Kembalikan Pengantinku

Kembalikan Pengantinku
Rencana masa depan 1


__ADS_3

.......


.......


.......


Chici terlihat memilin jari-jarinya ragu untuk mengatakan sesuatu.


"Umm itu....," Chici ragu-ragu menjawab Xinxin.


"Katakan saja," ucap Xinxin.


"Itu...karena tuan muda pertama Chyou berhasil lulus dari akademi kekaisaran hanya dalam kurun waktu 9 tahun," jawab Chici.


"Oh memang normalnya seorang murid akan lulus dari akademi berapa lama?" Tanya Xinxin.


"Yang saya tahu, bagi jenius seperti tuan muda Chyou paling sebentar 10 tahun dan ini pertama kalinya dalam sejarah akademi kekaisaran ada jenius melebihi jenius. Sedangkan orang yang tidak jenius atau biasa-biasa saja paling sebentar lulusnya 15 tahun bahkan ada yang lebih dari 20 tahun," jelas Chici panjang lebar.


"Oh begitu! Mengapa kau tidak masuk akademi. Bukankah kau mampu masuk dengan tingkat kekuatan mu itu?" Tanya Xinxin.


Wajah Chici terlihat murung dan...


Plak


"Oh astaga! Mulutku ini," gumam Xinxin sambil menepuk bibirnya merasa bersalah. Dia baru ingat kalau Chici mulanya hanyalah seorang budak yang di angkat menjadi pelayan dan status itu akan sangat sulit untuk masuk akademi kalau tidak mendapat ijin atau di setuju oleh majikannya, yaitu tuan Fu.


"Eh nona mengapa nona memukul bibir nona?" Chici menghentikan Xinxin yang terus memukul bibirnya sendiri.


"Saya tidak apa nona! Itu wajar saya kan hanya seorang pelayan. Meskipun ingin tapi saya tidak bisa kecuali dibebaskan sepenuhnya dari status budak dan pelayan," ucap Chici.


"Maaf!" Ucap Xinxin merasa bersalah.


Chici menggeleng. "Bukan salah nona, ini memang takdir kehidupan saya," ucap Chici dengan tersenyum semakin membuat hati Xinxin ngilu.


Kehidupan di dunia ini masihlah sangat kuno karena masih banyak perbudakan dimana-mana, bahkan kalau tidak salah ingat, sejarah kuno yang dia baca di kehidupannya dulu pemikiran orang-orang tak sedangkal ini, memperlakukan manusia bak binatang, mungkin karena zaman tidak ada dalam sejarah duninya dulu.


Seorang budak tidak akan bisa berkutik kalau sang tuan sudah berkata 'tidak' Akan segala hal yang diimpikan oleh sang budak. Jangankan berharap. bermimpipun mustahil.


"Ah, bukankah ayahku dulu sempat memberikanmu padaku?" Tanya Xinxin kemudian diangguki oleh Chici.


"Begini, ini seandai nya ya, kalau kau kabur apakah ada hukuman nya jika tertangkap?" Tanya Xinxin.


Chici nampak berpikir. "Saya rasa ada nona! Karena pernah seorang budak melarikan diri dan tertangkap, dia langsung di penjara setelah itu saya tidak tahu hukuman apa yang dia terima," jelas Chici.


"Itu budak kan, kalau pelayan sepertimu yang sudah bebas dari namanya status budak bagaimana?" Tanya Xinxin.


"Saya tidak tahu nona!" Jawab Chici menggeleng.


"Baiklah kalau kau tidak tahu, tapi tidak pernah kah kau mendengar seorang pelayan berhenti bekerja?" Tanya Xinxin lagi.

__ADS_1


"Pernah nona," jawab Chici.


"Nah bagaimana kehidupannya saat ini?" Tanya Xinxin.


"Saya tidak tahu bagaimana kehidupannya, tapi saat keluar dia tidak dilarang saja!" Jelas Chici.


"Ok! Jadi kesimpulannya tidak ada hukum yang melarang pelayan berhenti begitu juga kalau pelayan kaburkan, asal jangan mencuri atau melakukan tindakan kejahatan," simpul Xinxin.


Chici hanya mengangguk, tapi dia tidak mengerti arah pembicaraan Xinxin dan satu lagi, apa maksud dari kata 'Ok' Chici tak mengerti.


Tiba-tiba ekspresi Xinxin berubah, bibirnya menyeringai otaknya bekerja, merencanakan kehidupan masa depannya kelak.


"Tenang saja Chici, sebentar lagi kita akan bebas dari kehidupan yang kejam ini," ucap Xinxin yakin.


Chici? Dia mengiyakan saja ucapan nonanya tanpa tahu kalau semua yang di katakan Xinxin kedepannya akan menjadi nyata.


