Kembalikan Pengantinku

Kembalikan Pengantinku
Ketiduran


__ADS_3

...Happy Reading...


...~••~••<•>••~••~...


Semua orang membungkuk sembilan puluh derajat sambil berucap. "Hormat kepada Yang Mulia Kaisar, semoga senantiasa diberikan kejayaan dan keberkahannya!"


"Duduk!" Perintah Kaisar Zhuting.


Semua orang kembali duduk di tempat mereka, kemudian suasana menjadi sunyi karena tidak ada yang berani bicara.


"Terimakasih kepada semua nona yang telah turut hadir dalam acara jamuan makan malam ini. Untuk memersingkat waktu kita akan mulai makan setelah persetujuan Yang Mulia Kaisar," itu Kasim Jang yang menginterupsi atas perintah Kaisar Zhuting yang dikenal irit bicara.


Salah satu nona mengangkat tangannya, itu membuat dia menjadi pusat perhatian.


Kaisar Zhuting mengangguk mengiyakan nona muda itu berbicara.


"Perkenalkan nama saya Wu Yan!Disini saya ingin berbicara mengenai etika makan. Bukankah saat makan akan tidak sopan jika seseorang menggunakan cadar?" Ucapnya menatap sinis Xinxin. Dia kesal karena gadis tak berguna ini lolos sedangkan Fu Nuan tidak, tapi tidak dipungkiri kalau dia juga senang karena Fu Nuan tidak lolos dan saingannya sudah berkurang satu.


Xinxin ingat nona muda ini. Dia teman Fu Nuan yang sempat dia temui di kediaman Fu yang mana dia adalah salah satu teman Fu Nuan yang juga menghukum Chici.


Mendengar ucapan Wu Yan semua orang langsung tahu arah pembicaraannya dan menatap sumber yang dibicarakan.


Xinxin? Dia mah masa bodo, dia menatap balik orang-orang yang menatapnya dengan acuh dan berakhir di mata tajam Kaisar Zhuting.


Dirinya akan patuh dengan melepas cadarnya, jika di larang oleh orang paling tinggi diruangan ini yaitu Kaisar Zhuting. Tapi kalaupun Kaisar Zhuting mengiyakan nya mungkin ini sudah waktunya dia memperlihatkan wajahnya ke orang-orang.


Kaisar Zhuting adalah salah satu dari mereka juga, tapi dia tidak keberatan dengan Xinxin yang menggunakan cadar, karena dia tahu di balik cadar itu terdapat wajah yang cantik.


Kasim Jang menatap Kaisar Zhuting yang masih diam sambil menatap Xinxin. Pikir Kasim Jang, Kaisar Zhuting tersinggung dengan ketidaksopanan Xinxin, tapi kalau dia pikir lagi, selain Xinxin di kirim ke paviliun anggrek juga dirinya di kirim langsung untuk menjemput Xinxin sepertinya tahun ini Kekaisaran tengah ini benar-benar akan mendapatkan permaisurinya setelah sekian lama.


"Tidak masalah!" Ucap Kaisar Zhuting membuat semua orang bungkam. Mereka kira Kaisar Zhuting akan marah dengan perilaku tidak sopan Xinxin tapi kenapa sekarang mereka melihat kalau Kaisar Zhuting ini seperti tertarik dengan Xinxin, tidak bisa dibiarkan, batin mereka.

__ADS_1


Alasan Kaisar Zhuting tidak masalah dengan Xinxin yang memakai cadar itu karena dia tidak ingin ada yang melihat wajah cantik Xinxin, sekalipun itu perempuan.


Sebagai orang luar, Kaisar Zhuting ingin dirinyalah yang pertama kali melihat wajah cantik itu hanya dirinya yang melihat wajah itu. Padahal yang pertama kali melihat kan Chici.


"Tap...," saat Wu Yan akan kembali berucap, Kaisar Zhuting mengangkat tangannya pertanda Wu Yan harus berhenti bicara, dan saat itu juga pandangannya tidak lepas dari Xinxin.


Wu Yan pun langsung diam dan kembali duduk dengan menahan kesal sekaligus takut. Bisa dikatakan saat ini dia beruntung karena tidak di tatap langsung oleh Kaisar Zhuting, karena kalau sampai itu terjadi, dirinya sudah tidak berada di ruangan ini, artinya kemungkinan dia pingsan karena tekanan yang di berikan oleh Kaisar Zhuting.


