Kembalikan Pengantinku

Kembalikan Pengantinku
Part 47


__ADS_3

...Happy Reading...


...~••~••<•>••~••~...


Tidak terasa sudah hampir satu minggu lebih Xinxin berada di Desa Embun. Dan hari-harinya sangat tenang, tapi entah mengapa hari ini dia merasa gelisah.


"Apa ini? Kenapa aku merasakan firasat yang buruk?" Gumam Xinxin. Saat ini ia sedang berada di hutan belakang untuk berburu, dan juga dia tidak sendirian, dia bersama Lan dan Lin yang dengan keras kepalanya ingin ikut ke hutan berburu bersama Xinxin.


"Kakak Xin ada apa? Kenapa berhenti?" Tanya Lan. Lin juga bingung karena Xinxin yang berjalan di depan mereka tiba-tiba berhenti berjalan.


Xinxin menengok ke belakang dan tersenyum tipis kemudian menggeleng. "Tidak apa! Buruan ini sudah cukup! Kalian juga telah memetik beberap sayuran liar kan, jadi kita kembali sekarang," ucap Xinxin. Dia merasa gelisah saat ini dengan firasat yang dia tidak tahu yang mengatakan pada dirinya harus segera kembali.


Lan dan Lin mengangguk dan mereka pun kembali ke rumah mereka.


Saat mereka sampai di belakang rumah, terdengar keributan di depan rumah.


Dapat Xinxin lihat juga dari belakang rumah orang-orang berpakaian seperti prajurit?


'Apa ini? Apakah aku di temukan secepat ini? Tidak! Tidak! Aku tidak ingin kembali,' Xinxin membatin dengan gelisah.


Dia berjongkok menghadap dua anak yang sekarang adalah saudara dan saudarinya.


"Kalian percaya pada kakak kan?" Ucap Xinxin sambil memegang bahu mereka.


Lan dan Lin mengangguk. "Kami percaya kakak Xin!" Ucap Lin yakin yang di angguki Lan dengan tegas.


"Kalau begitu...Kakak minta maaf,"


Lirih Xinxin yang menyebar obat bius di wajah kedua anak itu. Seketika mereka tertidur.


"Aku bisa memasukkan mereka berdua ke dalam ruang angkasa kan?" Tanya Xinxin kepada Snow melewati pikiran.


"Ya! Bawa masuk saja! Padahal tidak apa kalau mereka sadar," Balas Snow.


"Aku belum siap menunjukkan semua ini! Dan lagi pasti kau akan terlihat kan?!" Xinxin belum siap menunjukkan semua yang dia punya kepada Lan dan Lin. Bukan tidak percaya, tapi dia akan mencari waktu yang tepat untuk menunjukkannya.


"Ya juga sih! Aku belum siap juga kalau orang lain melihatku dengan penampilan ini. Kau benar dengan membuat mereka tidur! Hitung-hitung percobaan pertama bubuk buatan kita!"


Tanpa memikirkan ucapan Snow, Xinxin memejamkan matanya sambil memegang Lan dan Lin dengan membatinkan kata masuk. Seketika ketiga orang tersebut menghilang dan tak lama para prajurit serta para penduduk masuk menerobos ke halaman belakang, baik dari dalam rumah maupun samping rumah.


"Sepertinya tadi ada orang di sini, tapi kenapa sekarang tidak ada?" Ucap salah satu prajurit.

__ADS_1


"Benar! Tadi aku juga mendengar langkah kaki!"


Diskusi para penduduk pun di mulai.


'Ternyata buronan!'


'Pantas saja lari,'


'Cantik sih, tapi kalau penjahat ya bahaya untuk desa kita!'


'Mungkinkah kedua anak itu sudah mati perempuan itu bunuh?'


'Hus... Mana mungkin! Pagi tadi aku masih lihat Lan dan Lin bermain di halaman rumah mereka!'


Mendengar diskusi para penduduk desa, para prajurit tidak menggubrisnya. Terserah mereka mau berpendapat apa, yang penting mereka harus mencari seorang gadis yang mana hampir seluruh kekaisaran mengerahkan prajurit hanya untuk mencarinya.


