Kembalikan Pengantinku

Kembalikan Pengantinku
Tawa dan Senyum Langka dari Kaisar Zhuting


__ADS_3

...Happy Reading...


...~••~•<•>•~••~...


Rencana kaburnya dia tunda dulu, dia masih punya orang yang harus dia lindungi, yaitu kakaknya Quon dan Chici. Untuk yang lain dia tidak peduli!


Dia tidak ingin terjadi apa-apa kepada dua orang ini, karena setahunya dari novel dan komik yang dia baca seseorang yang tidak mematuhi perintah Kaisar maka dianggap memberontak dan seluruh keluarga akan terkena imbasnya meski hanya satu yang berbuat.


Quon menatap adiknya sendu, padahal dirinya dan adiknya baru saja dekat lagi dan adiknya bakalan ikut pemilihan? Waktu berjalan begitu cepat.


"Babak pemilihan pertama akan diadakan sekarang, di ruangan ini. Para nona muda yang berhasil lolos babak pertama ini akan mengikuti tes selanjutnya di kemudian hari,"


Semua orang! Bukan hanya para nona muda yang mendengarkan dengan seksama tapi juga para orang tua yang ingin anaknya menjadi permaisuri.


"Untuk tes pertama yaitu, pemberian hadiah dari masing-masing nona muda untuk Yang Mulia Kaisar Zhuting," ucap Kasim Jang.


Krasak krusuk terdengar dari seluruh penjuru ruangan, ada yang panik ada yang tenang dan lainnya.


Memang pemberian hadiah belum dilakukan, karena menunggu tes ini.


"Baiklah pertama pemberian hadiah dari para nona muda di lanjutkan dari per keluarga,"


"Diminta para nona muda untuk berbaris tapi di sebelah kanan untuk penyerahan hadiah,"


Para nona muda berlomba-lomba berbaris dengan hadiah masing-masing di tangan mereka.


"Apakah kau menyiapkan hadiah?" Tanya Quon khawatir. Dia tidak memprediksi ini akan terjadi, jadi dia tak menanyakan itu para adiknya sebelumnya.


Xinxin berhenti saat akan melangkah dengan ogah-ogahan dan berbalik menatap kakaknya itu.


Mengangguk. "Tenang saja! Yah mesti entah ini dapat di terima atau tidak aku tidak peduli," ucap Xinxin kemudian dia melanjutkan langkahnya.


Hanya dirinya yang masih berjalan, bahkan jalannya terkesan terpaksa, itu tak luput dari pandangan semua orang tanpa terkecuali. Karena dimana semua nona muda sangat antusias dan saling mendahului untuk memberikan hadiah kepada Kaisar, sedangkan dia? Tidak! Dia bukan tipe yang memaksakan kehendaknya meski dia sangat menginginkannya, dan karena ini bukan yang dia suka jadilah dia menyeret paksa kakinya untuk mengantri di barisan paling belakang.


"Huh mungkin dia tak membawa apapun, atau dia membawa rongsokan," ucap Nuan kepada Niu. Terlihat jelas wajah meremehkannya.


Niu menatap adik terakhir nya itu, dia tak peduli dan mengalihkan pandangannya kedepan melihat proses pemberian hadiah.


Ratusan nona muda berbaris tak sabar, tapi lagi-lagi tidak dengan Xinxin yang lelah berdiri memilih berjongkok.

__ADS_1


Ya bagaimana tidak lelah, ratusan orang berbaris untuk memberikan hadiah. Iya kalau hanya menyerahkan hadiah dan langsung duduk, ini... Setelah menyerahkan hadiah itu langsung di buka dan di umumkan, betapa mengesalkannya itu.


Satu jam lebih, Xinxin berdiri jongkok berdiri jongkok selalu seperti itu sampai hanya tersisa sepuluh nona muda lagi termasuk dirinya yang paling belakang. Dia tidak memperdulikan tatapan mengejek, cemoohan, serta bisik-bisik yang nyatanya bukan bisikan tapi lebih keep terang-terangan menghina.


Niu dan Nuan sudah lama kembali ke tempat duduk mereka, karena mereka tadi berada pada barisan depan.


Sekarang gilirannya yang menyerahkan hadiah.


"Nona berasal dari kediaman Fu, benarkan?" Tanya Kasim Jang.


Xinxin mengangguk mengiyakan, males membalas dengan kata-kata.


Kasim Jang melirik Xinxin, dimanakah hadiahnya? Pikir Kasim Jang.


"Umm, Nona, dimanakah hadiah nona?" Tanya Kasim Jang.


