
...Happy Reading...
...~•~•~•<•>•~•~•~...
Siapa dia?
Orang itu adalah Quon.
Dirinya ingin menjemput sang adik dan pergi bersama menuju gerbang utama, tapi dari kejauhan dia mendengar tawa dua orang yang bergitu terdengar gembira.
Semakin mendengar suara tawa itu semakin jelas jadi tanpa pemberitahuan dia langsung masuk.
Saat tiba di dalam dan melihat siapa yang tertawa dia jadi tertegun melihat kecantikan seorang gadis di depannya itu.
"Kak?" Teriak Xinxin menyadarkan Quon yang sedari tadi diam di tempat sambil menatapnya tanpa berkedip.
"Y-ya ya?" Seperti orang linglung, Quon menatap nanar gadis di depannya saat ini.
"Siapa kau?" Tanya Quon saat dia sudah dapat mengendalikan kekagumannya.
"Masa dengan adik sendiri tidak kenal? Ada-ada saja kakak ini. Aku Xinxin kak!" Ucap Xinxin santai, dia berjalan ke arah ranjangnya yang terdapat cadar nya.
Saat akan memasang cadarnya Quon menghentikannya.
"Tunggu!" Xinxin mengernyit bingung, tapi tak urung dia menghentikan geraknnya.
"Ada apa kak?" Tanya Xinxin bingung.
Quon mendekati Xinxin dan menangkup pipi Xinxin dengan tangan besarnya membuat bibir Xinxin maju.
"Kak?"
"Ini Xinxin? Adik perempuan ku?" Tanya Quon.
Xinxin sadar kalau ini pertama kalinya Quon melihat wajahnya tanpa cadar, jadi reaksinya ini wajar.
Xinxin mengangguk. "Ini aku kak!" Ucap Xinxin meyakinkan.
"Kau sangat cantik!" Ucap Quon.
"Aku tahu kak, jadi terimakasih," ucap Xinxin percaya diri dan Quon mengangguk mengiyakan.
"Cepat pasang cadarmu, jangan sampai ada yang melihat wajahmu kecuali aku," ucap Quon. Dia mengambil alih cadar yang berada di tangan Xinxin kemudian memasangkannya.
Setelah sedikit berbincang, akhirnya mereka pun menuju ke arah gerbang utama kediaman Fu ini.
"Jangan sampai cadarmu lepas!" Peringat Quon.
Xinxin menghela nafas lelah, ini sudah yang ke sepuluh kalinya Quon mengingatkan dirinya agar cadar pada wajahnya jangan sampai terlepas. "Iya kak!"
__ADS_1
Di depan terlihat semuanya telah menunggu, wajah mereka masam dan kesal saat menatap Xinxin.
"Kau lama sekali!" Ucap Nuan, kemudian dia langsung masuk ke dalam kereta di susul oleh Niu.
"Jangan membuat malu disana!" Peringat Tuan Zihan.
Xinxin menunduk saja di samping Quon, bukan takut, bukan malu, tapi malas balik natap ayah dari pemilik tubuh ini.
Tuan Zihan dan Nyonya Jieru memasuki kereta mereka, sebelum itu Nyonya Jieru sempat melirik putri yang diabaikannya itu.
Kenyataannya masih ada rasa sayang sebagai seorang ibu dihatinya. Dia. tidak benar-benar melupakan putrinya itu, tapi karena keadaan dia melupakan putrinya dan dari sekian lama ini pertama kali dia melihat putrinya lagi.
Semua orang telah memasuki kereta kecuali Quon dan Xinxin, sedangkan Chici berada di kereta khusus pelayan.
"Mari kakak bantu," ucap Quon ingin membantu Xinxin memasuki kereta yang sama dengan Nuan dan Niu tapi...
"Tidak boleh...tidak boleh! Aku tidak mau satu kereta dengannya, nanti aku terjangkit penyakit kulitnya," ucap Nuan. Kemungkinan dia masih ingat saat Xinxin mengatakan dia terkena penyakit kulit hingga menyebabkan dia menggunakan cadar.
"Tapi..." Quon ingin menyanggah tapi di tahan oleh Xinxin melalui gelengan.
"Aku ikut kereta pelayan saja kak, tidak apa," ucap Xinxin dengan sedih padahal dia akan senang tidak satu kereta dengan Nuan dan Niu.
"Tidak! Kalau begitu kau ikut di kereta ku dan kak Chyou saja," ucap Quon menarik tangan Xinxin membawanya menuju kereta nya.
"Tapi, apakah tidak apa-apa? Kak Chyou apakah tidak masalah?" Xinxin tidak ingin terlibat dengan siapa pun lagi.
"Tidak apa!" Yakin Quon.
