Kembalikan Pengantinku

Kembalikan Pengantinku
Ruang Angkasa


__ADS_3

...Happy Reading...


...~••~••<•>••~••~...


Setelah Sun Lin menceritakan seluruh kejadian saat dia menemukan Xinxin yang pingsan di tepi sungai, sekarang mereka sedang duduk santai sambil melanjutkan tanya jawab, Xinxin bertanya, Aun Lan dan Sun Lin yang menjawab.


"Berapa umur kalian?" Tanya Xinxin.


"Aku tiga belas tahun dan Sun Lan sepuluh tahun," jawab Sun Lin.


"Hmm. Kalau nama kakak Xinxin, kalian bisa memanggil kakak dengan sebutan, kakak Xin. Umur kakak hampir tujuh belas tahun,"


"Siapa kedua wanita tadi?" Tanya nya.


"Mereka adalah bibi Li dan bibi San!"


"Kenapa mereka bersikap kasar begitu?"


"Mereka memang seperti itu, bukan mereka saja akan tetapi hampir seluruh anggota keluarga Sun tua!" Jelas Sun Lin.


"Dimana kedua orang tua kalian? Kenapa tidak melindungi kalian?"


Ah Xinxin jadi teringat kalau pemilik tubuh yang dia tempati juga di baikan.


Kedua anak itu menunduk dengan raut wajah sedih.


"Hiks hiks. Mereka sudah meninggal!" Jawab Sun Lin sesegukan. Sedangkan Sun Lan sendiri tertunduk sedih dengan isakan tertahan.


'Astaga! Sialan! Kenapa mulut nih banyak tanya!' Batin Xinxin merutuki kekepoannya.


Perlahan Sun Lin terus bercerita sambil terisak dan memeluk Sun Lan.


Xinxin sudah memintanya tidak perlu menceritakan, tapi entah mengapa hati gadis itu nyaman dan aman bercerita kepada Xinxin yang notabenya orang baru. Biasanya kedua kakak adik itu akan terus waspada dengan orang baru.


Nama orang tua mereka adalah Sungai Mei dan Hong Sun.


Dari cerita Sun Lin, Xinxin mengetahui ibunya saat lahir di ramalkan menjadi kesialan bagi keluarga Sun, membuat Lao Ning, ibu kandung Sun Mei membencinya sampai saat dia membawa seorang pria yang tidak sadarkan diri ke keluarga Sun, merawatnya membuat keluarga Sun semakin membencinya. Hingga mereka berdua sebagai anak juga di cap sebagai pembawa sial.


Pria yang di bawa Sun Mei menjadi suaminya karena tidak ada yang mau menikah dengannya di usia dua puluh tahun. Dan pria itu adalah ayah Sun Lin dan Sun Lan.


Hong Sun yang di kenal orang-orang adalah pria baik, ramah dan pekerja keras. Saat itu dia melupakan ingatan nya dan sampai mati tidak kembali ke keluarganya meskipun beberapa saat sebelum meninggal ingatannya kembali.


Dia meninggal karena kecelakaan di gunung saat sedang berburu, tanpa sengaja bertemu dengan binatang buas karena memasuki hutan terlalu dalam. Itu yang Sun Lin katakan, tapi Xinxin menduga bukan hanya binatang buas, tapi bisa saja binatang roh. Karena Xinxin tebak ayah, atau Hong Sun lah yang bukan orang biasa itu dan pasti memiliki energi alam pada tubuhnya.


Di ketahui meninggal karena ada pemburu yang berasal dari Desa Embun menemukan potongan pakaianya yang terdapat bercak darah.

__ADS_1


Waktu meninggalnya keduanya tidaklah jauh, setelah mengetahui suami nya meninggal Sun Mei terus bekerja untuk melupakan kesedihannya membuatnya kelelahan dan meninggal.


Setelah meninggalnya kedua orang tua mereka kakak beradik itu di usir dari rumah besar keluarga Sun dan sekarang tinggal di sebuah gubuk milik keluarga Sun atau warisan yang di berikan kepada Sun Mei.


Sun Lin telah pergi beberapa saat setelah menyelesaikan cerita. Xinxin menghela nafas saat mengetahui kalau bukan hanya dirinya yang menderita, masih banyak di luaran yang lebih menderita dari dirinya.


Dirinya masih beruntung karena memiliki keterampilan, orang lain belum tentu.


Sekarang dia sedang sendiri di dalam kamar satu-satunya di rumah itu. Melamun dan memikirkan rencana apa yang harus dia lakukan.


Apakah dia harus pulang ke kota AN, atau tinggal disini saja?!


Desa Embun?! Dia baru mendengar nama desa ini selama dia berada di dunia ini.


