
...Happy Reading...
...~•••~•<•>•~•••~...
Merasa kesal karena diabaikan ketua bandit itu pun menarik tangan Xinxin dengan kuat, tapi Xinxin tak mengeluarkan ekspresi apapun, dia tetap tenang meskipun dia sudah di seret ketua bandit itu beserta kuda yang dia tunggangi bersama kakaknya tadi.
Xinxin dapat melihat kakaknya kewalahan menghadapi kelima bawahan bandit itu. Meskipun begitu tiga dari lima bawahan bandit itu sudah dapat di kalahkan Quon hingga tak berdaya.
Quon pun melihat Xinxin di seretpun merasa marah, rahangnya mengeras tapi karena itu dia lengah dan mengakibatkan satu pukulan mengenai wajahnya membuat sudut bibirnya berdarah dan tubuhnya terjungkal kebelakang karena dia tak siap menerima serangan mendadak.
"Hei kau bajingan lepaskan adikku!" Ucap Quon marah menunjuk kearah ketua bandit itu. Dia langsung bangun akan menerjang ketua bandit itu akan tetapi dua anak buah bandit yang tersisa menghalangi Quon, dan mau tak mau dia harus melawan mereka dulu.
Xinxin mendengar teriakan kakaknya tadi menoleh dan kembali menatap ketua bandit yang menatapnya penuh nafsu menjijikan.
"Jangan hiraukan pria itu, kau ikut kami saja manis," ucap ketua bandit itu. Xinxin yang mendengar sungguh merasa geli dan jijik.
Menatap ketua bandit penuh rasa jijik, Xinxin beralih menatap tangannya yang sedari dari di genggam oleh ketua bandit itu.
"Menjijikan! Saat sampai di rumah nanti aku harus menggosok tanganku ini, kalau perlu aku akan berendam dengan lama," batin Xinxin.
Seketika senyum lick terpatri di bibirnya, tapi dimata ketua bandit itu senyum untuk menggoda dirinya.
"Kau sangat cantik saat tersenyum seperti itu, meskipun menggunakan cadar! Oh bagaimana kalau kita melihat wajah dibalik cadar itu?" Ketua bandit pun mengarahkan tangannya untuk membuka cadar Xinxin tapi di tepis oleh nya dan dia langsung menendang kuat ************ ketua bandit itu mengenai masa depan ketua bandit mesum itu.
"Kau!" Marah ketua bandit itu dan mata nya langsung melihat kearah lain, dimana disana lima anak buahnya sudah terkapar semua.
"Sial! Aku harus menghabisimu terlebih dulu bajingan!" Ucap ketua bandit itu geram kepada Quon.
Saat Xinxin akan mendatangi kakaknya, ketua bandit itu menghalanginya.
"Kau disini dulu ya cantik, aku akan mengurus dia," ucap ketua bandit itu di balas tatapan datar dari Xinxin.
Ketua bandit itupun membelakangi Xinxin. Merasa memiliki kesempatan menyerang Xinxin pun mulai mengeluarkan belati yang biasa dia bawa atau belati yang biasa dia gunakan untuk membentuk tusuk rambut yang dia buat.
Merasa yakin kalau sosok misterius itu. bukan musuh karena tidak ada gerakan apapun yang Xinxin rasakan jadi Xinxin pun...
Suk
Srat
Dengan sekali tusukan Xinxin menusuk punggung ketua bandit itu tak lupa dia menarik turun belati itu membuat luka panjang serta dalam.
Argghhh
Xinxin langsung mundur dengan ilmu peringan tubuhnya saat ketua bandit akan menyerangnya.
Dia menyeringai, jadi begini rasanya melukai seseorang? Cukup menyenangkan, pikir Xinxin.
Ingat ya ini baru pertama kalinya dia melukai seseorang dengan sebegitu ngerinya padahal hanya begitu sudah senang, apalagi kalau sampai membunuh apakah dia akan bertambah senang?
Mungkin dia memiliki sisi psikopat dalam jiwanya yang tidak dia ketahui atau masih tertidur dan saat melukai pertama kalinya ini sisi itu bangun.
"Sakit?!" Tanya Xinxin sok polos.
Tangan ketua bandit mengepal kuat antara marah dan rasa sakit di punggungnya. Tusukan Xinxin tak main-main, kemungkinan tusukan itu mengenai tulang dalamnya.