Xinxin pun mengambil sesuatu dari balik pakaianya. Terlihat lah bungkusan kecil dengan kain sederhana.


Semua yang melihat lagi-lagi menghina hadiah Xinxin.


'Wah wah berani sekali dia memberikan hadiah lusuh itu kepada Kaisar'


'Kau benar! Itu dia!'


Sedangkan dari tempat duduk keluarga Fu menahan malu kecuali Quon dan Chyou yang tak menunjukkan ekspresi apapun.


"Dia mempermalukan keluarga kita!" Ucap Nuan geram.


Tuan Zihan menatap tajam Xinxin, nyonya Jieru menahan malu, sedangkan Niu juga menahan malu tapi dia tak menunjukkannya tapi tetap terlihat dari kepalan tangannya.


Kembali kepada Xinxin, dia pun menyerahkan hadiah nya kepada Kasim Jang dan diterima.


Membuka balutan kain itu dan terlihatlah sebuah tusuk rambut dengan ukiran unik. Meski terbuat dari kayu tak mengilangkan keeleganannya.


Kasim Jang memperlihatkannya kepada Kaisar Zhuting, karena memang yang menilai adalah Kaisar Zhuting sendiri.


"Serahkan padaku!" Perintah Kaisar Zhuting.


Perintah Kaisar Zhuting itu membuat semua orang menahan nafas, mereka menebak Kaisar Zhuting marah karena diremehkan dengan hadiah tak berharga itu. Kasim Jang pun menghela nafas karena pikirannya juga sama dengan yang lain. Tapi kenapa gadis di depannya ini terlihat sangat santai? Apakah dia tidak Yakut? Entahlah, Kasim Jang tidak dapat memahaminya.

__ADS_1


"Tusuk rambut? Mengapa kau memberikanku ini?" Tanya Kaisar Zhuting setelah selesai melihat tusuk rambut itu kemudian menatap Xinxin.


Yang melihat wajah Kaisar Zhuting yang saat ini tanpa ekspresi menyimpulkan kalau dia benar-benar marah, dan ditambah lagi tatapan tajam itu mengarah kearah Xinxin.


Tapi sebenarnya Kaisar hanya terlalu fokus menatap mata itu, di mata Xinxin tidak ada binar harapan lolos dari tes ini, hanya ada tatapan malas?


Dia sedikit penarasan dengan isi kepala gadis ini, apa yang sedang dia pikirkan?


"Karena aku miskin!" Jawab Xinxin jujur.


Benarkan kalau Xinxin itu miskin, meski sekarang dia bisa makan dengan layak, tapi hanya itu dan modalnya untuk usaha, kalau untuk membeli barang-barang mewah dia rasa dia masih tak mampu.


Jawaban ini membuat yang lain semakin panas dingin. Apalagi Quon yang sudah akan menghampiri Xinxin, tapi di tahan oleh Tuan Zihan. Dia terlihat sangat khawatir dan gelisah dengan adiknya itu.


Apakah gadis ini ingin membuat Kaisar Zhuting murka? Batin mereka.


Bagaimana mereka tak berpikir begitu, Xinxin saja menjawab dengan sangat santai.


Hahahahaha


Hah?


Semua orang melongo, terpesona serta takjub melihat tawa yang sangat jarang di tunjukkan oleh Kaisar Zhuting, bahkan mungkin tak pernah mereka lihat.


Aura sekitar Kaisar Zhuting yang biasanya suram sekarang menghilang.


Kasim Jang yang sudah sangat lama mengabdi kepada Kaisar Zhuting saja takjub karena dia sendiri selama menjabat sebagai Kasim yang selalu berada di sisi Kaisar Zhuting tak pernah mendapati tawa itu, senyum pun hanya senyum sinis yang dia lihat.


Xinxin mengernyit bingun. Apakah ada yang lucu dari ucapannya? Dia rasa tidak ada deh.


"Bukankah kau nona dari kediaman Jenderal Fu yang terkenal dengan kekayaannya? Kenapa kau mengatakan dirimu miskin?" Wah ini membuat Xinxin kesal. Tidakkan Kaisar ini peka dengan nada bicaranya yang malas?! Itu artinya dia malas bicara. Ini malah diajak terus bicara.


Tak habis pikir dengan pikiran Xinxin saat ini, Quon semakin cemas. Bagaimana Xinxin bisa memancing amarah Kaisar? Apakah dia bosan hidup? Tapi kalaupun adiknya itu dihukum dia akan membelanya, meskipun mempertaruhkan nyawa nya.


¤


¤


¤

__ADS_1


I hope you like it...


__ADS_2