Kembalikan Pengantinku

Kembalikan Pengantinku
Hari Pertama


__ADS_3

...Happy Reading...


...~••~••<•>••~••~...


Xinxin terus bergelut dengan pikirannya, menerka-nerka apakah dia ketahuan atau tidak kalau dia tertidur tadi. Sikapnya ini sama saja tidak menghormati Kaisar, bisa-bisa dia dihukum!


"Ekhem," seseorang berdehem dari samping Xinxin membuat Xinxin kembali ke kenyataan. Xinxin pun menoleh dan mendapati dua nona muda yang dia lihat tadi.


"Anda tidak berniat kembali?" Tanya nona muda berpakaian berwarna pink. Nada suaranya terdengar tegas tapi di dalamnya tidak ada jejak sarkas.


"Tidak! Saya akan kembali sekarang!" Ucap Xinxin seraya berdiri.


"Per...," langkahnya di cegah oleh nona muda berpakaian berwarna coklat muda.


"Hm ya? Ada apa?" Xinxin pun menghadap mereka.


Mereka tidak ingin membully nya kan? Batin Xinxin was was.


Sudah dia katakan, dia yakin tidak ada yang mau berteman dengannya.


"Bolehkah kita berkenalan?" Tanya nona muda berpakaian berwarna pink.


"Ha? Ah oh boleh kok!" Ucap Xinxin langsung mengulurkan tangannya dan langsung disambut oleh perempuan itu.


"Nama saya Fu Xinxin!" Ucap Xinxin memperkenalkan diri.


"Tidak perlu formal! Namaku Wu Zhu!" Ucapnya sambil tersenyum ramah.


Setelah Wu Zhu melepaskan tautannya, perempuan satunya menjulurkan tangannya di sambut baik oleh Xinxin.


"Namaku Li Zhishu! Salam kenal!" Ucapnya.


Mereka pun kembali bersama tanpa pelayan sambil berbincang-bincang dengan akrab dan saat terdapat dua jalan mereka pun berpisah.


.......


.......


.......


"Hah lelah juga!" Ucap Xinxin.


Dia saat ini hanya sendiri, karena para pelayan yang melayani semua nona muda di tugaskan ke lain tempat.


Xinxin berpikir apakah dia harus mandi? Tapi matanya sangat berat, jadi dia memilih tidur.


...~•<•>•~...


Pagi hari, tepatnya di depan sebuah bangunan besar yaitu seperti sebuah aula.


Di depan nya, atau lebih tepatnya di tanah lapangnya terdapat meja-meja yang tersusun rapi.


Ada tiga puluh meja dengan alat-alat memasak. Seperti pisau dengan berbagai bentuk dan ukuran, talenan, celemek, dan alat lainnya.


Untuk bahan-bahan masakan terdapat di lima meja besar di depan ketiga puluh meja tersebut.


Satu persatu nona muda berdatangan dan di arahkan untuk menempati meja yang sudah terdapat nama mereka masing-masing.


Xinxin datang dengan wajah malasnya memasuki area yang sudah banyak dengan orang-orang.


Terlihat di barisan ketiga di urutan meja ke tiga dan ke enam ada Wu Zhu dan Li Zhishu sedang melambaikan tangan, Xinxin membalasanya karena saat dia lihat sekeliling hanya dirinya yang berdiri di dekat pohon.


Setelah cukup sapa menyapa, Xinxin pun menuju meja kosong satu-satunya yang terletak di barisan terdepan di urutan ke empat.

__ADS_1


Xinxin berpikir kenapa dia terus mendapatkan tempat di depan. Acara jamuan malam tadi saja, dia berada di depan sangat dekat dengan Kaisar Zhuting bahkan tanpa satu orangpun sebagai penghalang. Dan sekarang kenapa dia di depan lagi? Dan itu, kursi kosong yang besar terlihat mewah daripada kursi lainnya yang Xinxin tebak itu kursinya Kaisar Zhuting dan itu tepat berhadapan dengan mejanya saat ini.


"Entahlah!"


Xinxin tak memikirkan nya lagi, mungkin hanya kebetulan, pikirnya.


"Aku masak apa ya?"


