Kembalikan Pengantinku

Kembalikan Pengantinku
Part 43


__ADS_3

...Happy Reading...


...~••~••~•<•>•~••~••~...


Kreattt


Derit pintu terdengar lumayan nyaring, kemudian terbukalah membuat orang-orang berhenti berbicara kemudian menengok asal suara.


Disana seorang gadis sangat cantik berdiri dengan wajah datar dan aura mengerikan.


Dengan wajah datar dan tatapan tajam Xinxin melangkah menuju Sun Lin yang meringkuk di tanah dengan Sun Lan yang berusaha melindunginya dari sapu yang di arahkan oleh bibi Li ke tubuh mungilnya.


"Kakak Xin," lirih Sun Lan dengan mata yang penuh air mata.


Xinxin mengangguk dan berjongkok memeriksa keadaan Sun Lin yang sudah tidak sadarkan diri.


Keadaan Sun Lin begitu memprihatinkan, dengan lebam di tangannya, cap jari di pipinya. Itu pasti sangat sakit, mengingat hampir hanya tersisa kulit pada gadis kecil itu. Dan jangan lupa sedikit darah di pelipisnya.


Xinxin menatap tajam bibi Li. Apakah dia ingin membunuh orang?


"Apa yang kau lakukan?!" Tanya Xinxin tanpa melihat bibi Li dia masih berfokus pada luka Sun Lin kemudian kepada Sun Lan, takut dia juga memiliki luka. Untungnya hanya lebam pada lengan yang sedikit membiru pada Sun Lan.


"A-apa? K-kau jangan ikut campur masalah keluarga ku!" Ucap bibi Li dengan takut-takut.


Tanpa berbicara Xinxin langsung mengangkat Sun Lin yang sudah pingsan ke dalam rumah di ikuti oleh Sun Lan.


Tidak ada yang berani mencegahnya karena dia menguarkan aura nya, menekan orang-orang yang ada disana.


Setelah Xinxin masuk, diskusi orang-orang atau penduduk desa terdengar dari dalam, karena telinga Xinxin sensitif dengan sekecil apapun suara itu.


Mereka bertanya-tanya siapakah Xinxin? Tapi tidak ada yang tahu siapa dia. Mereka tahu kalau Sun Lin dan Sun Lan membawa seseorang yang pingsan ke rumah mereka tapi saat di tanya mereka tidak menjawab.


Xinxin meletakkan Sun Lin di atas ranjang kemudian keluar dari kamar untuk masuk ke dalam ruang angkasanya.


"Apakah air ini dapat meringankan luka anak itu?" Tanya Xinxin kepada Snow.


Dia yakin Snow tahu siapa yang dia maksud. Dia masuk juga hanya untuk bertanya karena dia tahu kalau hanya dengan pikiran pun dia dapat mengambil apapun di dalam ruang angkasanya tanpa masuk.


"Bisa! Bahkan bisa menyembuhkannya, menghilangkan lebam nya dan memperbaiki organ dalam yang terluka!"


"Bagus! Aku akan mengambil ini dan keluar!"

__ADS_1


Xinxin keluar kemudian mengambil mangkuk di dapur kemudian memasukkan air ajaibnya ke dalam dua mangkuk.


Dia kembali masuk ke dalam kamar dimana Sun Lan masih sesegukan.


"Minum ini!" Perintah Xinxin menyerahkan mangkuk berisi air. Setelah Sun Lan menerimanya dan memastikan dia meminumnya dan perlahan wajahnya lebih merah tidak lagi sepucat tadi.


Xinxin duduk di tepi ranjang dan dengan pelan meminumkan air dengan sendok untuk Sun Lin.


Setelah habis wajah pucat Sun Lin perlahan memerah kembali.


Untungnya Xinxin memiliki ini, kalau tidak dia harus mencari herbal dulu dan itu akan lama dan itu akan menperparah kondisi Sun Lin.


"Sudah! Jangan menangis lagi! Kakakmu tidak apa-apa! Sebentar lagi juga akan bangun!"


Sun Lan yang masih sesegukan mengangguk lucu. "Kau sudah makan?" Tanya Xinxin kepada Sun Lan yang di balas gelengan.


Ah dia juga lapar sekarang, tapi tidak ada apa-apa saat ini. Tanaman nya belum berbuah. Kan sangat baru.


Uang? Xinxin tidak memilikinya karena tas nya larut terbawa arus sungai.


"Kalau begitu kau jaga kakak mu, jangan buka kan pintu untuk siapapun sampai kakak kembali. Paham?"


