Kembalikan Pengantinku

Kembalikan Pengantinku
Part 45


__ADS_3

...Happy Reading...


...~••~•<••>•~••~...


Daripada keadaan semakin menegangkan Kepala Desa He segera berucap. "Memang benar mereka keluarga dan telah membesarkan dua saudara itu, tapi juga mereka menyiksa mereka dengan memperkerjakan mereka berdua dengan keras," tidak ada ekspresi bersalah dengan keluarga Sun yang begitu keterlaluan menurut Kepala Desa He, yang ada ekspreai iba terhadap dua anak yang selama ini hidup menderita di tangan keluarga nya sendiri.


Ekspresi Xinxin semakin datar mendengar pengakuan Kepala Desa He, satu persatu dia tatao tajam keluarga Sun yang ada di hadapannya.


"Ingin cara kasar?" Ucap Xinxin dengan seringaian.


"Kalau ingin cara kasar, saya akan ke ibu kota AN dan memberitahu pemerintah untuk menangkap kalian! Bukan pemerintah daerah lagi tapi ibu kota. Kalian menginginkannya?" Gertak Xinxin dengan nada suara datar.


Semua orang semakin takut, tapi di dalam hati masih ada keserakahan saat mendengar pastinya Xinxin bukan orang sembarangan sampaj berani mengatakan ibu kota kan.


"Sebenarnya tidak perlu sampai melapor ke pemerintan ibu Kota, saya pun bisa melakukan hal yang membuat keluarga ini hanya tinggal nama saja, tapi...,"


Semua orang semakin kalut dan takut mendengar ucapan Xinxin. Mereka tahu orang kota bukan manusia biasa seperti mereka, tapi lagi-lagi keserakahan menguasai mereka.


"Saya tidak mau Sun Lan dan Sun Lin di cap anak yang hidup bersama pembunuh, mungkin?!" Xinxin menyeringai lebar sambil mengetuk meja dengan jarinya.


Seiring ketukan jari Xinxin, jantung mereka mendenyut beberapa kali lipat cepat nya.


"Bagaimana?" Tanya Xinxin mendongak menatap kepala keluarga Sun yang tanpa sadar mengangguk menyetujui pengadopsian.


"Bagus!"


Xinxin tersenyum manis, tapi bagi orang di ruangan itu sangat menyeramkan.


Kepala Desa He, Tuan tua Sun dan Xinxin pun pergi ke pemerintah daerah untuk memproses pengadopsian.


Sebelum itu, Xinxin menyempatkan diri ke toko obat untuk menjual beberapa herbal yang sudah tumbuh dengan baik di dalam ruangnya yang pastinya berkualitas bagus.


Setelah setengah hari proses pengadopsian dengan pengisian nama baru untuk Lan dan Lin mereka pun berpisah, karena Xinxin ingin membeli beberapa keperluan untuk di rumah mereka.


Nama mereka sekarang menjadi Jiang Xinxin, Jiang Lan dan Jiang Lin.


Xinxin mencari pasar di kota itu mungkin karena sudah siang jadi kebanyakan pasar sudah tutup. Terpaksa Xinxin membeli di toko-toko pinggir jalan, seperti minyak, bumbu dapur, garam, gula, tepung, beras, dn beberapa pakaian jadi untuknya dan dua saudara barunya, dan terakhir selimut tebal yang sangat di butuhkan pada malam hari yang dingin.


Beberapa kue kering, permen serta roti kukus juga dia beli untuk mengganjal perut sementara dia juga memakan satu roti kukus.


Semua barang dia masukkan ke dalam ruang angkasa, kemudian kembai ke desa Embun menggunakan ilmu peringan tubuh yang menurutnya kecepatan dan kelincahannya semakin bagus setelah berendam di danau air ajaib.

__ADS_1


"Tentu saja bagus! Karena kekuatan mu juga meningkat. Kau harus masuk nanti ke dalam ruang angkasa dan lihatlah semua tanamanmu sudah besar-besar dan ada juga yahg telah berbunga," ucap Snow melalui pikiran.


"Benarkah?! Aku sudah tidak sabar! Tapi tidak bisa sekarang. Sekarang aku harus kembali dan mendiskusikan masalah pengadopsian ini dulu,"


"Hmm, kau sih terlalu ikut campur. Tapi tidak masalah, karena aku merasa kedua anak itu memiliki energi alam yang masih belum keluar!"