Xinxin seperti bukan dirinya dulu kalau saat bersama orang lain. Dulu dengan siapa pun itu dia selalu memasang wajah datar, berbeda saat sendiri.


Sekarang di hadapan Chici dia menjadi dirinya sebenarnya karena dia benar-benar melihat ketulusan dari Chici saat bersamanya.


Bukan seperti orang yang hanya memandang dirinya dari status sosialnya.


...~•<•>•~...


Tingkat elemen Xinxin di satu bulan dia berlatih sendiri tanpa sepengetahuan siapapun termasuk Chici:



Tanah: hijau


Air: hijau


Udara/angin: hijau


Cahaya/penyembuh: redup


Kegelapan/perusak: abu-abu



Itulah hasil kerja keras Xinxin berlatih meningkatkan tingkatan elemennya yang mulanya hanya terbuka tapi hanya sedikit energi pada masing-masing elemen bahkan mulanya tingkat hijau pun tidak. Dia hanya dapat merasakan energi alam terus masuk ke dalam inti tubunnya dan perlahan elemen nya meningkat meski terkesan lambat, mungkin itu karena energi alam yang tak banyak.


...~•<•>•~...


"Kalau aku tetap berada di sini dan tidak keluar bagaimana aku bisa meningkatkan semua elemenku!?" Gumam Xinxin termenung. Rencana masa depannya akan gagal kalau dia berkembang dengan lambat.


Saat ini dia duduk bersender di bawah pohon tak berbuah, sehabis selesai berlatih teknik-teknik untuk elemennya. Sedangkan untuk meningkatkan tingkatan keseluruhan elemennya itu dia kekuarangan energi alam. Karena di sekitarnya hanya sedikit energi alam itupun kalau siang hampir tak terasa. Biasanya dia akan bermeditasi saat malam hari saja karena malam ada lebih banyak energi alam di sekitarnya daripada disiang hari.


"Mana Chici ya? Tumben datang terlambat. Biasanya jam segini sudah datang membawa makanan yang aku pesan," ucap Xinxin.

__ADS_1


Ya selama satu bulan ini Xinxin telah berpikir keras untuk mendapatkan uang untuknya makan agar tidak menyulitkan Chici lagi dan dia pun terpikirkan tentang membuat tusuk rambut dari kayu yang di gunakan untuk menggulung rambut atau hanya untuk sekedar hiasan rambut yang sudah di gelung.


Peminatnya pasti kaum hawa, dan dari informasi yang Xinxin minta cari kepada Chici tentang tusuk rambut tersebut tidak ada di pasar. Ada tapi hanya terbuat dari tembaga, perak dan emas.


Dengan bahan dasar kayu yang mudah di bentuk tak menyulitkan Xinxin dalam mengukir-ukirnya dengan berbagai macam motif.


Mulai dari motif yang paling sederhana yaitu bulatan polos pada ujungnya, bunga, hewan, sampai ukiran rumit mampu Xinxin buat dengan ketermpilan tangannya itu.


Harganya pun terjangkau jadi setiap kalangan mampu membelinya, baik itu dari kalangan bangsawan dan kalangan bawah sekalipun.


Harganya mulai dari 10 koin tembaga, sampai satu koin perak.


Di dunia ini masih menggunakan koin sebagai alat tukar nya, bisa juga dengan cara barter.


Ada emas batangan, akan tetapi hanya kalangan bangsawan yang memilikinya.


1 batang emas


\= 100 koin emas


\= 1000 koin perak


\= 10000 koin tembaga


1 koin emas


\= 100 koin perak


\= 1000 koin tembaga


1 koin perak


\= 100 koin tembaga


Meski Chici masih membawakan makanan yang dia sisihkan dalam minggu pertama, tapi minggu berikutnya 10 tusuk rambut yang Xinxin buat dan di jual oleh Chici kepasar habis terjual dalam sehari dengan menitipkan barang itu ke seorang nenek penjual perhiasan rambut juga.


Seperti nya Chici dengan nenek tersebut akrab, jadi Chici dengan mudah menitipkan barangnya.


Xinxin hanya membuat 10 dalam seminggu dengan ukiran yang berbeda setiap minggunya. Chici pernah bertanya darimana Xinxin belajar membuat tusuk rambut Dan dapat ide darimana? Sedangkan dirinya tidak pernah keluar dari wilayah rumahnya?


Hanya terpikir saat bercermin, itu jawaban asal Xinxin dan Chici percaya saja.


Mulai 3 minggu terakhir dia sudah tidak kesulitan dalam mencari makan, bahkan banyak cemilan pesanannya yang sudah di belikan Chici dari pasar.


¤


¤


¤

__ADS_1


Next...


__ADS_2