Kembalikan Pengantinku

Kembalikan Pengantinku
Perburuan dimulai


__ADS_3

...Happy Reading...


...~••~•<•>•~••~...


Satu jam lebih mereka baru sampai di depan hutan liar, dan semuanya pun turun dari kuda mereka dan seperti intruksi mereka di perintahkan untuk berbaris, ini untuk para nona muda sedangkan para pengawal dan prajurit menyiapkan tenda serta mengumpulkan kayu bakar.


Tanpa memberikan istirahat sejenak Panglima Haerang sudah menyuruh mereka berburu dan itu membuat hampir semua nona muda protes tak terkecuali Xinxin meski tidak dia tunjukkan.


Badannya masih pagal-pegal karena kelamaan berkuda dan sekarang tidak di belakangnya waktu istirahat?! Apakah Panglima Haerang ini ingin membunuh mereka?!


"Ahhhh, panglima tidakkah anda berbelas kasihan kepada kami? Kami sangat lelah! Bisakan memberi waktu untuk istirahat sebentar?" Salah satu nona muda berucap yang di setujui oleh yang lain dengan anggukan.


"Hm baiklah! Hanya sepuluh menit setelah itu kembali berbaris dan langsung bersiap untuk masuk hutan!" Ucap Panglima Haerang kemudian dia pergi, mungkin menghampiri Kaisar?!


Sepuluh menit kemudian mereka kembali berbaris dan dengan seksama mendengarkan arahkan dari Panglima Haerang.


"Waktu berburu kalian sampai sore hari dan sebelum benar-benar malam kalian sudah harus berada di tempat ini lagi. Mengerti!?" Jelas panglima Haerang tegas.


"Ya! Kami Mengerti!" Ucap mereka serempak.


"Dan ingat selalu waspada dan hati-hati, karena meskipun hutan ini tidak terlalu berbahaya, tapi tidak menutup kemungkinan adanya hewan buas atau lainnya, terutama di kedalaman hutan! Jadi disarankan jangan memasuki hutan terlalu dalam!"


"Perburuan dimulai!"


Setelah intruksi terakhir, para nona muda pun memasuki hutan. Ada yang berkelompok dan juga individual.


Seperti Xinxin dia memilih berjalan sendiri. Tidak seperti yang lainnya yang terlihat menggebu-gebu untuk berburu, Xinxin dengan malas berjalan, sesekali dia berhenti saat melihat tumbuhan obat liar yang dia ketahui.


"Ada untungnya juga!" Gumam Xinxin sambil terkekeh tak lupa tangannya mengggali tumbuhan obat menggunakan belatinya.


Beralih ke tempat awal, tepatnya di mana saat ini banyaknya berdiri tenda. Dan di dalam tenda paling besar terdapat tiga orang yang sepertinya sedang berdiskusi.

__ADS_1


"Bagaimana?" Dia adalah Kaisar Zhuting.


"Sekeliling hutan telah di periksa dan aman Yang Mulia!" Dia Panglima Haerang menjawab.


"Bagus!" Kaisar Zhuting.


"Kau boleh pergi!" Lanjutnya.


"Kalau begitu, semoga keberkahan selalu menyertai Yang Mulia. Saya permisi!" Panglima Haerang pun pergi meninggalkan tenda itu dan tertinggallah Kaisar Zhuting bersama Kasim Jang.


Tidak ada suara karena memang Kaisar Zhuting sedang membaca berkas-berkas urusan kekaisaran. Lain dengan tangannya terlihat lain lagi di hati yang gelisah karena mengingat seorang gadis yang sekarang tengah berada di hutan, dia yakin gadis itu sendiri saat ini.


Merasa terlalu membosankan hanya memeriksa berkas-berkas, Kasim Jang pun berinisiatif berpura-pura bergumam sendiri. "Bagaimana nona ini terlihat tidak bersemangat sedari berangkat tadi? Sangat berbeda dari nona lainnya yang terlihat antusias! Apakah dia mengikuti pemilihan ini karena terpaksa?!" Sebenarnya dia agak ragu dan takut mencoba hal ini. Karena dia penasaran dengan setiap reaksi Kaisar yang berbeda saat berhadapan dengan nona satu ini jadi dia mencoba mencari tahu, apakah tebakannya benar, kalau Kaisar Zhuting tertarik pada nona muda dari kediaman Jenderal Fu ini?


Sepelan apapun seseorang bergumam dalam jarak sepuluh meter pun Kaisar Zhuting akan mendengarnya, sama hal nya saat ini yang mana posisi Kasim Jang berada tak jauh dari Kaisar Zhuting duduk, mungkin hanya berjarak lima meter, jadi dipastikan Kaisar Zhuting sangat jelas mendengar setiap katanya.


"Kau menggumamkan apa?" Tanya Kaisar Zhuting berpura-pura tak mendengar. Tidak biasanya Kaisar Zhuting penasaran dengan gumaman seseorang, membuat Kasim Jang yang hanya coba-coba sedikit tersentak. Memang ini yang di rasakannya tapi bisakah Kaisar yang di layaninya ini jangan sambil menatap tajam pada dirinya? Dia kan jadi gemetar.


