Kembalikan Pengantinku

Kembalikan Pengantinku
Jati Diri Wuliang


__ADS_3

.......


.......


.......


Berjalan pelan kearah meja dan menyentuh kota kayu yang di temukan Xinxin sebelumnya.


"Apakah kau benar-benar yakin ingin mengetahui identitasku?" Tanya Wuliang kepada Xinxin. Bukan! Tapi dia menanyakan apakah Xinxin siap mendengar identitas dia sebenarnya.


Xinxin mengangguk lalu menjawab. "Hm, ya!" Dia begitu yakin. Apa yang harus dia sesali setelah mengetahui identitas seseorang?


Mendengar jawaban yakin dari Xinxin, Wuliang pun menghela nafas kemudian mulai bercerita. "Aku setengah iblis, aku lahir dari rahim seorang manusia, dan wanita yang melahirkanku mati setelah melahirkanku! Awalnya aku tidak mengerti, tapi seiring berjalannya waktu pertumbuhan ku tidak wajar bahkan aku mampu hidup tanpa ada seseorang yang merawatku. Setelah itu aku baru sadar kalau aku seorang iblis bahkan kekuatanku tidak wajar mengingat aku hanya setengah iblis, jadi aku menyimpulkan jiwaku, tubuhku lebih dominan ke iblis daripada manusia, dan lihat aku sudah hidup lama, tapi bukan berarti aku abadi hanya saja aku masih sanggup bertahan hidup. Intinya aku seorang iblis!" Tak ada suara, Xinxin masih setia berdiri di tempatnya menunggu kelanjutan ucapan Wuliang, tapi beberapa saat, tidak ada lanjutannya.


"Lalu?" Ucap Xinxin.


"Apa selanjutnya? Apakah hanya itu?" Tanya Xinxin santai bahkan dia mendekati Wuliang dan berdiri di sampingnya.


"Kau tidak jijik?" Tanya Wuliang dengan ekspresi bingung.


"Jijik? Untuk apa? Dan kepada siapa?" Tanya Xinxin bingung.


Wuliang semakin tak mengerti dengan gadis di depannya ini. Pertama kali bertemu saja dia sudah merasa aneh karena hanya diri nya yang mau mendekati orang yang bisa saja seorang budak kotor. Dan apa ini, ekspresi nya biasa saja saat mengetahui kalau dia berasal dari kaum iblis? Dimana pikirannya? Wuliang sungguh tak mengerti.


"Tidak! Bukan! Arggh.... Apakah kau tak merasa jijik padaku yang seorang iblis yang mana di alam tengah atau alam manusia ini, iblis sangat dibenci dan dimusuhi. Apakah kau tidak tahu?" Wuliang sungguh dibuat frustasi dengan gadis ini.


"Oh, aku tidak tahu, tapi meskipun aku tahu aku tidak akan membenci kaum iblis atau kaum apapun itu, yang terpenting mereka sama-sama makhluk hidup, bernafas, perlu makan, minum serta bertahan hidup. Yang membedakan hanya jenis? Mungkin?" Ucap Xinxin nampak berpikir.


Hahhhhh, Wuliang menghela nafas lelah. Dia pikiran setelah mengetahui identitasnya, Xinxin akan langsung mengusirnya dan memandangnya jijik, tapi ini? Tidak! Bahkan dia tak terlihat jijik.


"Kau itu tampan, darimananya aku harus melihatmu dengan jijik?" Ucap Xinxin sambil melihat Wuliang dari atas sampai bawah.

__ADS_1


"Bahkan kau terlihat seperti malaikat tanpa sayap hehe," lanjut Xinxin.


"Ah sudahlah! Aku tidak memandang seseorang dari identitas, status atau apa pun itu, yang penting dia baik dan tak mengkhianatiku, itu sudah cukup agar bisa berteman dengan ku!" Ucap Xinxin sambil mengibas-ngibaskan tangannya kearah Wuliang.


"Oh ya, bagaimana kau bisa ingat?" Tanya Xinxin antusias.


Wuliang terdiam, dia tidak berharap Xinxin seantusias ini. Tapi dia senang, karena masih ada manusia yang menghargai bangsa iblis di dunia dimana bangsa iblis yang dianggap menjijikan karena darah keturunan kotor.


"Kotak kayu!....Kotak kayu yang kau temukan itu. Setelah aku melihatnya tadi, beberapa ingatan masuk ke kepalaku dan begitu saat aku memegangnya dan membukanya sekelebat aura hitam masuk ke keningku dan dari saat itu ingatan penuh ku kembali, bahkan aku merasa tubuhku memiliki kekuatan yang besar, yang pastinya elemen kegelapan," Wuliang menceritakan dengan menatap lekat Xinxin yang sama sekali tidak mengubah ekspresi antusiasnya.


"Lalu, tunjukkan bagaimana elemen kegelapan itu, aku ingin melihatnya!" Ucap Xinxin kelewat antusias, dia tidak sadar, sifat kekanakannya muncul.