Xinxin berpikir apa yang harus dia masak? Ingin memasak masakan khas orang dunia ini, tapi dia tidak terlalu tahu apa saja makanan yang sering di makan oleh para bangsawan, apalagi seorang Kaisar?!


"Mie aja kali ya!"


Dia kepikiran mie kuah merah dengan rasa yang super pedas tapi membuat ketagihan. Dia banyak menemukan tepung di dunia ini jadi itu akan memudahkan, dan cabe ada juga meski orang-orang di dunia ini tidak terlalu menyukainya.


"Atau ayam geprek setan? Hehehe boleh juga tuh!"


Nah ini makanan kesukaannya, tapi lagi-lagi pedas, pasti banyak yang tidak menyukainya.


Xinxin pun memutuskan akan membuat nasi goreng saja! Selain bahannya semua ada serta pembuatannya tidak sulit.


Beberapa orang dengan pakaian khas koki datang. Satu persatu dari mereka menduduki kursi dengan meja yang di atas nya terdapat nama mereka. Mereka adalah juri pada tes memasak hari ini, selain mereka tentunya Kaisar Zhuting juga akan mencicipinya, tapi karena sebagai seorang Kaisar memiliki banyak pekerjaan, jadi Kaisar Zhuting akan datang di akhir pada saat penilaian saja.


Yang berada di sisi kanan koki perempuan berumur tiga puluh lima tahun bernama Huanren, di tengah, koki laki-laki berumur empat puluh tahun bernama Ziang Heng dan di sisi kiri, koki laki-laki yang sudah terlihat sangat tua berumur enam puluh lima tahun bernama Long Ya.


Setelah mereka bertiga duduk, datang lagi beberapa orang dengan pakaian khas pengawal berjumlah 20. Tugas mereka yaitu mengawasi para nona muda yang akan memasak dan sesekali akan membantu jika di tanyai bukan untuk membantu dalam hal memasak. Mereka semua mengambil posisi di antara meja-meja peserta.


Keterangan:


^ \= pengawal


¤ \= meja para nona muda


π \= meja Kaisar


Letak posisi meja:


_ _ _ π


^ ¤ ¤ ^ ¤ ¤ ^ ¤ ¤ ^


^ ¤ ¤ ^ ¤ ¤ ^ ¤ ¤ ^


^ ¤ ¤ ^ ¤ ¤ ^ ¤ ¤ ^


^ ¤ ¤ ^ ¤ ¤ ^ ¤ ¤ ^


^ ¤ ¤ ^ ¤ ¤ ^ ¤ ¤ ^


Kasim Jang datang dan langsung berbicara mengenai peraturan dalam tes.


"Waktu memasak kalian selama 2 jam!"


"Bahan-bahan masakan serta tungku api untuk memanggang atau yang lain juga ada didepan. Mintalah bantuan kepada pengawal jika kalian kesulitan saat menggunakan tungku api,"


"Terakhir, ingat jangan minta bantuan yang berhubungan dengan memasak, seperti memotong dan sebagai nya! Sekian! Kalau begitu berjuanglah!" Setelah kalimat terakhir di katakan, Kasim Jang pun pergi karena dia tidak bisa lama jauh dari Kaisar Zhuting.


Setelah Kasim Jang pergi, seseorang berpakaian khas Kasim juga maju ke depan menggantikan posisi Kasim Jang sebelumnya.


"Waktu dua jam kalian di mulai dari sekarang!" Kasim itu menginteruksi, memulai tes.


Para nona muda peserta tes mulai bergerak, mengambil bahan-bahan yang mereka butuhkan untuk masakan mereka.


Melihat banyak yang mengerumuni meja satu sampai tiga, Xinxin memilih meja lima dimana disana terdapat beras.

__ADS_1


"Beras, telur dan daging ayam sudah, apalagi ya?!" Gumam Xinxin sambil berpikir apa yang akan dia tambahkan ke dalam nasi goreng nya serta toping apa yang akan dia buat untuk pemanisnya.


Saat berpikir, seseorang menepuk pundaknya, dan ternyata itu Li Zhishu.


"Hai!" Sapa Xinxin.


"Hai juga!" Sapa balik Zhishu.


"Dimana Zhu?" Tanya Xinxin sambil melihat ke arah meja lain dan dia melihat kalau Wu Zhu ada di meja pertama.


