Kembalikan Pengantinku

Kembalikan Pengantinku
Diikuti I


__ADS_3

...Happy Reading...


...~••~••<•>••~••~...


Malam tadi setelah masuk ke kamar, Xinxin langsung mengeluarkan Lan dan Lin dan menidurkan mereka ke ranjang.


Dirinya pergi mandi meninggalkan Lan dan Lin yang ternyata tak lama Xinxin pergi mereka bangun.


Dan saat Xinxin membuka pintu betapa terkejutnya dia saat mendapati dua anak itu menangis sambil saling berpelukan.


Xinxin begitu panik dan menenangkan mereka sampai mereka tertidur dan dia pun juga ikut tertidur karena kelelahan.


Keesokan paginya, Xinxin mengajak Lan dan Lin untuk makan di bawah, karena penginapan ini juga menyediakan tempat makan di lantai satu.


Setelah mencuci muka dan berganti pakaian ketiganya turun dan sarapan pagi. Di antara kedua anak itu tidak ada yang bertanya mereka dimana dan kenapa sampai ada di penginapan.


Mungkin menunggu Xinxin menjelaskan sendiri. Betapa dewasanya mereka.


Saat makan, percakapan para pengunjung mengenai banyaknya pasukan yang ada di jalan membuat mereka bertanya-tanya apakah yang terjadi.


"Kau lihat pagi ini? Rombongan prajurit yang ku tebak dari kekaisaran terlihat berkeliaran di jalanan. Sepertinya ada yang mereka cari. Dan ku harap itu bukan penjahat!"


"Benar! Aku juga melihatnya. Entah apa yang mereka cari,"


"Ku dengar-dengar mereka mencari seorang buronan yang kabur!"


"Benarkah?! Wah mudah-mudahan tidak membahayakan ya!"


Sudut bibir Xinxin berkedut mendengar percakapan mereka. Buronan?


Ah, memang benar saat ini dia di cari, tapi bukan buronan juga kan!


Setelah selesai sarapan pagi, Xinxin segera meninggalkan penginapan. Mengajak Lan dan Lin ke sebuah toko pakaian. Xinxin ingin merubah gaya mereka dan dirinya agar tidak ada yang mengenali mereka. Jangan lupa sekarang cadar tak lepas dari wajahnya. Pasalnya hampir di setiap papan pengumuman ada wajahnya.


Apalagi di selembaran itu dia sungguh-sungguh di katakan buronan yang kabur akibat mencuri.


Mencuri?


Memang nya apa yang dia curi?


Xinxin tidak sadar kalau sudah mencuri hati seseorang. Hati orang terkuat di alam manusia itu. Siapa lagi kalau bukan Kaisar Zhuting.


Setelah berjalan sedikit ke arah kembali ke desa Embun. Mereka menemukan pasar. Banyak orang yang memadati jalan, suara-suara teriakan para pedagang memenuhi pendengaran Xinxin dan sesekali mereka melewati para prajurit yang menyusui jalan dengan mata lelah.


Mungkin mereka tidak tidur semalam, siapa suruh begadang.


"Selamat datang!" Sapa ramah pelayan toko pakaian yang mereka masuki.

__ADS_1


"Mau cari pakaian seperti apa tuan?"


"Carikan yang cocok untuk kedua anak ini! Cari kan beberapa!" Ucap Xinxin dengan suara khas perempuan nya membuat pelayan itu sedikit terkejut. Dia kira Xinxin adalah pemuda cantik.


"Baik nona! Silakan tunggu sambil minum teh," Pelayan itu membawa Lan dan Lin ke dalam untuk memilih pakaian. Sedangkan Xinxin sendiri duduk di ruang tunggu, sambil melihat-lihat pakaian jadi yang tergantung.


Dia berdiri dan mendekati satu pakaian yang tergantung tidak jauh darinya. Warna Hijau tua dengan desain sederhana.


Saat akan menyentuhnya, bertepatan juga seseorang juga akan menyentuhnya.


Tentu saja itu membuat Xinxin menghentikan pergerakan tangannya dan menoleh dan sedikit mendongak.


Seorang pria tampan, dia juga menatap Xinxin tepat di mata.


"Ah maafkan saya! Apakah anda menginginkan pakaian ini?! Kalau iya saya akan meninggalkannya untuk anda!"Ucap pria itu ramah di selipi senyum hangat.


Gaya berpakaian pria itu seperti pria bangsawan lainnya. Dia teringat kakaknya, Fu Quon.


Bagaimana keadaannya saat ini?


Apakah dia sudah tahu kalau dirinya tidak ada di Kota AN?


"Tidak! Tidak! Jika tuan ingin, silahkan! Saya hanya melihat-lihat," karena orang lain ramah, Xinxin juga ramah.