Wajar saja, dia kan hidup di dunia yang berbeda, dunia dimana kekuatan, elemen ataupun hal baik lainnya mustahil.


Bisa mengeluarkan api dari jarinya saja dia sangat senang, apalagi saat ini dia memiliki semua elemen, tapi dia masih takut menggunakan semuanya, terutama elemen kegelapan, kalau dia belum sangat mahir, dia tidak berani mencobanya, dan karena dia bertemu pengendali aslinya, jadi dia sangat antusias dengan hal ini.


Dia juga ingin bertanya banyak hal kepada Wuliang, seperti bagaimana sifat iblis itu? Apakah sama dengan pengetahuannya saat di dunia modern? Dan, apakah semua iblis tampan seperti Wuliang? Banyak lagi pertanyaan yang bersarang di kepalanya, tapi tak dapat keluar dari mulutnya sekarang, karena yang lebih penting adalah bagaimana bentuk elemen kegelapan itu?!


"Kau sungguh-sungguh?" Tanya Wuliang tak percaya. Bukan tak percaya, karena nyatanya ada, tapi dia bertanya apakah Xinxin yakin ingin melihat nya, apakah dia tidak takut? Karena setiap manusia yakin kalau seseorang berdekatan dengan seorang iblis atau manusia yang memiliki elemen kegelapan yang pastinya didalam darahnya mengalir darah iblis akan mendapatkan kesialan, apalagi sampai melihat dengan mata sendiri, manusia pasti menganggap orang itu adalah sebuah kesialan itu sendiri, bisa di katakan dia akan dianggap sebuah kesialan dan aib bagi keluarga bahkan orang-orang di sekitarnya.


Xinxin mengangguk antusias. "Ya aku bersungguh-sungguh! Memang nya kenapa? Kesialan seseorang itu bukan berasal dari orang lain, akan tetapi Dari diri kita sendiri. Kalau kita ingin menghilangkan kesialan pada diri kita kalau hanya dibiarkan tidak akan hilang, kecuali berusaha dan berdoa!" Jelas Xinxin bijak. Dia kan tidak tahu hal tabu seperti itu kalau tahu...


"Memangnya kau tidak tahu kalau itu akan membuat kehidupan mu mengalami kesialan seumur hidup, bahkan sebenarnya berdekatan denganku saja kau bisa tertimpa sial," jelas Wuliang berjalan dan duduk di salah satu bangku.


"Hah kenapa tidak dari tadi sih?!" Gerutu Xinxin juga duduk ke bangku berhadapan dengan Wuliang.


Gerutuan Xinxin disalah artikan Wuliang. "Kalau begitu kau pergilah! Aku tidak akan menahanmu!" Ucap Wuliang memandang ke arah lain.


Dia tidak sanggup melihat wajah benci Xinxin kepadanya. Entah kenapa dia merasa nyaman dekat dengan Xinxin, walaupun mereka baru bertemu dan berkenalan.


"Hah? Apa maksudmu? Kenapa aku harus pergi?" Tanya Xinxin tak mengerti.

__ADS_1


"Kau tadi...," ucapan Wuliang di potong oleh Xinxin.


"Oh itu?! Tadi tu aku kesal kenapa baru ingat duduk setelah kakiku lumayan sakit karena terlalu lama berdiri. Bukan karena baru tahu seperti yang kau ucapkan itu," jelas Xinxin.


"Cepat tunjukkan cara kerja elemen kegelapan, aku mau lihat!" Ucap Xinxin dengan tak sabar.


Wuliang menghela nafas sebelum memperlihatkan elemen kegelapannya.


Swushh


Seperti bunyi api yang tiba-tiba menyala, aura kegelapan begitu pekat saat gumpalan asap berwarna gelap atau hitam pekat melayang di telapak tangan Wuliang.


"Kau berada di tingkat akhir ya?" Tanya Xinxin. Yang dia tahu warna gelap atau hitam pekat adalah tingkat akhir dari tingkatan elemen kegelapan.


"Hm, mungkin?!" Jawab Wuliang, tapi terkesan ragu-ragu.


"Hm? Maksudnya?" Tanya Xinxin yakin mengerti. Sebenarnya banyak yang tidak ia mengerti. Datang kedunia ini saja dia sudah tak mengerti, apalagi isi dunia ini? Bahkan kemungkinan besar hanya satu persen dari seratus persen pengetahuan tentang dunia ini yang dia ketahui.


Banyak pelajaran bahkan misteri yang harus dia cari jawabannya dengan cepat. Seperti:


Kenapa dia bisa bertransmigrasi?


Satu pertanyaan itu saja dia tidak tahu minta jawaban kepada siapa? Jadi perlahan tapi pasti dia akan berusaha bertahan hidup di dunia ini dan mencari jawaban atas banyaknya pertanyaan di kepalanya.


¤


¤


¤


Bersambung...

__ADS_1


I hope you like it...


__ADS_2