
...Happy Reading...
...~••~••<•>••~••~...
Kalian tahu siapa orang itu?
"Salam...," tak sempat Xinxin memberi salam sebelah bahu Xinxin di tahan oleh Kaisar Zhuting agar tak membungkuk dan satu tangannya, tepatnya telunjuknya di taruh di bibirnya mengisyaratkan untuk diam.
Oh ayolah, sekarang dia sedang menyamar dan Xinxin ingin membuka penyamarannya?
Xinxin pun paham dan menutup mulutnya dengan keduanya tanganya dengan mata membulat serta mengangguk lucu.
Kaisar Zhuting menggigit pipi bagian dalamnya berusaha menahan agar tidak tersenyum. Xinxin begitu menggemaskan, ahh rasanya dia tidak sabar ingin menjadikan Xinxin sebagai permaisuri nya. Dan jika Xinxin mengetahui itu kemungkinan besar Xinxin akan kabur beneran.
"Diamlah! Berlakulah seperti biasanya!" Perintah Kaisar Zhuting dengan menatap tajam penuh intimidasi berharap gadis di depannya ini merasa takut, tapi yang diharapkannya tidak terjadi.
Xinxin sekali lagi mengangguk dengan biasa saja. "Anda mau kemana?" Tanya Xinxin santai, bahkan kelewat santai.
"Hanya melihat rakyatku!" Jawab Kaisar Zhuting yang membuat Minghao terkejut, pasalnya sifat Kaisar Zhuting yang dia tahu adalah dingin dan tanpa ekspresi dan juga untuk menjawab pertanyaan sesorang dia biasanya hanya mengangguk, menggeleng, kata 'ya' 'tidak' yang pasti hanya satu kata untuk satu pertanyaan. Berbeda jika dia yang bertanya dan itu hal penting maka paling banyak 'Apakah itu serius?' Yah paling banyak lima kata.
Hampir 5 tahun bersama Kaisar Zhuting dia baru kali ini melihat ekspresi santai di wajah datar Kaisar Zhuting.
"Siapakah nona muda ini?" Tanya Minghao padanya dirinya sendiri di dalam hati.
Meskipun dia sangat penasaran, dia juga tidak berani bertanya, nanti juga akan tahu.
"Oh! Kalau begitu silahkan, dan saya akan pergi!" Ucap Xinxin membuat Kaisar Zhuting merasa tak senang.
Kenapa dengan gadis ini? Orang-orang berlomba-lomba ingin mendekatinya dan menjilatnya, tapi kenapa? Kenapa dengan gadis satu ini yang malah berusaha menjauh?
"Kau ingin kemana?" Tanya Kaisar Zhuting.
"Hanya jalan-jalan!" Jawab Xinxin.
"Hm, besok...Apakah kau sudah siap untuk pergi ke istana?" Tanya Kaisar Zhuting lagi.
Dan ini membuat Minghao tidak bisa menutup mulutnya saking terkejutnya mendengar Kaisar Zhuting yang terus-menerus bertanya.
"Siap tidak siap yang ya harus pergi kan?!" Jawab Xinxin malas. Sangat terlihat jika Xinxin pergi itu terpaksa.
"Seperti nya kau sangat tidak ingin pergi ke istana?!" Ucap Kaisar Zhuting.
"Tuh tahu!" Hahaha memang benar Xinxin sudah tak sayang nyawa ya.
Minghao saja sudah sedari tadi menatap kasihan kepada gadis yang kelewat santai berbicara dengan Kaisar Zhuting.
Hahahahaha
__ADS_1
Kaisar Zhuting tertawa?
Apakah Minghao saat ini sedang bermimpi? Tapi saat ini dia merasakan kakinya benar-benar menapak di tanah dan sedang berjalan di belakang Kaisar Zhuting dan nona muda.
Kaisar terlihat santai, tidak seperti biasanya yang selalu menguarkan aura tidak bersahabat kepada para pejabat yang berusaha menjilatnya.
Dan lagi-lagi Kaisar Zhuting tertawa dengan entah apa yang dikatakan oleh nona muda ini. Dia hanya bisa mengikuti dari belakang tanpa niat mengganggu. Kalaupun ingin dia tidak berani karena dia tahu diam saja Kaisar Zhuting sudah sangat mengintimidasi lawannya apalagi kalau dia marah dan menghunus aura terhadap orang yang tidak dia suka, sudah dipastikan orang itu mati di tempat.
Tak terasa mereka sudah cukup lama berbincang. Kaisar Zhuting terlihat sangat menikmati perbincangan itu, tapi mungkin tidak untuk Xinxin yang ikut-ikut saja kemana Kaisar Zhuting melangkah.
"Bagaimana kalau Kita makan dulu? Kau mau?" Tanya Kaisar Zhuting.
Mendengar makan Xinxin langsung bersemangat, karena memang dia sudah lapar.
Tadi dia tidak makan malam, dia beralasan kepada Chici bahwa dirinya tidak ingin makan karena dia harus diet untuk besok hari dan Chici percaya saja. Dan sebenarnya dia berniat mencari makan di pasar akan tetapi karena bertemu Kaisar Zhuting dia tidak jadi kulineran mencicipi berbagai malam makanan jalanan jadilah dia sekarang kelaparan.