"Benarkah! Kalau begitu terimakasih! Pakaian ini sederhana tapi elegan dan saya ingin memberikannya untuk adik saya, kalau begitu terimakasih!" Xinxin mengangguk dengan senyum tipis di balik cadarnya.


Xinxin meninggalkan pria itu dan melihat-lihat pakaian lain. Dia suka dengan pakaian tadi, tapi tidak juga terlalu ingin, jadi apa salahnya di berikan kepada yang lebih menyukainya.


Xinxin tidak terlalu memperhatikan karena memang dia tidak merasakan niat buruk.


Beberapa saat kemudian Lan dan Lin keluar bersama pelayan yang baru Xinxin tahu bernama Chun Mei.


"Kakak Xin!" Panggil Lan girang.


Xinxin berjalan menghampiri mereka begitu juga mereka. "Bagaimana? Apakah kalian suka pakaiannya?" Lan dan Lin mengangguk senang.


"Pakaian ini sangat bagus dan nyaman!" Ucap Lin.


"Iya! Aku baru pertama kali memakai pakaian bagus seperti ini!" Ucap Lan.


Xinxin yang mendengar menjadi sedih. Dia tahu nasib kedua anak ini tidak baik sebelum dia datang dan karena sekarang mereka keluarga, dia tidak akan membiarkan mereka menderita.


"Hm, kalau begitu kalian akan terus memakai pakaian bagus di masa depan dan menjadi cantik dan tampan!" Lan dan Lin mengangguk.


Setelah membayar semua pakaian yang mereka pilih, ketiganya pun pergi melanjutkan perjalanan yang tertunda malam tadi.


Tapi...

__ADS_1


'Bagaimana kami akan pergi?'


'Alat transportasi apa yang bisa di gunakan untuk bepergian jauh?'


'Kuda? Boleh juga! Tapi bagaimana dengan dua anak ini?'


'Ah nanti saja ku pikirkan! Yang penting beli saja dulu!'


"Kenapa tidak kau buat mereka tidur lagi dan masukan ke dalam ruang angkasa?" Suara Snow tiba-tiba muncul di pikiran Xinxin.


Xinxin sedikit tersentak. "Tidak! Masa aku harus bepergian sendirian? Membosankan tidak ada teman. Lagian aku ingin menikmati perjalanan ini sambil melihat-lihat alam. Kalau di temukan kan bisa langsung sembunyi ke dalam ruang angkasa,"


"Terserahlah! Tapi apakah kau merasa kalau kalian sedang diikuti?"


"Hm, aku tahu! Tapi sepertinya dia hanya penasaran denganku, dan tidak ada niat jahat juga seperti nya!"


"Benar juga! Biarkan dia terus mengikuti kalian, toh tidak berbahaya juga!"


Percakapan mereka berakhir. Xinxin sadar dan tahu orang yang mengikutinya itu. Karena Xinxin sempat melihat pakaian yang orang itu pakai. Dia adalah pria yang bertemu Xinxin di toko pakaian sebelumnya.


Entah apa tujuanya, selagi tidak membahayakan Xinxin tidak akan peduli.


Karena terlalu fokus pada pemikiran sendiri, dia sampai tidak sadar kalau mereka telah sampai di pasar hewan. Disana ada yang menjual sapi, kerbau, kedelai, kuda dan lainnya.


Tujuan Xinxin sekarang adalah penjual kuda. "Berapa harga kuda-kuda ini tuan?" Tanya Xinxin kepada penjual paruh baya.


Melihat tiga orang menghampirinya penjual itu senang bukan main, karena sedari dia datang tidak ada yang mampir untuk sekedar bertanya kuda-kudanya.


"Kuda yang mana pendekar ini inginkan?" Tanya penjual itu. Karena Xinxin berpakaian seperti pendekar, jadi penjual itu memanggilnya pendekar.


Xinxin tidak mempermasalahkan panggilan untuk dirinya, dia memilih kuda berwarna hitam, kuda terbesar dan kelihatan sehat diantara yang lainnya.


Mengapa dia memilih yang besar, karena dia berencana untuk menungganginya dengan kedua anak yang dia bawa. Jangan pikir dia menyiksa kuda ya. Dia tidak akan selalu menungganginya, dia akan sering berhenti atau menginap.


Dia juga berencana mengajari kedua anak ini berkuda dan setelah mereka mahir dia akan membelikan kuda kecil untuk mereka berdua.


"Harga kuda ini sebanyak dua puluh lima perak tuan pendekar!" Penjual takut-takut mengatakan harganya karena harga ini lumayan mahal.


"Baiklah! Aku terima!" Penjual begitu senang karena Xinxin membeli kudanya, bahkan tanpa menawar.


Dengan segera penjual itu membuat surat-surat kepemilikan jual beli kuda.


Setelah proses selesai, Xinxin membawa kuda nya, Lan dan Lin untuk meninggalkan kota Hujan.



__ADS_1



I hope you like it...


__ADS_2