"Eh, tidak ada yang Mulia!" Jawab Kasim Jang.


Berusaha menelan salivanya meskipun sulit, Kasim Jang pun menjawab.


"H-hamba hanya merasa aneh dengan satu nona muda yang mengikuti pemilihan ini Yang Mulia!" Jawab Kasim Jang.


Dari wajah Kaisar Zhuting, sangat terlihat bahwa jawaban Kasim Jang sangat tidak memuaskan. Paham akan hal itu Kasim Jang pun mulai bicara lagi.


"I-itu nona muda ketiga dari kediaman Jenderal Fu terlihat tidak bersemangat sama sekali. Dari awal pemilihan saya perhatikan nona ini tidak tertarik dan terkesan terpaksa mengikuti pemilihan ini," jelas Kasim Jang sekuat tenaga.


"Hm!" Hanya itu tanggapan dari Kaisar Zhuting, tapi tidak ada yang menyadari senyum miring nya termasuk Kasim Jang yang memang tidak dapat melihatnya, karena untuk mendongakkan kepalanya saja dia takut.


Seketika keadaan menjadi hening, Kasim Jang pun juga tidak berani lagi mencoba-coba, tapi dia sedikit yakin dengan pemikirannya bahwa Kaisar Zhuting tertarik dengan nona muda ini.

__ADS_1


Kita kembali kepada Xinxin.


Saat ini dia sedang membakar ikan hasil tangkapannya menggunakan elemen airnya. Perutnya sangat lapar, karena dia tidak makan pagi tadi disebabkan karena tidur terlalu larut, jadi bangun kesiangan. Biasanya tidak, karena biasanya Chici akan memaksanya bangun.


Ikan telah matang, Xinxin memakannya dan saat asik-asik makan dia di kejutkan dengan kedatangan tiga tamu tak di undang.


"Oh siapa ini? Ternyata nona sampah?! Ups maaf kan saya nona Xinxin. Mulut saya kepeleset," ejek Wan Ru.


"Kau ini," sambung Xu Kaili. Kalau tidak benar-benar paham dunia sindir menyindir orang tidak akan menangkap kalau kata-kata Xu Kaili adalah kata menyetujui perkataan Wan Ru yang mengejek.


Wan Ru adalah nona muda pertama dari kediaman Wan. Sedangkan Xu Kaili adalah nona ketiga dari kediaman Menteri Keuangan. Mereka berdua teman yang sering terlihat bersama Fu Niu. Mereka juga nona muda yang sering ke kediaman Jenderal Fu.


Sifat keduanya tidak jauh dari sifat Fu Nuan. Mereka berteman dengan Fu Niu karena mereka menganggap Fu Niu adalah nona bangsawan yang anggun, sopan, baik hati dan tidak sombong, tapi mereka tidak sadar, alasan Fu Niu berteman dengan mereka berdua adalah memanfaatkan mereka, menjadi tamengnya, menjadikan mereka alat untuk membalas orang yang tidak dia suka yah pokoknya memanfaatkan apapun demi kepentingannya sendiri.


Dengan berat hati Xinxin berdiri dan memberi salam kepada ketiganya. Ya disana juga ada Fu Niu, dia hanya diam tanpa menyetujui pembuatan kedua temannya ataupun menghentikannya.


Xinxin memberi salam juga karena kesopanan dan juga tidak ingin menimbulkan masalah yang ujung-ujungnya akan membuatnya susah.


"Wah nona Xinxin makan apa itu? Apakah kotoran?" Tanya ejek Wan Ru seraya tertawa mengejek tak lupa Xu Kaili yang juga ikut tertawa. Dan sempat Xinxin lihat bahwa Fu Niu tertawa sinis sambil memalingkan wajahnya agar tak terlihat. Tapi Xinxin masih biasa saja tanpa menanggapi. Malahan dia tersenyum dengan bodohnya, tapi itu hanya akting, di dalam hati dia mengeluarkan mereka bertiga dengan nama-nama seluruh penghuni kebun binatang.


Mereka jadi kesal karena melihat raut muka Xinxin biasa saja, tidak tersinggung sama sekali, bahkan mereka berpikir, Xinxin itu benar-benar bodoh.


"Bodoh!" Ucap Xaili. "Yuk pergi!" Lanjutnya.


Mereka bertigapun pergi meninggalkan Xinxin dengan kesal. Inginnya sih membully Xinxin tapi mereka tahu, saat ini mereka pasti di awasi dan jika ketahuan bermain fisik mereka pasti akan di diskualifikasi dari pemilihan ini.


Sesaat setelah memastikan ketiga orang itu pergi, di saat itu pula raut wajah Xinxin berubah sinis. "Haha," tawa kesal nya, kemudian wajahnya kembali datar dan melanjutkan acara makannya.


¤


¤

__ADS_1


¤


I hope you like it...


__ADS_2