lagi.


"Kami tidak pantas nona!" Jawab Annchi menunduk.


"Bagian mana yang tidak pantas? Semua manusia dimataku sama saja, tidak ada perbedaan. Aku menilai seseorang pantas tidaknya bukan dari derajat status, tapi baik tidaknya orang itu dimataku!" Ucap Xinxin tegas.


Kedua pelayan ini terharu, ternyata masih ada orang seperti Xinxin di dunia yang kejam ini, batin mereka.


"Jadi kalian maukan?" Tanya Xinxin penuh harap, karena dapat dia pastikan nona bangsawan tidak akan ada yang mau berteman dengannya, jadi karena pelayan ini juga manusia apa salahnya?!


Kedua pelayan itu mengangguk serentak. "Kami mau nona!" Jawab keduanya.


...~••~•<•>•~••~...


Tak terasa malam telah tiba, dan Xinxin sekarang di dandani sedemekian rupa oleh kedua pelayannya. Dia sudah menolak dengan keras, tapi kedua pelayan ini lebih keras kepala lagi.


Dan saat melihat ke cermin Xinxin menjerit "Aaaa siapa itu?" Tanya Xinxin menatap pantulan dari cermin yang ternyata adalah wajahnya sendiri.


"Astaga! Kalian ingin menjadikan ku sebagai bahan candaan?" Tanya Xinxin tak percaya melihat wajahnya seperti badut.


Xinxin menghela nafas, dia lupa kalau Yimin dan Annchi baru dalam melayaninya jadi mereka masih tidak tahu kebiasaannya, hanya Chici yang sudah paham dengan keinginan Xinxin.


"Kalian berhentilah! Siapkan air dingin dan juga kain lap wajah, setelah itu ambilkan pakaian berwarna hijau muda tanpa motif di lemari ku!" Perintah Xinxin.


Yimin dan Annchi tanpa bertanya langsung melaksanakan perintah Xinxin mereka takut akan salah lagi, ternyata Xinxin lagi-lagi tidak seperti nona bangsawan kebanyakan yang suka berdandan dan berpakaian mewah.


Beberapa saat kemudian Annchi membawakan wadah berisi air dingin serta kain, dan langsung saja Xinxin membersihkan wajahnya dari dandanan menor ini.


Setelah dirasa bersih, Xinxin pun mulai memoles wajahnya dengan bedak dan juga pewarna bibir berwarna merah delima dengan tipis.


"Sempurna!" Ucap Xinxin sambil menatap pantulan wajahnya dari cermin.


"Wahhh nona sangat cantik!" Ucap Yimin yang baru saja datang mengambilkan pakaian untuk Xinxin.

__ADS_1


Mengapa dia lama sekali, padahal hanya mengambil pakaianya di lemari di pojok kamar? Entahlah Xinxin tak ingin memikirkannya.


"Terimakasih!" Ucap Xinxin.


Yimin dan Annchi pun membantu Xinxin berpakaian. Kemudian setelah selesai mereka pun duduk berbincang sambil menunggu seseorang yang di sebutkan Minghao siang tadi.


Tak lama orang yang di tunggu datang. "Silahkan ikut hamba nona!" Eh kenapa jadi Kasim Jang yang menjemputnya? Kata Minghao kan akan ada pelayan yang menjemputnya?


Tak ingin terlalu banyak berpikir, Xinxin pun mengikuti Kasim Jang.


Di depanjang jalan banyak yang membungkuk hormat kepada Kasim Jang dan juga kepada Xinxin, dia jadi kikuk karena cukup lama dia tidak merasakan ini. Xinxin hanya membalas dengan anggukan tanda kesopanan.


Jalan yang di lalui mereka cukup terang karena memang di sepanjang jalan terdapat obor yang berjarak satu meter setiap obornya.


Kurang lebih sepuluh menit akhirnya mereka sampai di aula perjamuan makan malam.


Penjaga pintu mengumumkan kedatangan Xinxin sedangkan Kasim Jang sudah pamit pergi entah kemana.


Xinxin pun masuk diikuti dua pelayan di belakangnya. Kalau dilihat semua nona sudah hadir dengan berbagai dandanan dan pakaian mewah serta perhiasan yang melekat pada tubuh mereka.


Tempat duduk Xinxin berada di paling depan, paling dekat dengan kursi paling besar dan megah, dapat dipastikan itu tempat duduk Kaisar Zhuting.


Xinxin tahu itu tempat duduknya karena terdapat namanya disana dengan Yimin dan Annchi berada di belakangnya.


Ruangan ini sangat besar, meja makannya pun juga sangat besar. Bentuknya persegi panjang dengan masing-masing sisi terdapat lima belas kursi dengan jarak satu meter setiap kursinya dan satu kursi mewah berada di depan, dapat ditebak itu kursi Kaisar.


Tak berapa lama pengumuman dari penjaga pintu bahwa Kaisar Zhuting telah tiba pun terdengar. Semua orang berdiri menyambut kedatangan nya tak lupa mereka merapikan penampilan mereka. Kalau dilihat-lihat, Xinxin berpakaian paling sederhana disini, bahkan ada pakaian salah satu pelayan nona bangsawan ini yang lebih bagus dari pakaian yang sedang dia gunakan.


Xinxin tak memperdulikan itu, karena memang pakaian yang di pakai nya sekarang adalah pakaian yang dia beli dengan koin hasil menjual tusuk rambutnya.


Dia tidak ingin serakah jadi dia juga membelikan pakaian untuk Chici, bahkan pakaian mereka desain nya sama hanya berbeda warna. Xinxin berwarna hijau muda sedangkan Chici berwarna biru muda.


¤


¤

__ADS_1


¤


I hope you like it...


__ADS_2