Kembalikan Pengantinku

Kembalikan Pengantinku
Kabur


__ADS_3

...Happy Reading...


...~••~••<•>••~••~...


Sore hari itu berganti malam dengan sangat cepat, tapi meski hari telah malam dan kegelapan menyelimuti desa karena hanya beberapa obor yang menerangi, para prajurit yang berjaga di rumah mereka masih belum pergi. Memang orang-orang nya selalu bergantian menjaga, tapi tidak ada waktu terlihat mereka tidak berjaga sambil mengawasi sekitar. Bak mata elang yang mengawasi mangsanya.


Salah satu prajurit pergi menuju rumah Kepala Desa He karena pesan pimpinan mereka kalau sudah malam mereka harus melapor akan situasi.


"Maafkan saya Panglima, tapi tidak ada seorang pun yang datang sampai malam tiba!"


Panglima Haoran menatap Kepala Desa He. Kepala Desa He yang di tatap menjadi gugup. Dia juga bingung, biasanya Xinxin akan kembali pada sore hari setelah berburu tidak pernah sampai larut seperti ini. Dia jadi khawatir, meski Xinxin memang sedikit menyeramkan tapi dia baik kepada orang yang baik kepadanya.


"Aneh! Biasanya dia akan kembali paling lambat sore hari. Apa karena hari ini dia mengajak Lan dan Lin berburu bersama, padalah dulu-dulu tidak," Gumam Kepala Desa He. Dia jadi khawatir dengan ketiga anak itu.


"Cari ke hutan!" Perintah Panglima Haoran yang di patuhi oleh bawahannya.


Dia sedikit kesal, kenapa tidak sedari tadi saja dia mencarinya ke hutan?


Atau apakah terjadi sesuatu kepada gadis itu?


Dia jadi takut menghadapi Kaisar Zhuting dan mengatakan dia tidak menemukan nona Xinxin mengingat Kaisar Zhuting sepertinya tertarik dengan nona Xinxin ini.


Mereka pun mulai memasuki hutan dan berpencar dan dengan itu Xinxin memiliki ke sempatan untuk pergi dari Desa Embun karena arah mereka berlawanan dan orang-orang berfokus ke hutan.


Xinxin yang sudah siap dengan pakaian serba hitam dan mengikat rambutnya menjadi kuncir dan tak lupa cadar hitam yang menutupi sebagian wajahnya. Kalau orang-orang tidak teliti dan hanya sepintas pasti mengira kalau Xinxin adalah anak laki-laki, karena sekarang dia persis berpakaian seperti anak laki-laki.


Dikatakan sebagai anak-anak, karena tubuh Xinxin yang cukup kecil kalau dikatakan sebagai pria besar.


Dengan ilmu peringan tubuh, dia membawa tubuhnya menjauh dari desa Embun dengan cepat tanpa menoleh ke belakang dan sebelum pergi tadi, Xinxin sempat meninggalkan beberapa mangsanya ke rumah kepala Desa He. Hitung-hitung untuk memberitahu kepala desa He kalau mereka baik-baik saja dan meminta maaf pergi tanpa pamit.


Menurut Xinxin, kepala Desa He adalah orang yang baik dan desa Embun akan maju di bawah kepemimpinannya yang adil.


Setelah satu jam berlari dari dahan pohon ke dahan pohon lainnya, Xinxin pun sampai ke kota yang masih dekat dengan desa Embun bernama Kota Hujan, dan dia tidak bisa berhenti disini meski sudah sangat malam, dia tidak berhenti berjalan dan satu jam kemudian dia pun mampir ke sebuah penginapan di ujung kota Hujan, karena efek obat bius hampir hilang.


"Apakah ada kamar?" Tanya Xinxin dengan nada datar.

__ADS_1


"A-ada! Tunggu sebentar, saya ambilkan kuncinya!"


Menunggu penjaga kembali tak sengaja dia melihat lukisan wajah yang familiar. Dia mendekatinya dan memperjelasnya karena ini tak terlihat jelas saat dia jauh.


Matanya terbelalak mendapati orang yang di lukisan itu adalah dirinya.


"Sial!" Umpatnya.


Tak berapa lama penjaga itu datang membawakan kunci kamar Xinxin yang langsung saja Xinxin ambil dan membayar untuk menginap satu malam.


Dia tidak berencana menetap di satu tempat dengan lama. Kalau tidak kemungkinan besar dia akan di temukan dengan cepat.