Apakah jauh dari kota AN?


Kalau iya, itu akan sangat bagus. Karena dia tidak perlu berencana kabur dari kediaman Fu lagi, karena dia sudah hilang bukan?


Hehehehehe


Itu bagus karena tidak akan ada yang di rugikan jika dia tidak kembali dan ini mempermudahnya untuk menjalankan rencananya untuk menggunakan identitas baru.


"Xinxin,"


"Eh astaga! Huh huh... Dikirain tadi siapa, tahunya kau Snow?"


"Hehehe maaf Xinxin, saat itu kebetulan aku di panggil Sang Pencipta untuk pengarahan!" Jelas Snow.


"Hump!" Xinxin masih kesal, meski dia tidak perlu kabur lagi, tapi tetap saja saat itu dia berjuang mati-matian untuk tidak mati.


"Maaflah Xinxin! Oh ya, aku akan memberi sesuatu yang bagus untukmu, kau mau lihat! Ah sebenarnya bukan aku sih yang memberikan nya tapi ini titipan Sang pencipta,"


Xinxin mulai tertarik, apakah gerangan itu? Mudah-mudahan itu hal yang bagus.


"Apa?" Tanya Xinxin dengan wajah judes.


"Tutup matamu!" Perintah Snow. Dengan ragu Xinxin menutup matanya.


"Buka matamu!"


Xinxin perlahan membuka matanya dan mendapati dirinya berada di tanah kosong yang luas dengan sebuah pondok kecil.


Di sepanjang mata memandang tidak Xinxin temukan seorang pun di sekitarnya, hanya dirinya dan seekor kelinci putih yang berlari menghampirinya.


Langit biru dan awan putih menandakan hari sangat cerah dan di bawahnya, dimana kakinya berpijak ada tanah subur di sepanjang mata memandang. Tapi sayangnya tidak ada matahari, ya kali ada matahari disini, mungkin bakalan habis terbakar semua yang ada di sini.

__ADS_1


Di sebelahnya ada ladang rumput hijau yang luas dengan beberapa pohon.


"Apa ini? Dimana ini?"


"Selamat datang di ruang angkasa!"


Suara Snow mengalihkan mata Xinxin dari memandang ke seluruh penjuru.


"Ini ruang angkasa? Seperti yang ada di novel-novel yang ku baca itu?"


"Aku tidak tahu apa yang kau maksud, tapi ini memang ruang angkasa!"


"Wahhh, daebak!!"


"Apa saja yang ada di dalam ruang angkasa ini? Apa yang dapat di lakukan?"


"Disini kau bisa melakukan apa saja, seperti menanam, memelihara binatang, menyimpan barang dan sebagai nya!"


"Tapi seperti yang kau lihat ruangan ini masih kecil, dan kau dapat memperluasnya lagi!"


"Bagaimana caranya?"


"Dengan memperkuat tingkatan kekuatan mu! Dengan meningkatnya kekuatan, bukan hanya ruang ini yang meluas akan tetapi kemampuanku untuk membantumu juga aka meningkat!"


"Oh begitu! Tapi, kau tahu sendiri energi alam tidak banyak disini. Bagaimana aku bisa dengan cepat meningkatkan tingkatku?!"


"Ikuti aku!


Xinxin mengikuti Snow, dia mengajak Xinxin ke arah sebuah danau cantik yang terletak di belakang pondok.


"Kau bisa berendam di kolam ini selama satu jam, setelah itu rutinlah meminum air danau ini dan bersemedi, karena di ruang angkasa ini kaya akan energi alam,"


Xinxin mengangguk mengerti, memang sedari dia menginjakkan kaki di sini dia sudah merasakan energi alam yang sangat melimpah.


"Air danau ini bukan air sembarangan. Air ini memiliki banyak manfaat, mulai dari menyehatkan tubuh bagi orang yang memiliki tubuh kurang sehat, dapat menyembuhkan penyakit ringan, seperti batuk, deman dan lainnya. Selain itu kalau menyirami tumbuhan dengan air ini maka waktu tumbuhnya akan semakin cepat, dan yang pasti sayuran, buah-buahan yang menggunakan air ini akan lebih segar dan enak. Dan lagi, kalau binatang roh mengonsumsinya akan meningkatkan tingkatnya kalau di minum secara teratur," jelas Snow panjang lebar.


Xinxin sekarang mengerti dan sangat senang, karena kehidupannya disini tidak akan sulit.


Setelah beberapa penjelasan lagi, Snow pergi meninggalkan Xinxin yang siap berendam di danau dengan air ajaib lah kata Xinxin.




__ADS_1


I hope you like it...


__ADS_2