
...Happy Reading...
...~••~••<•>••~••~...
Tak terasa hari perburuan terakhir telah tiba. Seperti hari pertama, Xinxin tetap tidak ada niatan untuk menangkap satu ekor pun hewan buruan, dan selama masa berburu dia hanya memburu tumbuhan herbal, dan sesekali menangkap ikan untuk di panggang dan juga memetik buah untuk makanan saat malam hari setelah penilaian.
"Kemana lagi ya hari ini?! Kurasa tumbuhan di jalan sebelumnya sudah habis yang dapat di gali," tanya Xinxin kepada Snow.
"Terserah anda tuan!" Jawab Snow.
"Berhenti memanggilku tuan! Aku ini perempuan masa di panggil tuan?! Kau bisa panggil namaku saja, Xinxin, mengerti?" Ucap Xinxin. Dia kesal jikalau Snow memanggilnya dengan tuan, yang kesannya dia seorang laki-laki.
"Baiklah Xinxin!" Sahut Snow.
"Bagus!"
Xinxin pun memutuskan masuk ke dalam hutan lebih dalam. Kalau beruntung dia akan menemukan sesuatu yang menarik nanti dan dapat di jadikan uang.
Satu jam berjalan dan sesekali berhenti untuk memetik dan menggali tumbuhan herbal Xinxin sudah cukup jauh memasuki hutan.
"Istirahat dulu deh! Eh sebelum itu bagaimana kalau cari sesuatu yang bisa dimakan?!"
Tapi saat dia sedang memanggang ikan segerombolan orang berbaju serba hitam tiba-tiba datang satu persatu.
Tentu saja Xinxin langsung waspada!
Siapa mereka?
Apakah pembunuh bayaran?
Atau bandit?
Tapi kalau di lihat dari pakaian mereka yang menutup sampai wajah mereka yang hanya menyisakan mata itu memperkuat dugaan nya.
Tapi siapa yang mengirim mereka?
Dan dia merasa tak memiliki musuh!
Tidak ada satu kata dan pembicaraan apapun segerombolan orang berjumlah sepuluh orang tersebut langsung menyerang Xinxin.
Dia baru sadar kalau dirinya sudah memasuki hutan cukup dalam.
Dia kewalahan menghadapi mereka, pasalnya meski memiliki semua elemen tapi tingkatannya masih lemah dan kesepuluh orang ini rata-rata pada tingkat kuning.
Sretttt
Lengan Xinxin tergores pedang lawan dan dia sadar kalau ternyata pedang itu sudah di baluri dengan racun.
Meski tidak kuat, tapi itu mampu melumpuhkan lawan. Dan saat ini tubuhnya terasa melemah, tapi dia tetap berusaha untuk bertahan.
Trang
Trang
Peraduan pedang menghasilkan bunyi nyaring tapi karena ini di dalam hutan yang cukup dalam, tidak ada yang mendengar nya. Karena Xinxin yakin mereka tidak akan masuk terlalu jauh kedalam hutan.
__ADS_1
Ugh
Lagi-lagi Xinxin mendapatkan goresan di kaki belakangnya.
Snow?
Disaat genting seperti ini dia malah tidak ada! Entah kemana dia pergi.
Tiga orang sudah tumbang, tapi tenaga Xinxin semakin melemah, apalagi saat ini dia kena racun.
Mengambil bubuk racun gatal yang telah dia buat untuk jaga-jaga, dia melemparkan nya ke arah lawan tepat di mata mereka. Membuat mereka memejamkan mata.
Xinxin merasa ini kesempatan, dia pun berlari dengan kencang di bantu ilmu peringan tubuhnya ke sembarang arah. Dia tidak tahu arah larinya ini akan membawa nya keluar hutan atau bahkan ke dalam hutan semakin dalam.
Yang panting sekarang dia kabur saja dulu dari para pembunuh itu.
Di sisi lain, para peserta pemilihan permaisuri telah kembali satu persatu sampai dua jam kemudian waktu habis, tapi satu peserta belum kembali.
Dia Xinxin, ya karena saat ini dia sedang di kejar oleh para pembunuh.
Diskusi mulai ramai dari para peserta dan lainnya. Ada yang menghujat, khawatir dan lainnya.
Dan salah satu yang khawatir adalah sosok tertinggi di alam manusia ini, Kaisar Wang Zhuting.
"Apakah ditemukan?"