Kita kembali ke desa Embun yang sekarang di liputi dengan ketakutan dengan aura Panglima Haoran yang tahu kalau gadis yang dia tunggu dari siang hari kabur dengan meninggalkan mangsa di rumah kepala Desa He.


"Ah bagaimana aku bisa kembali dengan tangan kosong lagi?!"


Mau tak mau mereka pun kembali pada keesokan harinya ke kaisaran untuk laporan.


Semua kejadian tidak luput dari penjaga bayangan yang telah di kirim oleh Kaisar Zhuting untuk mengikuti setiap prajurit yang mencari Xinxin.


Tapi yang anehnya dia juga tidak menyadari kepergian Xinxin karena, Xinxin pergi di bantu oleh Snow agar tak terlihat sementara sampai keluar dari desa Embun.


"C, menghadap tuan!" Ucapnya.


"Bagaimana?" Tanpa mengalihkan matanya dari kertas-kertas itu Kaisar Zhuting bertanya dengan tenang.


"Kemungkinan selama ini nona Xinxin berada di desa Embun, tapi sekarang tidak ada. Kemungkinan nona Xinxin pergi setelah mengetahui dirinya di cari!" C bingung kenapa nona Xinxin ini kabur atau kenapa dia tidak kembali? Padahal tuan nya tertarik padanya.


Kaisar Zhuting diam dan kemudian terkekeh membuat C bergidik. Kenapa tuannya terkekeh? Semestinya dia marah bukan?


"Cari terus!"


"Ikuti jejaknya!"


"Kemungkinan dia akan pergi berlawanan arah dari kekaisaran!"

__ADS_1


Tumben tuannya berbicara banyak?


Tapi dia tidak berani bertanya dan langsung menjalankan perintah dan pergi dari hadapan tuannya.


"Kamu mulai nakal ya!"


"Pergilah yang jauh sebelum saya menangkap mu dan tidak akan membiarkanmu kabur lagi!" Ucap Kaisar Zhuting sambil terkekeh.


Dia yakin Xinxin tidak akan kabur dengan bebas, karena dia sudah menyebar lukisan wajahnya di seluruh kekaisaran. Kemana dia bisa pergi? Kecuali ke alam lain.


Di lain tempat, tapi masih di Kota AN di sebuah ruangan di sebuah tempat hiburan di kota itu terdapat tiga orang.


Salah satu dari mereka adalah Fu Chyou. "Bagaimana hasilnya? Apakah ada kabar?"


Salah satu orang yang berlutut menggeleng. "Maaf tuan, kami tidak mendapat apapun, tapi kami sempat mendengar kalau kemungkinan besar nona Xinxin berada di Desa Embun, tapi dia telah pergi!" Jelas yang bernama Sa.


"Panglima Haoran yang di tugaskan oleh Kaisar pun kembali pagi ini dengan tangan kosong!" Ucap Si.


Ternyata Fu Chyou juga mencari Xinxin. Dia memang kakak yang cuek dan saat di perintah untuk menjauhi Xinxin dia menurut karena menurutnya kalau dia bersikeras seperti Fu Quon alhasil bisa jadi dia juga di kirim pergi juga. Jadi sebelum dia memikiki kekuatan untuk mengatur kediaman Fu yang pastinya akan diwariskan padanya dia menjauh duku dari Xinxin yang mana adik perempuan yang juga paling dia sayangi. Tapi dia tidak seperti Quon yang terus memberontak dan dengan terang-terangan menunjukkan kasih sayangnya.


"Baiklah! Ikuti jejak nya! Kemungkinan dia memang tidak ingin kembali ke kota AN lagi dan ke keluarga yang telah membuangnya,"


"Kalian bisa pergi!"


Dua bawahan yaitu pejaga bayangan Fu Chyou pun pergi meninggalkan Fu Chyou yang merenung.


"Untungnya Quon belum mengtahui hilangnya Xinxin, kalau dia tahu entah apa yang akan terjadi!" Gumam nya terkekeh.


Dia sekarang merasa lega karena Xinxin masih hidup dan baik-baik saja, meski tidak kembali. Dia yakin Xinxin dapat menjaga dirinya disana ketimbang dia berada di kediaman dan mengikuti pemilihan permaisuri itu. Karena firasatnya yakin kalau gadis yang pergi dari desa Embun itu benar-benar Xinxin, adik nya.


Sebenarnya dia juga ingin menentang Xinxin mengikuti pemilihan permaisuri itu, tapi apa dayanya?! Tidak ada yang berani menentang keputusan Kaisar. kalau ada itu akan beresiko kepada semua keluarga di kediaman.



__ADS_1



I hope you like it...


__ADS_2