"Baiklah!" Jawab Xinxin senang, sangat kentara wajahnya yang berseri saat mendengar makanan.
Kaisar Zhuting terkekeh pelan kemudian mengajak Xinxin ke sebuah rumah makan.
Sebuah rumah makan bernama 'Rumah Makan Pasangan' yang menjadi tujuan mereka.
Rumah makan ini cukup terkenal karena makanannya yang terkenal enak dan lagi hampir pengunjung berasal dari kalangan bangsawan.
Mengambil ruang khusus yang berada di lantai dua, tepatnya di balkon yang pemandangan pasar malam langsung terlihat dari sana.
Kalian tahu bukan kalau Xinxin ini dia kehidupannya dulu selalu gagal dalam hal percintaan, entah di kehidupan ini dia akan mendapatkan pasangan atau tidak dia tidak peduli lagi, yang penting dia dapat bertahan hidup di dunia asing ini sudah cukup baginya.
Kalaupun dia mendapatkan cinta disini, mudah-mudahan itu akan bertahan lama sampai maut memisahkan mereka.
"Ekhem," deheman itu menyadarkan Xinxin dari lamunannya dan ternyata dia telah mengabaikan seorang Kaisar.
"A-ah maaf Yang Mulia, saya tadi melamun! Apakah anda mengatakan sesuatu?" Ucap Xinxin sedikit panik.
Kaisar Zhuting menggeleng. "Tidak ada! Hanya saja makanan sudah siap di meja! Apakah kau ingin makan sekarang?" Kaisar Zhuting tidak marah, hanya saja dia ingin tahu apa yang di pikirkan gadis ini sedari tadi.
Tadi dia menyuruh Xinxin untuk masuk terlebih dahulu karena dia memiliki urusan sebentar dan saat dia masuk dia melihat Xinxin melamun di pagar balkon sambil melihat kebawah. Cukup lama sampai dia berdehem dan menyadarkan Xinxin dari lamunannya dan mengajaknya makan.
"Baiklah! Boleh kita makan sekarang?" Ucap Xinxin yang diangguki oleh Kaisar Zhuting.
...~•<•>•~...
Malam semakin larut, mereka sekarang telah di perjalanan kembali ke kediaman Jenderal Fu.
Awalnya Xinxin menolak untuk diantarkan pulang, tapi Kaisar Zhuting memaksa dan jadilah sekarang dia berada di dalam kereta bersama Kaisar Zhuting.
Dan saat ini Xinxin hanya diam dengan wajah pucatnya.
__ADS_1
"Kau Kenapa?" Tanya Kaisar Zhuting, ada tersirat ke khawatiran dari nada bicaranya.
Xinxin hanya menggeleng untuk menjawab. Kaisar Zhuting tidak bertanya lagi dia masih memperhatikan wajah Xinxin yang tertutup cadar.
Beberapa saat kemudian dia telah sampai, tapi tidak di depan gerbang kediaman, karena Xinxin telah mengatakan kalau dia keluar diam-diam dan tak mungkin dia akan pulang dengan kereta padahal dia tak pernah meminta ijin keluar.
Xinxin langsung keluar dan memuntahkan makanan yang tadi dia makan.
Huek
Huek
"Ahh, akhinya," ucap Xinxin lega.
"Kau mabuk naik kereta?" Tanya tiba-tiba Kaisar Zhuting membuat Xinxin mengelus dada kaget.
Xinxin mengangguk. "Ya!" Jawab nya.
"Kenapa kau tidak mengatakannya, kalau begitu aku bisa mengantarmu menggunakan kuda atau yang lain mungkin!" Ucap Kaisar Zhuting sedikit marah. Bukan marah kepada Xinxin tapi marah karena dirinya tidak tahu.
"Hah?" Xinxin sedikit tersentak kaget dengan nada tinggi Kaisar Zhuting tapi dia berusaha tenang, padahal dalam hati dia ketar-ketir, takut juga, pasti.
"Hah, sudahlah! Kau kembalilah!" Ucap Kaisar Zhuting dengan nada kembali biasa saja.
"Hah? Oh, baiklah! Kalau begitu saya permisi Yang Mulia," ucap Xinxin sambil sedikit membungkuk.
"Hm," jawab Kaisar Zhuting.
Tanpa menatap kebelakang lagi, Xinxin langsung pergi ke area belakang kediaman.
Disisi lain Kaisar Zhuting yang di tinggal tak beranjak barang selangkah pun dari tempat nya berdiri. Dia masih menatap tempat dimana Xinxin menghilang.
"Istana!" Kan kumat lagi irit bicaranya.
Dalam hati Minghao hanya bisa pasrah, karena memang setiap hari seperti ini, hanya hari ini dan saat bersama nona muda kediaman Jenderal Fu Kaisar Zhuting berbicara banyak.
"Baik!" Jawab Minghao.
Setelah memastikan Kaisar Zhuting sudah masuk dan duduk nyaman di dalam kereta, dia pun memacu kudanya dan kereta pun berjalan meninggalkan kediaman Jenderal Fu.
¤
¤
¤
I hope you like it...
__ADS_1