"Kau juga merasakannya? Pertama kali aku menyentuh mereka aku merasakan nya juga!"


"Ya! Mereka pasti akan menjadi hebat di masa depan, jika di asah dengan benar!"


"Aku tidak bisa memaksa mereka ikut dengan ku, jika mereka mau aku akan senang, jika tidak mau aku tidak akan memaksa mereka,"


"Kau ini terlalu lembut di dalam!"


Artinya ucapan Snow adalah, di luar terlihat sangat garang dan banyak di takuti orang-orang, tapi di dalam hatinya sangat lembut.


"Yah terserah padamu berpendapat apa tentangku!"


Pembicaraan berakhir saat Xinxin telah sampai di rumah kecil yang akan roboh itu.


"Sun Lan, kakak kembali!" Teriak pelan Xinxin sambil mengetuk pintu.


Pintu terkunci, mungkin karena Sun Lan takut, para paman dan bibi nya akan datang lagi.


Kreatt


Kepala Lan terlihat keluar dari balik pintu.


"Kakak?!"


"Hm! Ayo masuk! Banyak barang yang harus di bereskan," ucap Xinxin sambil pandangannya mengarah ke bawah, tempatnya dekat kaki kanan dan kiri.


Memang banyak barang, sebelum Lan keluar tadi, Xinxin mengeluarkan semua barang yang dia beli setelah tidak ada siapa pun di sekiranya.


"Tolong bantu kakak membawa sebagian dari barang ini ke dalam,"


Lan mengangguk dan mengambil beberapa barang yang tekah Xinxin sisakan. Hanya yang ringan-ringan saja.


Setelah beberapa kali bolak balik, akhirnya barang sudah di bawa masuk semuanya.


"Bagaimana keadalan Lin?" Tanya Xinxin.

__ADS_1


"Tadi kakak Lin sempat bangun, tapi kembali tidur setelah memakan obat yang kakak berikan!"


"Baiklah! Kalau begitu, bisakah Lan menemani kakak memasak sekarang dan makan ini sambil membantu," ucap Xinxin sambil menyerahkan satu kotak yang di buat dengan di anyam yang tertutup.


Lan berulang kali menatap sebuah kotak anyaman di tangannya dan Xinxin yang sudah mulai menyembelih mangsa yang dia dapat terakhir kali yang belum sempat dia keluarkan dari dalam ruang angkasa.


Setelah menyembelih, dia memasak air, kemudian setelah air mendidik dia mengangkatnya ke bawah dan memasukkan dua ekor ayam hutan gemuk.


Setelah di rasa cukup dia mengeluarkan nya dan mencabuti bulu-bulunya dengan pelan.


Lan duduk di samping Xinxin ingin mengambil sati ayam hutan yang tersisa untuk di cabuti bulunya, tapi...


"Tidak perlu! Biar kakak saja, Lan makan saja dulu dan jika Lin bangun berikan juga dia ya," cegah Xinxin.


"Tapi...,"


"Tidak apa! Kau makanlah roti itu dulu! Makanan akan segera siap nanti,"


Lan pun duduk ke lain tempat agar tidak mengganggu Xinxin memasak sambil memakan pelan roti kukus. Meski dia diam tapi matanya sangat cerah dan senang.


Dia hanya membantu menyalakan dan menjaga api pada tungku, karena di dalam panci Xinxin sedang memasakn nasi.


Nasi masak, Xinxin pun memasakn lauk nya yaitu daging tumis. Sayuran dia tumis juga dan setelah satu jam akhirnya semua nya telah matang.


"Panggilkan Lin, kita makan sama-sama!"


Lan mengangguk, wajahnya sangat jelas kalau lagi senang. Dia kembali bersama Lin yang di bantu saat berjalan.


"Duduk lah! Kita makan!"


Tiga orang itu duduk di meja persegi yang tidak besar itu.


Lan dan Lin tidak berani bersuara saat melihat kalau saat ini wajah Xinxin serius, sangat berbeeda saat Xinxin berbicara kepada mereka sebelumnya.


Kalau Lan sempat melihat Xinxin dalam mode marah, tapi tidak Lin. Karena pada saat itu dia tidak sadarkan diri.




__ADS_1


I hope you like it...


__ADS_2