"Hm, terserah!" Itu respon Chyou tanpa mengalihkan pandangannya dari buku di tangannya.
"Masuk! Kak Chyou tidak masalah!" Hilang harapan Xinxin agar bisa duduk dengan santai.
Keretapun melaju meninggalkan halaman kediaman Fu menuju Istana Kekaisaran.
Suasana di dalam kereta yang di isi dua laki-laki dan satu perempuan itu terlihat canggung.
Xinxin duduk berdampingan dengan Quon berhadapan dengan Chyou berada di seberang mereka.
"Kapan sampainya? Huk," hampir saja Xinxin memuntahkan isi perutnya.
"Sabar, sebentar lagi kita sampai, tahanlah!" Ucap Quon sambil mengurut pelan tengkuk Xinxin yang terlihat pucat.
Xinxin memilih bersandar pada Quon, berharap pusingnya berkurang.
Memerlukan waktu satu jam dengan kereta untuk sampai dan kalau menggunakan kuda hanya perlu tiga puluh menit.
Sekarang sudah lima puluh menit berlalu, di depan kereta mereka terdapat banyak kereta yang sedang mengantri untuk memasuki gerbang istana kekaisaran.
Xinxin dengan lemah menarik lengan pakaian Quon. Quon menengok mendapati wajah pucat adiknya. "Kak aku huk sudah tak kuat," ucap Xinxin.
__ADS_1
"Kita keluar!" Putus Quon. Dia sangat kasihan dengan kondisi adiknya itu.
"Mau kemana?" Itu Chyou yang bertanya.
"Keluar!" Tanpa mendengar apa yang akan di katakan Chyou, Quon langsung membawa Xinxin keluar.
Tak terlalu jauh dari kereta Xinxin pun muntah. "Huk huk huekk,"
"Ugh, ini sungguh tak enak!" Gumam Xinxin. Dia benci naik kereta, dan mulai sekarang dia tak ingin naik kereta lagi. Untuk pulang dia akan pikirkan nanti.
"Sudah mendingan?" Tanya Quon khawatir.
"Hm ya, lumayan," sahut Xinxin.
"Baguslah, kalau begitu kita menunggangi kuda saja," ucap Quon. Dia pergi menghampiri kereta kuda yang tadi mereka naiki, setelah cukup berbincang dengan Chyou? Quon pun beralih kesalah satu pengawal yang mengiringi kereta mereka.
Dari sana Quon melambaikan tangannya menyuruh Xinxin mendekat kearahnya.
Xinxin pun mendekati Quon. "Kita naik kuda ini! Naiklah!" Ucap Quon.
Xinxin megangguk dan dengan bantuan Quon, Xinxin pun menaiki punggung kuda berwarna coklat itu, di susul Quon yang duduk di belakangnya.
Tidak mendahului, kuda mereka berjalan di samping kereta kuda dimana di dalamnya Chyou berada.
Orang-orang menatap remeh ke arah Xinxin. Karena hanya dirinya yang berada di luar kereta sebagai nona bangsawan. Tapi yang namanya Xinxin dia tak memepedulikan itu, yang penting dia tidak naik kereta dan membuatnya mual kembali.
Ugh
Mengingatnya saja sudah membuatnya mual.
Beberapa saat kemudian akhirnya giliran kereta dari kediaman mereka. Kereta di periksa satu-persatu.
"Akhirnya!" Tubuh Xinxin terasa kaku karena kurang bergerak karena duduk di punggung kuda tidaklah mudah, karena sedikit saja kuda merasa tak nyaman maka akan membuatnya berontak dan lepas kendali.
Akibat aksi Xinxin yang tak mencerminkan seorang bangsawan dia jadi diperhatikan lagi dan lagi, dan kali ini pula dia mendapat pelototan dari semua anggota keliarga Fu kecuali Quon dan oh Chyou juga?
Setelah tadi kereta antri sekarang adalah antrian untuk di umumkan kehadiran mereka.
"Seluruh anggota kediaman Menteri Xu memasuki ruangan," teriak seorang penjaga yang memang tugasnya mengumumkan kedatangan para bangsawan, oh tenang saja dia tidak sendiri, ada tiga orang penjaga lainnya dengan tugas yang sama.
Dilanjutkan dari keluarga Penasihat Wu, keluarga Menteri Pembaruan Liu, keluarga Menteri Personel Lin, keluarga Menteri Keadilan Li, dan terakhir Menteri Pertahanan atau keluarga Jenderal Fu.
Semua bangsawan telah hadir di dalam ruangan, tapi acara belum di mulai karena masih menunggu kehadiran Kaisar Wang Zhuting.
¤
¤
¤
__ADS_1
I hope you like it...