Kembalikan Pengantinku

Kembalikan Pengantinku
Part 51


__ADS_3

...Happy Reading ...


...~••~••<•>••~••~...


Sekarang adalah giliran rombongan Xinxin yang berjumlah tiga orang untuk di periksa.


"Selanjutnya!" Teriak penjaga gerbang.


Kuda yang Xinxin tuntun maju dengan Lan dan Lin yang mengikuti di belakang.


Xinxin tidak dapat melihat lukisan wajah siapa yang di cari, karena para penjaga yang memegang lukisan itu sangat tertutup, tidak ada yang dapat melihatnya.


"Tolong buka cadar anda!" Perintah penjaga itu kepada Xinxin karena Lan dan Lin telah di periksa duluan.


"Apakah harus?" Xinxin sebenarnya tidak mau, karena bisa-bisa penyamaran nya akan sia-sia atau ada seorang kenalan yang akan mengenalinya jika melihat wajahnya.


"Maaf, ini memang sudah perintah dari atasan, kami tidak bisa melanggarnya!" Ucap penjaga itu sopan. Dia tentu saja tidak berani melanggar, karena pesan dari atasannya, meski nyawa sekalipun taruhannya harus melihat wajah setiap yang masuk kota.


Karena atasan nya sendiri tidak bisa menolak dari atasannya lagi dan seterusnya sampai kepada si pemerintah pemeriksaan ini.


Xinxin juga bukan orang yang tidak tahu kalau penjaga ini hanyalah pekerja dan pasti ada atasannya, karena dia juga memahami bagaimana sulitnya menjadi bawahan.


Mau tidak mau dia pun membuka cadarnya, tapi sebelum itu dia melihat situasi sekitar, memastikan tidak ada orang yang dia kenal.


Setelah Xinxin melepas cadarnya dan memperlihatkan wajahnya dalam waktu cepat mata penjaga gerbang itu melotot kemudian kembali seperti semula.


"Ekhem, begini nona...


Nona?


...emm bisakah nona dan kedua adik-adik ini menunggu sebentar di dalam?"


'Ada apa ini?'


"Memangnya ada apa?"


"Tidak ada apa-apa, kami hanya memiliki sedikit pertanyaan kepada nona. Apakah bisa nona meluangkan waktunya sebentar?"


Curiga!


Xinxin curiga ini pasti ada apa-apa nya. Pasalnya tidak ada orang lain yang di tahan selain rombongannya.


"Baiklah!" Setuju Xinxin. Dia ingin melihat ada apa ini sebenarnya.


Dan akhirnya Xinxin, Lan dan Lin berkahir di sebuah ruangan yang sepertinya ruang tamu di kantor yang ada di balik gerbang tinggi kota Nam.

__ADS_1


Teh, kue, permen tersedia memmenuhi meja berukuran satu kali satu meter itu.


Dan di ruangan itu hanya ada mereka bertiga. Penjaga yang membawa mereka entah pergi kemana, sudah sepuluh menit lebih dia tidak kembali.


"Untuk apa kita di sini kak?" Tanya Lan kepada Xinxin. Itu juga jadi pertanyaan Lin dan sebenarnya juga pertanyaan Xinxin.


Dapat dia lihat sebelum mereka berakhir di dalam kantor penjaga, setelah mereka tidak ada lagi orang-orang yang di periksa dan dengan bebas bisa masuk setelah memperlihatkan identitas, seperti pemeriksaan pada umumnya.


"Snow apakah kau tahu sesuatu?" Tanya Xinxin melalui pikiran.


"Sebentar! Aku akan memeriksanya!" Komunikasi melalui pikiran putus dan Snow keluar dari ruang angkasa kemudian terbang ke luar kantor.


Beberapa saat kemudian Snow kembali dan langsung duduk di pangkuan Xinxin tanpa Lan dan Lin melihatnya.


Xinxin masih fokus meminum teh nya tapi telinganya mendengarkan Snow berbicara.


"Memang benar ada yang tidak beres! Mereka terlihat menunggu sesuatu dan terlihat gelisah. Bahkan sesekali ada yang mengecek keberadaan kalian di dalam sini."


"Tidak ada lagi pemeriksaan seperti sebelumnya dan aku sempat menyembunyikan lukisan wajah yang mereka pegang tadi. Coba kau fokuskan pikiranmu ke dalam ruang angkasa, aku akan menunjukkan lukisannya. Kau pasti terkejut!"


Setelah menjelaskan situasi Snow menghilang masuk ke dalam ruang angkasa kembali.


