
...Happy Reading...
...~••~••<•>••~••~...
"Yang Mulia Kaisar memasuki ruangan,"
Teriakan penjaga itu mengalihkan fokus semua orang kearah pintu masuk. Disana masuklah seorang pria dengan surai hitam panjang, rahang tegas, yang sangat tampan meski semua tahu umurnya tidak muda lagi, tapi wajahnya terlihat lebih muda daripada orang tua berumur enam puluh ke atas. Wajar saja, siapa yang tidak tahu kalau Kaisar ini memiliki kehidupan abadi.
Ditambah wibawa yang di pancarkannya begitu agung. Meskipun tidak memakai pakaian kebesaran nya khas seorang Kaisar, orang-orang pasti akan menebak dengan benar, kalau dia seorang Kaisar. Biarpun orang tak mengenalnya, orang itu akan menganggap dia adalah seorang pemimpin sesuatu yang besar.
"Hormat kepada Kaisar Kekaisaran, Yang Mulia Kaisar Zhuting. Semoga diberkati!" Ucap semua orang yang berada di dalam ruangan seraya membungkuk sembilan puluh derajat untuk menghormati.
Kaisar Wang Zhuting telah sampai di singgasana agungnya. Sebelum duduk dia melihat keseluruh penjuru, melihat seluruh rakyat nya.
"Silahkan tegakkan tubuh kalian dan duduk!" Suaranya yang tegas dan penuh wibawa mendominasi seluruh ruangan. Baru suaranya sudah menciptakan tekanan yang lumayan membuat orang-orang kesulitan bernafas, apalagi kalau aura kemarahan? Bisa-bisa orang yang berdiri dengan jarak kurang dari sepuluh meter langsung mati di tempat.
Semua orang menegankkan tubuh mereka kembali menatap keep depan, tepatnya dimana sang Kaisar duduk dengan agungnya.
Terlihat Kaisar Wang Zhuting menginteruksi Kasim yang telah dari muda mengabdikan dirinya kepada Kaisar Zhuting dan sampai sekarang dia sudah berumur lima puluh tahun lebih untuk memulai acara.
"Baiklah, karena semua orang telah berada di dalam ruangan ini, tidak perlu berlama-lama mari kita mulai acaranya dengan hiburan dan makan-makan," ucap Kasim yang bernama Jang.
Acara pun di mulai semua orang menikmatinya, tapi tidak dengan dua orang yang asik dengan dunia mereka sendiri, mereka assuage Quon yang terus-menerus menatap adiknya itu seraya terus menyodorkan makanan ke depan Xinxin. Sedangkan Xinxin sendiri terus makan tanpa peduli dengan tatapan-tatapan orang-orang yang dengan terang-terangan menatapnya jijik.
Xinxin makan masih dengan cadarnya membuat orang-orang yakin kalau wajar nona ketiga dari kediaman Fu ini buruk rupa. Karena selain di rumorkan sampah, dia juga di rumorkan jelek.
Saat ini Xinxin merasa merinding karena sebuah tatapan membuat perasaannya tidak nyaman, namun perasaan ini pernah dia rasakan sebelumnya, yaitu pada saat dia mengerjai ibu dan anak yang sombong dan ternyata dia adalah nona dari kediaman Wu, Wu Yan namanya.
Tatapan tajam yang sama gelapnya, akan tetapi berbeda wujudnya. Mungkin?
Xinxin merasa ada persamaan tapi juga tidak sama. Keduanya terasa familiar tapi dalam tingkatan berbeda.
Mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan, dan... Matanya bertemu dengan mata tajam Kaisar Wang Zhuting. Cukup lama saling tatap menatap, Xinxin pun tersadar dan langsung mengalihkan pandangannya. "Berbahaya!" Gumam Xinxin tapi gumaman itu terdengar oleh Quon di sampingnya meskipun tak jelas.
"Ya? Ada apa Xin?" Tanya Quon.
__ADS_1
"Hah?" Xinxin tak mengerti tapi dengan cepat dia paham. "Tidak ada! Ini kuenya sangat enak," ucap Xinxin mengambil satu kue di atas piring yang berada di depan nya.
Quon tersenyum. "Kalau begitu makanlah lebih banyak, agar kau cepat gemuk," ucap Quon sambil menaruh piring berisi kue punyanya di meja Xinxin.
"Aku tidak mau gemuk!" Kesal Xinxin sambil bersedekap dada tak lupa pelototan yang menghunus ke arah Quon. Bukannya seram, malahan dia terlihat imut dengan mata bulatnya.
Hahahahaha
Quon tak bisa menahan tawanya, membuat nya menjadi pusat perhatian hampir semua orang.