Xinxin bersiap dan keluar dari pintu belakang, karena di belakang rumah adalah hutan.


Dia berpikir bagaimana keadaan di kota AN dan di tempat perburuan saat dirinya hilang. Pasti banyak yang senang bukan. Apalagi keluarga laknat itu, tapi bagaimana dengan kak Quon dan Chici. Apakah mereka sekarang tahu tentang dirinya yang menghilang mengingat dia dua hari tidak sadarkan diri.


Kita lihat keadaan kota AN sekarang.


Sekarang keadaan damai, dan masih seperti biasanya. Akan tetapi acara pemilihan permaisuri juga di tunda karena hilangnya satu peserta. Banyak yang marah pada Xinxin yang membuat acara tidak jalan dan para peserta juga di pulangkan terlebih dulu.


Tidak ada yang berani protes, kalau ada siap-siap kena amuk Kaisar dan dapat di pastikan satu keluarga akan musnah paling ringan akan melarat dan menderita.


"Bagaimana?" Tanya Kaisar Wang Zhuting.


Orang yang berpakaian serba hitam yang ternyata di panggil A sedang berlutut dengan dua lainnya yang di panggil b dan C juga berlutut.


"Maaf tuan! Kami tidak menemukannya!" Ucap A dengan tubuh gemetar karena menerima tekanan dari tuannya. B dan C juga tidak jauh dari keadaan A saat ini, bahkan C sampai mimisan, tapi tidak berani mengusapnya, dia membiarkan darah itu menetes ke celananya.


Mendengar kalimat itu wajah Wang Zhuting semakin datar, tatapan nya menajam dan aura sekita semakin dingin dan menekan.


"Cari lagi!" Perintah nya dengan dingin.

__ADS_1


"Siap laksanakan!" Ucap ketiganya kemudian menghilang dari tempatnya.


Kepergian tiga orang tersebut membuat ruangan semakin suram, tapi di mata itu ada rasa khawatir yang mendominasi.


"Kau dimana?!" Lirihnya.


Sedangkan ketiga orang tadi, setelah pergi dari tempat dimana sebentar saja lagi mereka berdiam disana, mungkin salah satu dari mereka akan kehilangan nyawa.


Saat ini saja mereka terbatuk darah segar. Yang paling parah adalah C, mimisannya tidka berhenti, di tambah batuk darah paling banyak. Wajahnya sudah sangat pucat, tapi masih dengan ekspresi datar.


"Kau istirahat sebentar, kemudian susul kami!" Perintah A pada C. C mengangguk


Meski wajahnya datar, tetap saja dia lemah saat ini, karena energinya terkuras menahan tekanan tuannya barusan.


Kembali kepada Xinxin yang sedang berburu binatang kecil yang dia lihay. Seperti kelinci, ayam hutan, dan burung pegar.


Rusa ada, tapi menurutnya saat ini yang dia tangkap sudah cukup untuk mereka bertiga, malah berlebihan. Satu kelinci dua ayam hutan, dua burung pegar.


Sesekali dia memetik sayuran yang dia ketahui, herbal dan juga anakan pohon yang dia akan tanam di ruangnya nanti.


"Snow!"


"Ya Xinxin?"


"Seandainya aku memasukkan binatang berukuran besar atau binatang buas seperti misalnya rusa, serigala atau harimau, apakah akan bermasalah pada ruang angkasa?"


Saat ini mereka berbicara melalui batin, karena saat ini Snow, Xinxin perintahkan untuk menanam herbal yang dia masukkan, untuk pohon buah dia akan menanam sendiri di tempat yang dia inginkan.


"Tidak masalah! Malah itu bagus, karena makhluk hidup kecuali manusia selain kau, akan menjadi menyerap energi alam dan memiliki kekuatan mereka sendiri dan tentunya memiliki pikiran, meski tak sesempurna manusia. Untuk tanaman akan memiliki esensi energi alam," jelas Snow.


Xinxin mengangguk-angguk paham sambil sesekali memetik sayuran. Saat ini dia sedang dalam perjalanan kembali.


Dia berencana mengembangkan binatang spiritual untuk tentaranya, kalau-kalau dia butuh nanti. Dan kalau bisa menemukan yang sudah berkembang itu akan lebih bagus, karena di hanya perlu meningkatkan kemampuan mereka. Tapi meski begitu pertama-tama dia harus menjinakkannya dulu kan.





I hope you like it...

__ADS_1


__ADS_2