Kembalikan Pengantinku

Kembalikan Pengantinku
Penilaian Tes Memasak


__ADS_3

...Happy Reading...


...~••~••<•>••~••~...


Fokus semua orang sekarang yaitu pada seseorang yang tengah berjalan ke depan membawa dua piring serta satu pengawal yang mengikutinya di belakang dengan dua piring di masing-masing tangannya pula.


Dia Xinxin dengan pengawal yang di mintai nya bantuan untuk membawakan piring lainnya berisikan masakannya.


Karena mereka terlalu fokus sampai-sampai mereka melupakan masakan mereka.


"Waktu sisa dua puluh menit lagi! Di harapkan kepada semua peserta menyiapkan masakan masing-masing ke empat piring yang berbeda!" Ucap Kasim membuat semua tersentak. Mereka langsung saja kembali fokus ke memasak mereka masing-masing.


Banyak yang menggerutu, padahal itu salah mereka sendiri karena tidak fokus pada masakan mereka.


Terjadilah kerusuhan karena banyak dari peserta yang membuat kesalahan, ada yang menjatuhkan pisau, wajan bahkan masakan mereka sendiri dan itu membuat si peserta berkeringat dingin sambil menahan tangis, karena dia yakin dia pasti akan gagal dan di pulangkan.


Tidak hanya satu orang seperti itu, mereka hanya bisa menangis dalam diam meratapi nasib sial mereka.


Kembali kepada Xinxin yang sudah duduk santai di kursi yang telah di sediakan setelah sebelum nya tadi dia menyerahkan masakannya dan di tanyai banyak hal. Seperti,


'Masakan apa ini?'


'Apa saja bahan-bahannya?'


'Nona mendapat ide dari mana untuk konsep makanan seperti ini? Karena saya baru menemuinya'


Itu pertanyaan sebelum semuanya mencicipi masakannya. Mereka terlihat ragu dengan masakan sederhana ini, tapi karena mereka juri jadi mereka harus mencicipinya, setelah mereka baru Kaisar Zhuting, tapi tidak disangka malahan Kaisar Zhuting yang lebih dulu mencicipinya membuat orang-orang berteriak histeris. Kaisar Zhuting memang abadi, tapi tidak menutup kemungkinan dia bisa sakit.


Saat melihat Kaisar Zhuting baik-baik saja dan menunjukkan wajah tidak sedingin sebelumnya dan juga senyuman tipis membuat para juri menatap piring dengan masakan Xinxin di depan mereka kemudian dengan perlahan memasukkan satu sendok ke mulut mereka.


Satu kunyahan kemudian mereka berhenti, bukan tidak enak, tapi mereka ingin meresapi rasa baru yang pas di lidah mereka.

__ADS_1


Dua kunyahan, tiga kunyahan dan seterusnya sampai makanan itu tertelan dan mereka terus memasukkan nasi itu kedalam mulut mereka sampai nasi di piring tandas.


Xinxin dengan sabar menunggu di depan mereka yang sedang makan. Dia juga lapar tahu! Apakah mereka tidak peka.


"Oh nona Xinxin maafkan kami! Sungguh masakanmu sangat enak membuatkan kami lupa akan sekitar!" Ucap koki Huanren yang di angguki oleh kedua koki lainnya dan Kaisar Zhuting mengangguk kecil menyetujui ucapan koki Huanren.


"Haha, ya tidak apa-apa! Tapi apakah saya boleh duduk?" Xinxin tertawa paksa seraya bertanya. Sungguh kakinya lumayan keram, karena cukup lama berdiri.


"Oh oh silahkan-silahkan! Sekali lagi maafkan kami!" Ucap koki Huanren.


Xinxin mengangguk kemudian ke tempat duduk yang telah di sediakan bagi peserta yang telah selesai di cicipi masakannya.


Tak terapa lama Xinxin duduk, pengumuman waktu habis untuk memasak pun terdengar, membuat semua peserta gelabakan dan pasrah.


Satu-persatu peserta di panggil untuk dicicipi masakannya. Ekspresi para koki juga berubah-ubah, bahkan kerap kali Kaisar Zhuting tak ingin mencicipi masakan para peserta.


Beberapa saat kemudian semua masakan telah di cicipi juga di nilai. Semua peserta duduk di kursi yang telah di susun dan di depan sana ada tiga koki sebagai juri, Kaisar Zhuting, Kasim Jang dan beberapa orang lainnya.