Kaum hawa pun menjerit tertahan melihat ketampanan Quon dan ditambah dia tertawa membuat kadar ketampanannya bertambah.
"Kedengarannya seru?! Apa yang membuatmu tertawa senang nak?" Tanya Fang Jieru, ibunya. Dengan senyum tulus kepada anaknya itu.
Mendengar suara itu Quon langsung menghentikan tawanya dan balik menatap ibunya yang duduk di samping ayahnya tak jauh darinya duduk.
"Bukan apa-apa!" Jawabnya dingin langsung berbalik menatap Xinxin kembali.
Hati Fang Jieru sebagai ibu, merasa sakit dengan sikap anaknya itu terhadapnya, tapi dia juga dia sadar kalau dia yang salah.
Xinxin? Dia tak terlalu memperhatikan interaksi ibu dan anak itu karena dia dalam mode ngambek dan memakan kue itu sampai tandas.
Xinxin tersedak, dia memukul-mukul dadanya karena sulit bernafas. Dengan segera Quon menyerahkan air kepada Xinxin dan langsung diterimanya dan diminumnya sampai tandas.
"Hahhh, leganya!" Ucap Xinxin dengan gaya tak tahu malunya. Lupa kalau sedang di luar, karena memang Xinxin ini dikehidupannya yang dulu di dalam dan di luar sangat berbeda.
"Mangkanya jangan makan kaya orang tidak makan seminggu saja," ucap Quon masih menepuk-nepuk pelan punggung Xinxin.
"Hehehe, maaf, kuenya enak, jadi tidak bisa ngendaliin tangan buat terus masukin kemulut," ucap Xinxin cengengesan.
"Huh memang rakus!" Nah siapa tuh yang nyaut.
Kita lihat, dengan pakaian glamornya tak lupa dandanan tebalnya, siapa lagi kalau bukan Nuan. Dia duduk di samping Niu dan di batasi oleh Chyou dengan Quon.
Quon menatapnya tajam setelah mendengar apa yang di ucapkan adik perempuan nya yang lain itu. Inilah sikap yang tidak dia sukai dari adik serta kakak perempuannya selain Xinxin.
__ADS_1
Mereka sombong, angkuh, meski Niu tak terlalu menunjukkannya karena dia licik dan bermain rapi jika ada yang dia inginkan. Berbeda dengan Nuan yang terang-terangan menunjukkan kesombongannya, bahkan dia sangat cepat tersulut emosi.
Saat Quon akan membalas perkataan Nuan, Xinxin menarik lengan pakaiannya dan menggeleng saat mata mereka bertemu.
"Huhh, kau selalu seperti itu," ucap Quon seraya mengacak rambut Xinxin.
Sebenarnya Xinxin tak sebaik itu, tapi sekali lagi ini belum waktunya untuk membalas, karena dirinya masih belum benar-benar kuat.
"Iihh kakak, rambutku jadi berantakan kan," ucap Xinxin kesal seraya merapikan rambutnya kembali.
Acara masih terus berlangsung dan satu pengumuman yang membuat semua kaum hawa di ruangan itu semakin merapikan penampilan mereka, bersikap anggun dan sebagainya hanya untuk...
"Pada pertemuan kali ini saya Kasim Jang sebagai perwakilan dari Yang Mulai Kaisar Zhuting mengumumkan bahwa selain acara ini sebagai acara perayaan ulang tahun beliau, juga sebagai acara untuk mencari pendamping beliau,"
Semua orang terkejut sekaligus antusias mendengar pengumuman ini. Karena di seluruh kekaisaran tengah ini siapa yang tidak tahu kalau sang pemimpin kekaisaran ini dari awal pemerintahan atau berdirinya kekaisaran ini tidak memiliki pendamping.
Orang-orang sempat mengira kalau Kaisar mereka penyuka sesama jenis, tapi hari ini membuktikan kalau semua itu tidaklah benar.
"Ini juga mendadak, jadi untuk pemilihan diminta kepada semua nona muda untuk mengikutinya,"
Mendengar itu para nona muda sangat bersemangat, Nuan saja sangat terlihat senangnya, berbeda dengan Niu yang tenang di luaran tapi berbeda di dalamnya. Dia juga senang dan kumpulan rencana berputar di kepalanya, cara untuk menjadi permaisuri.
Siapa yang tidak mau?! Semuanya mau, tapi kenapa FL kita terlihat biasa saja?
"Ck males! Bisakah aku tidak ikut? Meski tampan, tapi aku tidak mau nikah muda!" Xinxin berdecak kesal.
Dia tidak suka ini, bisakah dia tak mengikutinya atau apakah dia harus kabur? Boleh juga tuh.
¤
¤
¤
I hope you like it...
__ADS_1