"Itu dia! Mau cari apa disini?" Tanya Xinxin.


"Cari daging ayam!" Jawab Zhishu.


"Oh, silahkan! Itu di sana letak daging ayamnya!" Ucap Xinxin sambil menunjuk sudut ujung meja.


"Kalau begitu aku kesana dulu!" Ucap Zhishu yang di jawab dengan anggukan oleh Xinxin.


Sepeninggalan Zhishu, Xinxin pun ke meja dua di mana disana terdapat sayur-sayuran.


"Bawang merah ada tidak ya?!" Tanya Xinxin pada dirinya sendiri sambil memilih-milih sayuran.


Xinxin tidak mendapatkan apapun di meja kedua, dia beralih ke meja ke tiga dan disini ternyata khusus tanaman obat dan disini juga terdapat bawah serta cabe.


"Ternyata di dunia ini bawang merah, bawang putih dan cabe adalah tanaman obat?!"


Tak berlama-lama memilih bahan-bahan yang dia perlukan, Xinxin pun kembali ke mejanya, mengambil tempat untuk mencuci beras dan memasaknya.


Banyak yang memandang nya aneh, karena beras termasuk bahan makanan yang lebih banyak di konsumsi oleh kalangan bawah, kalaupun kalangan bangsawan hanya di buat sesuatu selain nasi.


Menunggu nasinya matang, Xinxin pun memotong-motong bahan untuk campuran nasi goreng nanti. Tak lupa telur dia pecahkan dan aduk hingga menimbulkan sedikit buih.


Setengah jam nasi matang dan dia dinginkan sebentar sementara itu dia meletakkan wajan di atas tungku api.


Memasukkan bawang yang telah di cuci dan di Iris tipis kemudian membiarkannya menguning dan aroma wangi khas bawang goreng mulai tercium dia pun memasukkan potongan kecil daging ayam dan mengaduknya sampai matang. Dirasa matang Xinxin memasukkan nasi secukupnya kemudian mengaduknya hingga rata.


Hanya sepuluh menit nasi goreng buatannya jadi. Aromanya menarik perhatian sekitar. Mereka penasaran apa yang di masak Xinxin hingga membuat aroma menggiurkan, membuat lapar.


Dalam waktu satu jam lebih dua puluh menit, masakan Xinxin selesai dengan beberapa toping di atasanya, diantaranya telur rebus yang diiris tipis, telur goreng tipis yang di potong kecil dan terakhir ayam rebus yang di suir kecil.


Xinxin mengangkat tangan. "Ada yang bisa di bantu nona?" Tanya pengawal di samping Xinxin.


"Oh tidak! Aku hanya ingin mengatakan kalau masakanku sudah siap! Jadi aku ingin menyerahkannya sekarang. Kalau tidak nanti masakanku jadi dingin kalau tidak di nikmati sekarang," tidak sempat pengawal menjawab, seruan penjaga tenang kehadiran Kaisar Zhuting pun mengalihkan seluruh atensi mereka. Menunduk, "Salam kepada Yang Mulia Kaisar, semoga selalu di limpahkan berkah!" Ucap semuanya.


Kaisar Zhuting melambaikan tangannya mempersilahkan mereka berdiri tegak kembali dan kembali ke kegiatan mereka.


"Ekhem, bagaimana?" Xinxin berdehem mempertanyaan keinginannya sebelumnya.


"Sebentar nona! Akan saya sampaikan kepada para koki!" Pengawal itu pun pergi menuju meja juri dan berbicara disana.


Sambil menunggu sempat Xinxin lihat nona muda lainnya mencuri-curi lirik ke arahkan masakannya.


Dan dapat Xinxin lihat kalau masakan mereka baru setengah jadi, padahal waktunya tinggal tiga puluh menit lagi.


Tak lama, pengawal kembali dan mengatakan. "Nona bisa membawa empat piring masakan nona! Yang pertama nona harus meletakkannya di atas meja Yang Mulia Kaisar, selanjutnya baru ke meja para koki," jelas pengawal yang diangguki paham oleh Xinxin.


¤


¤


¤


Bersambung...

__ADS_1


I hope you like it...


__ADS_2