Kembalikan Pengantinku

Kembalikan Pengantinku
Yahhh Lolos


__ADS_3

...Happy Reading...


...~••~••<•>••~••~...


Xinxin mengernyit bingun. Apakah ada yang lucu dari ucapannya? Dia rasa tidak ada deh. Tapi tidak dipungkiri tawa itu membuat wajah tampan Kaisar Zhuting semakin tampan. Tak ayal banyak kaum hawa yang menjerit tertahan, karena mereka tahu Kaisar Zhuting orang yang tidak suka kebisingan yang berlebihan, apalagi suara para perempuan yang menurutnya mengganggu.


"Bukankah kau nona dari kediaman Jenderal Fu yang terkenal dengan kekayaannya? Kenapa bisa kau miskin?" Wah ini membuat Xinxin kesal. Tidakkan Kaisar ini peka dengan nada bicaranya yang malas?! Itu artinya dia malas bicara. Ini malah diajak terus bicara.


"Anda benar Yang Mulia, tapi itu bukan milik saya, tapi itu adalah kekayaan kediaman Fu itu sendiri! Kenapa saya bilang begitu? Karena satu saya masih anak-anak. Kedua saya tidak bekerja, jadi saya tidak memiliki uang dan ketiga saya anak...terbuang!" Di kata terbuang Xinxin hanya bergumam tapi entah karena memang pendengaran seorang abadi itu tajam, Kaisar Zhuting dapat mendengarnya dengan jelas.


Jelas dia tahu mengenai rumor dari puteri ketiga dari kediaman Fu ini, tapi dia dulu tidak tertarik, tapi entah karena telah melihat sosok Xinxin, dia mulai tertarik dengan kehidupan gadis muda ini.


"Hmm, kau benar juga!" Ucap Kaisar Zhuting mengangguk.


Setelah merasa cukup, Kaisar Zhuting mempersilahkan Xinxin kembali ke tempat duduknya.


"Kau boleh kembali ke tempat dudukmu," ucap Kaisar Zhuting dengan tersenyum menatap Xinxin.


Itu lagi-lagi tak lepas dari perhatian semua orang. Apakah Kaisar Zhuting tertarik dengan gadis sampah itu? Batin mereka semua. Kalau benar, apakah mereka kalah dari seorang sampah?


Xinxin sempat terpesona dengan senyuman Kaisar Zhuting ini. Dia kan juga seorang perempuan yang suka dengan pria tampan, tapi dia bisa mengendalikan dirinya agar tidak seperti para perempuan yang ada di ruangan ini yang mana ada yang mimisan, bahkan pingsan.


"Terimakasih Yang Mulia," ucap Xinxin kemudian berbalik, kembali ke tempat duduknya.


"Lucu," gumam Kaisar Zhuting


Matanya tak lepas dari gerak-gerik Xinxin sedari dia masuk ruangan ini dan lagi dia semakin tertarik dengan Xinxin yang walaupun hadiah yang dia berikan sangat sederhana tapi berguna, karena dia suka menyanggul setengah rambutnya yang panjang di saat bekerja dan juga di saat dia tak menggunakan mahkota nya.


Sesaat setelah Xinxin duduk Quon bertanya. "Kau tidak apa-apa?" Dia khawatir tetapi juga lega karena adik perempuan nya ini baik-baik saja.


Xinxin menatap Quon. "Aku tidak baik-baik saja!" Quon yang awalnya sedikit lega kembali khawatir. Tapi setelah mendengar ucapan Xinxin selanjutnya dia kembali lega. "Kaki ku sakit, karena terlalu lama berdiri," lanjutnya sambil memijat-mijat kaki nya.


Hah, perkiraan Quon salah dan dia bersyukur akan itu.

__ADS_1


Quon mengelus lembut kepada Xinxin. "Saat pulang nanti rendam kakimu dengan air hangat, oh kalau bisa sekalian kau berendam untuk merileks kan tubuhmu! Dan juga minta Chici memijat kakimu," ucap Quon.


Xinxin mengangguk, itu juga rencananya. Dia akan meminta Chici memijat kakinya sebentar setelah berendam air hangat.


Beberapa saat kemudian Kasim Jang menginteruksi untuk memperhatikannya, karena hasil tes akan di umumkan.


"Perhatian tamu sekalian, sekarang saya akan membacakan siapa saja yang akan melanjutkan ke tes selanjutnya," ucap Kasim Jang.


Semua orang menunggu dengan gugup, apalagi para nona muda yang melakukan tes tadi.


Yang menyatakan lolos bukan orang lain, tapi Kaisar Zhuting sendiri, itu menambah kegugupan mereka, sedikit kesalahan saja akan membuat Kaisar Zhuting tidak suka, jadi mereka berharap mereka tak melakukan kesalahan tadi.