Sepertinya mereka telah selesai berdiskusi dan akan mengumumkan siapa saja yang lolos dan yang akan pulang.


Semua peserta kecuali Xinxin merasa gugup dan gelisah. Gugup menunggu pengumuman, apakah nama mereka akan disebutkan dalam daftar yang lolos atau tidak, dan gelisan, mengingat kesalahan yang mereka buat saat proses memasak sedang berlangsung sebelumnya.


Xinxin? Dia mah berharap dia akan pulang hehe.


"Pertama saya akan membacakan daftar nama yang akan pulang, jadi dapat di pastikan nama yang tidak saya sebutkan dinyatakan akan melanjutkan ke tahap selanjutnya,"


"Nona Wu Yan, nona Li Jiao, nona....., terakhir nona...


Xinxin berharap nama terakhir ini adalah namanya, karena dari tadi dia sungguh berharap namanya disebutkan agar dia bisa pulang.


"Nona Xiaoping,"

__ADS_1


Pupus sudah harapannnya untuk pulang. Padahal dia sudah memasak sesederhana mungkin dan memasak masakan yang tidak pernah orang dunia ini lihat agar dirinya di cap aneh atau apapun itu.


Tapi tanpa dia sadari kalau masakan baru itu, apalagi enak selalu diminati di dunia ini.


"Kepada lima belas nona muda yang namanya sudah saya bacakan diharap berlapang dada. Dan untuk tes selanjutnya akan di lakukan besok hari dan diharapkan kepada semua nona yang lolos untuk mempersiapkannya, karena besok sebelum matahari terbit semua nya sudah harus berkumpul di lapangan di dekat gerbang utama istana untuk persiapan berangkat menuju hutan liar dan di besok juga akan di beritahukan apa yang harus kalian lakukan. Sekian terimakasih!" Kasim Jang pun menyudahi nya dan Kasim sebelumnya mempersilahkan semuanya kembali ke paviliun masing-masing, baik untuk beristirahat atau bersiap untuk di antarkan kembali ke kediaman mereka masing-masing.


Seperti yang di katakan oleh Kasim Jang, ada lima belas nona muda yang akan pulang. Dan lima belas lainnya akan melanjutkan ketahap selanjutnya, salah satunya adalah Xinxin sendiri.


...~•<•>•~...


Besok harinya


Terlihat kuda dengan masing-masing penunggangnya telah memenuhi lapangan dekat gerbang utama istana.


Selain kelima belas nona muda, ada juga para pengawal dan prajurit untuk mengawal para nona muda.


Selain itu sang Kaisar tak lupa Kasim Jang juga akan mengikuti kegiatan ini. Puluhan pengawal dan prajurit juga menjaga di sekeliling Kaisar Zhuting, meski dia dapat dengan mudah menjaga dirinya sendiri, tapi tetap saja tugas pengawal dan prajurit adalah mengawal majikan mereka.


"Harap kepada semua nona untuk berbaris dengan rapi!" Teriak seseorang yang baru pertama kali Xinxin lihat.


"Aaaaaa, panglima Haerang sangat gagah!" Jerit tertahan seorang nona yang berbaris di samping kanan Xinxin.


"Kau benar! Panglima Haerang memang tampan, gagah jenius lagi!" Sahut nona di sampingnya dan disetujui oleh nona muda lainnya.


'Oh ternyata panglima toh, itu artinya bawahan ayah dari pemilik tubuh ini?!' Batin Xinxin.


Mereka semua kembali fokus dengan pengarahan panglima Haerang.


"Kita akan menuju hutan liar. Memerlukan setidaknya satu jam perjalanan dengan berkuda dalam kecepatan sedang. Jadi dia harapan semuanya untuk terus mengikuti rombongan dan jangan sampai tertinggal!" Ucap tegas panglima Haerang.


Setelah selesai pengarahan Panglima Haerang mendekati kuda Kaisar dan meminta ijin untuk berangkat.

__ADS_1


Setelah diijinkan, panglima Haerang pun memimpin rombongan. Di barisan kedua ada Kaisar dengan para Kasim, di barisan selanjutnya ada para nona muda dan di barisan terakhir ada para pengawal, sedangkan para prajurit berada dua sisi rombongan.


Meskipun barisan tidak serapi saat berangkat tadi, tapi posisi mereka tetap stabil dan sama seperti sebelumnya.


__ADS_2