"Makan!" Perintah Kaisar Zhuting dan tidak ada lagi yang berani bersuara. Semuanya makan dengan tenang.


Setelah makan malam selesai, semua orang masih bertahan di dalam ruangan makan menunggu para pelayan menyelesaikan pekerjaan mereka, yaitu membersihkan meja makan dan menggantinya dengan teko serta cangkir teh, tak lupa makanan penutup berupa kue.


Saat semua pelayan telah selesai melakukan tugas mereka, Kasim Jang pun maju ke samping kursi Kaisar Jang.


"Terimakasih kepada semua nona muda yang telah berkenan memenuhi persyaratan dalam proses pemilihan permaisuri ini!"


"Saya disini mewakili Yang Mulia Kaisar untuk menjelasakan apa saja yang akan nona muda sekalian lakukan selama satu minggu tinggal di Istana,"


Kasim mengambil nafas sebelum membacakan gulungan yang dia bawa.


"Pihak istana bukan bermaksud untuk menyiksa kalian, tapi kami ingin melihat seberada mandiri kalian. Ini berlalu selama satu minggu penuh dan akan dimulai setelah kalian keluar dari ruangan ini,"


"Kedua, hari pertama atau besok kalian akan di tes dengan bakat memasak. Perlu diingat inipun tanpa bantuan! Dan hasil penilaian akan di umumkan keesokan harinya dilanjutkan dengan istirahat seharian,"


"Ketiga, di hari ketiga kalian akan di ajak oleh Yang Mulai Kaisar untuk berburu sekaligus bermalam di hutan selama dua hari dua malam. Disana kalian diminta untuk menangkap buruan yang mungkin akan membuat Yang Mulia Kaisar senang, karena yang menentukan pemenang pada tes ini adalah Yang Mulia Kaisar langsung! Dan hari kelima kalian boleh beristirahat,"


"Keempat, yaitu hari ke enam seluruh nona muda harus menampilkan bakat masing-masing, dan ini juga dinilai langsung oleh Yang Mulia Kaisar!"


"Hari ketujuh atau hari terakhir yaitu siapa yang menjadi terbaik, hari itu adalah sebuah pasta besar yang diselenggarakan untuk kenaikannya menjadi permaisuri!"


"Perlu kalian ingat! Hati-hati dalam bertidak karena tidak menutup kemungkinan salah satu dari kalian akan di pulangkan yang artinya kalian tidak bisa mengikuti tahap selanjutnya!" Peringat Kasim Jang di akhinya kalimatnya.

__ADS_1


Setelah dirasa cukup, Kasim Jang pun kembali ke belakang kursi Kaisar Zhuting.


"Acara selesai! Kalian boleh kembali!" Ucap Kaisar Zhuting tanpa basa-basi, kemudian dia meninggalkan ruangan dan sempat saja dia melirik Xinxin yang menunduk.


Satu persatu nona muda keluar dari ruangan perjamuan itu, dan sekarang hanya tertinggal tiga nona muda termasuk Xinxin.


Xinxin sekarang masih menunduk tanpa ada pergerakan sedikitpun. Merasa aneh Yimin pun memberanikan memanggil Xinxin.


"Nona?! Apakah nona tidak ingin kembali?" Tanya Yimin berbisik dekat telinga Xinxin.


Tidak ada respon dan Yimin kembali mencoba dengan memberanikan diri menepuk pelan pundak Xinxin.


"Nona!" Panggil Yimin lagi.


"Ah? Eh? Apa?" Xinxin terlihat linglung dengan mata melirik kesana kemari dan ternyata selama ini Xinxin tertidur dengan posisi duduk dan kepala menunduk. Mungkin dia kekenyangan dan mengantuk membuatnya tanpa sadar tertidur.


Dan kemungkinan besar Xinxin tertidur mulai dari awal Kasim Jang berbicara dia sudah pergi ke alam mimpi.


Suara Xinxin cukup nyaring membuat dua nona muda yang juga masih duduk disana menoleh ke arahnya.


Dan Xinxin langsung tersadar saat melihat hanya dua nona muda serta pelayan mereka yang berada di dalam ruangan selain dirinya dan dua pelayannya.


"Apakah acaranya sudah selesai?" Tanya Xinxin kepada dua pelayan nya itu.


"Iya nona! Sudah cukup lama juga!" Jawab Annchi.


Haiss, apakah tidurnya tadi ketahuan? Mudah-mudahan tidak, batin Xinxin berharap.


¤


¤

__ADS_1


¤


I hope you like it...


__ADS_2