"Maaf Yang Mulia, kami tidak menemukan apapun, tapi...," Prajurit itu nampak sangat ragu untuk mengatakan nya.
"Ada apa?"
Wajah tenang Wang Zhuting sedikit khawatir.
Panglima Haoran, mengeluarkan ranting dan daun dengan darah kering menyelimutinya.
"Di duga ada pertarungan sengit di kedalam hutan. Dan kemungkinan besar itu pertarungan tidak seimbang. ada 3 mayat juga di temukan di sana dan mereka adalah pembunuh bayaran. Di lihat dari tato yang di temukan di bahu mereka, mereka bersalah dari organisasi Kalajengking," jelas nya.
Mata Kaisar Wang Zhuting bergetar marah bercampur khawatir. Tangannya mengepal sampai memutih, gigi nya bergemeletuk menandakan dia saat ini sangat marah dan ingin menghancurkan organisasi bernama kalajengking itu.
"Musnahkan organisasi kalajengking!"
"Siap laksanakan!"
Panglima Haoran dan lima puluh bawahan elitnya pergi mencari keberadaan markas organisasi kalajengking.
"Zi!"
Seseorang berpakaian serba hitam berlutut dengan tiba-tiba dihadapan Kaisar Wang Zhuting.
"Cari keberadaannya!"
Orang itu mengangguk, dia tahu siapa yang di maksud tuannya ini.
"Baik!"
Orang itu hilang meninggalkan Kaisar Wang Zhuting yang beraura suram dengan tangan terkepal.
__ADS_1
Yang berada di luar tenda pun merasakan dampak tekanan dari aura suram Kaisar mereka dan memilih menjauh dari tenda itu.
Kembali kepada Xinxin yang saat ini sedang terdesak karena...
Ugh
'Bagaimana ini?'
Jalan buntu dan dia telah berdiri di ujung tebing yang dapat Xinxin lihat kalau di bawah sana adalah sungai dengan aliran yang cukup deras. Ketinggian nya lumayan, kalau dia tebak sekitar sepuluh meter.
"Kau tidak bisa kabur lagi!" Suara itu mengagetkan Xinxin. Dia langsung berbalik. Disana tujuh pembunuh yang tersisa sedang menghadang nya.
Tidak ada jalan lain selain melompat, tapi...
Dia tidak yakin apakah dia akan selamat kalau memilih melompat. Pasalnya aliran sungai itu cukup deras. Meski dia bisa berenang, tapi kondisinya saat ini tidak memungkinkan, selain itu dia keracunan yang membuat tubuhnya lemah.
Tapi... Tidak ada jalan lain. Melawan pasti tidak sanggup dan pasti mati juga, malah lebih sakit, tapi kalau melompat masih ada kemungkinan selamat.
Byurrrr
Xinxin melompat dengan cepat, tanpa ragu.
Sekelompok pembunuh itu langsung menghampiri tebing dan tidak melihat keberadaan Xinxin.
"Bagaimana ini?"
"Tidak perlu di cari! Dia pasti mati. Kalian lihat arus deras dan dia melompat dari ketinggian!"
Setelah yakin tidak melihat keberadaan Xinxin, mereka pergi dari sana.
Sedangkan Xinxin sendiri sekarang sedang berusaha naik ke permukaan air.
'Apakah aku akan mati lagi?'
'Tidak tidak!'
'Aku harus berusaha!'
Xinxin terus berusaha berenang kepermukaan air meski dengan kondisi tubuh yang semakin lemah.
Arus deras aliran sungai ini menghambat nya untuk cepat naik kepermukaan. Tubuhnya terus terbawa arus sungai dan untungnya sesekali dia dapat mengambil oksigen dan lagi-lagi tubuhnya tenggelam dan begitulah seterusnya sampai tubuhnya tersangkut dahan pohon besar.
"Hah hah hah... Se..la..mat," gumamnya di sela-sela nafasnya yang tersengal-sengal.
Tubuhnya telah berhenti terseret arus dan dengan pelan dia meminggir ketepian sungai dengan menyeret tubuhnya. Merasa sudah cukup beristirahat dia bangkit dan ingin pergi karena dia takut, kalau para pembunuh masih mengejarnya.
Tapi...
Bruk
Tubuhnya tak kuasa lagi menahan keseimbangan tubuhnya dan menanggung berat badannya, dia jadi terjatuh tengkurap sampai pandangannya mengabur dan gelap.
•
•
__ADS_1
•
I hope you like it...