Lukisan wajahnya pun sudah tersebar ke segala penjuru ke kaisaran dan mereka juga kurang yakin apakah gadis pada lukisan itu penjahat atau bukan. Karena mereka hanya di perintahkan untuk menemukannya dan jika menemukannya perlakukan dengan baik sampai orang kekaisaran datang menjemputnya. Dan dapat di simpulkan dari sana, kalau gadis yang di cari adalah orang yang penting.


Semua orang bubar dari rumah kecil tersebut dan kepala dari prajurit itu sekarang berada di rumah kepala desa He.


"Apakah gadis yang di lukisan ini yang satu minggu lebih tinggal di desa ini?" Dia adalah Panglima Haoran.


Jiang?


Bukankah nama nona itu, Di Xinxin dari keluarga Fu?


Kalau Xinxin nya sih benar!


Panglima Haoran membatin.


"Lalu, dimana mereka sekarang? Tadi anak buah saya ke rumah yang di tunjukkan salah satu warga, tidak ada satu orang pun disana!"


"I-itu mungkin mereka sedang berburu di hutan. Mereka sering ke huta belakang rumah mereka untuk berburu dan memetik sayuran liar," jelas kepala desa He.


Kepala Desa He tahu itu, karena sering kali Xinxin mengantarkan mangsa seperti kelinci, ayam hutan atau sayuran liar ke rumah nya.


"Baiklah! Kalau begitu saya dan para anak buah saya meminta ijin untuk tinggal sementara sampai malam menunggu mereka kembali,"


"Silahkan!"


...~•~•~•~...

__ADS_1


"Hah hah, untung tadi cepat. Kalau tertambat sedikit saja, aku bakal ketahuan!" Ucap Xinxin lega.


"Kau ini kenapa sih tidak ingin kembali?" Tanya Snow.


Dia bingung, kenapa Xinxin tidak ingin kembali. Disana kan dia bisa hidup nyaman. Apalagi dia sedikit tahu kalau Kaisar manusia itu tertarik pada Xinxin.


"Kau tahu sendiri bagaimana kehidupan ku disana?! Aku juga ingin bebas! Sudah lama aku berencana kabur dari sana, tapi tidak ada kesempatan dan berbahaya untuk orang-orang terdekatku! Jadi karena sekarang aku sudah bebas, masa mau kembali dengan mudahnya?!"


Xinxin pergi ke kamar di mana dia meletakkan Lan dan Lin yang masih tidur.


"Berapa lama obat ini berfungsi?" Tanya Xinxin.


"Setengah hari!" Jawab Snow.


Selama seminggu ini, Xinxin dibantu Snow belajar pengobatan dan pembuatan obat berbentuk pil, cair maupun bubuk. Racun pun mereka buat.


Meski sudah mempelajarinya, Xinxin masih belum merealisasikannya di kehidupan nyata. Dan bubuk yang dia taburkan ke wajah Lan dan Lin ini juga pertama kali dia mencobanya dan untungnya tidak ada efek samping yang dapat di pastikan, produk mereka berhasil.


"Lalu apa rencanamu selanjutnya? Ku lihat para prajurit dan juga orang yang di panggil Panglima Haoran itu masih ada di rumah kepala Desa He!"


"Aku sih ingin kabur. Keluar dari desa ini malam ini juga, sebelum fungsi dari obat bius ini hilang aku sudah harus sampai ke penginapan terjauh dari desa ini!"


Snow mengangguk. "Terserah padamu saja! Aku akan membantu dari dalam. Kau tahu kan kalau kau tidak bergerak ruang angkasa ini akan tetap di tempat!"


"Ya ya aku tahu itu, jadi aku akan membereskan keperluan dulu,"


Xinxin pun keluar dari ruang angkasanya dan masuk ke dalam rumah dengan pelan, karena di depan rumah para prajurit masih berjaga.


Dengan sangat pelan, Xinxin memasukkan keperluan nya satu persatu ke dalam ruang angkasa. Tidak ada waktu untuk membungkusnya kata Xinxin, jadi dia memerintahkan Snow untuk merapikannya di dalam ruang angkasa.


Setelah semua nya beres, Xinxin kembali masuk ke ruang angkasa tanpa seorangpun menyadari kehadirannya.


"Tunggu sebentar lagi! Aku akan keluar dan pergi bersama gelapnya malam!"





I hope you like it...

__ADS_1


__ADS_2