Seperti perintah Snow, Xinxin memfokuskan pikirannya ke dalam ruang angkasa tapi seakan-akan orang melihat dia sedang melamun.


Snow membukakan lukisan itu dan terpampang lah wajah seorang gadis yang sudah Xinxin kenal tidak lama ini. Itu lukisan wajah dimana sekarang tubuhnya dia tempati. Lukisan wajahnya sendiri.


"Sepertinya orang yang mereka cari adalah dirimu Xinxin. Dan kemungkinan besar ini ulah orang-orang kekaisaran, atau mungkin saja Kaisar sendiri?!" Ucap Snow menatap main-main Xinxin.


Xinxin menghela nafas lelah. "Bagaimana menurutmu kalau aku membawa Lan dan Lin ke dalam ruang angkasa? Karena aku berniat mengajarkan mereka bela diri dan juga aku ingin men cek apa elemen yang mereka miliki?!"


"Ide bagus! Tidak selamanya mereka harus kau lindungi. Apalagi mengingat kau dalam masa pelarian dan persembunyian ini. Hitung-hitung membekali mereka untuk masa depan mereka juga!"


Xinxin mengangguk setuju dengan pendapat Snow. Dia memang ingin mengajarkan Lan dan Lin bela diri atau teknik-teknik yang dia ketahui dan dia juga ingin tahu elemen apa yang mereka miliki. Tapi tidak ada waktu, tempat dan situasi ini tidak tepat.


Dan jika mereka sudah mengetahui ruang angkasanya kan bisa dengan leluasa untuk berlatih, dan bermeditasi.


Xinxin memutus komunikasi nya dengan Snow dan mulai menatap dua anak yang sekarang sedang menikmati kue dan permen.


"Lan, Lin!" Panggil Xinxin.


Lan dan Lin langsung menghadap Xinxin dengan mata bertanya.


"Tutup mata kalian! Bisa?"


Meski bingung, Lan dan Lin tetap mengangguk dan kemudian menutup matanya.

__ADS_1


Xinxin memegang masing-masing tangan mereka kemudian memejamkan matanya juga setelah memastikan tidak ada orang di sekitar.


Xinxin menggumamkan kata masuk dan seketika mereka berpindah tempat.


Xinxin membuka matanya di sambut oleh Snow dan pemandangan ruang angkasa yang menyejukkan.


"Kalian bisa membuka mata!" Ujar Xinxin.


Perlahan Lan dan Lin membuka mata mereka dan seketika mata mereka melebar dan terkejut.


Melihat sekeliling, tidak lagi berada di sebuah ruangan. "Dimana ini kak?" Tanya Lin.


"Ini ruang angkasaku!"


"Selamat datang di ruang angkasa! Perkenalkan nama saya Snow. Saya penjaga ruang angkasa ini!" Ucap Snow memperkenalkan dirinya.


"Uuhhh lucunya!" Gemas Lin dan Lan melihat Snow yang seekor kelinci gemuk putih bersih.


"Untuk sementara kalian tinggal disini dulu sampai situasi di luar aman! Kalian bisa tinggal di pondok itu!" Ujar Xinxin menunjuk rumah pondok kecil yang sudah mulai luas mengikuti kekuatan dan tingkatan Xinxin yang juga semakin meningkat.


Yah, namanya juga anak-anak, jiwa penasaran mereka begitu tinggi. "Kalian bisa berjalan-jalan! Kalau lapar, petiklah buah-buahan yang ada atau kalau mau kalian bisa mengajak Snow untuk memanggang ayam!"


"Snow, ajak mereka berkeliling!" Ucap Xinxin.


"Baik!" Jawab Snow.


Dua orang satu kelinci itu pun pergi meninggalkan Xinxin. Sedangkan Xinxin memilih duduk di bawah pohon setelah memetik buah pier untuk menyegarkan tenggorokannya.


Sedangkan di luar, tepatnya di dalam kantor yang Xinxin tinggalkan, beberapa penjaga masuk dan terkejut mendapati tidak satu orangpun ada di dalam.


"Kemana mereka?" Penjaga A.


"Tidak tahu! Tadi masih ada!" Penjaga B.


"Ya! Baru lima menit yang lalu aku mengecek nya dan mereka masih duduk sambil makan dan minum teh!" Penjaga C.


"Cepat lapor!" Penjaga B.


Ketiga penjaga itu dengan panik keluar dari kantor dan menyebabkan kegemparan.




__ADS_1


I hope you like it...


__ADS_2