Kembalikan Pengantinku

Kembalikan Pengantinku
Part 44


__ADS_3

...Happy Reading...


...~••~••<•>••~••~...


Setelah cukup lama berjalan, akhirnya dia sampai dimana dia berangkat pertama kali, di belakang rumah.


"Huhuhuhu, jangan bawa kakak!"


Nah itu suara Sun Lan. Dia terdengar sedang menangis.


'Ada apa ini?' Batin Xinxin dengan perasaan tidak enak.


Dia bergegas masuk dan merasa geram dengan apa yang dia lihat sekarang.


Dia melangkah maju dan...


Bugh


Baghh


Seseorang laki-laki terbang melalui pintu ke halaman depan.


Auhhhh


Aaaaa


Jerit beberapa penduduk yang berada di luar.


"Suami, kau tidak apa-apa?! Kenapa kau bisa keluar seperti ini?!" Itu bibi Li.


"Siapa yang berani?!" Tanpa menjawab pertanyaan istrinya, suami bibi Li Marah laki-laki itu. Dia adalah paman Sun Lan dan Sun Lin.


Xinxin berdiri di pintu dengan wajah marah, menatap tajam pria itu.


"Siapa kau?" Marah paman itu seraya berdiri di bantu wanita paruh baya, yaitu bibi Li dan bibi San yang terlihat gemetar tanpa suara. Punggung dan pinggangnya terasa sangat sakit.


"Sun Lan, panggil kepala desa di desa ini!" Perintah Xinxin tanpa menatap ke arah lain. Dia hanya menatap tajam pria itu.


Sun Lan yang di minta langsung pergi dengan cepat sebelum di cegat oleh kedua bibinya.


Para penduduk semakin banyak berkumpul di depan halaman rumah Sun Lan dan Sun Lin.

__ADS_1


Xinxin membantu Sun Lin kembali ke kamarnya. Dia sudah siuman akan tetapi sangat lemah, apalagi tadi dia mengeluarkan energinya untuk melawan paksaan pria tadi, yang Xinxin tebak adalah paman mereka.


Tidak ada yang berani masuk lagi setelah paman Sun Lin mencoba masuk akan tetapi langsung batuk darah, karena Xinxin menyebarkan aura kegelapannya bagi orang yang mencoba masuk akan mimisan atau batuk darah kalau niat mereka tidak baik.


Xinxin kembali keluar setelah memberikan air ajaibnya kepada Sun Lin yang kemudian tertidur.


"Kakak ini kepala desa He, kepala Desa kami,"


"Senang bertemu dengan anda kepala desa He. Langsung saja saya memperkenalkan diri saya dan menyampaikan tujuan saya memanggil anda. Nama saya Xinxin, dan tujuan saya memanggil anda adalah untuk mengadopsi dua bersaudara Sun Lan dan Sun Lin sebagai saudara saudari saya," ucap Xinxin dingin.


Sun Lan terbelalak menatap Xinxin. Orang asing yang mereka selamatkan beberapa hari yang lalu.


"Tidak bisa!" Sangga paman Sun Lan.


Xinxin menatapnya dengan tajam membuat ia menciut.


"Bagaimana kepala Desa He?" Tanya Xinxin.


"Anda harus minta persetujuan dari kepala keluarga Sun terlebih dahulu. Karena saat proses pengadopsian akan di perlukan cap jari kepala keluarga Sun," jelas kepala desa He. Dia juga ingin dua saudara ini pisah dari keluarga Sun tua, karena dia juga iba dengan mereka yang selalu di siksa dan di perbudak oleh nenek, paman dan bibi mereka.


"Mereka pasti setuju!" Ucap yakin Xinxin.


"Dimana rumah mereka, saya akan mendatanginya dan meminta persetujuan!" Sambungnya.


Tapi sebelum itu, Xinxin meminta Sun Lan untuk tinggal di rumah mereka untuk menjaga Sun Lin.


Meski terkesan egois, karena tidak meminta pendapat mereka tentang pengadopsian, Xinxin tidak memikirkan itu, karena setelah semua ini selesai dia akan memberi pilihan kepada dua saudara itu. Ingin tetap bersamanya atau pergi.


Tidak terlalu jauh, karena letak rumah keluarga Sun berada di tengah desa Embun.