Tersadar dari keterkejutannya, Quon pun menyerang ketua bandit membabi buta. Benar tebakannya kalau ketua bandit ini kekuatannya hampir seimbang dengannya, kalau saja tidak mendapat luka kemungkinan Quon akan kalah karena dia sudah lumayan banyak mendapat luka dari anak buah bandit itu.
Beberapa saat kemudian akhirnya Quon dapat mengalahkan ketua bandit itu, dia kabur meninggalkan kelima anak buahnya yang tak sadarkan diri.
"Kita cepat pergi! Takut ketua bandit itu akan membawa anak buahnya yang lain untuk mengejar kita!" Ucap Quon yang langsung disetujui oleh Xinxin.
Mereka pun pergi meninggalkan tempat itu dengan segera.
Setelah kepergian mereka keluarlah sosok berjubah hitam berambut putih panjang. Dia menggunakan topeng setengah wajah.
Menatap lima manusia yang terkapar ditahan, tak ada raut kasihan, karena memang sosok ini tak memiliki ekspresi yang terlihat.
Crass
Crass
Crass
Crass
Crass
Lima kepala terpisah dari tubuhnya membuat yang tadinya hanya tak sadarkan diri langsung mati ditempat.
Setelah itu dia pergi meninggalkan kepulan asap keabuan yang hilang tertiup angin.
...~•<•>•~...
Tak terasa kebersamaan Xinxin dan Quon telah berakhir untuk saat ini. Sesi pelatihan pun terhenti karena Quon harus pergi ke akademi. Bukan hanya Quon, tapi juga Niu dan Nuan juga pergi. Mereka semua pergi ke akademi kecuali Xinxin dan Chyou yang memang sudah lulus dan sekarang akan mengikuti jejak ayahnya yang menjadi Jenderal.
"Hah, suasana terasa sepi sekarang ya Chi?" Tanya Xinxin kepada Chici.
Saat ini mereka sedang duduk santai di bawah pohon sambil minum teh dan makan cemilan.
"Benar nona! Biasanya Tuan Muda kedua akan membuat keributan sepanjang hari disini dengan segala tingkah anehnya. Dan saya baru tahu itu!" Ucap Chici.
"Hahahaha, kau benar! Aku pun sampai terkejut! Ku kira kak Quon itu kaku seperti kak Chyou ternyata tidak!" Xinxin.
__ADS_1
"Eh tidak juga nona! Tuan Muda kedua hanya bersikap seperti itu jika hanya ada nona saja kan?! Biasanya jika di hadapan orang lain juga sikap nya berubah jadi tak tersentuh," sanggah Chici.
"Ya kau benar!" Setuju Xinxin.
...~•<•>•~...
Dua hari telah berlalu dan keadaan masih sama yang berbeda hanya Xinxin yang tidak pernah keluar dari area rumahnya.
Bukan tidak pernah keluar hanya saja dia akan keluar diam-diam tanpa sepengetahuan siapa pun termasuk Chici.
Seperti sekarang dia sedang jalan-jalan di pasar malam. Niatnya dia ingin menghilangkan kebosanan serta kefrustasiannya menjelang besok hari.
Besok adalah hari dimana pihak istana akan menjemput semua nona muda yang telah lolos tes pemilihan permaisuri.
Xinxin bingung, apakah dia harus kabur? Tidak! Tidak. Itu akan membahayakan orang-orang yang dia sayang.
Pura-pura sakit? Pasti akan ada dokter istana dan pil penyembuh berkualitas tinggi yang akan di berikan istana agar cepat sembuh, tapi tetap saja dirawat di istana.
Hah, tidak ada cara lain, selain menghadapinya.
"Masa harus tinggal disana sih?! Bagaimana nanti kalau aku bosan dan ingin jalan-jalan, pasti sulit!" Gerutu Xinxin.
Orang-orang memandangnya aneh, pasalnya dia menggerutu tidaklah pelan, setidaknya jarak dua meter orang-orang dapat mendengar gerutuannya.
'Kasihan gila!'
'Aneh!'
Duk
"Ouhh, sial! Siapa sih yang meletakkan tembok di jalan?" Umpat Xinxin sambil mengusap jidatnya yang berdenyut.
Saat telah reda, dia ingin melihat tembok yang dia tabrak, tapi bukan nya tembok yang terlihat ternyata seorang pria tampan dengan tatapan tajam yang Xinxin tabrak.
¤
¤
¤
I hope you like it...