"Pertama-tama, saya mengucapkan selamat kepada nona yang akan lolos pada tes kali ini, dan untuk yang tidak lolos nanti jangan berkecil hati,"


Ucapan Kasim Jang membuat para nona muda itu semakin gugup.


Tidak dengan Xinxin yang kelewat biasa saja, karena memang dia tidak berharap untuk lolos bahkan berharap tidak lolos.


Kasim Jang membuka gulungan dimana didalamnya tertulis nama-nama nona muda yang akan melanjutkan ke tes selanjutnya.


"Pertama nona Xu Kaili, kedua nona Liu Yihua, ketiga nona Fu Niu, keempat nona Li Jiao, kelima nona Wu Yan, keenam nona.... Dan seterusnya sampai yang terakhir, yang ke tiga puluh nona Fu Xinxin. Sekian nama nona yang berhak lanjut ke tes selanjutnya,"


Banyak para nona muda yang menangis karena tidak berhasil lolos, bahkan ada yang pingsan karena tidak terima. Dan semua orang terkejut dengan nama terakhir yang dibacakan oleh Kasim Jang. Bahkan Fu Nuan yang namanya tidak disebutkan sudah menatap tajam Xinxin, bahkan kalau tidak di tempat umum mungkin dia akan mengamuki Xinxin.


Xinxin sendiri tersedak ludah nya sendiri mendengar namanya ada dalam daftar. Ingin menolak, itu artinya sama saja memberontak pasti ada hukumannya. Mengikuti? Mau tak mau harus ikut.


Dengan wajah sedih Xinxin menatap Quon dan memeluknya. "Kak aku tidak mau ikut lagi! Apakah aku bisa mengundurkan diri?" Tanya Xinxin mendongak menatap Quon. Dia bicara sangat pelan bahkan hanya mereka berdua yang mendengar.


Quon juga khawatir, bagaimana nanti Xinxin menghadapi tes selanjutnya. Pastinya dia akan jadi bahan cemoohan nona muda lainnya. Fu Niu? Dia tidak percaya dengan kakak perempuan nya itu akan menjaga Xinxin.


"Tidak bisa! Mau tak mau kau harus mengikutinya," ucap Quon lembut sambil mengelus lembut rambut belakang Xinxin.


Xinxin menghela nafas pasrah, dan semakin menghela nafas saat tatapan marah Nuan sangat jelas terasa. Apakah dia begitu marah karena tidak lolos tes? Kalau bisa bertukar dia rela, karena dia sendiri sebenarnya terpaksa mengikuti ini.

__ADS_1


Waktu sudah menunjukkan sore hari, pesta yang di adakan di istana pun baru selesai. Satu-persatu keluarga meninggalkan istana menaiki kereta mereka.


Sedangkan satu gadis ini tengah berdebat dengan kakaknya yang tidak ingin naik kereta, tapi kenapa juga kakaknya yang satu ini peduli?


"Dia kenapa?" Batin Xinxin. Saat ini dia sedang berdebat perihal kereta dengan Chyou, kakak pertamanya.


"Xinxin naik kuda bersamaku saja!" Ucap Quon yang lelah melihat perdebatan itu.


"Kenapa harus naik kuda? Kereta ada, dia seorang perempuan yang harusnya bersikap anggun layaknya perempuan," ucap Chyou.


Apakah kak Chyou secerewet ini? Batin Xinxin dan Quon.


"Dia mabuk darat, jadi kalau naik kereta kemungkinan besar dia akan muntah," ucap Quon.


Chyou langsung terdiam, apakah ini alasan tadi mereka turun sebelum sampai? Batin Chyou.


"Kalau begitu biar dia berkuda dengaku!" Ucap Chyou.


Hampir seluruh keluarga Fu mendengar nya, dan itu membuat semuanya terkejut. Seorang Chyou ingin berkuda berdua dengan Xinxin? Mendengar Chyou mengeluarkan kalimat panjang saja sudah membuat mereka tak percaya kalau tidak mendengarnya langsung, apalagi sekarang? Mereka sungguh tak menduga seorang Chyou yang hemat bicara bahkan jarang terlihat dekat dengan perempuan termasuk adik perempuan nya, tapi kenapa sekarang terlihat dia ingin mendekati Xinxin?


"Haha, tidak perlu merepotkan kakak pertama, aku berkuda bersama kak Quon saja," ucap Xinxin sambil memaksakan tawanya.


Tiba-tiba Nuan menyahut. "Kakak pertama! Bagaimana kalau berkuda bersamaku saja!" Ucapnya manja.


Tanpa menjawab Nuan Chyou pergi memasuki keretanya, tapi sebelum itu dia sempat melirik Xinxin dengan tatapan yang tidak dapat diartikan.


¤


¤


¤


I hope you like it...

__ADS_1


__ADS_2