Kepala Desa He mengetuk pintu dan berakhir delapan orang dewasa dan empat anak berada di ruang tamu dengan berdesakan menggunakan kursi.


Xinxin mengeluarkan sedikit auranya untuk menekan semua orang di ruangan.


"Ada keperluan apa kepala desa datang ke rumah kami?" Ucap Tuan tua Sun, kepala keluarga Sun.


Orang-orang sesekali melirik Xinxin tapi tidak berani bertanya, jadi Tuan tua Sun tidak bertanya siapakah gadis muda itu.


"Maafkan saya mengganggu waktu kalian, tapi hal ini bersangkutan dengan kalian jadi saya datang. Gadis ini bernama Xinxin, dia ingin mengadopsi Sun Lan dan Sun Lin sebagai saudaranya, apakah kalian bisa menyetujui nya?" Ucap Kepala Desa He.


Hampir semua yang ada di ruangan itu sudah berkeringat dingin. Meski gadis ini sangat-sangat cantik, tapi menyeramkan, pikir mereka.

__ADS_1


"Memangnya gadis Xin ini berasal dari mana? Setahu saya gadis ini yang di selamatkan oleh kedua cucu saya beberapa hari yang laku!"


"Heh!" Xinxin tersenyum sinis mendengar Tuan tua Sun memanggil Dua saudara yang telah mereka buang itu sebagai cucu. Semua tindakan itu tak luput dari pandangan orang dewasa di ruangan itu, karena itu memang di sengaja oleh Xinxin agar mereka melihat.


"Yang penting saya memiliki niat baik mengadopsi mereka dan akan menghidupi mereka, daripada keluarga asli mereka yang menelantarkan mereka dan membuang mereka bukan?!" Ucap Xinxin sinis membuat orang dewasa keluarga Sun geram.


Keluarga Sun terdiri dari kakek yaitu tuan tua Sun bernama Sun Gi dan istrinya Lao Ning.


Mereka memiliki tiga anak, pertama Sun Kang istrinya bibi Li dengan dua anak laki-laki bernama Sun Dai dan Sun Xi.


Anak kedua bernama Sun Zi istrinya bibi San dengan dua anak, putera dan puteri bernama Sun Aoming dan Sun Wan.


Anak ketiga adalah ibu Sun Lan dan Sun Lin.


"B-bagaimana bisa kau seenaknya begitu!" ucap Sun Kang, selaku putera pertama tuan tua Sun.


"Kenapa tidak bisa? Apakah kalau saya tidak mengadopsi mereka, kalian akan merawat mereka dengan baik? Tidak memperkerjakan mereka?"


Tidak ada yang menjawab karena rencana mereka kalau kedua anak itu tidak Jadi di adopsi mereka akan menjual mereka.


Xinxin tersenyum sinis dengan keterdiaman mereka jadi dia melanjutkan perkataannya. "Tidak kan? Jadi sekarang apakah kalian mau dengan cara damai atau dengan cara kasar?" Ucap Xinxin memberi pilihan sambil menyeringai membuat mereka bergidik ngeri. Cantik sih tapi di dalamnya seperti iblis, pikir mereka.


"Kalian kan sudah mengusir mereka berdua yang dapat di simpulkan itu sama saja dengan membuang mereka, jadi saya sebagai orang baik ingin memungut mereka dan memberikan kenyamanan kepada mereka, apakah itu salah?"


"T-tapi bagaimanapun juga k-kami telah membesarkan dan memberi makan mereka. Masa kami tidak mendapatkan apa-apa,"


Sekarang Lao Ning orang serakah yang berbicara.


"Heh, membesarkan? Memberimakan? Apakah itu benar kepala desa He?"


Yang di tanya langsung duduk dengan tegak dan langsung menghadap Xinxin mengangguk dan menggelenglan kepala.


"Apa maksudnya itu kepala desa He? Kenapa anda mengangguk dan menggeleng kepala seperti itu? Apakah yang mereka katakan benar dan salah?"


Meski Xinxin tidak tahu pasti bagaimana kehidupan kedua anak tersebut, tapi Xinxin yakin mereka telah lama di siksa fisik maupun mental bahkan mungkin lebih dari yang dia pikirkan.




__ADS_1


I hope like it...


__ADS_2