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Visual (Semua gambar diambil dari Pinterest)
Visual (Semua gambar bersumber dari Pinterest)
Umur : 25 tahun
Pekerjaan : CEO
Status : anak yatim piatu
Seorang CEO perempuan yang di segani semua bawahannya.
Nama : Fu Xinxin
Umur : 16 tahun
Elemen dan tingkatan:
Awal dengan jiwa asli : tidak ada
Sekarang dengan jiwa Felicia Hikaru : Api (Hijau)
Tanah (Hijau)
Air (Hijau)
Angin/udara (Hijau)
Cahaya/penyembuh (Redup)
Kegelapan/perusak (Abu-abu)
Status : anak ke-5
Sebelum tubuh Xinxin dimasuki oleh jiwa Felicia Hikaru, Xinxin adalah sosok pendiam, penyendiri dan anti sosial. Memang sweaty kecil dia adalah anak yang ceria, tapi karena tidak memilih elemen apapun membuatnya di jauhi dan terganggulah mentalnya.
Setelah tubuh Xinxin dimasuki oleh Felicia Hikaru, sikapnya terhadap lingkungan berubah, tidak lagi pendiam dan segala sifat buruknya hilang, karena memang jiwa Xinxin asli yang depresi telah mati digantikan jiwa seorang pemimpin.
Nama : Chici
Umur : 18 tahun
Elemen dan tingkatan: Air (Kuning)
__ADS_1
Status : Pelayan Xinxin
Memiliki sifat yang ceria, baik, setia dan tidak pernah memandang Xinxin seperti. orang yang memandang Xinxin adalah aib serta sampah.
Nama : Fu Chyou
Umur : 24 tahun
Elemen dan tingkatan: Api (Merah)
Status : anak ke-1
Fu Chyou, terkenal dengan tatapan tajam dan aura dingin di sekelilingnya. Tidak ada yang tahu apa isi kepalanya karena minimnya ekspresi yang dia tunjukkan, hanya ada wajah datar, tatapan tajam yang mengintimidasi lawan bicaranya.
Nama : Fu Niu
Umur : 22 tahun
Elemen dan tingkatan: Tanah (kuning)
Status : anak ke-2
Fu Niu, terlihat kalem tapi di dalamnya terdapat pemikiran yang licik. Melakukan beberbagai cara untuk mendapatkan keinginannya, tapi cara yang di gunakan tidak terlihat dengan mata jika tidak dilihat dengan kecerdasan seseorang.
Nama : Fu Quon
Umur : 20 tahun
Elemen dan tingkatan: Api (kuning)
Status : anak ke-3
Fu Quon, sifat dan sikapnya hampir mirip dengan Fu Chyou tapi kalau sudah bersama adik kesayangannya, Fu Xinxin maka keluarlah sifat manja dan kekanak-kanakannya, tapi juga dia bisa menjadi dewasa di saat di butuhkan.
Nama : Fu Nuan
Umur : 18 tahun
Elemen dan tingkatan: Tanah (Hijau)
Status : anak ke-4
Fu Nuan memilik sikap sombong, angkuh dan tidak bisa menyembunyikan emosinya, apalagi kalau marah.
Boros, hampir setiap hari memakai pakaian mewah serta perhiasan berlebih.
Nama : Fu Jieru
Umur :
Elemen dan tingkatan:
Status : Ibu
Meski di luar terlihat tak memperdulikan Xinxin tapi Jauh di lubuk hatinya dia menyayangi anaknya itu, tapi karena keegoisan dan memang tuntutan keluarga suami ya, membuatnya mau tak mau mengabaikan puterinya yang satu itu.
Nama : Fu Zihan
Umur : 42 tahun
Elemen dan tingkatan: Api (Merah)
Status : kepada keluarga
Tegas, adil tanpa memandang status keluarga sekalipun, sampai-sampai karena terlalu tegas dan adil mengabaikan anakpun tak masalah.
Nama : Han
Umur : 22 tahun
Elemen dan tingkatan: Angin (kuning)
Status : Pengawal dan sahabatnya Quon
Sifat nya yang bagai tak tersentuh menambah pesonanya. Meski begitu dia masih tak memiliki tambatan hati sama hal nya seperti tuannya.
Sekian untuk visualnya ya...
__ADS_1
Nanti ada juga tambahan visual lainnya saat tokoh baru muncul dan perannya pasti.